
" Nayla, Anjeli, temenin saya ke Tanjung Karang, saya mau bayar Tanah disana, disana juga sudah kakakmu Nayla", ucap Ranti.
" Baik Nona, tapi apa kami bawa mobil sendiri atau ikut bersama mobil Nona Muda? tanya Nayla.
" Kalian semobil dengan saya saja, tapi saya mau minta tolong Bu Budiono masakin udang balado", ucap Ranti, dan langsung mengeluarkan udang mentah dan bumbunya dari cincinnya.
" Maaf Bu, Tolong masakin ya, kami mau ke Tanjung Karang sebentar", ucap Ranti dan menyerahkan seember udang yang sudah bersih ke ibunya Nayla.
" Baik Nona, ibu dan Hanifa akan memasaknya, hati-hati di jalan Nona", ucap Bu Budiono.
Sepeninggal mereka, Hanifa keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur.
" Bu, dapat udang darimana, besar-besar dan sangat banyak? tanya Hanifah.
" Dari Nona Ranti, mari bantu ibu memasak, agar saat mereka kembali dari Karang, menu favorit Nona Ranti sudah selesai", ucap Bu Budiono.
" Baik Bu, tapi saya penasaran, sekaya apa Nona Muda Ranti itu, kasih uang milyaran layak seperti kasih uang 2 ribuan ke anak kecil untuk jajan", ujar Hanifah pemasaran.
" Nona Ranti, orangnya sangat kaya, perusahaannya tersebar di mana-mana, jadi bersyukurlah jika kamu di berikan uang milyaran, ibu bahagia jika kamu di perhatikan oleh Nona Muda.
Tapi ingat baik-baik Hanifah, apa yang di perintahkan oleh Nona Ranti harus kamu kerjakan, nanti saat bapak pulang kamu minta bantu mencarikan lahan untukmu, dan bangunlah rumah", ucap Bu Budiono.
" Ia Bu, Nona Muda juga memerintahkan agar saya menemani ibu, saat Nayla dan Anjeli ke kampus, juga saat mas Karyono dan bapak ke Proyek", ucap Hanifah yang sudah menganggap keluarga Pak Budiono sebagai keluarganya.
" Terimakasih Nak, ibu takut kesepian, saat merek semua beraktifitas di luar rumah",ucap Bu Budiono.
" Saya kan menemani ibu, ibu dan bapak sudah Hanifah anggap sebagai orangtuaku", jawab Hanifah.
" Bapak dan ibu, sangat bahagia kamu dan putramu tinggal bersama bapak dan ibu selamanya, ibu dan bapak sudah menganggap kamu anak kami dan Haikal adalah cucu kami", ucap Bu Budiono lembut.
" Terimakasih Bu, Hanifah dan Haikal tak akan habis-habisnya berterimakasih kepada ibu dan bapak, padahal saya bukan siapa-siapa ", ucap Hanifah.
" Tenang saja, dan besarkan lah Haikal dengan baik, apalagi sekarang kamu sudah punya uang, simpanlah dan gunakan untuk yang penting-penting saja", ucap Bu Budiono.
" Pasti Bu, saya tetap hidup seperti sekarang, dan akan fokus membesarkan Haikal dan menemani ibu", ucap Hanifah sambil memotong bumbu untuk membuat udang balado.
" Bu, nanti sebagian uang dari Nona Muda, Hanifah transfer ke rekening ibu", ucap Hanifah.
" Tidak usah nak, ibu dan bapak sudah punya banyak uang, ibu akan marah jika kamu melakukannya", Segah Bu Budiono.
" Tapi sudah 2 bulan, Hanifah makan dan tidur gratis di sini", ucap Hanifah tidak enak.
" Kalau kmu menganggap kami orangtua kamu, maka tabung lah uang tersebut untuk masa depan haikal" ujarnya.
" Ia Bu, Hanifah tidak akan boros, demi masa depan Haikal", sambungnya.
" Oh ia Bu, berarti Nona Aisyah juga sudah sangat kaya juga ya? kembali Hanifah bertanya.
" Ia dia sekarang sudah sangat kaya, hartanya sudah puluhan triliun, belum lagi uang bulanan 100 juta dari Nona Muda Ranti, tapi Aisyah orangnya sangat baik hati, dan sangat di sayang oleh Nona Ranti", jawab Bu Budiono.
" Astaga, 100 juta uang bulanan dari Nona Muda Ranti, untuk Aisyah", kaget Hanifah.
" Ibu kasih tau kamu, Nayla dan Anjeli saja sudah uang lebih dari 1 triliun, apalagi Aisyah yang diangkat jadi adik, dan statusnya bagian dari pemilik seluruh perusahaan Nona Ranti.
Tak terasa, Ranti beserta Nayla dan Anjeli sudah kembali, mereka turun dari mobil suasana bahagia.
Ranti baru selesai membayar lahan untuk pembangunan Panti Asuhan dan Sekolah Bintang Timur.
" Nona Ranti, masakannya sudah selesai, mari makan", ucap Bu Budiono.
" Tunggu sebentar lagi, saya ingin merubah penampilan Hanifah", jawab Ranti.
Dan setelah proses selesai, Akhirnya mereka makan bersama.
" Bagaimana perasaan kamu sekarang", tanya Ranti ke Hanifah.
" Sungguh ajaib Nona Muda, saya bertambah tinggi dan kulit saya juga sudah semakin halus dan mulus", ucap Hanifah di sela-sela makan siang mereka.
" Ya sudah nikmatilah, kamu tidak usah memikirkan banyak hal, kamu cukup berfokus pada pertumbuhan Haikal, saya sudah putuskan untuk membiayai hidup anakmu", ucap Ranti.
" Ambil juga ATM ini, uang ini khusus untuk Haikal, dan biaya hidup kalian berdua", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, saya tak tahu harus bilang apa, anda memberikan saya jalan hidup dengan baik, sekali lagi terimakasih", ucap Hanifah.
" Percayalah, suatu saat keluargamu akan mencari mu, dan itu hanya karena mereka kamu yang sudah kaya, saya ijinkan kamu membantu keluarga mu tapi dengan catatan mereka tulus memaafkan dan menerima kamu, untuk orangtuamu, kamu harus membantu mereka, tapi secukupnya dan hanya keperluan penting saja, cukup 3 juta sebulan, dan perbaikilah rumah mereka, tapi saya tidak ijinkan kamu menggunakan uang untuk saudara-saudaramu, lebih dari 1 juta, karena saya tau mereka tidak pernah membantumu, bahkan orangtuamu lebih memilih mereka yang sekolah daripada kamu.
" Kakakmu yang PNS di kuliahkan hingga sarjana, sedangkan kamu masuk SMA saja orangtuamu tidak ijinkan, dan itu karena hasutan dari kedua kakakmu.
Orang saya sudah tahu tentang keluargamu, dan mohon maaf, kamu bukan anak kandung mereka, makanya kamu di perlakukan tidak adil oleh mereka, sejak kamu jadi pembantu di Jakarta, mereka tidak peduli dengan capeknya kamu bekerja,
Bahkan sejak kecil kamu hanya di berikan baju bekas dari anak-anak kandung mereka, maaf saya harus bicara ini kepadamu, dan buktinya ini akte kelahiranmu, kedua orangtuamu sudah meninggal", ucap Ranti menjelaskan hasil laporan dari aplikasi mata Dewa.
" Saya sudah tahu itu, sejak mereka mengusir saya waktu pulang membawa Haikal. Saya akan memberikan uang hanya untuk orangtua angkat saya sebesar 3 juta saja, dan akan bantu lebih jika mereka sakit, anggaplah saya balas Budi mereka yang sudah merawat saya walau tidak ikhlas", ucap Hanifah.
" Cukup segitu saja, anggaplah kamu kembalikan, makanan yang di berikan mereka kepadamu, maaf Hanifah, mereka memang dari awal hanya akan menyekolahkan kamu hingga SMP, minimal kamu bisa baca dan berhitung.
Jangan kuatir, kamu bisa kuliah, saya cabut perkataan saya soal menemani Bu Budiono, saat Nayla dan Anjeli ke kampus, karena tahun depan kamu wajib kuliah, soal anakmu, nanti ada yang menjaganya, jadi tugasmu hanya tahun saja, nanti berkas sekolah SMA kamu, biar orang saya yang mengurusnya, kamu tenang saja, semuanya legal dan bisa di pertanggungjawaban", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, saya berjanji akan belajar dengan baik, jujur saya bercita-cita ingin jadi Dokter kandungan", jawab Hanifah.
" Belajarlah dari sekarang, dan ini adalah Pill Penambah Kecerdasan dan Memperkuat Jaringan Otak, percayalah kamu akan mudah mempelajari segala sesuatu, karena kecerdasan kamu akan meningkat.
Ini juga SIM, sekarang teteskan darahmu dan rasakan keajaibannya", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, Hanifah berjanji tidak akan mengecewakan Nona Muda, dan juga teman saya Anjeli dan Nayla, apalagi ibu dan ayah Budiono.
" Nak Hanifah, ibu dan bapak ikhlas menerima kamu jadi anak kami, agar Nayla ada kakak perempuan", ucap Bu Budiono.
" Terimakasih Bu, Hanifah berjanji akan merawat ibu dsn bapak saat masa tua nanti", ucap Hanifah.
" Ya sudah, sekarang tersenyumlah, saatnya kamu menatap masa depan, jujur saja, ayah dan ibu tau saat kamu di angkat anak oleh mereka, makanya saat kamu kesini, ibu sudah yakin, pasti kamu tidak di terima mereka, karena dianggap akan membebani mereka, padahal, rumah dan tanah yang mereka gunakan sekarang adalah milik kedua orangtuamu.
Ibumu berteman baik dengan ibunya Anjeli, dia lebih tahu siapa ibumu, tapi sayang adik ipar yang paling baik itu, kini sudah bersama ibumu di surga", ujar Bu Budiono.
" Hanifah, biarkan saja tanah dan rumah itu, biarkan orangtua angkatmu menggunakannya hingga akhir hayatnya, nanti setelah mereka tidak ada, baru kamu ambil tanah itu, ketiga kakak angkatmu tidak berhak atas tanah itu, apalagi sertifikat rumah dan tanah itu, ada sama saya, dan ini ambillah, jangan tanya bagaimana saya mendapatkannya", ucap Ranti kemudian menyerahkan sertifikat itu.
" Mereka pernah meminta saya untuk tanda tangani surat yang tidak saya tidak mengerti, namun saya tidak mau, akhirnya mereka mengusir saya", ucap Hanifah.
" Saya sudah tahu masalah kamu, tapi sekarang, jangan pikir itu dulu, mulai sekarang kamu orang saya, dan teteskan darahmu di atas Cincin ini", ucap Ranti
Tanpa membantah Hanifah meneteskan darahnya, dan cincin itu langsung melingkari jari Hanifah.
Jadi kamu harus menjaga rahasia ini, termasuk kepada pasanganmu kelak, saya janjikan hidup yang layak untuk Haikal di masa depan", ucap Ranti.
" Anjeli, Nayla, ajarkan Hanifah menggunakannya", perintah Ranti.
" Uang deposito kamu, saya tambah menjadi 250 milyar, sedangkan untuk biaya bangun rumah dan biaya sehari-hari, ku tambahkan menjadi 25 milyar, sedangkan untuk modal usaha menjadi 25 milyar, tapi biarkan saja uang itu di deposito tersendiri, nanti jika kamu sudah lulus kuliah silahkan kamu membuka usaha atau klinik bersalin", ucap Ranti.
" Baik Nona Muda, sebelum Haikal berumur 18 tahun, saya tidak akan mencari pasangan, aku ingin dia dewasa dulu, karena saya takut salah dalam memilih pasangan", ucap Ranti.
" Itu urusanmu, saya tidak akan melarang jika kamu mencari pasangan, tapi selesaikan saja kuliahmu dan besarkan Haikal dengan baik.
" Baik Nona Muda", singkat Hanifah.
" Terakhir, kamu jangan sekalipun mengkhianati Nayla dan Anjeli, apalagi ibu dan pak Budiono, juga kamu wajib, menghormati adikku Aisyah Aliyah Antara, say harap kamu sudah mengenalnya", ucap Ranti.
" Nona Muda Aisyah, sudah saya kenal, orangnya sangat baik, jika dia kesini, pasti dia akan main-main dengan Haikal, lihat saja baju yang saat ini dipakai Haikal adalah pemberian Nona Muda Aisyah, ibu dan bapak juga mengajarkan agar menghormati Nona Muda Aisyah, makanya saya tetap memanggilnya Nona Muda walau dia melarangnya", jawab Hanifah.
" Ikutilah maunya, jika hanya kalian, tapi jika ada kakakku Robin dan ada Petinggi perusahaan kami, kamu wajib memanggilnya Nona Muda, apa kamu sudah mengerti ? tanya Ranti.
" Sudah Nona Muda", jawab Hanifah.
" Baguslah, buatlah rumah kamu senyaman mungkin, agar nanti jika adikku datang, dia nyaman bermain dengan putramu", ucap Ranti.
" Hanifah, rumah saya dan kak Karyono, juga sudah direncanakan di buat seperti itu, adikku Aisyah itu sangat manja, tapi bukan seperti tuan Putri, yang di film, hanya saja, saya , kak Nayla dan apalagi Nona Ranti, sangat menyayanginya, jadi tolong rumahmu dibuat seperti kami, bukan soal modelnya, tapi harus ada AC di setiap ruangan", ucap Anjeli.
" Nanti tolong bantu aku mencari kontraktor nya, agar sesuai dengan rumah kamu", jawab Hanifah.
" Tenang saja, nanti saya bicarakan dengan kontraktor yang membuat rumah saya dan kak Karyono", jawab Anjeli.
" Hanifah, mulai hari ini kamu adalah kakak perempuanku, umur kamu aslinya, diatas setahun dari saya", ucap Nayla.
" Baiklah dek, kakak berjanji akan menjadi kakak yang baik dan kuat, terimakasih sudah mau menjadi saudaraku", ucap Hanifah.
" Sama-sama, Anjeli juga mulai hari ini kamu harus memanggilnya adik", ucap Nayla.
" Ya sudah sekarang aku pamit mau ke Jakarta, tapi mampir dulu menjenguk adik manja ku itu, padahal beberapa hari lalu saya baru ketemu dia", ucap Ranti.
" Jangan lupa Hanifah, mobil dan motor kamu akan datang besok, jika sudah datang, kamu foto dan kirim ke saya, nanti minta nomor saya ke Anjeli atau Nayla", ucap Ranti.
" Baik Nona Muda", ucap Hanifah.
" Nayla, Anjeli, mana mobil Aston Martin DB 11 yang kubelikan untuk kalian? tanya Ranti pura-pura tidak melihat kedua mobil itu di Garasi.
" Ada di garasi khusus Nona Ranti, kami besok baru akan ke Merak, ucap Anjeli.
" Ya sudah kalau begitu, Hanifah mobil kamu adalah Toyota Corolla Cross, sama dengan mobil pertama Nayla dan Anjeli", ucap Ranti
" Baik Nona, merek apapun yang anda berikan, pasti saya akan merawatnya dengan baik", ucap Hanifah.
" Ya sudah, aku pamit sekarang", ujar Ranti dan beranjak ke mobilnya.
" Hati-hati Nona Muda, ucap mereka.
" Terimakasih, ucap Ranti dan langsung menghidupkan mesin mobil dan berangkat.
Sepeninggal Ranti, Nayla dan Anjeli, serta Bu Budiono juga Hanifah kembali berbincang soal Ranti.
" Hanifah, jangan pernah mengecewakan Nona Muda, kami beruntung bisa bertemu dengan Nona Muda Ranti, kak Nayla bisa sembuh dan berjalan lagi, serta bisa menikmati kekayaan, yang berlimpah, tidak ada orang baik selain Nona Ranti yang memberikan kita harta milyaran", ucap Anjeli.
" Saya tidak akan mengecewakan kalian semua termasuk Nona Muda Ranti, ucap Hanifah.
" Halo kak Nayla, dimana kakakku Ranti, Kakak bilang tadi, kakakku Ranti ada disana", tanya Aisyah lewat Video call.
" Ia adikku sayang, kakakmu sudah jalan ke rumah kamu, dan besok kami akan kerumah kamu", ucap Nayla.
" Awas kalau kakak berdua bohong, Aisyah akan lapor sama kak Ranti, ucap Aisyah pura-pura ngambek.
" Pokoknya kami sampai kamu tidak buatkan kopi, awas saja", ancam balik Anjeli.
" Ia nanti Aisyah buatkan yang spesial, untuk kakak berdua", jawab Aisyah yang selalu bahagia bersama Nayla dan Anjeli.
" ia sayang, kami pasti datang, karena kami juga rindu sama adikku yang manja ini', jawab Nayla.
Sementara itu, Ranti yang berada dalam perjalanan menuju Bakauheni, di hadang para begal, Ranti yang saat itu sudah mengganti mobilnya dengan motor Ninja Kawasaki ZX 25 RR, namun mereka tidak tahu kalau yang mengendarai motor itu adalah seorang wanita hebat.
Ranti, berkendara dengan santai, Kemudian di hadang.
" Woi pinggir kamu dan serahkan motor kamu, jika ingin selamat", teriak salah satu begal.
Ranti hanya cuek saja, dan berpura-pura tidak mendengar teriakan orang itu.
Saat para begal lain mengejar Ranti dengan parang, justru Ranti mulai terlihat senyum mematikan dan berhenti.
Para pengendara mobil tidak ada yang berani membantu Ranti.
Karena tidak mau pusing, dan apalagi Aplikasi Mata Dewa telah melaporkan bahwa para begal itu telah banyak memakan korban, akhirnya Ranti berhenti, dan langsung para begal mengepungnya.
Hal ini sudah kedua kalinya Ranti di hadang di lokasi yang juga sama.
" Ada apa kalian menghadang saya, apa saya punya kesalahan sama kalian? tanya Ranti berpura-pura polos.
" Kami hanya butuh motor kamu ! , jadi serahkan saja agar kamu bisa selamat", ujar mereka.
" Yakin kalian bisa merebut motor saya, ujar Ranti menantang.
" Drone, hancurkan motor mereka, perintah Ranti dan jug menghentikan waktu sesaat.
Dengan gerak cepat Drone-drone milik Ranti menghancurkan motor para begal, Ranti juga mengontrol pikiran mereka agar datang ke kantor polisi.
Selesai memberi perintah, Ranti segera menancap gas dan beranjak dari situ.
Setelah Ranti pergi, para begal juga menghidupkan motornya tapi tidak bisa.
15 motor mati mesin bersamaan, hingga tak bisa di hidupkan.
Ranti kepikiran akan Aisyah adiknya yang terkadang ke Lampung naik motor besarnya, hingga akhirnya dia mengontrol pikiran mereka.
" Kakak, cepat pulang ya, besok Salma, ada acara sekolah, mau jalan-jalan ke Malang, dan harus ada keluarga yang menemani", pesan Salma.
" Ia sayang, kakak pasti akan menemani Salma", jawab singkat Salma.