
Kini malam telah tiba, Ranti sudah mempersiapkan diri untuk terbang ke Semarang.
* Tuan, kantong Ruang Penyimpanan permintaan anda sudah siap, silahkan tentukan koordinat tujuannya", Ucap Rose.
Ranti segera mengetikkan koordinat tujuannya, kemudian mengaktifkan Armor Ultimate Power dan mengaktifkan Mode Stealth.
Ketika jendela terbuka, Ranti langsung melesat ke udara, layar kaca penutup wajahnya, menampilkan peta dan informasi daerah yang di lewati.
Ranti melihat pemandangan dari udara yang begitu menakjubkan, terlihat cahaya lampu-lampu yang menambah keindahan.
Mata Semesta terus mengedarkan pandangannya, aplikasi Mata Dewa juga menampilkan berbagai informasi tentang perkembangan di setiap wilayah yang dilaluinya.
" Rose, aku tidak merasakan apa-apa, tubuhku menjadi seperti kertas saja", ucap Ranti.
* Saat tuan terbang, maka berat massa Tuan akan beradaptasi dengan gravitasi", Jawab Rose.
" Baiklah, ucap Ranti.
Sudah 30 menit Ranti berada di udara, dengan kecepatan maksimal dia terus melesat, sayapnya secara konstan terus menerus bergerak mendorong Ranti maju.
" Tuan, saat ini salah satu target berada sedang berada di hotel, mereka sedang merayakan ulangtahun pernikahannya, ucap Aplikasi Mata Dewa.
" Seperti biasa kuras semua tabungannya, jangan disisahkan sepeserpun, dan berikan kejutan buat perusahaan mereka saat jam pembukaan bursa saham, perintah Ranti.
" Dilaksanakan Tuan", jawab aplikasi Mata Dewa.
Sambil menunggu laporan dari aplikasi Mata Dewa, Ranti fokus melihat kedepan, ternyata sangat cepat dan tidak melelahkan.
* Jika sudah di Tahap Supreme, maka akan lebih cepat lagi anda terbang Tuan, ucap Rose menyemangati Ranti.
" Tuan, tabungan kedua keluarga Atmajaya di Semarang sudah berada di rekening virtual dengan jumlah 10 Triliun lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Terimakasih", jawab Ranti.
" Tuan 10 menit lagi anda akan tiba di Semarang, apakah Tuan langsung ke hotel atau atau bagaimana?, tanya aplikasi Mata Dewa
" Segera ke hotel, tunjukkan hotelnya, ucap Ranti.
Kini Ranti sudah berada di atas udara Semarang, dan tak butuh lama, setelah mendapatkan nama hotel tempat salah satu dari keluarga Atmajaya, Ranti langsung melesat kearah hotel itu.
Ranti mendarat tepat berada roof top hotel, dengan sarung tangan pemindah, dia memasuki hotel dan melewati tangga darurat.
Mereka baru saja selesai dengan acara, dan akan menuju kekamarnya.
Dengan sabar Ranti menunggu mereka, hingga menit ke 15, akhirnya sepasang suami-istri itu terlihat sudah memasuki koridor, dan akan memasuki kamar mereka.
Saat target masuk ke kamarnya, Ranti juga ikut masuk, selesai berganti pakaian, Ranti segera menotok keduanya dan segera memasukkan ke dalam Kantong Ruang Penyimpanan.
Totokan Ranti akan terbuka 3 jam kemudian, jadi masih banyak waktu, dia langsung bergerak kearah roof top, dan terbang lagi.
Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, dan hanya beberapa Menit dia tiba di kediaman target yang satu lagi, dengan Sarung Tangan Pemindah, dia langsung memasuki rumah besar itu.
Mata Semesta mencari dimana kamar suami istri itu berada.
Ranti mendengar ada suara-suara aneh yang mengasyikkan, dengan iseng dia melihat dengan mata semesta, ternyata anak dan menantu, target yang sedang bertempur.
Ketika sampai di kamar target Ranti langsung memasukinya dan terlihatlah, sepasang suami-istri sedang tidur dengan nyenyak.
Tanpa basa-basi Ranti langsung memasukkan mereka ke Kantong Ruang Penyimpanan, tak lupa juga semua pakaian mereka di bawa masuk.
Selesai dengan targetnya, Ranti langsung bergegas pergi, dia mencari dimana ada tempat nongkrong, Ranti ingin sekedar minum kopi dan makan seadanya, bukan karena lapar, tapi ingin menikmati suasana malam saja.
Tak Terasa sudah jam 3 Subuh, akhirnya Ranti mencari tempat sepi dan terbang menuju Surabaya.
Dengan kecepatan tinggi Ranti terbang, hingga saat ini dia telah di tiba di kamarnya, dan langsung masuk ke Ruang Dimensi.
Dengan langkah santai dia masuk ke Ruang khusus portal Dimensi, Ranti langsung melempar mereka berempat ke Penjara tempat Aquino dan Aquinas di tahan.
Ranti meletakkan mereka di lokasi berbeda dengan Aquino dan Aquinas, selesai itu, Ranti keluar dari ruangan itu, dia menuju ke gazebo dan melanjutkan menikmati makanan yang dia beli dari Semarang.
Sambil menikmati makanannya, dia membuka kantong penyimpanan yang terdapat Mikael dan Tristan.
Dua melihat mereka sedang mencangkul untuk menanam jagung, wajah Mikhael yang saat ini sudah seperti seorang petani yang selalu bekerja keras, berbeda saat dia masih bersama keluarganya.
Tristan terlihat sama, kini dia terlihat lebih Dewasa dan pasrah dengan keadaannya, Ranti sebenarnya kasihan dengan mereka, tapi perbuatan mereka sungguh keterlaluan.
Toh mereka tidak kekurangan makanan, bahkan mereka bisa makan dengan senang, semua sudah ada, tinggal mereka sendiri yang mengolahnya.
Waktu terus berjalan akhirnya hari sudah Pagi, saat Ranti keluar kamar dan sudah berpakaian santai, dia menuju meja makan, disana semuanya sudah berkumpul.
" Sayang kenapa wajahmu terlihat muram, tanya Ranti ke Salma.
" Tidak apa-apa kak, hanya ingin di peluk kakak saja, Salma kangen ibu, ucap Salma.
" Apa Salma ingin ke makam orangtuamu, tanya Ranti
" Salma takut kesana nanti di tahan disana sama paman dan bibi, ucap Salma.
" Jangan takut, kita pergi berdua saja, bagaimana ? tanya Ranti
" Tapi nanti mereka menahan Salma dan melaporkan kakak ke Polisi, ucap Salma.
" Apa sudah tidak ada Paman atau bibi yang sayang dengan Salma, Tanya Ranti.
" Hanya Paman Jamal dan bibi Tyas, tapi apa mereka masih kenal dengan Salma, ujarnya
" Ya sudah selesaikan sarapannya, dan kita kesana, ucap Ranti.
Raut muka Salma kembali ceria dan langsung melahap makanannya.
" Mom, Dady, Ranti mau mengantar Salma, kekampungnya untuk nyekar ke makam orangtuanya, ucap Ranti
" Hati-hati, ucap Monicha.
" Salma kangen ibu kandungmu ya, ucap Monicha.
" Ia Bunda, jawab Salma".
" Ya sudah datanglah kesana, nanti kalau Salma sudah besar, Salma bisa kesana kapanpun, jadi jangan bersedih, disini ada Bunda dan Ayah, juga Kakak-kakakmu, ada bibi juga, ucap Monicha.
" Terimakasih bunda, ucap Salma.
Selesai sarapan, dengan menggunakan Toyota New C-HR Hybrid, Ranti bergegas ke arah Gresik, disana kampung Salma berasal.
Sementara di Penjara, terjadi kehebohan, 2 pasang Suami istri kebingungan, mereka tidak tahu berada dimana, terlihat hamparan perkebunan dan juga sawah.
Terdapat kandang dan juga Ternak yang wajib mereka pelihara untuk kelangsungan hidup mereka.
Di Pendopo, tersedia berbagai makanan mewah, mereka dengan lahap menikmati makanannya.
" kayak seperti di villa, ucap salah satu dari mereka.
" Betul juga, tapi kami semalam tidak pulang rumah, terdengar obrolan mereka.
" Kami juga tidak kemana-mana, pulang dari acara kami langsung tidur, pas bangun kok sudah disini.
" Ada apa Bi, pagi-pagi sudah berisik, tanya salah seorang anak majikannya.
" Ini sudah jam 9, tapi Tuan dan nyonya kok belum bangun, ucap Pelayan itu.
" Biarkan saja, mungkin mereka capek, ucap anak majikan itu.
Pelayan itu hanya, dan melanjutkan pekerjaannya.
Saat ini Ranti sudah memasuki desa kelahiran Salma, para penduduk melihat kearah mobil Ranti.
Ranti melihat ada orang di pinggir jalan, kemudian bertanya lokasi kuburan, setelah mendapatkan lokasinya, Ranti melanjutkan perjalannya.
Tiba di lokasi, Ranti memarkir mobil, dia melihat ada beberapa pedagang bunga.
Salma juga ikut membeli bunga, di tempat itu banyak orang yang sedang berkumpul dengan peralatan cangkul.
Mata Semesta Ranti melihat kuburan Orangtua Salma, terlihat tidak terurus.
" Bapak-bapak, saya minta tolong boleh, ucap Ranti.
" Apakah Nona butuh tenaga untuk membersihkan kuburan, tanya salah seorang bapak - bapak.
" Ia, berapa ongkosnya Pak, tanya Ranti.
" Lihat dulu kondisinya Nona, ucap mereka.
" Baiklah bapak-bapak berlima ayo ikut saya untuk membersihkan kuburan orang tua adik saya ini, Ucap Ranti.
Mereka heran, karena mereka tidak pernah melihat Salma, namun karena ada pekerjaan akhirnya mereka diam saja.
Ketika mereka tiba di kuburan Orangtua Salma, mereka terdiam.
" Ada apa bapak-bapak, makam ini tolong di bersihkan, dan jika ada yang bisa membuat beton, silahkan berapapun akan aku bayar, ucap Ranti
" Maaf Nona ini bukan masalah uang, tapi kami takut membersihkannya, karena keluarga almarhum, melarang kami membersihkannya, jujur saja kami, kami rela tidak di bayar untuk membersihkan makam kedua almarhum ini, tapi kami takut dengan keluarga mereka, ucap seorang bapak-bapak.
" Kenapa mereka melarang kalian membersihkan nya, tanya Ranti
" Kami juga kurang tau alasannya, tapi menurut cerita, mereka adalah pasangan anak durhaka, namun bagi kami apapun kesalahan mereka, sudah sepantasnya di maafkan, Ujar mereka.
" Baiklah kalau begitu, boleh saya pinjam cangkul dan parangnya, tanya Ranti
" Silahkan Nona, ucap salah seorang bapak-bapak, sambil memberikan cangkul dan parangnya.
Ranti mengambilnya dan langsung mulai membersihkan kedua makam, elemen tanah di gunakan untuk melembutkan tanah sedangkan elemen kayu, untuk melembutkan rumput dan pohon-pohon kecil yang tumbuh.
Mereka yang melihatnya terkejut, tanah yang biasanya keras kini terlihat lembut.
Ranti terus membersihkan kedua makam itu, setelah hampir sejam dia pura-pura lelah dan haus.
Salma ke mobil dan mengambil Air, setelah minum dan beristirahat sejenak Ranti meneruskan pekerjaannya.
Dari kejauhan, terlihat sejumlah orang datang mendekati lokasi kuburan, dsn beberapa dari mereka berteriak.
" Hey kamu, apa yang kamu lakukan ? mereka
" Maaf saya kira kalian bisa melihat apa yang aku kerjakan, apa ada masalah, Tanya Ranti santai dan terus mencabut rumput yang berada di atas makam.
" Siapa kamu, kenapa membersihkan kedua makam anak durhaka ini, teriak seorang pria paruh baya.
" Bukan siapa-siapa, apa tidak boleh saya membersihkan makam kedua orang ini, tanya Ranti
" Tidak boleh, siapapun tidak boleh, itu hukuman buat mereka yang durhaka, kata pria paruh baya itu.
" Mereka durhaka terhadap kamu, yang mengambil seluruh harta mereka, dan membagikan ke anak kamu yang lain, ucap Ranti.
" Memangnya kami miskin hingga harus mengambil harta mereka, ucap pria paruh bayah itu, yang ternyata Paman dari Ayahnya Salma.
"Kalau tidak salah nama Anda Mukijan, kamu merawat almarhum hingga menikah, tapi seluruh harta dari orangtua almarhum, dikuasai oleh kamu hingga sekarang, setelah almarhum menikah dia berhasil membuka toko pertanian dsn maju, dsn sekarang sudah kamu ambil, belum rumah mereka dan sawah yang mereka beli, ucap Ranti.
" Toko itu milik saya, mereka hanya mengurus nya, tapi mereka merubahnya atas nama mereka, sedangkan rumah mereka, saya ambil karena mereka tidak punya keturunan, ujarnya.
" Hahahaha, beberapa tahun mereka tidak pulang kampung, karena tidak mau ribut dengan kamu, apalagi setelah kamu merebut paksa toko dan mengusir mereka, ditempat mereka yang Bertemu anak mu, dan anakmu pura-pura baik, hingga mereka punya dan tak lama kemudian meninggal.
Kalian datang menjemput ke dua jenazah mereka tanpa otopsi, sudah begitu, anakmu dengan kejam memasukkan anak mereka satu-satunya ke Panti, dan jika sudah agak besar, kalian menyuruh pengasuh Panti agar berpura-pura ajak jalan-jalan, lalu meninggalkan anak mereka di Surabaya, cerita Ranti.
" Dan ini Salma anak mereka, awalnya saya berpikir kalian sudah tidak lagi mau mengurus hal-hal sepele, tapi kalian ternyata adalah iblis, harta orang baik kalian ambil, dan mencemarkan nama baik mereka, sampai-sampai kuburan mereka pun kamu lecehkan.
" Siapa suruh mereka jadi anak yang tidak berbakti, ujar pria paruh baya itu
" Salma, sedikit lagi kuburan orang tuamu bersih, dan kita pulang, kakak akan menghukum mereka, dan semua milik orang tuamu akan jadi milikmu.
" hahahaha, anak kemarin sore mau melawan saya, ujarnya dengan sombong.
Ranti mengaktifkan elemen tanah dan kayu kembali serta membuat Formasi Array ilusi, dalam sekejap kuburan itu sudah bersih, batu nisan juga sudah mengkilap, kemudian Ranti menyegel kuburan itu, dengan aturan hanya orang lain yang bisa melihat kuburan itu, tapi tidak dengan keluarga pria paruh bayah itu.
Ranti mengembalikan cangkul dan parang kepada pemiliknya dan memberikan sejumlah uang.
" Pergi kamu dari sini, usir pria paruh bayah itu
"Baiklah", ujar Ranti.
" Bapak-bapak, kalau boleh tahu dimana rumah dari Pak Jamal dan Bu Tyas, tanya Ranti.
" mereka sudah tidak tinggal di kampung sini, mereka sudah kembali ke kampung istri Jamal, di Malang, jawab mereka.
" Terimakasih atas informasinya, kami permisi, ucap Ranti.
Sebelum Ranti Pergi, Ranti menembakkan Jarum Es ke pria paruh bayah itu.
Efeknya pria itu akan mengalami kedinginan terus-menerus, Ranti sengaja menyiksanya.
" Aplikasi Mata Dewa, ambil semua uangnya jangan di sisahkan.
Ranti melepaskan Drone dengan tujuan merusak Sawah dan perkebunannya,
Di tengah kampung Ranti berhenti, dia melihat ada kedai kemudian dia mampir, untuk menunggu Drone selesai mengeksekusi perkebunan dan sawah Pria paruh baya itu.
Sejam kemudian, Drone sudah kembali, dalam waktu 3 hari perkebunan dan sawah Pria itu akan rusak.
Ranti melepaskan Drone nya lagi untuk meracuni semua Ternak dan membakar rumah pria Paruh baya itu.
Sepuluh menit berselang terdengar teriakan-teriakan warga bahwa ada kebakaran, dirumah juragan.
Ranti keluar dari warung dan melihat rumah yang cukup besar sedang terbakar.
Dengan menggunakan mobil Ranti menuju ke arah rumah yang sedang terbakar, dia turun dan melihatnya, dia duduk di warung kecil dan sambil makan gorengan, dia menonton.
Mata Semesta melihat keluarga itu yang bersusah payah memadamkan api, mereka di bantu warga, tapi mereka tidak mampu.
Hanya butuh 2 jam Rumah itu sudah hangus terbakar, Drone kembali, Ranti juga kembali menaiki mobilnya dan pulang ke Surabaya.