
Ja'me Masjid
Yokohama Jepang
Jelang Jum'at
Seketika sebuah senyuman manis mengembang dibalik bibir Ozvit, mana kala seorang laki-laki berusia sekitar hampir 60 tahunan menggunakan peci mendominasi berwarna putih berdiri didepan masjid kebanggaan umat muslim di Yokohama tersebut.
jika dilihat dari wajah nya, laki-laki itu masih keturunan Asia dan timur tengah, bisa Ozvit lihat dengan baik bagaimana aksen wajah dengan perpaduan sempurna tersebut, dia fikir bisa jadi laki-laki itu memiliki orang tua bermata sipit.
Sebab laki-laki itu memiliki aksen wajah unik dengan dua perpaduan unik.
"Ini pertama kali nya aku menginjakkan kaki di masjid Asia timur"
Laki-laki itu mengulurkan tangannya, tertawa kecil sambil menepuk-nepuk punggung Ozvit.
Tidak seperti apa yang dia bayangkan dihari kemarin, rupanya laki-laki itu begitu ramah dan penuh kewibawaan.
Benar kata orang, manusia lebih suka menerka-nerka lebih dulu terhadap lawan nya padahal mereka belum tahu bagaimana rupa nya.
Manusia kadang selalu menebak dan berburuk sangka kepada orang lain, padahal belum tentu yang ditebak dan di fikirkan mereka itu benar.
Kita kadang berfikir laki-laki yang sering hilir mudik ke club malam adalah pendosa, bisa jadi pen zina atau berganti pasangan sesuka hati nya.
Realita nya banyak alim ulama yang yang tersandung skandal dosa bahkan bisa jadi menambah pasangan tanpa sepengetahuan istri pertama, menyakiti istri dan anak-anaknya atau bahkan menyakiti hati sang mertua.
Yah itu lah manusia, terkadang mereka mengukur dan menilai orang lain dari pandangan pertama atau bahkan dari cover depan nya tanpa menelisik dan menyelam untuk melihat rupa didalam nya.
Realita nya manusia memang seperti itu ada nya.
"Untuk Asia timur juga ini baru kali pertama saya menginjakkan kaki saya ke masjid nya"
Ozvit tampak mengulumkan senyuman nya, mengikuti langkah laki-laki paruh baya lebih itu yang mulai melangkah masuk kedalam Ja'me Masjid, Yokohama tersebut.
"Jangan terlalu formal, kita bisa bicara menggunakan bahasa biasa yang masih menggunakan tata Krama baik untuk pembeda usia"
Laki-laki itu kembali bicara sambil melepaskan alas kakinya diikuti oleh Ozvit.
"Baik, tuan"
"Kau hampir seusia anak laki-laki ku, jika bicara cukup kaku seperti kamu"
Ucap laki-laki itu cepat.
"Anda punya anak laki-laki?"
"Ya hanya sedikit nakal, cukup sulit mengatur nya untuk urusan perempuan, itu sedikit mengganggu Mommy nya"
Laki-laki itu bicara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Apakah dia sudah menikah?"
"Belum, dia masih belum memikirkan nya"
Mendengar jawaban laki-laki itu, Ozvit menggulum senyuman nya.
"Selama tidak menyakiti perasaan perempuan, itu bukan masalah, laki-laki sebelum menikah memang rata-rata seperti itu"
"Yah syukur nya dia bukan type yang suka mengobral janji, tidak bermain nakal dengan gadis baik-baik"
Ucap laki-laki itu lagi.
Mereka mulai duduk di barisan depan di antara orang-orang, Ozvit melirik ke arah jam tangan nya, masih punya waktu 10 menit lagi hingga adzan tiba.
"Aku pikir kita bisa membicarakan soal bisnis nya setelah ba'da Jum'at dan kamu bisa sedikit bercerita soal istri kamu yang berhasil membuat aku mengubah pendirian ku"
Lanjut laki-laki itu lagi sambil melebarkan senyuman nya.
"Istri ku cukup tertarik dengan obrolan melalui handphone kemarin bersama istri mu, dia meminta ku untuk menjamu kalian makan malam bersama, kita bisa bicara soal banyak hal dan berbagi soal Islam didalam nya"
Mendengar ucapan laki-laki itu, Ozvit tampak cukup terkejut, sepersekian detik kemudian laki-laki itu mengembang kan senyuman nya.
Dia cukup tidak menyangka disinilah tempat pertemuan yang sang istri akhirnya janjikan bersama investor asing tersebut.
Laki-laki paruh baya itu rupanya sudah sejak lama cukup tertarik dengan dunia ke islaman, namun dia tidak punya tempat, nama dan orang yang bisa membawa dirinya ketempat yang tepat.
Kadang tanpa kita sadari jika pertemuan itu sudah di atur oleh tuhan layak nya jodoh dan rejeki, jangan pernah katakan segala sesuatu di dunia ini hanya kebetulan, sejatinya kita tidak tahu bagaimana Tuhan mengatur pertemuan untuk diri kita dengan makhluk ciptaan lainnya.