
Masih di Rumah sakit Utama
Del Piero hospital
Pusat kota
Seulas senyum Tampak mengembang dibalik wajah dokter yang berdiri di hadapan Low, laki-laki itu mengangguk-angguk kan kepala nya.
"Kalian bisa masuk kedalam"
Melihat ekspresi Sang dokter, Low Tampak mengerutkan keningnya, dia fikir seperti nya itu bukan hal yang buruk.
Mommy dan Daddy Anusha jelas melesat masuk lebih dulu kedalam ruangan tersebut diikuti Low, hazel dan Lusiana.
Seketika dia membeku saat kaki nya melangkah kedalam, bisa dia lihat Wajah pucat Anushka menatap nanar ke arah tuan dan nyonya Ghurair.
Perempuan itu seolah-olah bertanya-tanya siapa dua orang tersebut.
Tapi Anushka Seketika membeku saat dia menyadari wajah wanita tua yang begitu mirip dengan dirinya.
"Oh"
Perempuan itu seketika menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya, selang infus yang masih tertancap di tangan nya itu terlihat begitu menyakitkan bagi nyonya Ghurair.
"Sayang"
Nyonya Ghurair secepat kilat menggenggam erat telapak tangan sang putri,bola matanya terlihat berkaca-kaca.
Anushka masih bingung dengan keadaan dan situasi saat ini, dia butuh seseorang untuk menjelaskan ada apa dengan semua ini.
Seingatnya dia mencoba menyelamatkan Low, kemudian terasa sesuatu yang menyakitkan menghantam punggung nya, kemudian masih bisa dia dengar samar-samar suara Low yang terus berusaha menyadarkan dirinya, tapi dia terlena dengan rasa lelah hingga membuat dia terlelap sendiri begitu saja.
Lalu saat dia bangun dia berada di ruangan serba putih mendominasi dan tiba-tiba kini ada sosok asing yang tengah berdiri dihadapan nya kemudian tahu-tahu mendekati dirinya dan mulai duduk dihadapan.
"Apa ada yang terasa tidak nyaman? katakan pada kami apa ada yang terasa sakit?"
Wanita dihadapan nya terus bertanya dengan perasaan penuh kekhawatiran.
Lidah Anushka Tampak masih kelu untuk menjawab,dia masih butuh waktu untuk membiasakan diri agar bisa membiasakan diri dengan tubuh serta lidah nya.
"Aku fikir dia masih harus berusaha untuk menyesuaikan diri, untie"
Hazel bicara sambil menggenggam erat telapak tangan wanita tersebut setelah menyeret kursi roda nya mendekati Anushka dan nyonya Ghurair.
"Kita akan menjelaskan nya secara perlahan hmmm"
Ucap Hazel pelan ke arah Anushka.
"Akan ada banyak hal yang harus kami sampaikan, tapi bukan sekarang"
Mendengar ucapan Hazel, Anusha terus mengerutkan keningnya.
"Kita akan membahas nya setelah kondisi kamu benar-benar membaik, saat ini jangan terlalu memikirkan soal apapun, cukup fokus dengan kesehatan kamu lebih dulu, kemudian pernikahan kamu dan low"
Lanjut nya lagi.
Mendengar kata menikah sejenak Anushka menelan salivanya.
Dia fikir bisa jadi Low begitu membencinya, dia mana mungkin berani membahas soal pernikahan mereka.
"Aku fikir Low mungkin tidak menyukai aku"
Ucap Anushka pelan dengan bersusah payah, suara nya Terdengar begitu lemah dan masih terasa begitu kepayahan.
"Siapa bilang?"
Tiba-tiba suara Low terdengar dari arah pintu masuk disisi kanan Anushka.
Perempuan itu langsung menoleh dengan cepat.
"Kita akan mempercepat pernikahan resmi nya lebih dulu, setelah itu baru menyusun rencana resepsi nya"
Ucap Low lagi setelah laki-laki itu ada dihadapan dirinya.
Anushka langsung menatap dalam bola mata laki-laki dihadapan nya itu.
Seulas senyum terlihat mengembang dari balik wajah laki-laki tampan itu.
"Setelah semua baik-baik saja, kesehatan mu pulih dan kita pulang, kita akan melangsungkan pernikahan nya"
Lanjut laki-laki itu lagi
"Ya?"