Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Sedikit menegang


Disisi lain.


Denish terus melajukan mobilnya agar Terus bergerak kearah Jalan yang sudah dia perhitungkan sejak awal, mereka harus segera keluar dari hutan tersebut secepat nya bagaimanapun caranya.


Seolah-olah Terus berpacu pada waktu, laki-laki itu Terus menginjak pedal gas mobil nya tanpa jeda.


Dia jelas tidak ingin membuang-buang waktu sedikit pun.


Sesekali bola mata Denish mencoba melirik kearah Dilara, gadis itu benar-benar tenggelam dalam tidur panjang nya.


Dia tidak punya pilihan lain lagi selain membuat gadis itu tertidur dengan keadaan, sebab Dilara jelas tidak akan mau keluar dari sana meskipun dipaksa sekalipun.


Trauma akan masa lalu dimana mereka pernah mencoba untuk melarikan diri menyisakan trauma yang mendalam, Dilara jelas akan menolak habis-habisan untu keluar dari zona aman nya.


Laki-laki itu menarik pelan nafasnya, sambio berpacu dengan waktu bola mata nya sesekali melirik kearah belakang, melihat jika-jika ada kendaraan lain yang menyusul mereka.


Ketakutan terbesar nya salah satu dari mereka bisa memaksa untuk mengejar keberadaan dirinya dan Dilara.


Jika dalam keadaan baik-baik saja dia jelas bisa membela diri dan berkelahi, tapi saat ini yang jelas dia tidak baik-baik saja.


Terkadang Denish terpaksa menarik pelan nafasnya, menahan sakit dibelakang sana yang masih terbalut perban dengan luka parah yang masih menyisakan jutaan rasa sakit dan bisa berakibat fatal jika dia terlalu banyak bergerak.


Sesekali pula Denish melirik kearah jam tangan nya dan langit di atas sana, keadaan mulai menggelap setelah dia melewati 5 jam lebih perjalanan memutar untuk menembus jalanan besar utama menuju ke arah Utara.


Mereka harus tiba pada zona tujuan secepat nya Tanpa harus menunda-nunda kembali waktu yang tersisa.


Setelah sampai dia baru akan memikirkan kemana seharusnya mereka Pergi atau menata ulang kembali masa depan dengan identitas baru.


Denish menyentuh lembut kepala Dilara kemudian mengelus nya secara perlahan, lantas laki-laki itu mengelus lembut wajah Dilara.


Dia berucap sejenak, lirih.


"Semua akan baik-baik saja, percayalah"


Setelah berkata begitu laki-laki itu terus fokus pada stir mobilnya, bola mata nya sesekali terus melirik kearah kaca spion nya.


Sejenak laki-laki itu mengerutkan keningnya saat dia melihat sebuah Mobil melesat cukup jauh dibelakang nya,dari arah depan mobil Denish Tampak sebuah layar sebesar telapak tangan menampilkan radar merah hingga mengeluarkan suara peringatan jika keadaan tidak baik-baik saja.


"Oh shi.t"


Denish mengumpat lantas secepat kilat memacu kecepatan mobilnya, dia fikir harus segera menjauh dari sana.


Laki-laki itu secepat kilat mengeluarkan senjata nya, memperkirakan keadaan jika-jika dalam keadaan terdesak.


Ditengah langit yang mulai menggelap dia terus melirik ke layar monitor depan yabg terpasang di dashboard mobil nya, memperkuat waktu kapan mereka akan keluar dari pusat hutan menuju ke arah jalan utama.


Tidak lebih dari 10 menit.


Denish semakin mempercepat laju mobilnya dimana mobil dibelakang nya terus ikut mengejar kecepatan nya.


Laki-laki pada akhirnya mulai mengokang postol nya, dia fikir jika kendaraan dibelakang terus mengejar hingga ke arah tujuan itu artinya mereka kehilangan kesempatan untuk menghindar dari keadaan.


Kali ini dia fikir akan menyelesaikan mobil tersebut dengan cara nya sendiri.


Dia mulai mengarahkan pistol nya ke arah jendela, mencoba menghitung waktu untuk beberapa waktu dimana mobil di belakang nya semakin mendekat dan merapat.


Seketika bisa dia rasakan satu tembakan melesat menghantam punggung mobil nya.


Dia sudah memperkirakan nya.


Wanita ular itu benar-benar mengirim anak buah nya


Satu kali tembakan lagi melesat menghantam punggung mobil nya.


Denish jelas telah mengatur mobil tersebut sejak awal agar tidak tertembus senjata apapun yang mampu mencelakai mereka.


Dalam hitungan detik Denish mulai menghitung mundur waktu.


"5"


"4"


Laki-laki itu memicingkan sebelah matanya, menunggu mobil tersebut berada tepat disampingnya.


"3"


"3"


"2"


Seketika denish menembakkan senjata nya tepat kearah mobil tersebut dalam beberapa kali hentakan.


Dorrrrrrr


Dorrrrrrr


Dorrrrrrr



Ciiitttttttt


Grakkkkkkk


Laki-laki itu langsung berbelok Secara mendadak ke sisi kanan dan menembus jalanan utama tanpa berfikir dua tiga kali.


Dalam hitungan detik.


Duaarrrrrr


Sebuah ledakan dahsyat memecah keheningan dan gelap nya angin malam.



Laki-laki itu terus melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh tanpa berfikir dua tiga kali, meninggalkan mobil tersebut tanpa berniat menoleh kearah nya sama sekali.