
Sejak pagi Low bertingkat begitu aneh menurut Anushka, laki-laki itu terus berusaha untuk menghindari Diri nya.
Terkadang laki-laki itu mencoba untuk mengelak saat Anushka meminta bantuan nya.
Beberapa kali perempuan itu mengajak low bicara, berapa kali juga low tidak menghiraukan dirinya.
Awal nya sih dia tidak mempermasalahkan nya tapi tidak tahu kenapa lama-lama Anushka malah jadi kecewaan dan sedih melihat kelakuan Low.
Pada akhirnya Anushka memilih untuk tidak menghiraukan low.
Hingga akhirnya Hazel dan Erika mengajak dirinya pergi ke sebuah pasar di desa la bastide Clairence.
Mereka juga membawa Dilara yang begitu polos dan banyak tidak paham dengan keadaan disekitarnya.
Desa la bastide Clairence terkenal dengan pengrajin dan toko batik nya, disana ada banyak pengrajin perhiasan bahkan beberapa barang unik dan antik lainnya.
Mereka memutuskan untuk melihat suasana pasar tradisional di sana, dimana ada banyak barang-barang unik dan menarik yang bisa mereka lihat di sepanjang jalanan desa la bastide Clairence.
"Bukankah mereka unik?"
Hazel bertanya sambil menyentuh salah satu barang kerajinan yang ada di hadapan mereka.
Ada berbagai macam mangkuk, piring bahkan beberapa macam hiasan unik yang mereka lihat bahkan mereka lewati sejak tadi.
Erika bahkan membeli beberapa macam barang yang dia sukai, gadis itu terkagum-kagum melihat benda-benda unik disana yang jelas sangat Sulit sekali mereka dapatkan di kota.
"He em, aku fikir ini juga unik. Bukankah ini lampu hias?"
Tanya Anushka sambil memperhatikan barang-barang yang ada dihadapan nya.
"Warna nya begitu kalem dan lembut, mereka sangat kreatif dalam membuat nya"
"Hmm"
Disamping mereka Dilara ikut terpesona dengan barang-barang yang dia lihat Sejak tadi, sang kakak nya Hazel membelikan dirinya Beberapa macam barang untuk dibawa dia pulang.
Ditengah hutan dia tidak paham soal belanjaan, tidak paham jika membeli barang Harus menggunakan beberapa lembar kertas berwarna dan bergambar sebagai alat beli mereka.
Yang Dilara tahu, dulu dia mendapat kan stok persediaan makanan secara gratis dari Denish atau Mommy Ozvit, dia bahkan pernah berbaur Dengan banyak orang disekitarnya sebelumnya.
Awal mula berada di pusat kota Dilara jelas shock berat, dia bahkan tidak tahu harus melakukan apa, apalagi saat bertemu Dengan banyak orang Dilara jelas terkejut setengah mati.
Dia bahkan terkena serangan panik kala pertama kali mengenal dunia luar, untung nya Denish dengan sabar membimbing Dirinya dan memperkenalkan dunia baru kepada dirinya.
Hingga pada akhirnya dia mulai membiasakan diri untuk berbaur dengan banyak orang.
Setelah seharian berjalan kesana-kemari dan membeli beberapa barang bersama hingga waktu langit mulai menggelap, pada akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke penginapan.
Selama diperjalanan pulang mereka sempat mengobrol dan berbagi cerita secara bergantian.
Menikmati keindahan desa la bastide Clairence dan memperhatikan tiap-tiap bangunan disana yang jelas terlihat sama.
Terkadang mereka mencoba singgah sejenak untuk melihat ke beberapa toko kecil yang mereka lewati disana.
Hingga akhirnya mereka tiba di penginapan di kala waktu benar-benar gelap.
Begitu Anushka mulai melangkah menuju kearah kamar yang dia dan Erika tempati, mencoba membuka pintu kamar penginapan mereka tiba-tiba Anushka mengerutkan keningnya.
Dia fikir sebelum pergi tadi dia tidak mematikan lampu kamar mereka, kenapa disaat kembali lampu kamar mereka tiba-tiba jadi gelap gulita.
"Kamu mematikan lampu kamarnya?"
Tanya Anushka ke arah Erika.
"Tidak"
Erika menggelengkan kepalanya secara perlahan.
"Bukankah ini aneh? aku fikir tidak mematikan lampu nya"
Ucap Anushka lagi sambil mencoba mengintip dengan perasaan penuh kecurigaan.
Perempuan itu secara perlahan mencoba mendorong pintu kamar tersebut dengan gerakan yang begitu hati-hati.