SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Berkunjung ke Gedung Emerald


Dengan menaiki lift khusus, Ranti bersama pak Nugroho sampai di lantai 81, Lantai 81, di khususkan bagi pemilik Gedung, didalam sangat komplit seperti layaknya Apartemen.


Dengan penataan interior yang baik, hingga terlihat sangat mewah, ruang tamu yang luas, ruang kerja, kamar tidur, dapur juga kamar mandi.


Selang 5 menit kemudian, para kepala Divisi sudah tiba di lantai 81, Darto yang melihat yang juga ikut hadir terkejut melihat kehadiran Ranti di ruangan lantai 81


" Selamat Sore siang, menjelang sore, terimakasih kehadiran anda semuanya, ucap Pak Nugroho membuka pembicaraan.


" Selamat siang juga Tuan, ada masalah apa hingga Tuan mengumpulkan kami disini, tanya kepala divisi SDM.


" Saya ingin memperkenalkan kepada anda semua, bahwa Nona yang berada di samping saya adalah, Nona Muda Ranti Putri, Pemilik Tunggal Gedung Emerald ini, Ucap Pak Nugroho.


Mereka yang mendengar ucapan Pak Nugroho tentang status Ranti, dalam sekejap langsung pucat, dan menundukkan kepala


" Selamat Siang Nona Muda, selamat datang, mohon maaf atas tidak adanya sambutan, ucap kepala divisi keuangan.


" Tidak masalah, saya yang salah karena tidak memberitahukan kedatangan saya, silahkan angkat kepala kalian semua, terimakasih sudah mengurus gedung saya, sambil Ranti menundukkan kepala sebagai ungkapan terimakasih yang tulus kepada karyawannya.


" Maaf Nona, kami tidak pantas mendapat penghormatan Anda, Nona adalah bos kami, ucap kepala maintenance.


" Tidak apa-apa, kalian semua sudah capek mengurus Gedung saya dengan baik, sudah sepantasnya saya berterimakasih kepada kalian. Dan sebagai salam perkenalan dari saya, besok siang, kita makan siang bersama seluruh karyawan di ruangan ini, balas Ranti


" Terimakasih Nona Muda, seumur saya bekerja disini, baru Nona yang memberikan penghargaan kepada kami, ucap kepala Divisi Taman dan parkir.


" Kita semua sama, yang berbeda hanya jabatan saja, saya memperlakukan semua karyawan saya, baik Surabaya, Bandung dan Cirebon itu sama seperti yang kalian lihat hari ini, saya paling tidak suka dengan namanya Sombong, angkuh, serakah dan pembohong, tegas Ranti.


" Kami akan mengingat pesan anda Nona Muda, jawab mereka serentak.


" Jangan beritahukan kepada siapapun jika saya Pemilik dari gedung ini. Pak Nugroho adalah perwakilan saya di sini, tolong bekerjasama dengan baik, dan mulai tahun ini, saya menerapkan bonus Tahunan 1x gaji pokok, dan berlaku setiap tanggal 20 Juli. kata Ranti


" Terimakasih Nona, atas penghargaan Nona kepada kami, ucap mereka semua.


" Sama-sama, silahkan kembali bekerja dan jangan lupa besok siang, agar semuanya di kondisikan, jawab Ranti


Setelah para kepala divisi meninggalkan ruangan Ranti, Pak Nugroho menyampaikan permintaan para Penyewa Gedung.


" Baik katakan kepada mereka, ini sudah keputusan dari Pemilik, jika mereka tidak mau silahkan angkat kaki dari sini, sudah bagus saya memberikan kompensasi, masih saja tidak puas, ucap Ranti


" Saya akan memberitahukan besok pagi kepada mereka, jawab Pak Nugroho


" Bagaimana kondisi penyewaan dari perusahaan Andalan Mas, apakah mereka lancar membayar sewanya, tanya Ranti


" Mereka selalu lewat jatuh tempo, saat ini mereka belum membayar 2 bulan November dan Desember tahun lalu, juga bulan ini yang jatuh tempo nanti tanggal 20, jawab pak Nugroho.


" Katakan kepada perusahaan itu, bulan ini mereka harus tunggakan 2 bulan dan untuk sewa 4 bulan kedepan, jika tidak, silahkan bayar 2 bulan dan keluar dari sini, suruh sekretaris kamu buat suratnya dan aku akan tanda tangan langsung Besok, jawab Ranti.


" Baik Nona, lantas bagaimana dengan security yang mengusir anda, tanya Pak Nugroho


" Berikan surat peringatan keras dan selama tiga bulan suruh dia mengatur parkiran. Untuk security kamu buat 2 divisi, Area dalam Gedung dan luar Gedung, serta atur gaji mereka, tapi ingat SOP harus lebih ketat untuk Area Dalam Gedung, ucap Ranti.


Selesai berbincang dengan Pak Nugroho, Ranti pamit dan mengingatkan bahwa Rezita akan menemaninya sebentar.


Dengan menggunakan lift khusus, Ranti turun kelantai dasar dan menemui Rezita.


" Rezita, tolong pesan taksi online, dan cari kafe yang menurutmu bagus di dekat-dekat sini.


" Bagaimana kalau kita ke Beautika, makanan khas Manado, kata Rezita


" Baik aku ikut kamu saja, jawab Ranti.


Hanya menempuh sekitar 40 menit, mereka berdua sudah tiba di restoran tersebut.


Sambil menunggu pesanan datang, mereka berbincang-bincang soal gedung, namun Ranti hanya berfokus pada Perusahaan Andalan Mas dan khususnya si Dody.


Di gedung Emerald, tepatnya di lantai 21, dimana kantor Perusahaan Andalan Mas berada, sedang terjadi diskusi alot antara direktur PT Andalan Mas dan Direktur utama Tri Link Finance.


" Tuan Jusuf, tolong berikan kelonggaran waktu kepada kami, untuk membayar hutang-hutang kami yang akan jatuh tempo 31 Januari tahun ini. ucap Direktur Andalan Mas


" Maafkan Nona Ane , Pemilik Perusahaan saya berpesan, agar PT Andalan Mas segera melunasi hutang-hutangnya, baru surat permohonan hutang yang baru di bicarakan lagi, jawab Pak Jusuf.


" Apakah saya bisa bertemu dengan pemilik perusahaan anda Tuan, tanya Ane


" Aku rasa, Nona Muda kami, akan langsung menolak permohonan Anda untuk bertemu dengannya, Jawab Pak Jusuf


" Kenapa Nona Muda anda seperti itu Tuan, Tanya Ane penasaran


" Kalau masalah itu, silahkan tanya kepada sepupu Nona Ane, apa yang dia lakukan kepada Nona muda kami di lantai dasar, jawab pak Jusuf.


" Maaf Tuan Jusuf, saya tidak mengenal Nona Muda anda, bagaimana aku bisa menyinggung nya, ucap Dody


" Anda punya mata tapi tidak melihat dengan baik, lantas tadi ketika saya sampai di lobby, apa yang kamu katakan pada seorang gadis muda yang bergaya sederhana dan tomboy, balas pak Jusuf


" Maksud Tuan Gadis yang datang mencari Tuan Nugroho, ujar Dody


" Ya, bahkan kamu mengatakan bahwa dia datang gedung ini mencari Om- om, kata Pak Jusuf


" Kan jelas terlihat Pak, mana ada gadis muda seperti dia datang siang- siang mencari Pak Nugroho, dan asal Tuan Jusuf tau, kalau saya dengan Tuan Nugroho tinggalnya se kompleks, jadi aku sangat mengenal beliau.


" Kami akan membantu PT Andalan Mas dengan syarat, Nona memecat Manajer anda yang mulutnya tidak sopan, ucap pak Jusuf mulai sengit


" Jangan sembarangan bicara Tuan Jusuf, saya jelas-jelas tidak mengenal Nona Muda anda, mustahil saya menyinggungnya, ujar Dody emosi


" Baiklah, nona yang kamu bilang datang Gedung ini, mau cari Om- om, adalah Pemilik Gedung Emerald Tower, Sapphire Tower, Rubby Tower, dan RPS Cempaka, dan semuanya adalah kepemilikan tunggal, serta di beli dengan cara Tunai. ucap pak Jusuf


" Jadi menurutmu dia juga Pemilik gedung ini, hahahaha, balas Dody meremehkan.


" Kalau anda tidak percaya silahkan saja percuma saya bicara dengan orang seperti kamu, jawab pak Jusuf.


" Proyek saya di Bogor mengalami kebocoran anggaran, dan saya masih menyelidikinya, jadi aku mohon di berikan kelonggaran waktu, mohon ane, kepada pak Jusuf


" Pada dasarnya, direksi sudah setuju memberikan pinjaman sebesar 250 milyar kepada perusahaan anda, dan tentunya kami akan memotong beban hutang anda terlebih dahulu, baru pinjaman baru di cairkan, anda bisa lihat, ini surat perjanjian kredit anda yang sudah di setujui oleh direksi perusahaan kami, kata pak Jusuf sambil memperlihatkan dokumen persetujuan kredit modal kerja.


" Terus mengapa tiba-tiba di batalkan Tuan, tanya Nona Ane


" Seperti saya katakan tadi, tuan Dody telah menyinggung Pemilik Perusahaan kami, apalagi sampai memfitnah, dan jujur saya karena menghargai Anda, makanya hadir di ruangan anda, ucap pak Jusuf.


" Baiklah Tuan Jusuf, saya sebenarnya bingung dengan masalah yang ada di Perusahaan saya, apalagi ketika saya membawa putra saya berobat ke Singapura, berikan saya waktu 7 hari untuk melunaskan semua hutang-hutang saya, dan saya akan mengajukan pinjaman kembali, kata Nona Ane.


Kita kembali ke posisi Ranti


" Bagaimana Nona, enak tidak kue klappertaart nya dan panada nya ? tanya Rezita


" Klappertaart nya enak, panada juga hanya karena saya tidak suka yang asin jadi agak kurang buat saya, tapi bagi orang yang suka agak asin panada nya sangat enak dan gurih, jawab Ranti jujur.


" Maaf kalau Nona Muda saat ini tinggal di Jakarta mana, tanya Rezita


" Saya tinggal di Surabaya, bersama ketujuh saudaraku, kami ke Jakarta karena liburan sekolah, jawab Ranti


" Maksud Nona Muda, siapa yang liburan sekolah, Nona atau saudara Nona


" Saya baru naik kelas 11 di Surabaya, bulan ini saya baru mau 16 Tahun, jawab Ranti


" Berarti Nona Muda kesini mewakili orang tua Nona, kata Rezita


" Tidak, dari umur 5 tahun saya tidak lagi memiliki orang tua, saya gak tau mereka dimana, dan semua gedung Emerald Tower saya beli dengan uang saya sendiri, dan masih ada 3 gedung lainnya punya saya dan satu perusahaan pembiayaan di Jakarta, kata Ranti


" Wow, maaf Nona, dengan umur anda belum 17 tahun, anda sudah memiliki aset segitu banyaknya.


" Biasa saja, ini hanya titipan dari Tuhan untuk saya kelola, jawab Ranti


" Luar biasa, salut buat Nona Muda, jawab Rezita.


" Sekarang gantian saya yang bertanya, dan jawab dengan jujur, kata Ranti


" Silahkan Nona, anda mau bertanya apa, saya siap menjawabnya.


" Kalau kamu tinggal dengan siapa, dan di mana kamu tinggal, tanya Ranti


" Saya disini ngontrak sendiri di belakang gedung anda Nona, biar dekat dengan tempat kerja, jawab Rezita


" Orang tua kamu tinggal dimana, tanya Ranti


" Aku dari kecil tinggal sama Oma di Tanjung Priuk, katanya, aku anak di luar nikah Ibuku dan hingga hari ini aku belum pernah lihat ibuku, bahkan ketika 2 tahun lalu Oma meninggal, Ibuku tidak datang, jawab Rezita


" Sekarang di Tanjung Priuk ada siapa saja, tanya Ranti


" Tinggal keluarga adik laki-laki ibuku satu-satunya, dia dan istrinya PNS di Kantor Walikota Jakarta Utara, merekalah yang membantu saya selama ini, apalagi bibiku walau dia hanya istri pamanku tapi dia sangat baik, karena kedua anak mereka laki-laki semuanya, yang satunya sudah bekerja di salah satu perusahaan yang menyewa di Gedung ini. Jawab Rezita.


" Sudah berapa lama kamu bekerja di gedung saya dan berapa gaji yang kamu terima, tanya Ranti


" Sudah lama dari sejak lulus SMA, setahun bekerja, saya daftar kuliah malam, untuk gaji saya di bayar sesuai gaji UMR Jakarta ditambah tunjangan makan dan transportasi, jadi totalnya kalau saat ini 5,5 juta, jawab Rezita sambil menunjukkan slip gaji


" Pasti kamu sangat berhemat agar bisa cukup untuk kebutuhan mu, tanya Ranti


" Itu sudah pasti Nona, tapi aku bersyukur Paman dan bibi serta sepupu masih membantu untuk bayar kuliah tiap semester, makanya kedepan jika aku sukses aku pasti membalas kebaikan mereka, jawab Rezita


" Itu harus, jangan melupakan kebaikan orang kepada kita, jawab Ranti


" Saya hanya sedih melihat Paman dan Bibiku sudah mau pensiun tapi belum bisa beli Rumah, sedangkan kakak sepupuku juga gajinya hanya beda sedikit dari saya, uang mereka habis karena merawat saya dan nenek, jawab Rezita sendu


" Makanya kelak kamu lulus, langsung datang ke Perusahaan milikku dan ketemu dengan Pak Jusuf, kartu nama yang saya berikan ke kamu itu, tidak sembarang orang aku berikan, jadi ketika kamu menunjukkan Kartu itu pasti mereka mengerti, jawab Ranti


" Terimakasih Nona, jawab Rezita


" Seandainya kamu punya uang 2,5 milyar, hal apa yang akan beli dengan uang itu, tanya Ranti


" Sudah pasti aku akan belikan rumah buat Paman dan Bibiku, serta mobil, karena aku ingat mereka menjual mobil waktu operasi nenekku, kata Rezita


" Terus buat kamu sendiri apa yang ingin kamu beli, tanya Ranti


" untuk saat ini aku hanya ingin ganti, handphone, laptop dan motor ku yang sering ngadat hehehehe, Jawab Rezita


" Apa kamu bisa menyetir mobil dan apa hanya 3 barang itu yang paling kamu butuhkan, tanya Ranti


" Ia, handphone dan Laptop ku ini sudah dari 3 tahun lalu, baterainya sudah mulai bermasalah, sedangkan motor itu bekas dari sepupuku, jawab Rezita


" Apa kamu percaya jika aku bilang hari ini aku akan memberikan kamu semua yang impikan, Tanya Ranti


" Hehehehe jangan bercanda Nona Muda, saya hanya menjawab jujur pertanyaan Nona Muda, tidak berniat meminta Nona Muda memberikan nya untuk saya, tapi terimakasih Nona, sudah mendengar cerita saya, Rezita dengan jujur.


" Saya serius, ini kamu lihat, saya buka iklan jual rumah di di kelapa gading harganya cuma 1 milyar, dan bisa di renovasi untuk menambah kamar, kamu belikan untuk mereka, dan sisahnya buat kamu simpan, coba kamu buka handphone kamu dan lihat notifikasi nya, perintah Ranti


" Astaga Nona Muda, ini beneran, seumur hidup aku tak pernah memiliki uang sebanyak ini, kata Rezita sambil meneteskan air mata


" Itu baru hadiahku yang pertama, ingat kamu hanya boleh memberikan kepada Paman dan Bibimu bentuk Rumah, jangan berikan dalam bentuk uang, dan maksimal harganya 1 Milyar, untuk uang 1,5 milyar buat kamu tabung, balas Ranti


" Terimakasih Nona Muda, saya akan menggunakan uang ini dengan baik, jawab Rezita


" Sudah ayo kita pergi dari sini, temani aku ke RPS Cempaka, saya sudah berpesan ke pak Nugroho bahwa kamu tidak kembali ke kantor. ucap Ranti


" baik Nona Muda, Jawab Rezita.