Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Masih akan tetap setia


mendengar pertanyaan sang istri Ozvit tampak melebarkan senyumannya.


"hanya memikirkan soal pekerjaan"


Jawab Ozvit sambil menyentuh lembut wajah Hazel.


untuk beberapa waktu mereka saling menatap antara satu dengan yang lainnya sambil tangan Ozvit terus mengelus lembut wajah Hazel.


"Kamu percaya sayang?"


Ucap Ozvit tiba-tiba.


"Hmmm?"


Hazel tampak menatap dalam wajah laki-laki itu, dia mencoba membenahi posisi tidurnya, naik ke atas lengan Ozvit dan sejajarkan wajah mereka agar memudahkan Hazel untuk terus menatap dalam bola mata itu.


"Aku masih harus banyak belajar menjadi suami yang baik untuk kamu, mencoba membaca beberapa buku dan mencari tahu, mencoba menjadi suami seperti yang kamu harapkan"


Ucap Ozvit sambil tangannya terus mengelus lembut wajah Hazel.


Hazel tampak menganggukkan kepalanya.


"Aku pun juga masih dalam tahap belajar menjadi istri yang baik untuk mengejar surga suami ku"


Ucap Hazel juga.


Sejenak mereka saling mengembangkan senyuman.


Ozvit menarik pelan nafasnya.


"Sepanjang perjalanan pernikahan yang tak mengenal batas, selama itu pula akan ada ujian datang. Realita nya Tak ada rumah tangga yang tanpa ujian, Oleh sebab itu, dalam Islam, ujian rumah tangga adalah keniscayaan dan tantangan yang harus dihadapi semua orang"


Ucap Ozvit begitu lembut ke arah Hazel.


"Adakalanya ujian adalah sarana peningkatan kualitas, Misalnya, ketika salah satu dari kita nantinya menemui hal yang tidak menyenang kan, berjanjilah jangan mudah untuk berpikir pisah atau cerai. sebab Itu pertanda lemahnya kesungguhan dalam menjaga keutuhan rumah tangga Hmm.”


Ozvit bicara dengan nada bersungguh-sungguh, dia fikir ini saat nya dia memberikan Hazel pengertian Andai nanti terjadi kesalahpahaman di antara mereka ke depan nya.


dia hanya takut, urusan Anushka, Denish, Mommy tiri nya atau siapa pun yang terlibat di masa lalu akan menghancurkan hubungan mereka.


Hazel tampak mencoba mencerna ucapan sang suaminya, dia mengangguk kan perlahan kepalanya.


"Percayalah ujian juga merupakan bentuk perhatian Allah kepada hamba-Nya. Firman Allah, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah swt mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui,” (QS Al-Baqarah: 216)"


Ucap Ozvit lagi.


"Jangan tertawa, sebab aku juga masih dalam tahap belajar menjadi sebaik-baiknya suami untuk istri ku"


Buru-buru Hazel meletakkan Jemari nya di bibir Ozvit, dia terlihat mengembangkan senyuman nya.


"No...aku tidak akan tertawa, tapi aku ingin menangis karena bahagia"


Ucap Hazel sambil menatap Ozvit dengan pandangan berkaca-kaca.


tidak tahu kenapa tapi rasanya dia begitu bahagia, seolah-olah Detak jantungnya berdetak begitu kencang tidak terkendali seperti biasanya.


Ada Satu luapan emosi yang tidak dipahami itu apa, tapi dia merasa bahagia seolah-olah satu batu yang menghimpit nya dan rasa sakit yang menghantam nya Dimasa kemarin tiba-tiba melonggar di hati nya saat ini begitu mendengar ucapan Ozvit yang begitu hangat, lembut dan penuh kesungguhan.


Seakan-akan jutaan kebahagiaan di hatinya menyebar kemana-mana, dimana Palung hatinya yang paling dalam berkata Buah kesabaran ku pada akhirnya memetik hasilnya.


Tidak tahu kenapa tapi dia merasa begitu bahagia.


"Anggaplah jika terjadi Konflik nanti nya sebagai bagian dari ujian rumah tangga. Rumah tangga tanpa konflik ibarat masakan tanpa bumbu hmm"


Laki-laki itu bicara sambil merapatkan hidung mereka.


"Tapi aku pernah berjanji didalam hati, ketika bumbu terlalu banyak, masakan jadi tidak enak. ketika konflik semakin memanas dan berkepanjangan, mari menghindari saling men caci maki dan aku tidak akan pernah melakukan kekerasan fisik pada kamu"


Ozvit menaikkan tangan kanan nya, bersumpah tidak akan melakukan lagi hal yang seperti dulu pada Hazel.


"Jadi jika kedepannya ada ujian yang akan kita lewati, berjanjilah untuk saling berpegangan tangan dan tidak saling melepaskan hmmm"


Ucap Ozvit lagi.


Hazel menatap Ozvit untuk beberapa waktu, memandangi wajah serius itu, dimana Ozvit terus menatap dalam bola matanya dengan penuh keyakinan dan kesungguhan.


Hazel mengangguk kan kepalanya, dia melebarkan senyumannya sambil berkata.


"Jangan khawatir, apapun yang terjadi aku masih akan tetap setia, tidak akan melepaskan genggaman tangan ini meskipun ada ribuan badai yang akan menghantam kita, bahkan jika diberikan kesempatan jutaan kali mendampingi kamu pun, aku akan tetap setia berada disisi kamu"


Ucap nya sambil bersandar di dada Ozvit, kemudian perempuan itu memejamkan bola matanya perlahan.