Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Saling menerima kekurangan



Ditengah keterkejutan Jacob, seketika Erika ikut terkejut, gadis itu langsung mengerutkan keningnya, dia Fikir kenapa Laki-laki itu ada disini saat ini.


Ketika Jacob baru ingin membuka suaranya, Erika dengan cepat mendahului dirinya.


"Kenapa uncle ada disini?"


Tanya gadis itu sambil berjalan mendekati Jacob.


Oh no...!.


Jacob mencoba mundur beberapa langkah, dia takut gerakan Erika membuat khilaf Dirinya.


"Bukankah seharusnya aku yang menanyakan itu? ah tidak maksud ku kenapa kamu tidak berangkat bekerja?"


Tanya jacob kemudian.


"Apa uncle lupa kebiasaan buruk Mommy? Mommy dan aku sedang mengalami bersitegang selama 1 Minggu ini, soal perbedaan pendapat dalam mengelola perusahaan, aku tidak di izinkan datang sebelum kemarahan Mommy mereda"


Mendengar ucapan Erika, Jacob menghela berat nafasnya.


"Dia masih tetap keras kepala seperti di usia muda nya dulu"


"Uncle paling mengenal Mommy ku"


Ucap Erika cepat.


"Di tidak mengalah pada siapapun bahkan pada diri ku"


Lanjut Erika lagi sambil berjalan ke arah sisi kiri Jacob.


Dia bersandar ke pinggiran kolam sambil meraih segelas minuman hangat yang di siapkan pelayanan tadi.


"Karena itu aku tidak tertarik menikah dengan Melisa"


Ucap jacob pelan.


Mendengar ucapan laki-laki itu seketika Erika menoleh.


"Bukankah uncle salah satu titik kelemahan Mommy?"


"Dalam satu hubungan tidak semua pasangan adalah titik kelemahan kita, sebab setelah bersama dalam jangka waktu yang lama, di awal berpacaran dan berfikir dia titik terlemah kita kadangkala bisa berubah dengan sendirinya".


Ucap Jacob pelan lantas dia ikut menyandarkan tubuhnya disisi pinggiran kolam.


"Rasa bosan, jenuh dan lelah pasti hadir didalam sebuah hubungan dua orang yang tidak saling mengenal,dan kebiasaan buruk yang tak kunjung berubah akan menjadi alasan utama pasangan lain nya tidak lagi ingin mempertahankan hubungan itu hingga akhir"


Lanjut jacob lagi.


Mendengar ucapan jacob Erika tampak mengulumkan senyuman nya.


"Karena itu tidak ingin membuat komitmen pada seorang perempuan pun hingga sejauh ini?"


Tanya Erika tiba-tiba, gadis itu mulai naik ke pinggiran kolam, duduk di sana tanpa peduli jacob melirik sejenak manatap tubuh nya.


"Ya?"


Jacob menoleh ke arah Erika, dia sebenarnya sedikit terganggu dengan pakaian berenang Erika namun dia berusaha menepis pemikiran tidak menentu nya.


Laki-laki itu masih mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu saat Erika bilang dia tidak berani mengambil komitmen dengan siapapun hingga kini.


"Uncle tahu? Manusia memiliki ketidakmampuan untuk berubah. Ini adalah argumen yang telah dibahas selama berabad-abad. Dan sebagian besar karena kecenderungan kita untuk menjadi ‘makhluk dengan kebiasaan’"


"Pikirkan sejenak rutinitas harian kita. ***Jika kita 98% manusia pada umumnya, kebiasaan pagi kita akan relatif sama. Tidak ada variasi dari tahun ke tahun."


" 2% lainnya INGAT HANYA 2% LAINNYA adalah orang-orang yang berpikiran sangat sukses. Orang yang mengubah kebiasaan mereka secara konstan untuk memaksimalkan keberhasilan dalam kehidupan mereka***"


"Alasan manusia menempel pada kebiasaan buruk mereka begitu lama adalah karena ada berbagai alasan. Seperti : kenyamanan, takut gagal dan kekuatan dari kebiasaan itu sendiri. Dan hal seperti ini terus berjalan dari waktu ke waktu"


"Bahkan Penelitian menunjukkan bahwa semakin sering kebiasaan itu dilakukan, semakin sulit untuk kita berubah"


Ucap Erika lantas mulai menyesap minuman hangat nya dengan cara yang begitu santai dan elegan.


"Dalam konteks penikahan banyak yang memperberat soal perbedaan karena kebiasaan pasangan yang dirasa mengganggu dan membuat pasangan lainnya menjadi tidak nyaman"


"Misalkan suami mulai kesal saat memiliki istri yang pemalas sedangkan istri mulai kesal memiliki suami yang tidak romantis"


"Mereka saling menekan kan pasangan agar berubah lebih dulu tanpa mau mengubah dirinya terlebih dahulu, hingga akhirnya dua alasan itu sama-sama menjadi pemicu ketidak harmonisan didalam berumah tangga"


"Mereka lupa, sesuatu yang saling menuntut tanpa solusi pada akhirnya merusak citra pernikahan dan juga keharmonisan mereka"


Erika menoleh sejenak kearah Jacob lantas dia menatap langit-langit yang mulai menampakkan warna pagi nya.


Begitu indah, menyejukkan mata.


"Mereka lupa dalam pernikahan realita nya yang dibutuhkan adalah saling menerima kekurangan masing-masing"


Mendengar ucapan Erika Jacob tampak diam, dia tidak mengeluarkan sedikit pun suaranya.


Laki-laki itu ikut duduk di samping Erika sambil menuangkan minuman dingin ke dalam gelas kosong disamping mereka duduk.


"Sebelum menikah seharusnya kita sudah tahu bagaimana sifat pasangan kita, kita seharusnya sudah bisa membaca bagaimana masa depan kita bersama dia"


"Setelah menjajaki dunia pernikahan, kita juga harus mampu beradaptasi dengan sifat dan sikap pasangan. Oleh sebab itu, dibutuhkan kesadaran untuk saling memahami dan mendukung dalam berbagai kondisi, dan jangan biarkan emosi mengendalikan kita."


"Tapi Realita nya yang terjadi banyak sekali pasangan berumah tangga enggan belajar saling menerima dan memahami Antara satu dengan yang lainnya"


"Ada satu nasehat bijak yang sering digunakan oleh orang tua dan juga ahli psikologi"


"Jangan Pernah Mencoba Mengubah Pasangan kalian"


"Kita jangan lupa, Setiap orang jelas memiliki keunikan dan ciri khasnya masing-masing, begitu juga kebiasaan nya. Jika suatu saat kita menemukan kalau pasangan mempunyai hal yang tidak kita sukai, jangan pernah mengeluhkan hal tersebut sebab sejak awal kita pacaran atau dekat dengan nya kita sudah tahu resiko apa yang akan kita hadapi ketika melanjutkan hubungan itu kejenjang yang lebih tinggi"


"Solusi adalah cara terbaik untuk memperkokoh hubungan pernikahan, bukan menuntut agar dia menjadi sesuatu persis seperti apa yang kita inginkan namun menerima segala kekurangan nya"


"Yakinlah, Mengubah kebiasaan seseorang akan terasa begitu sulit apalagi kebiasaan itu sudah ada sejak dia dini, solusi bijak adalah pemecahan permasalahan dari setiap permasalahan yang kita hadapi bersama pasangan"


"Dan komunikasi bersama adalah salah satu cara untuk membuat kita semakin intens bersama pasangan kita"


Begitu ucapan terakhir Erika keluar, Jacob terlihat memperhatikan wajah Erika dari sisi nya dengan seksama, dia menatap wajah cantik itu untuk waktu yang begitu lama.


Erika masih mendongakkan kepalanya ke atas, menikmati semilir angin pagi yang menerpa kulit telan..jangnya yang hanya menggunakan pakaian renang.


Jacob menarik pelan nafasnya, dia membuang pandangannya dari wajah cantik itu.


Dia fikir Erika yang kekanak-kanakan dulu benar-benar jauh berubah, gadis itu sekarang bisa menjadi begitu bijaksana dan luar biasa, memiliki pemikiran cerdas dan matang, bahkan terlihat elegan dan berkelas di usianya yang terbilang masih terlalu muda.


Dia fikir sifat Erika benar-benar berbanding terbalik dengan Mommy gadis itu, bisa dia tebak Sifat itu didapat dari sang daddy nya yang telah tiada.