
Masih flashback Lampung dan Merak
Sementara disisi lain pelabuhan Merak, Karyono bersama Anjeli dan Nayla sedang duduk bersama para preman teman Karyono.
" Aryo, bandar mana yang beli tanah kamu, hingga mampu beli motor seharga seratus jutaan", ejek pemimpin preman itu.
" Ketiga motor ini di belikan Bosku, bukan hanya ini saja, kami bertiga juga di belikan mobil, ini STNK nya, dan lihat ini mobil saya dan adikku serta sepupuku, juga aku masih punya motor KLX 250 untuk kerja yang mulai Senin depan, gaji lumayan besar, 200 juta setahun", pamer Karyono.
" Kedua adikku ini juga akan dibiayai kuliahnya hingga selesai, rumah saya Minggu depan Mia Renovasi, dan sebagai tanda terimakasih, dan tanda pamit ini buat kalian, mungkin aku setelah bekerja aku jarang kesini", ucap Karyono sambil memberikan uang 10 juta pada pemimpin itu.
" Dan ini dari kami berdua, ucap Anjeli sambil memberikan 10 juta juga.
" Aryo bukan ini maksudku, bisakah kami ikut bekerja denganmu, kami menyesal mengejek kamu waktu itu", ucap pemimpin Preman.
' Maaf, Nona Muda mengatakan kesempatan untuk kalian sudah tidak ada, tapi bersabarlah siapa tahu saat pembukaan nanti dia bisa menyuruh saya memanggil kalian, tapi aku tidak bisa janji, ucap Karyono sekedar menghibur mereka.
" Padahal waktu, dia menawarkan kepada kita semua, tapi bukannya menerima malah mengejeknya, dan kamulah yang beruntung, lihat saja kamu, belum bekerja saja sudah di belikan barang- barang bagus, handphone saja merek Samsung yang mahal punya", Ujar pemimpin preman itu menyesal.
Flashback off..
Saat ini Ranti sudah berada di Tunjungan Plaza, mereka berempat berjalan- jalan, Salma dan Mora terlihat sangat gembira, sedangkan Armando menggandeng tangan Ranti.
" Kenapa sayang kamu melihat adikmu dan Mora seperti itu? tanya Ranti.
" Gak apa-apa kak, hanya senang saja melihat adik telah bersemangat kembali, selama seminggu suasana hatinya sangat sedih, tiap malam berharap kakak segera pulang agar bisa menyembuhkan Mora", ucap Armando.
" Ya namanya adikmu, hanya memiliki 1 orang teman, sama seperti kakak, jika Tiara sakit atau ada masalah pasti kakak juga kepikiran", Ujar Ranti
" Armando mengerti kak, Armando juga selalu kepikiran Sinyo, apalagi melihat dia setiap hari pulang terlambat, untung saja dia mau menerima uang dariku, hingga kini dia tidak lagi menahan lapar saat dia menunggu jemputan", ujar Armando yang akhirnya paham akan artinya sahabat.
" Kak, aku dan Mora ingin makan pizza boleh gak? tanya Salma.
" Boleh sayang, kakak juga sudah lama tidak makan pizza di pizza hut", jawab Ranti setuju.
Mereka naik ke lantai 5, disana mereka menemukan gerai pizza hut dan masuk dan memilih menu Frankfurter BBQ dan super supreme ukuran reguler, chicken wings 4 porsi, deluxe chicken bruschetta 4 porsi dan minuman.
* Tuan silahkan bantu salah satu pelayan disini, dia mantan anak Panti Asuhan Charity, seangkatan dengan Nona Vanya, dia pintar memasak dan membuat kue, juga sudah memiliki seorang Putri dan baru saja bercerai dari istrinya yang selingkuh, bantu dia buat Restoran sendiri, tapi jangan jadikan dia saudara, cukup bantu saja, dia juga mengenal Tuan", ujar Rose.
" Baiklah, saya akan bantu dia, hitung-hitung sebagai sesama mantan anak Panti Asuhan Charity, lalu menurut Rose berapa yang harus ku berikan? tanya Ranti.
" Cukup 20 Milyar, tuan boleh tukar Poin Pengabdian untuk kebaikan 200 Poin, atas nama dia dan putrinya yang berumur 1 tahun, dan tambahkan untuk biaya harian 5 milyar saja, itu sudah cukup buat dia, Rose akan siapkan 2 rekening untuk nya", jawab Rose.
Rose sengaja melarang Ranti mengangkat orang itu sebagai saudara, bukan karena laki-laki itu tidak baik, tapi karena alasan laki-laki itu kurang tegas dan tidak memiliki mental petarung, Rose menginginkan laki-laki itu berjuang sendiri, agar bisa kuat, namanya Ariestya Bendo.
Dan benar saja beberapa menit kemudian Ariestya Bendo datang membawa pesanan Ranti, dibantu temannya.
Ranti menatap nya dan mengenali Ariestya Bendo walau agak samar tapi Ranti masih mengenalinya, beda dengan Ariestya Bendo, dia sangat mengenali Ranti yang dulu lengket dengan Vanya dan Mercy serta Darel.
" Kamu Ranti Putri, adik angkatnya Vanya dan Mercy, bukan ? tanya Ariestya Bendo memastikan.
" Ia, saya kenal kamu tapi lupa namanya, jawab Ranti.
" Maaf, aku Ariestya Bendo, tapi disini aku di panggil Bendo, dulu kakakmu di Panti Asuhan Charity, aku seangkatan dengan Vanya hanya aku lebih tua 2 tahun darinya, ngomong- ngomong gimana kabarnya Panti Asuhan Charity sekarang dan Vanya apa kamu sudah ketemu lagi dengannya? tanya Ariestya Bendo.
" Panti Asuhan Charity, sudah modern dan menjadi Panti Asuhan terbaik, aku sudah bertemu dengan kak Vanya, serta kami tinggal bersama dengan kak Darel, Mercy, Friska dan Rindu, tapi sekarang kak Vanya bekerja di Jakarta sambil kuliah dan kak Darel kuliah di Universitas Binus Jakarta, Kak Mercy dan Friska kuliah di Airlangga, sedangkan aku dan kak Rindu lagi tunggu pengumuman UN", ujar Ranti menjelaskan.
" Syukurlah kalian baik-baik saja, Kaka senang mendengarnya, kakak juga baru 3 bulan kembali ke Surabaya dari Trenggalek", ucap Ariestya Bendo.
" Kenalkan mereka Armando dan Salma adalah adik angkat kami dan ini Mora teman Salma di sekolah, bagaimana kalau kakak duduk sebentar bersama dengan kami ? tanya Ranti.
" Halo dek Salma, Armando dan Mora, kenalkan kakak Ariestya Bendo, dulu tinggal di Panti Asuhan Charity bersama kakak kalian Ranti dan lainnya", ucap Ariestya Bendo memperkenalkan dirinya.
" Sebentar dek, kebetulan kakak istirahat 1 jam, kakak ke dalam dulu mau ijin dengan manajer untuk ijin duduk dengan pelanggan", ujar Ariestya Bendo.
" Baiklah, kalau Manajer kakak tidak mengijinkan kasih tau saya", tegas Ranti.
" Bisa kok, Manajer disini sangat baik dan pengertian, hanya saja dia mau kita ijin, agar bos besar tidak marah kepadanya, yang belagu itu tangan bos besar yang sombongnya kayak dia pemilik gerai ini", bisik Ariestya Bendo.
" Ya sudah, pergilah nanti kakak pesan sekalian dan kita makan bersama", ucap Ranti.
Tak lama kemudian, Ariestya kembali dan duduk bersama dengan Ranti, dia memesan oriental Chicken, chicken wings, dan chicken royale serta minuman.
Mereka menikmati makanannya sambil ngobrol masa lalu waktu berada di Panti Asuhan Charity, Ranti hanyut dalam kenangannya, tapi tiba-tiba terdengar suara orang datang menegur Ariestya Bendo dengan kasar.
" Bendo ! kenapa kamu duduk santai sambil makan dengan pelanggan", suara orang itu memarahi Ariestya.
" Maaf Bu, ini jam istirahat saya, kebetulan pelanggan ini adalah saudara saya, sudah lama kami tidak ketemu, dan dia mengajak aku duduk dan makan bersamanya", jawab Ariestya Bendo ketakutan.
" Kamu itu pegawai baru, belum berhak kamu duduk dengan pelanggan apapun alasannya, siapa yang mengijinkan kamu hingga kamu berani duduk disini", tegas wanita itu yang menjadi tangan kanan bos.
Ranti memindai wanita dan statusnya cukup membuat Ranti tersenyum, ternyata wanita itu sebenarnya baik, walau mulutnya kasar, tapi karena Ariestya Bendo menolak cintanya, jadi dia selalu cari masalah dengan Ariestya Bendo.
" Mendingan aku jodohkan saja mereka berdua, kayaknya seru hehehehe". batin Ranti usil.
* Tuan, Anda benar- benar usil, Ariestya sebenarnya suka juga pada wanita itu, tapi Ariestya Bendo takut juga di tolak karena dia sudah punya Anak". ujar Rose yang heran dengan sikap usil Ranti.
" Maaf kakak cantik, tolong jangan memarahi kakak saya, kami sama-sama pernah tinggal di Panti Asuhan Charity, dan sudah lama tidak ketemu, aku yang minta kak Ariestya Bendo menemani saya makan bersama adik-adik saya, tolong maafkan kakak saya dan jangan pecat dia, nanti kalau kakak pecat dia pasti kakak tidak akan bertemu dengannya lagi", pancing Ranti.
" Maaf Nona, tapi dia ini memang tidak boleh duduk disini, karyawan disini punya tempat makan yang disediakan", ucap Wanita itu yang bernama Elshinta.
" Kaki ini saja kakak saya tidak makan bersama kakak Elshinta yang cantik", ucap Ranti yang tahu modusnya Elshinta.
Seketika Elshinta langsung memerah mukanya kayak kepiting goreng.
" Siapa yang mau makan bersama dengan orang yang tak punya perasaan seperti dia", ucap Elshinta keceplosan.
" Duduklah dulu kak, ini ambil pizza-nya dan makan bersama kita atau kalau kakak mau pesan saja aku yang traktir", ucap Ranti sambil menyodorkan pizza, juga disuruh memesan lagi.
" Tidak apa-apa kalau buat calon kakak iparku", ucap Ranti menggoda Elshinta.
" Dek jangan ngomong gitu nanti kakak di pecat, terus kakak nanti gimana", sahut Ariestya yang gugup mendengar ucapan Ranti.
Elshinta hanya memesan cheese martabak pizza dan garlic bread serta minuman.
" Kakak Cantik kenalkan nama saya Ranti Putri, dan mereka berdua adalah adikku serta ini Mora teman adikku. Tadi saya dengar kakak bilang kalau kakak saya tidak berperasaan, memangnya ada apa ? tanya Ranti to the point.
" Heh ... maaf tidak ada masalah", ucap Elshinta berubah gugup.
" Kak Ariestya kenapa kakak jadi tidak berperasaan pada kak cantik ini", tembak Ranti ke Ariestya.
" Bukan begitu Dek, asal kamu tahu kakak masih trauma di selingkuhi oleh mantan istri di depan mata kakak dan dirumah kami sendiri, dan kamu tahu kakak sendirian mengurus putri kakak yang baru berusia 1 tahun, ucap Ariestya Bendo akhirnya jujur dan secara tidak langsung mengungkap alasannya menolak Elshinta.
" Tapi kakak tetap butuh pendamping, tidak semua wanita punya sifat suka selingkuh, seperti misalnya kak Elshinta yang kayaknya masih jomblo", ujar Ranti, menyindir Elshinta.
" Kakak takut salah melangkah, takut Putriku terabaikan, sekarang ini saja Putriku di titipkan ke ibu yang punya kontrakkan, untung dia bersedia", ucap Ariestya Bendo sambil menundukkan kepalanya.
" Ariestya Bendo, apakah itu alasan kamu menghindar dariku", ucap Elshinta yang tak bisa lagi menahan perasaannya.
" Ia, saya akui kami cantik, juga baik walau memang kamu kadang bicaranya ceplas-ceplos, tapi jujur aku senang melihat kamu seperti itu, tapi aku sadar, aku ini duda, latar belakangku juga kamu sudah tahu, kalau kamu tanya apa aku suka sama kamu atau tidak, jujur aku menyukaimu, tapi juga aku tidak mau egois, aku sadar siapa saya yang duda juga hanya pelayan, sedangkan kamu, adalah asisten Bos besar", jawab Ariestya Bendo jujur.
" Apa kamu benar-benar menyukaiku dengan tulus", tanya Elshinta.
" Ia, aku jujur, hanya saja aku tahu diri, jadi aku diam dan mengabaikannya", ujar Ariestya.
" Dasar bodoh, laki-laki kok gampang menyerah, ucap Elshinta kesal.
" Bukan aku bodoh atau gampang menyerah, ini zaman modern modal cinta saja tidak cukup, aku gak mau kamu susah bersamaku", ujar Ariestya Bendo.
" Apa alasan mantan istrimu berselingkuh?' tanya Elshinta.
" Sangat kompleks, sebenarnya kami memang tidak seharusnya menikah, hanya saja gara-gara kami salah bergaul dan dia hamil anakku, jadi kami berdua sepakat menikah, tapi apapun itu aku berusaha mencintai nya dan bertanggung jawab sebagai suaminya, tapi ternyata tidak berlaku padanya, ditambah lagi keluarganya tidak suka dengan saya yang yatim-piatu, Sampai putri kami saja mereka tolak", ujar Ariestya Bendo.
" Kak Ariestya, Ranti percaya kak Elshinta sangat mencintai kakak dan juga akan menerima putri Kakak", ucap Ranti.
" Ariestya Bendo, putrimu umurnya baru setahun, dia belum mengenal Ibunya, asal kamu memang mencintaiku, aku bersedia menjadi ibu sambung putrimu, aku juga yatim piatu, dari kecil aku di besarkan oleh Bos pemilik gerai ini, dia sangat baik, dia hanya berpesan agar mencari pasangan yang benar-benar mencintaiku dan bertanggungjawab, serta menerima ku apa adanya, itu saja", ucap Elshinta.
" Apa kamu tidak malu, menikah denganku yang duda anak satu? tanya Ariestya.
" Buat apa malu, aku tidak minta makan pada mereka, dan aku juga menjalaninya, sudah senang bersama kamu aku yang merasakan nya", tegas Elshinta.
" Terimakasih Elshinta, maafkan saya sempat membuatmu kecewa, saya Ariestya Bendo, berjanji akan selalu menyayangi kamu seumur hidupku, dan akan berusaha memberikan yang terbaik untukmu", ucap Ariestya.
Seketika ruangan itu menjadi, para pengunjung dan karyawan yang tahu masalahnya sangar bersyukur.
" Bendo, Bu Elshinta walau kadang mulutnya kasar, tapi kami semua ada disini berkat bantuannya, saya jadi Manajer disini, juga karena rekomendasi Bu Elshinta, kamu lihat teman- teman pelayan kita, kami rata- rata dari golongan tidak mampu, dia tegas pada kita, karena Bu Elshinta tidak mau kita gagal dalam bekerja, tolong pegang janjimu", ucap manajer itu.
" Terimakasih Pak, saya berjanji", ujar Ariestya Bendo.
Seketika Elshinta meneteskan airmata, dia bahagia akhirnya cintanya terbalaskan, begitu juga semua orang yang dibantunya sangat peduli dengannya.
" Kalian semua membuatku terharu", Ucap Elshinta.
" Kami bersyukur Bu Elshinta mempekerjakan kami dan mendidik kami agar bekerja dengan baik, kami tidak pernah marah dengan sikap Bu Elshinta, Karena kami percaya omongan Bu Elshinta adalah untuk kepentingan kami sendiri", ucap kepala pelayan.
" Saya sebagai pelanggan, sangat apresiatif dengan pegawai disini, tutup restorannya 3 jam, saya traktir kalian semua, para pelanggan yang lain juga saya harap mari kita memberikan dukungan buat kedua orang ini, Ucap seorang pria yang duduk bersama istrinya.
" Saya juga pelanggan setia disini, kita sama-sama traktir para pegawai disini, pantas saja selama saya dan keluarga makan disini Kalian sangat sopan dan tidak pernah salah dalam melayani kami, ayo kita nikmati hari bahagia ini", sambut seorang pelanggan wanita.
Seketika Ariestya dan Elshinta berdiri berjejer dan menundukkan kepala dan berterimakasih.
" Anak muda, uang gampang di cari tapi cinta sejati itu yang sulit di cari, dulu saya juga seperti kamu hanya pekerja biasa, istri saya waktu itu bekerja di Bank Pemerintah, tapi aku berusaha mendapatkannya, dan ternyata lihatlah inilah wanita yang selalu mencintai saya yang saat ini sudah 35 tahun menemani saya, kami tidak sekaya orang lain, tapi kami percaya kami adalah orang yang paling Bahagia di dunia ini", ucap Pria paru bayah itu.
" Terimakasih Pak atas motivasinya", ucap Ariestya.
" Dan kamu anak gadis, kemajuan pasangan kita, tergantung kita memberikan dukungan, percayalah semakin tulus kita mendukung pasangan kita, yakinlah Pasangan kita akan lebih semangat berjuang untuk kita juga, dan yang pasti Tuhan pasti akan memberikan berkat buat ketulusan kita", ucap istri dari pria paruh bayah itu.
" Hey kalian pasangan muda, satu lagi, dalam berhubungan harus saling terbuka, suami saya hingga dia meninggal, tidak pernah membohongi saya, begitu juga saya, kami berantem kalau ada masalah, tapi tidak pernah meragukan cinta dari pasangan kita, kita berantem hanya gara-gara anak, atau masalah proyek, ingat lah keterbukaan sesama pasangan, akan melahirkan kesetiaan yang kuat biasa, hanya itu pesan dari kami yang sudah lebih dulu mengalaminya", ujar ibu itu.
" Terimakasih Bu, saya akan mengingat pesan ibu-ibu berdua, Ical Elshinta.
" Berjanjilah pada diri sendiri, ketika kamu menerima pasangan kamu, maka terimalah juga kekurangannya, jika kamu bersedia dengan ikhlas menerima putrinya, percayalah kelak putrinya dewasa akan menambah cinta buat kamu, saya punya anak kandung 2 orang, anak angkat 1 orang, saat ini aku bahagia karena ketiga anakku sangat menyayangi ku, apalagi yang nanti kamu rawat adalah anak sah dari pasangan mu, ucap ibu janda itu.
Akhirnya gerai di tutup dan seluruh karyawan makan bersama, Ranti sangat bahagia, awalnya hanya iseng ternyata bisa membuat 2 orang yang saling mencintai bisa bersatu.
Setelah semua makanan habis di santap, ke dua orang pelanggan itu berdiri dan berniat membayarnya, lalu Ranti juga berdiri.
" Maaf berapa totalnya, tanya pria paruh bayah itu, kepada kasir.
" Totalnya 6 juta, jawab sang kasir.
" Nah kita bagi 3 saja, ucap Ranti.
" Hahahaha, ya sudah mari kita bayar bersama", ucap ibu janda itu sambil mengeluarkan uang cash 2 juta.
Begitu juga Ranti dan pria paruh bayah itu, yang masing-masing mengeluarkan uang 2 juta.
Terimakasih bapak dan ibu berdua, serta nona muda, baru kali ini kami merasakan sebahagia ini, ucap seorang pelayan dengan haru.
" sama-sama, bekerjalah dengan baik, kami juga senang dengan pelayanan kalian, dan ternyata pemimpin kalian memiliki hati yang tulus membimbing kalian, jangan pernah menyerah dengan keadaan", ucap pria paruh bayah itu.
Setelah semua kembali ke posisi masing-masing, kedua pelanggan baik hati juga sudah pergi, tinggalah Ranti bersama dengan Ariestya Bendo dan Elshinta, sedangkan Salma dan Armando serta Mora, minta ijin untuk berkeliling.