
Setelah 3 Minggu liburan kenaikan sekolah, akhirnya Armando dan Salma akan melanjutkan rutinitas sehari-hari untuk kesekolah, begitu juga dengan Ketty Angelina yang akan mulai masuk sekolah TK B.
Selesai sarapan, mereka semua mengantar Salma dan Armando kesekolah dengan riang gembira.
Armando dan Salma juga sangat gembira, karena seluruh kakak nya ikut mengantar mereka berdua, kecuali Dewi yang sedang mengurus Ketty.
" Nona Muda Dewi, apa tidak mencari pengasuh untuk Nona kecil Ketty, kalau butuh, Saya punya orang, dia sudah Yatim-piatu, dan baru berumur 18 tahun, kedua almarhum orangtuanya adalah teman akrab saya dengan suami saya, kasihan dia belum ada pekerjaan", ucap Bu Likha.
" Apa orangnya memiliki sifat seperti Yati yang tulus menyayangi anak-anak", ucap Dewi.
" Saya jamin dia bisa mengurus dan merawat Nona Kecil Ketty", ucap Bu Likha.
" Ya sudah nanti kita bicarakan dengan adik-adik ku, Bu Likha tahu sendiri rahasia keluarga kita, takutnya nanti kita salah ambil orang, tapi kalau adikku Ranti mengatakan bisa, berarti dia tahu siapa orang itu", ucap Dewi yang takut salah memasukkan orang untuk bekerja dan tinggal bersama mereka.
" Baik Nona Muda, tapi tolong ya Nona Muda, kasihan dia harus membiayai adiknya yang masih Sekolah dan neneknya", ucap Bu Likha.
" Sekarang suruh mang Dul untuk menjemputnya, biar nanti saya bicarakan dengan adik-adik saya, dan agar mereka bisa melihatnya", ucap Dewi.
" Percayalah, jika mereka setuju, saya akan membantunya, lagian kayaknya Ketty sudah harus ada pengasuh yang menunggunya di sekolah", ucap Dewi sambil menatap Bu Likha.
" Terimakasih Nona Muda", balas Bu Likha.
" Ambil ini untuk uang jalan Mang Dul, dan jika memang adikku tidak menerimanya, tetap akan saya bantu, minimal gadis itu bisa membuka usaha sendiri", ucap Dewi.
" Baik Nona Muda, saya akan langsung meminta suami saya agar ke kampung halaman kami untuk menjemputnya.
Bu Likha memang tidak mau sembarangan mengambil orang, di kampung mereka, banyak yang meminta pekerjaan kepada Bu Likha, karena mereka melihat kehidupan Dewi, Marni dan Yati serta tentunya kehidupan Bu Likha sendiri yang berubah menjadi orang yang sangat kaya di kampungnya.
Di lain posisi, kini iring-iringan mobil Ranti dan seluruh saudaranya tiba di Kompleks Sekolah Dasar Bintang Timur.
Para orangtua murid siswa yang lain terpana melihat 5 mobil Mercedes Benz GLE Class parkir di tempat khusus, yang diarahkan oleh Security.
Tak lama kemudian, datang Sinyo dengan menggunakan mobil Toyota Corolla Cross, dia di antar oleh suami Pengasuhnya. Sinyo sendiri mendapatkan uang banyak dari pemberian Ranti, dan juga dia memiliki Toko sendiri yang di kelola oleh 2 mantan pelayannya, mereka sangat menyayangi Sinyo, makanya mereka menjalankan Toko Sinyo dengan penuh keikhlasan, karyawan yang lain juga bekerja dengan baik.
Apalagi para pelayan dan pengasuh Sinyo semuanya telah di berikan uang oleh Ranti dan juga SIM ajaib, kedua Pelayan Sinyo juga ambil kuliah sore, agar masa depan mereka lebih terjamin.
" Arman, Salma apa kabar kalian berdua", tanya Sinyo.
" Kami seperti yang kamu lihat", jawab Armando.
" Maaf kakak-kakak semuanya, Sinyo terlalu kangen dengan Armando dan Salma sampai mengabaikan kakak semuanya, ucap Sinyo sambil mencium tangan Ranti dan saudara-saudaranya.
" Tidak apa-apa dek, bagiamana dengan toko kamu, apa kamu senang dengan pemberian kakak? tanya Ranti.
" Sangat senang kak, makanya selama liburan Sinyo lebih banyak di toko membantu kedua kakakku, terimakasih kak, kami berjanji akan terus berusaha memajukan Toko pemberian kakak", ucap Sinyo.
" Pak tolong jaga Sinyo dengan baik", ucap Ranti.
" Pasti Nona Muda, saya dan istri saya sudah Tua dan tidak memiliki anak, Nak Sinyo sudah kami anggap sebagai anak kami, kami bersyukur di masa tua, kami bisa memiliki anak sebaik Sinyo", ucap Pria 45 tahun yang setia mengantar Sinyo kemanapun dia mau.
" Saya senang mendengarnya, percayalah kamu juga akan senantiasa membantu Sinyo hingga dia mandiri", ucap Mercy.
" Terimakasih Nona Muda, istriku sangat menyayanginya, makanya saya tambah semangat, secapek apapun kami, pasti terhibur saat melihat Sinyo sudah berada dirumah dan bercengkrama dengan kami, apalagi kedua kakak angkatnya juga sangat memanjakannya, kini kami sudah melewati masa sulit, dan itu semua berkat Nona Muda dan Tuan Muda semua", ucap Orang yang sudah dianggap Sinyo sebagai orangtuanya.
" Sama-sama Pak", ucap Friska.
" Halo Salma, kak Armando dan juga kak Sinyo", sapa Mora.
" Dan yang spesial untuk seluruh Kakak-kakak cantik dan juga ganteng", sapa Mora kepada Ranti dan saudara-saudaranya sambil mencium tangan.
Mora sendiri di antar ayahnya menggunakan mobil Toyota Raize, Ranti sudah memerintahkan agar jangan lagi mengantar Mora dengan motor.
Ayahnya Mora ikut nimbrung berbicara dengan Ranti dan saudara-saudaranya, walau dia menggunakan seragam Security.
Saat sedang asyik ngobrol, akhirnya Terdengar bel sekolah, dan pengumuman bahwa upacara bendera akan segera dimulai.
Selesai upacara, seluruh siswa masuk kelas, dan seperti biasa, Mora dan Salma tetap satu kelas, Armando, Sinyo, Milkha, Anggi dan Ray juga sekelas, para guru tidak ada yang berani memisahkan mereka, walaupun tidak pesanan dari Ranti, tetapi mereka melihat situasi dengan baik.
" Halo Arman, halo kak Ranti", sapa Milkha yang juga mencium tangan Ranti dan saudara-saudaranya.
" kalian sekelas lagi ya", tanya Ranti.
" Ia kak, kan kita temenan, Ucap Anggi.
" Ya sudah nanti kalian jangan lupa, kalau senggang mainlah kerumah kamu", ucap Ranti.
" Ia kak, kami memang berencana mau kerumah Arman hari Sabtu nanti", ucap Anggi.
Para orangtua dari Milkha, Anggi dan Ray sudah terlihat raut wajah gugup.
" Jangan tegang bapak dan semuanya", ucap Ranti membuyarkan kegugupan para orangtua temannya Armando.
" Eh maaf Nona Muda, kami tidak enak jika anak-anak kami nanti datang kerumah Nona Muda dan membuat rumah anda berantakan", ucap ibunya Milkha.
" Selama ini mereka kalau kerumah sangat sopan, jadi tolong jangan melarang mereka bermain di rumah saya", ucap Ranti.
Didalam kelas sendiri, Armando mencari Meichan Limenda, karena tidak ada, Armando bertanya pada Milkha dan Anggi.
" Arman, Meichan Limenda berada di kelas F, tolong dong pindahkan dia kesini, walaupun dia jarang-jarang jalan dengan kita, tapi dia juga sangat baik", ucap Milkha dan Anggi.
" Ia nanti saya ngomong sama kakakku dan ibu Kepsek Indarwati.
" Kakak, tolong pindahkan Meichan Limenda agar sekelas dengan Armando, apalagi disini ada 2 kursi kosong", ucap Armando lewat telepati.
" Baik sekarang juga kakak suruh Bu Indarwati mengantar Meichan Limenda ke kekelasmu.
" Terimakasih Kak", ucap Armando.
Ranti dengan segera menelpon Bu Kepsek Indarwati, dan memintanya agar memindahkan Meichan Limenda ke kelas Armando.
" Nona Muda, bagiamana dengan hasil kerja kami, apakah masih perlu di tingkatkan atau bagiamana", tanya ayahnya Milkha.
" Itu sudah sangat baik, tinggal perawatan saja, jadi kedepannya saya ingin seluruh jaringan pipa air, pipa gas dan jaringan listrik perusahaan kalian yang merawatnya, termasuk jika ada warga yang akan melakukan pemasangan baru", ucap Ranti.
Mendengar itu, mereka semua sontak terkejut, dan bahagia mendengarnya.
" Baik Nona Muda, kami akan membentuk divisi perawatan, dan akan kami buatkan jadwal rutin", ucap Ayahnya Anggi.
" Harus itu, saya tidak mau ada lampu PJU berhari-hari mati tidak di ganti, begitu juga Air dan gas, semuanya harus tindak lanjuti dengan segera, jadi buat unit cepat tanggap", ucap Ranti.
" Baik Nona Muda, berikan kami waktu paling lambat untuk membentuk Tim tersebut, dan akan merekrut orang untuk bisa mengontrolnya 24 jam", ucap mereka.
" Oke, saya tunggu proposalnya, dan jika oke, saya akan pinjamkan tanah 1 hektar untuk kalian dirikan Posko, dan juga saya ingin kalian merekrut orang dan melatihnya menjadi unit khusus untuk penanganan kebakaran", Tegas Ranti.
" Baik Nona Muda, segera kami siapkan, dan kami juga menawarkan sistem alarm saat terjadinya kebakaran", ujar mereka.
" Silahkan ajukan, dan juga sekarang, kalian buat pipa air khusus untuk Taman dan juga untuk persiapan jika ada kebakaran", perintah Ranti.
" Baik Nona Muda, terimakasih sudah mempercayakannya kepada perusahaan kami", ucap Ayahnya Ray.
" Sama-sama, selama kalian bekerja dengan standardisasi yang bagus dan akhlak yang juga baik, kenapa harus cari orang lain", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, kami bersyukur di berikan proyek sebesar ini, kepada suami- Suami kami, kami juga paham dengan aturan Nona Muda, dan ternyata saat di jalani terasa nikmat, terimakasih Nona Muda, kami bukan hanya anda berikan pekerjaan tapi juga perubahan moral dan gaya hidup kami", ucap ibunya Anggi.
" Sama-sama Bu", ucap Ranti singkat.
" Maaf bapak ibu, kami pamit dulu, mau ke kompleks TK, keponakan kami hari ini, juga adalah hari pertama dia masuk sekolah", ucap Ranti.
" Ia Bu, namanya Ketty Angelina Djatmiko", jawab Ranti.
" Baik kalau begitu", ucap mereka sambil menundukkan kepala pertanda hormat.
" Dek Keponakan kita sudah 15 menit lagi sampai, ayo kita segera ke TK", ucap Darel.
Mereka pun langsung menuju ke kompleks TK yang di pisahkan oleh tembok dan ada pagar kecil di samping gedung SD.
Sementara di rumah dalang pembakaran Toko Sembako Pak Ryan sedang uring-uringan, saat pagi jam 6, karyawannya melaporkan bahwa toko telah kosong, begitu juga laporan kepala gudang dan supir mobil box, bahwa gudang telah kosong dan 3 unit mobil box telah rusak sangat berat di bagian mesin.
Dan ketika dia membuka brankas untuk mengambil uang yang akan di setor ke bank, ternyata sudah kosong, uang 5 milyar miliknya juga hilang, dan anehnya di rekaman CCTV tidak terlihat adanya orang masuk, juga pintu brankas tidak ada kerusakan, istrinya sendiri sedang berada di kampung merawat adiknya yang baru melahirkan, sedangkan kedua anaknya berada disana juga bersama Istrinya karena masih libur kuliah.
Ranti yang melihat laporan dari Aplikasi Mata Dewa hanya tersenyum-senyum.
Aplikasi Mata Dewa juga melaporkan bahwa mulai hari ini, kehancuran perusahaan-perusahaan milik para mafia pemalsu Uang akan di mulai.
" Terimakasih laporannya", balas Ranti.
Tak lama kemudian mobil Aston Martin Vanquish milik Dewi tiba di pelataran parkir Kompleks TK, dan dari dalam mobil dia melihat seluruh adiknya sudah menunggu dia dan Ketty.
Ketty dengan semangat sambil melompat-lompat kecil dengan tangan tangannya menggenggam tangan Dewi mendekati Ranti dan yang lainnya.
" Wow, cantiknya Keponakannya uncle ini", ucap Darel.
" Ia dong, Ketty kan keponakan Uncle dan Aunty yang cantik dan imut", ucap Ketty sambil berpose seimut mungkin.
" Hahahaha, gitu dong sayang, Aunty bangga memiliki keponakan yang cantik dan juga pintar, makanya aunty kembar datang dari Jogjakarta, hanya untuk mengantar kamu ke sekolah di hari Pertema", ucap Renata.
Ketty mundur selangkah dan membungkuk dan mengucapkan terimakasih kepada Uncle dan aunty yang sangat menyayanginya.
" Belajar baik-baik ya sayang, kami sangat berharap Ketty bisa pintar dan kedepannya bisa membantu adik-adikmu, apalagi sekarang Ketty sudah punya adik perempuan Rosemary atau Rory.
" Ia Aunty kembar", jawab Ketty.
Setelah Ketty masuk kelas, Ranti meminta Yati agar menunggu Ketty di lobby.
Mereka semua menuju kantin dan mengobrol disana.
" Dek, tadi Bu Likha menawarkan pengasuh buat Ketty", ucap Dewi.
" Terserah kakak, dari dulu kami juga sudah mengusulkannya, tapi kakak selalu menolaknya, jadi kami tidak memaksa kakak lagi", ucap Mercy.
" Kakak pikir-pikir, saat ini Ketty sudah mulai sekolah, nanti dia bagaimana kalau kakak kerja dan dia butuh sesuatu", ucap Dewi.
" Tadi kakak sudah minta Mang Dul untuk menjemput orang yang di tawarkan oleh Bu Likha, katanya gadis berumur 18 tahun, sudah yatim Piatu dan mengurus adiknya yang masih sekolah dan juga neneknya", lanjut Dewi.
" Kita tunggu saja di rumah, paling lambat besok pagi, baru Mang Dul kembali dari kampungnya di Situbondo", ucap Friska.
" Kak Dewi, siapa tahu gadis ini bisa membantu kak Dewi merawat Ketty", ucap Ranti.
" Terimakasih ya Dek", ucap Dewi.
" Sama-sama kak, yang penting Ketty saat di sekolah tidak sendirian", ucap Ranti.
" Ia dek", jawab Dewi.
Sementara itu di ruang kelas Ketty, gurunya sedang mengadakan sesi perkenalan, guru itu juga tidak tahu status Ketty.
" Nama saya Ketty Angelina Djatmiko", jawab Ketty saat di tanya gurunya.
Gurunya terkejut, mendengar jawaban Ketty yang lugas dan lengkap.
" Ketty tinggal bersama siapa? lanjut guru itu.
" Saya tinggal bersama Bunda dan juga bibi- bibi saya serta Paman saya", lanjut Ketty menjawab.
" Maaf, ayahmu dimana? lanjut juga guru itu bertanya.
" Ayahku sudah meninggal", jawab Ketty singkat.
" Apa pekerjaan ibumu? tanya guru itu.
" Ibuku, bekerja di Kantor Pakuwon Group", jawab Ketty tanpa memberitahukan jabatan Dewi.
" Baiklah, sekarang kita mulai belajarnya.
Terlihat Ketty sangat senang, walau pelajaran yang di berikan gurunya sudah dia mengerti tapi Ketty tetap mengikutinya dengan baik.
" Ketty, apakah sudah bisa menyebutkan nama benda-benda ini", ucap guru itu sambil menunjukkan media gambar kepada murid-murid di kelas itu.
" Sudah Bu guru", jawab Ketty dan langsung menyebutkan nama-nama Benda yang di perlihatkan guru itu.
Jika Ketty sedang asik belajar, sedangkan Dewi dan adik-adiknya sedang menikmati makanan mereka di kantin sambil menunggu Ketty, mereka sudah berjanji akan mengantar dan menunggu Ketty hingga pulang sekolah.
Sementara di Toko Sembako yang di jarah Ranti, terlihat beberapa petugas Kepolisian yang sedang melakukan olah TKP, tapi sayangnya mereka tidak menemukan petunjuk, bahkan rekanan CCTV tetangga juga sudah di periksa, tapi hasilnya nihil.
Polisi saja kebingungan dengan kasus perampokan Toko Sembako itu.
Untuk pak Ryan sendiri, saat ini sementara melakukan negosiasi dengan pemilik ruko 4 Unit dan akhirnya mereka sepakat dengan harganya, Pak Ryan sangat senang, dan berjanji akan melunasinya sore hari, setelah dia memberikan uang DP.
Di tempat lain, tepatnya di Situbondo, Mang Dul baru saja tiba di rumah Gadis yang akan di jadikan pengasuh untuk Ketty.
Nama Gadis itu adalah Nana, kedua orangtuanya meninggal karena Covid 19, yang merebak di Jakarta, setelah kematian kedua orangtuanya, Nana dan adiknya pulang kampung, dan tunggal bersama dengan neneknya, dan saat ini dia bekerja di toko kelontong, namun karena persaingan yang tidak sehat, akhirnya dia dia pecat karena di fitnah oleh teman kerjanya.
" Selamat pagi Bu", sapa Mang Dul.
" Pagi juga Dul, ada keperluan apa? tanya neneknya Nana.
" Nana kemana, saya ada perlu dengan Nana", ucap Mang Dul.
" Dia lagi menjemur pakaian, sebentar ibu panggilkan.
Tak lama kemudian, Nana datang menemui Mang Dul.
" Ada apa Mang Dul? tanya Nana.
" Saya dari Surabaya kesini, ingin menawarkan kamu pekerjaan, sebagai pengasuh anak salah satu majikan Mang Dul, anaknya baru berumur 4 tahun dan hari ini mulai masuk TK B, ucap Mang Dul dan menjelaskan semuanya.
" Mang Dul tidak bercanda kan, Nana sangat ingin bekerja, agar adik dan nenek bisa hidup lebih layak", ucap Nana.
" Apalagi keluarga Ayahku tidak ada yang peduli dengan kami", ucap Nana.
" Mang Dul serius, hanya Mang Dul minta, kamu bekerja dengan rajin dan tulus merawat Nona Kecil Ketty, percayalah semakin tulus kamu bekerja, pasti hidupmu dan adikmu serta nenekmu akan senang", ucap Mang Dul.
" Kamu lihatlah Yati, dia saat ini, bekerja sebagai pengasuh Tuan Muda Armando dan Nona Muda Salma, kamu lihat kehidupannya sekarang, bisa dikatakan dia sudah sangat mapan dan bahkan sore hari dia bebas untuk kuliah", ucap Mang Dul.
" Maaf Mang Dul, kalau boleh tahu berapa gajinya? tanya Nana.
" Standard UMK Surabaya, sekitar 4,5 juta", ucap Mang Dul.
" Besar sekali itu Mang Dul, tapi sebelum berangkat bisakah Nana pinjam uang Mang Dul untuk saya tinggalkan buat nenek dan adik saya, ucap Nana.
" Bisa, sekarang kamu berkemas, Mang Dul mau ke kelurahan dulu sejam lagi kita berangkat, agar sore hari kita sudah tiba di Surabaya.