
"Cemburu?"
Jacobs bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.
"Jangan bercanda, kau lebih pantas jadi anak ku, bagaimana bisa kamu cemburu pada Mommy mu sendiri!"
Jacob sedikit tidak suka mendengar penjelasan Erika.
Seketika Erika tertawa renyah saat melihat ekspresi terkejut laki-laki itu, apalagi perkataan cetus nya.
"Tentu saja aku cemburu, tapi bukan dengan uncle, tapi dengan Mommy ku, ketika perhatian Mommy lebih banyak beralih pada uncle dari pada dengan ku, aku seperti di anak tirikan bukan? tiba-tiba aku merasa Mommy berselingkuh di belakang ku"
Jawab nya cepat sambil meraih kotak P3K, berjalan mendekati Jacob lantas mulai menyiapkan kain kasa serta obat yang di butuhkan kan.
Jacob terlihat menghela pelan nafasnya, dia lagi-lagi salah paham, dia fikir gadis itu menyukai nya.
Dia jelas keberatan jika itu terjadi.
"Jangan terlalu baik pada Mommy, tidak kah uncle menyadari nya? Mommy telah lama jatuh cinta pada Uncle, jauh sebelum aku ada dia telah jatuh cinta pada uncle"
Ucap gadis itu sambil membersihkan sisa darah dan obat lama di sekitaran luka di dada Jacob secara perlahan.
"Kamu bicara apa?"
Erika menghentikan gerakan tangannya, dia menatap intens bola mata laki-laki dihadapan nya itu.
Bisa dibayangkan bagaimana kharismatik nya laki-laki dihadapan nya itu.
Erika fikir tidak heran ada banyak perempuan yang tergila-gila pada laki-laki itu, dia terlalu terlihat sempurna di masa tua nya, bahkan Erika fikir dimasa muda nya laki-laki ini pasti begitu luar biasa hingga sang Mommy bisa menggila karena mencintai laki-laki ini.
"Uncle benar-benar type payah yang tidak bisa melihat cinta di bola mata orang lain, apakah cinta pertama membutakan mata uncle? hingga cinta lain yang menggila tidak lagi uncle hiraukan?"
Tanya Erika cepat.
"Mommy ku mengabaikan Daddy ku bahkan mengabaikan ku sejak kecil karena kecintaan nya pada uncle, tidak kah uncle menyadari nya?"
Kata-kata Erika jelas mengejutkan Jacob.
"Apa?"
"Apa cinta pertama begitu berkesan? hingga begitu sulit dilupakan? karena itu kalian berdua terlihat begitu mengerikan? Mommy selalu menatap masa lalu, persis seperti uncle yang juga terus terpaku pada masa lalu"
Ucap Erika masih terus menatap dalam-dalam bola mata Jacob.
"Karena itu uncle tidak pernah bisa melupakan saudara perempuan Mommy ku? hingga akhirnya hati ini mati untuk siapa saja?"
Erika bicara sambil menyentuh dada Jacob.
Laki-laki itu terlihat menelan Saliva nya.
"Cinta kalian begitu mengerikan, membatasi hati hingga menyisakan barisan dendam dimasa lalu, seolah-olah lupa hidup ini adalah takdir yang telah di gariskan tuhan, padahal sejauh apa kita berusaha tapi jika tuhan berkata dia bukan milik kita maka hingga mati pun dia tidak akan menjadi milik kita!"
"Lalu kenapa sulit sekali berdamai dengan masa lalu? padahal Realita nya jalan terbaik untuk mendapatkan kebahagiaan jelas dengan cara berdamai dengan kegagalan dan masa lalu"
"Tidak kah uncle ingat? seberapa besar uncle ingin kembali kemasa lalu tetap saja tak ada satu orangpun yang mampu kembali ke masa lalu, dan seharusnya uncle fokus pada masa depan, menata hidup, mencari istri yang baik, memiliki anak-anak yang tampan dan cantik, bahkan belajar bahagia bersama menyongsong masa depan, bukan hidup seperti ini tanpa kesudahan"
Ucap Erika lagi lantas membuang pandangannya, tangan gadis itu kembali dengan gerakan lincah membersihkan dan membunuhi obat didada laki-laki itu, lantas mulai membalut nya secara perlahan.
Jacob lagi-lagi terlihat menelan salivanya, dia seolah-olah kehilangan kata-kata.
"Maafkan aku jika kamu membenci ku karena Melisa mengabaikan mu, aku benar-benar tidak tahu soal itu"
Jacob bicara dengan penuh penyesalan.
"Aku telah melupakan nya"
Jawab gadis itu pelan.
"Dan hari ini Kamu mengingatkan ku atas ke egoisan ku soal masa lalu"
"Aku senang uncle menyadari nya"
Erika bicara sambil mengembangkan senyuman nya.
"Mau aku rekomendasi kan seseorang yang baik untuk uncle?"
Tanya Erika tiba-tiba.
Laki-laki itu menaikkan ujung alisnya.
"Ada beberapa teman ku yang cukup tertarik pada uncle"
Mendengar ucapan Erika, Jacob mendengus.
"Teman-teman mu terlalu kekanak-kanakan, bahkan mereka terlalu muda"
"Banyak laki-laki tua yang mendapatkan gadis muda saat ini, mereka bilang saat ini sedang menjadi trend nya, istilah nya sugar Daddy dan Sugar baby"
"Yang benar saja"
"Aku punya teman yang menikahi dosen tua nya sendiri"
Jacob terkekeh mendengar ucapan Erika.
"Mengerikan sekali, apa kau juga menyukai laki-laki tua? itu sangat tidak masuk akal"
Protes Jacob.
"Hmmm kalau type seperti uncle akan aku Fikir kan lagi"
Goda Erika.
"Ya?"
Jacob langsung spontan menatap gadis itu.
"Aku tidak berselera dengan gadis kecil seperti kamu"
Erika terkekeh.
"Aku juga bukan benar-benar penyuka laki-laki tua seperti uncle, takut nya ketika bercinta, uncle tidak akan berhasil membuahi ku"
Damn it.
"Kau fikir aku tidak mampu?"
Jacob bicara sambil menaikkan kedua tangan nya, merasa tidak percaya dengan ucapan bocah dihadapan nya itu.
"Yeah, aku fikir uncle tidak akan mampu"
Setelah berkata begitu Erika malah tertawa kecil, dia baru saja menyelesaikan tugas nya, dia tinggal melilitkan perban baru di dada laki-laki itu.
"Aku bahkan tidak yakin uncle masih bisa mengimbangi anak muda seperti ku ketika di atas kasur, aku curiga uncle hanya kuat berada di bawah ketimbang di atas"
Jacob menganga.
"Kau...!"
Yang benar saja.
Ucapan Erika benar-benar menyinggung dirinya.
Oh shi..t
Umpat nya tidak percaya.