SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Karyawan merasa pemilik


" Seandainya ibu masih di perbolehkan mengajar, apa ibu memilih terus disini atau pindah ke Malang?" tanya Ranti.


" Jika disuruh memilih pasti disini, karena anak-anak lahir dan besar disini, tapi suasana disini sudah tidak nyaman, jadi andai masih bisa mengajar, ya lebih baik pindah ke Malang", ujar Bu Rahma.


" Memangnya kenapa ibu tidak merasa nyaman disini apakah para guru yang lain mencela ibu juga atau ada masalah lain ?" ya ya Ranti.


" Disni masalahnya hanya 1, sejak ibu Sartika di pindahkan ke Yayasan, maka yang menjadi wali kelas rata-rata saudaranya, karena gajinya dan tunjangan lumayan besar, bahkan sekarang Kepala Sekolah sudah Ganti oleh Wilmar, Padahal kinerja Pak Erickson sangat bagus, dan banyak membantu guru - guru yang kesulitan memahami materi, tapi gak tau masalahnya apa, tiba-tiba di ganti dan Pak Erickson di kembalikan ke Guru biasa, tapi dia sudah mengundurkan diri dan pindah ke sekolah lain", ujar Bu Rahma.


" Sudah berapa lama masalah ini terjadi", tanya Ranti.


" Saat awal pengalihan kepemilikan Yayasan, dan waktu itu Bu Sartika diangkat untuk urusan SMP, sekolah Bintang Timur khusus SMP, berada di peringkat 5 sekolah - sekolah se Jawa Timur, dan peringkatnya terus merosot sejak terakhir Rindu menjadi Juara dan masuk peringkat 10 terbaik se Jawa Timur, kalau SD semakin naik dan bahkan SMA selama 10 tahun berturut menjadi SMA lulusan IPA terbaik, sedangkan SMP 2 tahun terakhir ini hanya mampu di urutan 15 dan tahun lalu urutan 17, ujar Bu Rahma.


" Pantas saja, siswa di SMP gak terlalu banyak, hanya sekitar 500 siswa, SD saja sekarang yang daftar sudah 400 orang, SMA katanya sudah 300 orang, padahal pendaftaran masih panjang waktunya, nah kalau SMP sudah berapa setahu ibu", tanya Ranti.


" Baru ada sekitar 150 orang, itupun karena mereka SD nya disini, kalau dari luar belum ada layaknya", ujar Bu Rahma.


" Baiklah, ibu tenang saja, dan mulai tahun Ajaran Baru, saya Pastikan ibu yang menjadi Kepsek di SMP, dan saya akan rombak semua formasi guru yang ada", ujar Ranti.


" Maaf Nak, namanya siapa, ibu dari tadi ngobrol tapi tidak tahu nama adiknya Mercy siapa? tanya Bu Rahma.


" Apa ibu tahu siapa pemilik sekolah ini", tanya Ranti.


" Kami guru-guru hanya di beritahukan namanya saja, yang tahu persis siapa pemilik sekolah ini hanya Kepala Sekolah, wakil dan bendahara, kami guru biasa tidak ada yang pernah melihatnya, tapi namanya adalah Nona Muda Ranti Putri, katanya juga masih siswa di SMA Kita bintang timur", ujar Bu Rahma.


" Perkenalkan nama saya Ranti Putri, Pemilik Tunggal Yayasan Bintang Timur, saya baru selesai UN, dan jujur saya tidak mendengar kasus ibu, saya hanya di beritahukan ada guru SMP yang di berhentikan, terkait masalah moral, itu saja", ujar Ranti.


" Tapi apakah benar Nona Pemilik sah sekolah ini ?" tanya Bu Rahma.


" Ya terlihat tidak pantas ya ?" tanya Ranti.


" Bukan tidak pantas, tapi ada rumor yang beredar, katanya pemilik sekolah ini sangat tidak Ramah, jadi diharapkan kami semua guru jangan banyak omong, karena kalau sampai di dengarnya pasti langsung di pecat", ujar Bu Rahma.


" Saya memang tidak ramah sama orang pembohong, sombong, tamak dan serakah, tapi tidak kepada orang yang baik dan jujur, apalagi rendah hati", ujar Ranti dan langsung menghubungi Ketua Yayasan.


" Halo Nona Muda, ada yang bisa saya bantu, sapa Ketua Yayasan.


" Bagaimana masalah dengan pemberhentian guru di SMP atas ibu Rahma Ayu, apa Maslah yang sebenarnya, kenapa tidak ada penyelidikan terlebih dahulu dan langsung di berikan keputusan, siapa bagian HRD kita tanya Ranti.


" Kami menerima laporan dari mantan suaminya, yang mengatakan sebab dari dia menceraikan Bu Rahma adalah karena Bu Rahma terbukti berselingkuh dan berzinah, lampiran bukti gugatan cerai juga ada", kata Ketua Yayasan.


" Apa bapak tahu kalau 2 bukan, sebelum mereka bercerai, suaminya sudah menikah siri dengan selingkuhannya karena sudah hamil duluan", tanya Ranti.


" Kalau itu kami tidak tahu, yang mengurus kasus ini adalah ibu Sartika kepala bagian SMP, jawab Ketua Yayasan.


" Kapan dia melakukan sidang kode etiknya, jika ada kenapa saya tidak ada tembusannya?" tanya Ranti.


" Coba saya tanyakan ke bagian administrasi, karena saya sudah perintahkan agar segera di kirim ke email anda Nona Muda, jawab Ketua Yayasan.


" Saya tanya kapan Bu Sartika melakukan sidang kode etik dan dari pihak yayasan siapa saja yang ikut dan mana dokumentasinya, baik berita acara, keputusan dan gambar, semuanya saya tidak di berikan", ujar Ranti.


" Satu jam lagi kita rapat, saya berada di sekolah SMP, panggil semua pengurus Yayasan dan seluruh kepala bidang, serta seluruh Kepala Sekolah", Perintah Ranti.


" Maafkan saya Nona Muda kalau lalai dengan Maslah ini", ujar Pak Ketua Yayasan.


" Ini bukan kelalaian, tapi bapak terlalu percaya orang, apalagi urusan bapak akhir-akhir ini sangat banyak, jadi saya maklum, jangan merasa bersalah, bawahan bapak yang kurang ajar, dia sudah berbohong kepada bapak, dia tidak pernah melakukan Sidang Kode Etik, Saat ini saya sedang bersama dengan Bu Rahma.


Untung hari ini, kakak saya menitipkan hadiah buat Bu Rahma, jika tidak maka masalah ini pasti saya tidak tahu, dan saat saya buka email, ternyata selain laporan keuangan dan beberapa kasus terdahulu, tidak ada berita tertulis tentang proses pemberhentian guru atau karyawan.


Bahkan dia hanya di berikan gaji Terakhir saja, dia mengajar sudah 17 tahun, seandainya kasus itu benar, harusnya kita memberikan kebijakan", ujar Ranti.


" Maaf Nona Muda, kalau masalah uang kebijakan, sudah saya tanda tangan Minggu kemarin sebesar 30 juta untuk uang tanda terimakasih, walau hanya segitu yang bisa kita berikan mengingat kasus itu yang masuk dalam kasus berat, tapi kalau di bilang kita tidak memberikannya, pasti ada kekeliruan, soalnya pihak penerima sudah tanda tangan, dan itu terjadi hari Jumat Minggu kemarin ?" ujar Ketua Yayasan.


" Baiklah, bawa juga bukti tanda terima uang itu saat kita rapat, ya sudah segera hubungi mereka semua sekarang", Perintah Ranti.


" Baik Nona Muda", kalau begitu saya tutup telepon Sekarang", ujar ketua Yayasan.


" Bu Rahma, ini ada yang kurang ajar, di yayasan ada surat bahwa keputusan itu dibuat setelah sidang Kode Etik", uang Ranti.


" Gelar sidang resmi tidak ada, saya hanya di panggil oleh Pak Wilmar, Bu Sartika dan beberapa perwakilan wali kelas dan Guru lainnya, waktu itu saya langsung di beritahukan bahwa saya sudah sudah berhentikan, dan hari ini adalah tanggal terakhir saya masuk kerja, setelah bicara itu langsung bubar, saya tidak berikan kesempatan untuk membela diri untuk yang terakhir kalinya, karena Bu Sartika langsung memotong pembicaraan saya, dengan mengatakan bahwa semuanya sudah di putuskan pihak Yayasan dan sudah tembuskan ke Pemilik Yayasan", ujar Bu Rahma.


" Baiklah, sekarang ibu tenang saja, ini permainan mereka, mereka menggunakan kesempatan saat Ketua Yayasan sedang sibuk di Luar Yayasan, tolong ibu hubungi Pak Erickson, semoga dia masih ingin kembali ke sekolah kita, ujar Ranti.


" Dia Pasti mau kembali, saya yakin itu Nona Muda", ujar Bu Rahma.


Selesai mereka berbicara, Ranti segera menuju ke parkiran dan mengambil mobilnya untuk datang ke kantor Yayasan.


Ternyata sebagian besar sudah datang, termasuk seluruh Kepala Sekolah, serta wali kelas dari SMP saja yang ikut di panggil.


" Baiklah kita tidak usah menunggu yang lain, ujar Ranti.


" Saya hanya ingin bertanya kepada pengurus Yayasan, siapa saja yang mengikuti sidang Kode Etik atas kasus perselingkuhan dan perzinahan, itu pertama, yang kedua, apakah ada penyelidikan atau bukti - bukti yang mendukung lainnya selain surat gugatan cerai dari mantan suaminya Bu Rahma Ayu, dan ketiga kapan surat pemberhentian itu di keluarkan dan kenapa saya tidak menerima tembusannya, dan sudah beberapa kali saya katakan setiap laporan harus ada bukti pendukung, nah kalian katanya sudah membuat sidang kode Etik harusnya ada bukti foto minimal dan tempat pelaksanaannya di sudah di atur setiap bidang punya Ruang Khusus untuk pembinaan, dan sekarang tolong berikan kepada saya, jika tidak saya akan memecat kalian semua dengan tidak hormat.


Saya sudah berkali-kali ucapkan, terserah kalian mau berbuat apa, asal jujur, dan semuanya harus ada laporannya, mana yang bagian administrasi Yayasan, katanya Ketua Yayasan sudah memerintahkan kalian untuk tembuskan hasil sidang dan serta hal- hal yang berkaitan dengan jalannya", apa internet kita bermasalah atau komputer kalian bermasalah hingga keputusan sudah 2 Minggu tapi saya tidak menerima laporan dan dokumentasi acar tersebut, bahkan surat keputusan pun saya tidak menerima salinan", apa maksudnya ini, tolong bagian administrasi Jawab dengan jujur, atau kalian ambil laporan itu sekarang dan tampilkan di proyektor", perintah Ranti.


" Memang benar Nona Muda, Pak Ketua Yayasan sudah memberikan Perintah kepada kami, yang kebetulan saat itu yang menerima tugasnya adalah staf saya, dia juga sudah melaporkan ada perintah mengirimkan tembusan ke pemilik dan saya katakan silahkan, saya tambahkan, lain kali jika ada hal seperti jangan tunggu saya, asal perintah dari ketua yayasan dan tujuan ke Nona Muda, berarti Segera, dan maaf kesalahan saya, belum memeriksa seluruh surat yang keluar", ujar kepala Administrasi.


" Tolong lain kali segera follow up lagi, nah sekarang mana staff yang menerima tugas itu", tanya Ranti


" Saya Nona Muda, maaf bukan saya tidak mau mengirim data-data itu, tapi hingga hari ini datanya tidak di berikan, saya hanya menerima salinan surat keputusan pemberhentian, sedangkan perintahnya harus menyertakan berita acara dan dokumentasi kegiatan berlangsung dan beberapa dokumen pendukung, tapi sampai rapat hari saya tidak terima semua data itu selain surat keputusan", ujar staf itu.


" Berarti masalahnya ada di pelaksana acara", nah karena ini bagian SMP, saya ingin bertanya kepada Kepala Bagian Urusan SMP, kapan Sidang itu berlangsung, dan siapa saja perwakilan dari yayasan yang hadir, dalam AD/ ART kita jelas tertulis, wajib minimal 3 orang pengurus yayasan, Penasehat, Ketua atau wakil ketua yayasan dan HRD, di samping Kepala Bidangnya serta Kepala Sekolah nya, sekarang saya minta berita acaranya", tanya Ranti.


Sartika, Wilmar dan para wali kelas di SMP langsung diam tak tidak menjawab.


" Saya tanya, mana berita acaranya itu saja, kenapa kalian diam", ujar Ranti


" Maaf Nona Muda, kami hanya melakukan rapat internal saja, dan menurut saya itu sudah cukup, apalagi kasus ini tentang moral seseorang, selanjutnya kami pikir untuk masalah - masalah seperti ini, tidak perlu di urus oleh Pemilik, karena ini sudah tugas kami, lagian jika semuanya kita laporkan kepada pemilik maka seolah-olah kami tidak bisa bekerja", ujar Bu Sartika.


" Oh kamu dapat pemikiran darimana soal itu, apa kurang jelas yang saya katakan, setiap kegiatan wajib di laporkan, dan apakah selama ini saya pernah mengatakan bahwa kalian tidak bisa bekerja, ini saya pastikan ada permainan", tegas Ranti.


" Ibu Sartika, apakah ada bukti jika ibu Rahma Ayu itu berselingkuh dan berzinah, jika ada tolong buktikan, selanjutnya apakah ibu tahu, bahwa sebelum mereka bercerai, suami mantan suami Bu Rahma sudah menikah siri tanpa meminta ijin kepada Bu Rahma, dan buktinya sekarang adalah kehamilan istri baru dari mantan suaminya sudah mendekati kelahiran, sedangkan mereka bercerai baru 2 bulan, bagiamana menurut ibu Sartika", tanya Ranti.


" Kalau itu kami tidak pantas mencampurinya, karena itu adalah hak pribadi mereka ", ujar Bu Sartika.


" Jelas kamu tidak mau mencampuri mereka tapi tapi kamu mendukung mereka dan menggunakan jabatan kamu untuk mengeluarkan Bu Rahma dari sini, apakah tidak mengenal siapa Istri mantan suaminya Bu Sartika", tanya Ranti.


" Saya tidak mengenalnya sebelum mereka membawa surat laporan itu kepada kepala sekolah dan akhirnya mereka bertemu dengan saya, dan saat itulah saya mengenal istrinya", jawab Bu Sartika berbohong.


" Saya harap, kamu bisa mempertanggungjawabkan apa yang saya tunjukkan", ujar Ranti, dan langsung menunjukan foto keluarga mereka dan acara pernikahan siri dari mantan suami Bu Rahma.


" Nah ini saat ibu menghadiri nikah siri mereka, dan foto keluarga ibu, dan wanita itu ada bersama dengan keluarga besar ibu, terakhir adalah foto kalian jalan- jalan.


Dari seluruh foto itu, semua wali kelas yang hadir disini ada dalam daftar keluarga kalian, termasuk Wimar sebagai Kepala Sekolah SMP yang diangkat sesaat setelah anda menjadi kepala bagian urusan SMP, kamu memutasi pak Erickson dari Kepsek menjadi guru biasa dan akhirnya dia mengundurkan diri, alasan dia mengundurkan diri juga tidak jelas, sekarang bagaimana anda menjelaskannya Bu Sartika yang terhormat, pemilik sekolah SMP Bintang Timur", ujar Ranti sarkas.


Bu Sartika, terdiam seribu bahasa dia berpikir Ranti bisa bohongi, badannya sudah gemetaran.


" Dan juga untuk bapak HRD, apa alasan anda menyetujui pemberhentian Bu Rahma sedangkan buktinya tidak valid, tolong jawab atau kamu nanti saya anggap berkomplot dengan Sartika", tegas Ranti.


" Saya di beritahukan bahwa keputusan itu sudah di setujui oleh Ketua Yayasan, jadi saat Bu Sartika memerintahkan saya membuat surat pemberhentian atas nama Bu Rahma Ayu, dan saya kerjakan", ujar kepala HRD.


" Sejak kapan Kepala bagian SD, SMP dan SMA menjadi lebih tinggi dari HRD, hingga seenaknya memerintahkan kepala bagian HRD, kalian itu sederajat, bahkan HRD bisa mengusulkan pemecatan kalian kepada Ketua Yayasan atau kepada yang lebih tinggi, hebat sekali kamu Bu Sartika.


" Apa dia juga yang menyuruh kamu melakukan rotasi wali kelas?" tanya Ranti.


" Ia, Bu Sartika mengatakan untuk penyegaran dan itu sudah di rapatkan oleh dewan guru yang di sertakan oleh berita acaranya", ujar HRD.


" Kalau itu memang urusan internal mereka di SMP, SD maupun SMA, tapi masalahnya adalah 12 wali kelas dan 1 Kepala Sekolah nya adalah keluarganya, terakhir dia mengangkat wali kelas di kelas 7 yang baru 1 tahun mengajar di sekolah kita, dan belum pernah mengajar di lembaga manapun dan sekarang coba anda lihat, bagaimana guru yang lain menjadi wali kelas kalau sebagian pengambil keputusan adalah keluarganya, dan saya yakin rapat soal itu tidak pernah ada, yang ada adakah penunjukkan langsung ", ujar Ranti.


" Jadi Kepala Bagian HRD pulihkan status Bu Rahma sebagai Guru matematika, dan mulai tahun Ajaran Baru, seluruh wali kelas baik SD, SMP dan SMA harus mengikuti tes sebelum menjabat, dan seluruh wali kelas yang terkait dengan Wilmar dan Sartika semuanya saya berhentikan, HRD kamu kembalikan mereka pada tugas sebelum menjadi wali kelas dan berlaku pada tahun ajaran baru, jika tidak mau di turunkan, maka silahkan buat surat pengunduran diri, sedangkan Wilmar sendiri harus di kembalikan ke jabatan semula yaitu wali kelas, dan masa uji coba 3 bulan jika tidak berubah maka silahkan mundur.


Dan untuk Sartika mulai hari ini anda di berhentikan tapi sebelumnya silahkan kembalikan uang 30 juta yang seharusnya menjadi kompensasi kepada Bu Rahma, dan hingga hari ini dia tidak menerimanya ", uang Ranti.


" Saya sudah memberikan uang itu kepadanya, dan dia juga sudah menandatangani tanda terimanya dan sudah saya berikan kepada bagian keuangan ", ujar Bu Sartika.


" Kamu pikir saya bisa kamu bohongi, silahkan tunjukkan surat aslinya, yang seharusnya ada stempel sekolah kita dan tanda tangan Ketua Yayasan", ujar Ranti.


" Maaf Nona Muda, ini suratnya ujar Kepala Bagian Keuangan.


" Dari sini saja sudah bisa di pastikan ini tanda Palsu, karena jika tanda tangan asli pasti di balik kertas yang di tanda tangan oleh kita pasti akan timbul akibat tekanan dari Pena, ujar Ranti.


" Baiklah, saya kasih tau, Bu Rahma bahkan mengeluh, walaupun seandainya di memang berbuat hal yang di tuduhkan, Kenapa dia hanya di berikan gaji terakhir tanpa ada uang lebih yang lain, dan dalam lampiran surat keputusan juga tidak di sertakan hal-hal apa yang harus dia terima dan hal-hal apa yang harus dia selesaikan seandainya dia berhutang di sekolah kita.


" Jadi bisa saya katakan kasus ini adalah Penyalahgunaan wewenang, dan kalian semua harus tahu, Mulai hari ini Bu Sartika sudah bukan bagian dari yayasan ini, jika keberatan dengan keputusan saya silahkan ajukan ke kantor polisi, dan bagian keuangan silahkan bayar gajinya hari ini, sedangkan uang 30 juta yang sudah berada di tangannya saya anggap sebagai kompensasi kinerja Anda selama ini, dan tambah 3x gaji.


Dan untuk semua fasilitas Segera kembalikan dalam waktu 2x24 jam, Rumah dan mobil khusus mobil silahkan tinggalkan di sini sekarang.