Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Memberikan kesempatan untuk mereka bersama


Ozvit tampak mengembang kan senyuman nya saat melihat sosok Denish dan bibi Xena mulai menjauh dari mereka, laki-laki itu berjalan menuju ke arah sisi kanan nya, mengejar langkah Low dimana laki-laki itu mengikuti Hazel yang membawa Anushka Menuju ke ruangan kerja Low.


"Bersikaplah baik pada Anusha, dia tidak tahu apa-apa"


Ucap Ozvit tanpa menoleh ke arah Low.


"Aku masih marah pada nya"


Jawab laki-laki itu sambil menatap lurus ke arah punggung Anushka.


Ozvit tampak menggeleng kan kepala nya.


"Mau membuat dia jatuh cinta padamu?"


Ozvit bertanya dan sambil menoleh ke arah laki-laki itu.


Alih-alih menjawab, Low malah menaikkan ujung bibirnya.


Ozvit tampak mengerutkan keningnya.


"Apa kamu sedang bermain tarik ulur?"


Tanya Ozvit lagi.


Low tampak mengembangkan senyuman nya sejenak.


"Apa ada yang tidak aku ketahui? siapa yang memberikan mu saran?"


Ozvit terus bertanya dengan penuh penasaran.


Tanpa memperdulikan pertanyaan Ozvit, low malah berjalan meninggalkan laki-laki itu.


"Hei .. low.."


Low hanya menaikkan tangan kanan nya, berjalan santai menuju ke arah depan.


*******


"Apa kamu baik-baik saja?"


Hazel bertanya sambil mencoba mengompres pipi Anushka, dia fikir denish menekan dengan erat wajah Anushka saat memaksa untuk mencium nya tadi.


Low dan Ozvit tampak duduk di atas kursi sofa, memperhatikan gerakan hazel yang begitu telaten mengobati pipi Anushka.


"Aku cukup tidak suka Denish memperlakukan Anushka dengan sangat kasar, sejati nya segala sesuatu aku fikir tidak mesti dipaksa kan, meskipun kesal sekalipun dengan perempuan seharusnya laki-laki tidak melakukan hal itu"


Gerutu hazel cepat.


Mendengar ucapan Hazel sejenak Ozvit menelan salivanya, dia menghela pelan nafasnya.


Dia ingat kelakuan seperti itu adalah kelakuan dirinya dimasa lalu,dia selalu memaksakan diri, tiap kali kesal dia bisa berlaku lebih gila dan lebih kasar dari denish pada Hazel di masa itu dulu.


Bahkan dia tidak enggan membuat hazel menangis di masa lalu nya tanpa perasaan.


Tidak ada sedikit pun kelakuan manis yang pernah dia torehkan pada hazel di masa itu.


Saat ini dia hanya bisa memperbaiki semua kebodohan nya, memperlakukan Hazel bak tuan putri persis seperti janji nya di malam tragedi berdarah mereka.


"Habibi?"


Suara Hazel seketika memecah pemikiran Ozvit.


"Ya?"


"Biarkan Low yang mengurus Anushka, aku fikir kamu lupa, kita ada pertemuan penting dengan klien di luar dalam 20 menit ke depan"


Ucap Hazel tiba-tiba.


Rapat?.


Sejenak Ozvit mengerutkan keningnya.


Dia fikir mereka tidak berencana untuk pergi menemui klien di luar.


"Aku fikir"


Ozvit ingin berkata mungkin Hazel salah mengingat, tapi buru-buru sang istri berkata.


"Ahhhh ini benar-benar sudah terlambat, Habibi tidakkah kamu lupa membawa kunci mobil tadi? bukankah kita akan pergi langsung menuju ke acara makan siang? tidak kah kita membiarkan low dan Anushka juga ikut menyusul kita?"


"Ya?"


Oke Ozvit tidak paham kemana arah pembicaraan sang istri.


"Kalian harus menyusul kami saat jam makan siang, Low jangan lupa perhatikan memar nya dengan baik, aku belum mengoles semua obat nya dengan baik"


Low ingin protes.


Namun hazel buru-buru menarik lengan sang suami agar segera menjauh dari sana.


"Sayang aku fikir Awwww..."


Seketika Ozvit meringis saat sang istri tahu-tahu mencubit pinggang nya.


Dimasa lalu tidak ada permainan seperti itu, sedikit saja Hazel menyentuh tubuh nya Ozvit bisa meledak tidak terkendali, tapi di masa kini mendapat perlakuan seperti itu terlihat dan terasa begitu manis dan lucu.


"Sayang kamu mencubit ku"


Ozvit bicara sedikit protes ke arah Hazel saat perempuan itu sudah menutup pintu kantor Low dan menyeret mereka masuk ke dalam ruangan Ozvit.


"Kita tidak punya pertemuan penting hari ini"


Lanjut Ozvit lagi mencoba untuk menutup pintu ruangan nya.


Alih-alih menjawab hazel malah memunyungkan bibirnya.


"Habibi, aku hanya ingin mereka jadi lebih dekat, ini moment yang cukup langkah, begini... menyentuh pipi..."


Hazel bicara sambil memejamkan kedua bola matanya, jari-jari kanan nya menyentuh pipi nya sendiri.


"Setelah jemari itu menyentuh pipi lawan nya, bukankah akan ada tatapan mata antara..."


Saat Hazel membuka bola matanya, tahu-tahu wajah tampan sang suami sudah ada tepat dihadapan nya.


"Lalu?"


Ozvit mencoba menggoda nya, jarak mereka nyaris tidak ada.


Hidung mereka saling beradu Antara satu dengan yang lainnya.


"Seperti ini kah?"


Tanya laki-laki itu sambil menggesek-gesekkan hidung mereka.


Sejenak detak jantung Hazel menjadi tidak beraturan, wajah nya Seketika memerah karena malu.


"Aku suka melihat wajah merah nya yang bersemu-semu hmmm"


Ucap Ozvit sambil mengulum senyuman nya.


Hazel ingin menjawab, tapi sepersekian detik kemudian tiba-tiba Ozvit menyambar bibirnya dengan begitu lembut untuk beberapa waktu.


"Rasa nya begitu manis, seperti gula"


Ozvit berbisik pelan setelah melepaskan ciumannya.


"Habibi.."


Hazel masih merasa terkejut dengan gerakan Ozvit yang tiba-tiba menciumnya.


"Bagaimana jika aku menginginkan nya?"


Ucap Ozvit sambil mencium lembut ujung telinga nya.


"Ya?? Habibi ini di kantor"


Protes hazel cepat.


"Bukankah kita punya kamar khusus"


"Ya???"


"Mau mencoba nya dikantor kali ini?"


Tung...tunggu dulu.


Hazel jelas terkejut saat tiba-tiba Ozvit mengangkat tubuh nya menuju ke satu ruangan khusus disisi kanan ruang kerjanya.


"Habibi...?"


"Hmmm"


"Ini dikantor"


"Aku sudah mengunci pintu nya"


"Ini gila..."


Pekik nya tertahan