SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Rencana pembaruan Panti Asuhan Charity


Perubahan sikap Bu Farida, mengagetkan Bu Yanti dan Bu Serli, Ranti juga kaget tiba-tiba sikap Bu Farida bisa berubah seperti itu.


" Yang lalu biarlah berlalu, kalau saya dan keempat kakaknya dendam kepada Bu Farida, bukan berarti kami harus acuh melihat kondisi Panti Asuhan Charity, karena kami sadar bahwa kami pernah tinggal dan di besarkan di Panti Asuhan Charity, ujar Ranti


" Tapi, ibu dari kamu kecil sudah membuat kamu tidak nyaman di Panti, maafkan ibu nak, jika bukan kamu mendapatkan Juara umum tingkat SMP se Jawa Timur, pasti pemerintah tidak akan memberikan bantuan kepada panti kita, dan sekarang kamu sudah membantu dan masih ingin terus membantu Panti, sangat berdosa ibu, jika terus tidak menghargai kamu nak, maafkan ibu


Ranti dan keempat kakaknya tak mampu membendung air mata mereka, melihat orang yang sudah berumur meminta maaf kepada mereka yang bekas anak asuhnya.


Tidak usah di pikirkan lagi, selagi kami mampu, pasti kami akan membantu, enam bulan lagi Panti Asuhan Suster Diana selesai, saya harap kalian semu hadir disaat peresmiannya. kata Ranti


" Kami semua sudah tahu kalau Suster Diana sedang membangun Panti Asuhannya, dan kami pasti akan hadir, jawab Bu Farida


Saya hanya minta Bu Farida buatlah rencana anggaran belanja Panti Asuhan, dan tuangkan dalam bentuk proposal resmi dan bagikan ke instansi swasta, dan buka rekening donasi, nanti saya akan bantu buat website dan akan saya gaji orang unyuk menjalankan nya. kata Ranti


" Rendi tolong kamu cari beberapa set komputer terbaik dan server untuk membantu membuat website untuk Donasi, sediakan karyawan khusus untuk mengerjakan tugas ini. Urus Perijinannya dan saya harap Bella bisa membantu admistrasi nya, bagaimana?


Ini langkah yang sangat bagus Nona, saya akan membuat rancangan nya dan mencari orang-orang yang bisa di percaya untuk mengurus nya. Intinya adalah keterbukaan informasi kepada donatur. Kata Rendi


Bagus, jika kedepannya rencana ini berhasil, kita bisa membantu lebih dari satu atau dua panti, kalau bisa kita ajak klien kita untuk turut serta dalam program ini. kata Ranti


Pertemuan yang awalnya hanya berbicara soal - soal sederhana kini menghasilkan suatu ide yang brilian.


Rendi tulis saja bahwa, lembaga ini berada di bawa RPS Finance dan siapa yang ingin bekerja sama dengan kita wajib mengikuti program Donasi ini. Jika mereka tidak mau berdonasi, kita jangan bekerja sama dengan mereka, segera buat dan 3 bukan lagi kita launching. Perintah Ranti


" Baik Nona, saya sangat setuju dengan rencana ini, jawab Rendi


" Nona saya juga siap membantu, kata Bella


Nak Ranti, kebetulan saya dulu, bekerja di bidang pelayanan masyarakat di Dinas Propinsi Jawa Timur, dari pada tidak ada kegiatan, ibu juga mau ikut dalam program ini. ujar Bu Gendhis.


Saya sangat berterimakasih, jika ibu mau membantu, balas Ranti.


Kami juga ikut, keempat kakaknya, dengan semangat ingin juga membantu.


" Nak Ranti, terimakasih banyak sudah berbicara banyak hal untuk pengembangan Panti Asuhan, karena waktu sudah mau sore maka kami ijin pamit. Kata Bu Farida


Mereka bertiga akan di antar Mang Dul, tapi sebelum mereka pergi, Ranti memberikan mereka amplop masing-masing 5 juta.


Saat berada di pintu menuju ruang tengah, Bu Gendhis dan Bu Yanti berpapasan, dan saling menatap sengit.


" Gendhis, " kapan kamu mau pindah dari rumah itu dan jangan lupa bereskan semua barang- barang kalian dari rumah itu, jangan tinggalkan satu barangpun, juga listrik dan air, harus kalian bereskan, kata Bu Yanti


Yanti.. ! " kamu tenang saja, kami tidak akan melewati hari yang telah di sepakati, dan mulai hari Senin kami sudah mulai mengangkat barang kami, jawab Bu Gendhis sengit


Hahahaha emangnya kamu punya uang untuk beli Rumah, ejek Bu Yanti


Walau kami tidak mampu beli rumah, bukan berarti kami tidur di jalan, anak saya Elisabeth kini sudah naik jabatannya, dan akan dimulai bulan depan, bahkan Elisabeth langsung dapat inventaris rumah, kata Bu Gendhis membanggakan anaknya.


Hahahaha bos mana yang menaikkan jabatan Elisabeth, kamu pikir saya tidak tahu, dan apa kamu lupa kalau anak laki-laki saya supervisor di kantor Elisabeth, hanya bos bodoh yang menaikkan jabatan Elisabeth, kata Bu Yanti


Terimakasih Bu Yanti, orang yang mengangkat Kak Elisabeth adalah saya, karena saya adalah pemilik saham kedua terbesar di Kantor kak Elisabeth, kalaupun kak Elisabeth tidak mau bekerja disana, maka saya akan buat perusahaan yang sama dan menjadikan kak Elisabeth direktur, jadi apakah saya di sebut bos bodoh, Bu Yanti yang terhormat.


" Bu Farida dan Bu Serli, saya sangat berharap Panti Asuhan Charity kita maju dan berkembang lebih bagus, hingga pelayanan kita kepada anak-anak kurang beruntung bisa maksimal, maka saya usulkan untuk merombak semua pengurus, dan merampingkannya, ujar Ranti ke Bu Farida


" Maksudnya bagaimana nak Ranti, tanya Bu Farida


Pengurus dapat gaji dan tempat tinggal, berapa banyak pengurus panti yang ada, dan bandingkan dengan pengasuh anak, pengurus Panti lebih dari 15 orang yang tidak mau membantu mengasuh anak, termasuk Bu Yanti, terus apa yang di berikan Bu Yanti sebagai pengurus ? tanya Ranti menyerang Bu Yanti


Bu Farida bingung, apalagi Bu Serli, memang kenyataannya Bu Yanti sama sekali tidak mau mengurus anak-anak Panti, dia hanya memerintah saja, bahkan untuk belanja dapur suka dia kurangi dan belanja untuk di rumahnya.


Baik Nak Ranti ibu sudah mengerti maksudnya. Jawab Bu Farida


Bu Serli, termasuk paling sibuk, karena harus berhadapan dengan berbagai sekolah dimana anak-anak panti bersekolah, mulai datang rapat, mengurus masalah anak jika bermasalah di sekolah,belum lagi tugas-tugas yang lain.


Ranti apa maksud kamu soal perombakan susunan pengurus dan perampingan pengurus. Kata Bu Yanti emosi


Saya tanya ke ibu, selama ini apa yang ibu kerjakan di Panti, jabatan ibu bagian humas bukan, apakah setiap jam ada tamu yang berkunjung hingga Bu Yanti tidak ada waktu membantu pengasuh yang lagi kerepotan, dan gaji ibu dengan Bu Serli justru lebih besar, sengit Ranti


" Urusan Panti, adalah urusan kami, saya berterimakasih sama kamu, yang sudah membantu Panti, tapi bukan berarti kamu berhak mengatur kami, memangnya siapa kamu, anak kemarin sore berlagak pintar, emosi Bu Yanti


Baiklah kalau begitu, Bu Farida maafkan saya, selama tidak ada perombakan kepengurusan di Panti Asuhan Charity, saya pastikan bahan dapur yang dikirim tiap Minggu oleh pak Ryan dan juga beras 100 karung, untuk sementara saya hentikan. Kata Ranti


Dan ini bukti penggelapan Bu Yanti, 2 x pengiriman beras, pihak toko juga ikut membantu dengan 5 karung beras, harusnya tercatat 105 karung bukan, tapi kenapa hanya tercatat 100 karung, karena lihat pengakuan sopir yang mengantar beras dan bahan pangan lainnya, telur, Indomie, minyak goreng dan daging selalu di minta Bu Yanti agar di taruh dari rumahnya. kata Ranti


Seketika wajah Bu Yanti menjadi pucat dan juga malu, secara Ranti dengan jelas membuka aibnya.


" Bu Yanti, anda pikir saya tidak tahu, bagaimana kamu memohon ke Bu Farida agar meminjamkan kamu 250 juta dengan menggunakan uang yang saya sumbangkan kemarin. gertak Ranti


" Ranti.. ! Jaga bicaramu , Apa yang kamu berikan tak sebanding dengan jasa Panti Asuhan Charity yang membesarkan kamu, ujar Bu Yanti


Jangan ibu ngajarin saya soal itu, saya berterimakasih kepada Panti Asuhan Charity yang membesarkan saya, tapi saya tidak naif, pertanyaan saya apakah Bu Yanti pernah menyuapi saya makan, apa Bu Yanti pernah mendidik saya, apa Bu Yanti pernah memandikan dan merawat saya saat sakit, rentetan pertanyaan Ranti kepada Bu Yanti


Dan kalau pun ibu Yanti yang terhormat pernah mengasuh ku, karena memang anda di bayar untuk membantu kami, apakah kamu tidak di berikan gaji, selama anda menerima gaji, berarti anda wajib mengerjakan tugas- tugas anda, karena anda di bayar untuk itu, siapa yang menggaji anda, adalah Donatur, sengit Ranti


" Sudah, sudah cukup, kata Bu Farida, Saya akan mengadakan mengikuti usulan Ranti dan hal ini untuk kebaikan dan kemajuan Panti, dan saya akan datang menemui Suster Diana untuk meminta maaf atas perlakuan saya selama ini. Kata Bu Farida


Ranti kami permisi, tolong jangan di perpanjang masalah ini, kata Bu Serli


" Baik Bu, saya akan terus membantu Panti Asuhan Charity, asal kalian mengikuti syaratnya, bukan mengancam tapi ini demi peningkatan pelayanan kepada anak di panti asuhan. Semakin kita merawat dan mendidik nya dengan baik baik, kelak kami dan mereka akan membantu Panti asuhan Charity kita. kata Ranti


" Maafkan saya nak Ranti, kata Bu Farida


" Saya sudah memaafkan ibu sejak lama dan sejak itu diam-diam saya membantu Panti, jawab Ranti


" Maafkan kami, juga atas ketidak sopanan kami kepada ibu, dan kapan saja Panti butuh bantuan saya dan keempat kakakku pasti siap membantu, hati-hati Bu jaga kesehatan


Pertemuan yang dinamis, membuat suasana kediaman Ranti hari ini, membuat Ranti kelelahan, keempat kakaknya langsung memeluknya dan memberinya semangat.


Elisabeth dan Bu Gendhis, beserta Rendi segera undur diri, pergi melihat rumah untuk Elisabeth dan ibunya.


Didalam mobil Alphard yang di kendarai Mang Dul terjadi perdebatan antara ketiga ibu-ibu pengurus, dan siapa lagi kalau bukan Bu Yanti biang keroknya.


" Bu Farida kenapa kamu begitu saja mau menerima saran Ranti, hardik Bu Yanti


Karena saran dan usulan Ranti memang sangat masuk akal, pengasuh kita hanya 7 orang dan kita pengurus ada 20 orang, tapi semuanya hanya menerima uang kompensasi tanpa membantu apa-apa. Kata Bu Farida tegas


Pak supir bos kamu itu dapat uang darimana, tanya Bu Yanti ke Mang Dul


" Maaf Bu , saya hanya tau dari istri saya kalau warisan dari ayahnya puluhan triliun dan puluhan perusahaan besar di Indonesia, baru kemarin kami semua pelayan mendapatkan bonus seratus juta lebih, saya dapat 125 juta, istri saya 175 juta, jadi ibu jangan mengganggu bos saya, uangnya sangat banyak, sombong Mang Dul


Saat ini Nona Ranti sedang membangun sekolah dan membangun pabrik, di Cirebon Peternakan Nona Ranti sudah berjalan, sudah ada 500 ekor sapi. Dan Perusahaan yang mas Rendi pegang itu adalah punya nona Ranti. lanjut Mang Dul


Berdoalah Bu agar Nona lupa memecat anak nona di perusahaan tempat anak ibu bekerja, karena nona paling anti orang sombong, nona Elisabeth hari ini di belikan rumah dan mobil, bahkan mamanya nona Elisabeth di obati oleh Nona hingga kakinya bisa sembuh dan normal kembali. Akhir kata mang Dul


Sontak Bu Yanti terdiam mendengar omongan Mang Dul.


Terlalu melebih-lebihkan kamu Pak, mana ada harta warisan dari orangtuanya Ranti, paling juga bos kamu itu peliharaan bos kaya. tuduh Bu Yanti


Seketika mobil Alphard langsung rem mendadak, mang Dul langsung emosi


Jaga mulut anda Bu, Nona orang terhormat, bukan seperti anda, amplop uang kamu terima tapi kamu memfitnah orang yang memberi, manusia seperti kamu itu, kata mang Dul


Hei kamu cuma supir tidak berhak menasehati saya, Bu Yanti meremehkan mang Dul.


Maaf Bu silahkan anda turun dari mobil ini, karena saya tidak akan mengantarkan anda, turun sekarang atau aku tarik dengan paksa. emosi mang Dul meledak


Kamu siapa main usir saya, teriak Bu Yanti


Apa ibu tidak jijik mobil ini hasil dari nona kami jual diri seperti kata anda, nona kami jual diri, silahkan turun


Bu Yanti diam, dan melihat ke arah Bu Farida dan Bu Serli, yang tidak bergeming


Mang Dul menelpon Ranti dan melaporkan kejadiannya,


Halo Nona, saya mohon maaf untuk karena menyuruh ibu Yanti turun, saya emosi karena Bu Yanti menuduh Nona jual diri untuk dapat uang banyak. kata Mang Dul


Oke turunkan saja dia, dan nanti saya lapor ke polisi soal fitnahnya dia itu. kata Ranti


Bu Yanti langsung gemetar mendengar nya, Bu Serli, Bu Farida tolong saya Bu, mohon Bu Yanti


Maaf Bu Yanti, saya tidak bisa membantu anda kali ini, kata Bu Farida.


Saya juga Bu Yanti, saya tidak bisa membantu Anda kali ini.


Awas kalian berdua, ancam Bu Yanti


Silahkan ancam kami tidak apa-apa, nanti kesaksian supir yang mengantar barang akan saya bawa ke kantor Polisi juga untuk kasus korupsi sumbangan Panti. balas Tegas bu Farida


Tolong ibu turun sekarang, sebelum kesabaran saya hilang kata mang Dul


Bu Yanti segera turun karena sudah ketakutan


Mang ayo kita jalan, kata Bu Farida yang terlihat muram, dia teringat Suster Diana yang begitu baik mengajari dia dulu dengan penuh keikhlasan dan bahkan begitu menyayanginya.


Bu Farida adalah pengasuh pertama sejak berdirinya panti asuhan Charity.


Bu Serli menepuk bahu Bu Farida dan memberinya kekuatan dan semangat.


Mang Dul, tolong antarkan saya ke tempat Suster Diana, kalau boleh, Pinta Bu Farida


Sebentar Bu saya telpon Nona Ranti dulu, jawab mang Dul


Halo Nona, maaf mengganggu, ibu kepala Panti minta di antarkan ke rumah Suster Diana, bagaimana Non


Silahkan mang Dul, tolong layani mereka berdua dengan baik dan jika ketemu Suster Diana tolong telpon saya lagi


Baik Non, saya akan melayani mereka berdua dengan baik.


Ayo Bu, kita sudah di izinkan, oleh Nona


Mang bagaimana kehidupan mereka sehari-hari mereka berlima, dan apa kesibukan mereka, tanya Bu Farida


Kegiatan mereka hanya sekolah, kecuali Nona Ranti yang beberapa kali keluar kota urus perusahan peninggalan ayahnya dan keluarga ibunya, juga menjenguk kakak sepupu nya di Jogjakarta.


Kekayaan Nona Ranti, kata istri saya tak terhitung dan keempat kakaknya Nona Ranti sudah di belikan mobil masing-masing mereka punya 2 mobil kalau 3 orang kakak perempuan yang disini di belikan mobil Ferrari LaFerrari seharga 15 milyar perunitnya belum mereka bertiga juga di belikan mobil SUV seharga 4 miliar perunitnya, 2 kakak perempuan di Jogja sama dan mobil mereka juga sama. Tuan muda Darel juga di belikan mobil Lamborgini 2 unit dan sepeda motor seharga 300 juta.


Nona Ranti memanjakan mereka, bahkan kata istri saya mereka berempat saja selalu di berikan uang sama Nona bisa 100 milyar per orang, untuk di tabung, belum uang jajan bulanan, dan semua mereka sudah di belikan rumah seorang 1 unit dengan harga masing-masing 30 milyar. panjang kali lebar mang Dul bercerita.