
Disebuah gedung yang megah, tepat nya di Kantor Pusat Megamas Multifinance, sedang di adakan rapat pemegang saham, yang rencananya adalah rapat mengenai pembagian dividen.
Namun rencana dan kenyataan jadi berbeda, karena para pemegang saham bukan hanya berbicara dividen, melainkan mereka ingin menarik saham mereka di perusahaan itu.
Ranti yang mendapatkan notifikasi dari aplikasi Mata Dewa, hanya senyum-senyum saja.
Marlon memohon agar para pemegang saham untuk menunda penarikan saham mereka, namun tidak ada yang mau menunda.
Berbagai alasan Marlon membujuk para pemegang saham namun tidak mempan.
Ranti mengirim pesan lewat aplikasi Mata Dewa
" Apakah anda butuh dana, jika anda butuh maka aku akan membeli perusahaan anda, saya kasih harga lumayan bagus, pesan Ranti.
" Kamu siapa, berani-beraninya menawar perusahaan saya", balas pesan dari Marlon
" Oh oke, silahkan selamatkan perusahaan anda", balas Ranti
" Mau sampai kapan anda menyuruh kamu menunda penarikan saham kami, kata seorang pria paruh bayah, yang memiliki 20% Saham
Rapat kita tunda hingga Minggu depan, kata Marlon.
" Baik, kami tunggu Minggu depan, jika tidak ada kejelasan, Kami bawa ke jalur hukum.
Setelah Rapat bubar, Marlon berusaha menelpon kawan-kawannya, namun tak ada yang membantu, dia teringat omongan Rendi,
" Bro, hanya saya yang tulus berteman denganmu, tapi ini balasan kamu" , sepenggal kalimat Rendi, sebelum Marlon memutuskan pertemanan mereka.
Berita akan kericuhan di Megamas Multifinance, sampai ke telinga Rendi, namun Rendi tidak peduli.
" Rendi, katanya bos kamu sangat kuat modalnya, bantulah si Marlon, kata salah seorang teman kuliah Rendi dan Marlon
" Bagaimana aku bisa bantu, dia sendiri, hari Sabtu sudah mengancam akan menghancurkan perusahaan yang baru di resmikan dan menantang bos aku, kata Rendi
" Hahahaha, ternyata kesombongannya tidak berubah dari dulu", kata teman mereka
" Biarkan saja, toh aku yang paling dekat dengan dia saja di buang apalagi kalian, kalau saat ini dia cari kalian, itu karena dia lagi terpuruk kayak dulu, jika dia bangkit, pasti kalian di tendangnya, kata Rendi
" Bisa jadi gelandangan dia itu", kata temannya lagi
" Sudah tak ada urusannya denganku, lagian mustahil dia mau mencari ku, kata Rendi
" Ya sudahlah, itu urusan dia dan karma nya, kata teman Rendi
" Benar sekali, oke nanti kita lanjutkan, kata Ranti sambil menutup telpon.
Baru saja menutup telponnya, Ranti menelpon Rendi
" Ya Nona Muda, ada yang bisa ku bantu?, tanya Rendi
" kamu sudah lihat berita Perusahaan Pembiayaan Megamas Multifinance, tanya Ranti
" Sudah Nona, apa Nona berminat dengan perusahaan itu, tanya Rendi
" Kalau harganya murah, aku mau, kata Ranti
" Nilainya 5 triliun Nona, aset dia paling mahal, 3 gedung, Kantor pusat, cabang Bali dan cabang Jawa tengah, selebihnya hanya Ruko, dan sebagian hanya dia sewa.
" Berapa hutangnya", tanya Ranti
" Lumayan, kalau Nona berminat silahkan saja, nasabahnya dia sudah lumayan, kata Rendi
" Kalau dia mau jual, tawar saja 2,5 triliun, itu cukup untuk dia bayar hutang dan mengembalikan saham-saham orang lain, kaya Ranti
" Itu namanya di obral Nona, kata Rendi
" Harus begitu, Manusia seperti itu, tidak boleh dihadapi dengan lembut, kata Ranti.
" Baik Nona Muda, biarkan saja dulu, di Surabaya tidak akan ada yang sanggup membelinya, apalagi situasi masih belum terlalu baik, kata Rendi
" Tarik ulur saja, kata Ranti
" Siap, balas Rendi singkat.
Kembali ke sekolah
" Salma sekarang masuk kelas dan belajar ya, kata Ranti
" Ia Kak, terimakasih, kata Salma
" Senyum dong, pinta Ranti
" Ia kak, cup... cup, Salma mencium semua kakaknya.
" Yati terimakasih ya, kamu ternyata hebat, kata Ranti
" Sama-sama Nona, saya antar tuan kecil dan Nona Kecil kelasnya, jawab Yati dan beranjak dari kantin
Mereka pun bubar dari kantin, Ranti dan keempat kakaknya kembali ke kompleks SMA, Dewi langsung ke dealer diantar pak Jumono dan Bu Likha.
" Pak Jumono, nanti langsung antar Bu Likha dan kembali ke sekolah, kata Dewi
" Baik Non Dewi, jawab pak Jumono
Ketika Ranti memasuki ruang kelas, ternyata jam kosong, dia langsung duduk dan mengobrol dengan Tiara
Namun mereka berdua terganggu dengan, obrolan duo bucin Hilman dan Aldi,
" Sayang nanti pulang sekolah kita mall ya, kata Hilman
" iya, sabar ya, kata Aldi sambil mencubit pipi Hilman
" Dasar homo, umpat Tiara
Tak terasa hari pertama sekolah di Tahun Baru sudah selesai, Ranti fan Tiara kini sudah berada di gerbang sekolah.
Tak lama kemudian sopir Tiara datang, dan membawa oleh-oleh yang Tiara beli untuk Ranti
" Ranti ini dia oleh-oleh yang ku belikan untukmu, kata Tiara sambil memberikan beberapa paper bag.
" Hehehehe, itu untuk saudaramu, yang ini baru benar untukmu, kata Tiara
" WOW boneka Lobster dan king crab, terimakasih Tiara, ucap Ranti bahagia
" Aku tahu kamu senang dengan Lobster dan Kepiting, jadi aku pikir belikan kamu ini saja, kata Tiara
" Kamu memang sahabat terbaikku, aku sekarang punya Lobster dan Kepiting yang sangat besar, hahahaahah, ucap Ranti sambil memeluk bonekanya
" Aku duluan ya, soalnya ayah memintaku membantunya di kantor, kata Tiara
" Baiklah, aku juga sudah di jemput sama Mang Dul, ucap Ranti
Sementara Ranti dan saudaranya dalam perjalanan, di Gedung Perkantoran Megamas Multifinance, sudah banyak karyawan yang resah, takut karena perusahaan tempat mereka bekerja lagi bergoncang.
Marlon yang sudah kehabisan akal akhirnya menghubungi Ranti lewat pesan.
" Kalau kamu berniat ingin membeli perusahaan saya, baiklah saya akan menjualnya seharga 5 triliun, pesan Marlon
Aplikasi Mata Dewa yang memfilter pesan itu tanpa disadari oleh Marlon
Ranti yang mendapat pesan itu, langsung membalasnya
" Aku ingin membelinya seharga 2,5 triliun, dan saya ingin semua hutang itu beres, saya tidak ingin menanggung hutang perusahaan kamu, balas Ranti.
Marlon yang membacanya langsung pucat, hutang bank saja sudah 1,5 triliun, belum membayar seluruh saham 45 %, jika semua aku bayar, berarti aku tinggal memiliki uang 100 milyar, tapi jika tidak setuju, Minggu depan aku pasti lebih hancur, batin Marlon.
" Bisakah di naikin sedikit lagi, pesan Marlon
" Tidak, harganya sudah segitu yang aku mau, jika kamu tidak mau menjualnya terserah kamu, balas Ranti
" Beri saya waktu 3 hari untuk berpikir, balas Marlon
Ranti mulai menunjukkan kelasnya sebagai pebisnis yang ulung dan kejam, namun tentunya hanya kepada yang berbuat salah kepadanya dan juga memiliki kasus-kasus yang lain.
Bagi Ranti orang seperti Marlon tidak pantas memiliki kekayaan, karena dengan kekayaan dia akan menindas semua orang, itu alasan Ranti menekan Marlon.
" Kalau begitu, besok pagi saya kabarkan, balas Marlon
" Saya tunggu hingga jam 8 malam, karena saya banyak urusan, terimakasih.
Tak terasa, mobil Alphard itu sudah memasuki kompleks perumahan Ranti.
Mereka semua di sambut oleh Bu Likha dan dua bocah Armando dan Salma.
" Wah, adik kesayangannya kakak sedang menunggu kami pulang ya, kata Friska
" Ia dong, kata mereka berdua, sambil memberikan surat yang bertuliskan Yayasan Bintang Timur.
" Siapa yang memberikan surat ini, tanya Darel ke Armando
" Ibu kepala sekolah, kata Armando
" Terimakasih ya, kata Darel.
" Ayo kita masuk, kakak sudah lapar, kata Ranti sambil menggendong Salma.
" Gak malu, sudah besar masih gendong, ledek Mercy
" Hehehehe biarin, atau kak Mercy ingin menggendongku, balas Salma
" Hahahaha, ya udah ayo kita masuk dan makan siang, kata Mercy
Mereka semua masuk kamar masing-masing dan berganti pakaian, kemudian ke meja makan.
Sebelum makan, Darel membacakan surat dari sekolah Armando dan Salma, yang intinya permohonan maaf dan kedua guru itu sedang di proses di bagian kode etik, mereka memohon agar kedua guru itu, jangan pecat tapi mereka akan memindahkan ke Daerah Malang.
" Selama tidak berada di sekolah Armando dan Salma, biarkan saja kata Ranti
" Baiklah saya akan menghubungi ibu Kepala sekolah, dan mengatakan silahkan pindahkan ke dua guru itu ke lain tempat di luar Surabaya.
" Salma, gurunya sudah tidak lagi di sekolah Salma, jadi jangan takut lagi ya, kata Rindu
" Ia kak, tadi ada Bu guru, yang sangat cantik, kata teman-teman, ibu guru itu sangat baik dan juga suka menolong orang, dia juga kalau sore suka mengajar les pelajaran dan musik, kata Salma
" Apa Salma ingin les pelajaran dan musik dengan guru itu, tanya Ranti
" Kalau kak Armando mau ikut, Salma juga mau, katanya les musik di adakan seminggu 2 kali, bisa di rumah sendiri atau ke ruko ini, kata Salma sambil menyerahkan brosur.
" Baiklah, Salma mau belajar musik apa, tanya Ranti
" Aku ingin belajar piano dan biola, kata Salma
" Juga mau kak, aku ingin belajar main gitar dan juga piano, kata Armando menyela.
" Besok cari gurunya, dan kasih tau kalau kakak ingin bertemu, kata Dewi langsung mengeksekusi.
" Terimakasih kak Dewi, kata Ranti
" Untuk apa terimakasih, mereka juga adikku, kalian semua fokus di sekolah, biar kedua adik Armando dan Salma, kakak yang urus, kata Dewi
" Baiklah kalau begitu, tapi jangan pakai uang kak Dewi, saya akan marah, kata Ranti
" Baiklah, nanti berapa bayarannya, kak Dewi kasih tau kamu, ucap Dewi.
" Kak Dewi, tanya gurunya, kalau dia belum punya murid, tolong jangan terima murid lain, biar mengajar hanya untuk Salma dan Armando saja, baik musik maupun pelajaran, kata Darel.
" Benar juga, nanti kalau sudah 3 atau 4 bulan baru mereka belajar bersama murid yang lain, ucap Mercy.
" Selesai makan, kita ke Mall Galaxy, beli biola, gitar dan piano serta keyboard, kata Ranti
" Ada baiknya telpon gurunya sekarang, dan ajak ketemuan di Mall Galaxy, biar dia bantu kita memilih alat-alat musik bagaimana, ucap Rindu
" Benar juga, kak Dewi tolong telpon gurunya itu, bilang kita jumpa di restoran seafood yang biasa kita datangi, kata Ranti.
Orang kalau punya uang semua gampang, jam ini kepikiran langsung eksekusi, batin Bu Likha yang mendengar omongan majikannya
" Halo selamat siang, maaf dengan siapa saya berbicara, kata guru les itu.
" Siang juga, perkenalkan Nama saya Dewi, kakak dari murid anda Salma Putri, siswi baru kelas 2, kata Dewi
" Maaf mba Dewi, saya Nayla, guru mata pelajaran kesenian, di SD Bintang Timur, ada yang bisa saya bantu, ucap Nayla si guru les
" Saya baca brosur kalau anda, mengajar musik juga di sekolah musik, juga suka memberikan les privat pelajaran sekolah, kata Dewi
" Benar Mba, biasa buat tambahan biaya Dapur, kata Nayla.
" Salma dan kakaknya Armando ingin belajar piano, biola dan gitar, apakah Bu Nayla bisa mengajarkan itu semua kepada mereka berdua ?
" Kalau Piano dan Biola saya bisa mengajarkan hingga tingkat mahir, tapi kalau gitar klasik saya hanya bisa dasarnya dan menengah, untuk selebihnya bisa dengan senior saya, gurunya juga laki-laki, kata Nayla
" Baiklah, bagaimana hari ini kita ketemuan di Mall Galaxy di restoran seafood di lantai dasar, kami ingin membeli alat-alat musik dan mohon bantuan Bu Nayla, bagaimana ? kata Dewi
" Boleh Mba, kebetulan saya tidak punya kelas jadi saya bisa, jam berapa kita bertemunya
" Satu jam dari sekarang, bagaimana, balas Dewi
" Baiklah, saya berangkat sekarang kesana, kata Nayla.
Selesai berbincang dengan Nayla, mereka semua meninggalkan meja makan dan ke kamar untuk berganti pakaian.
Mereka berangkat dengan menggunakan mobil Alphard dan langsung menuju ke Mall Galaxy.
Hanya membutuhkan 40 menit mereka sudah sampai di restoran seafood, dan sambil menunggu, Ranti memesan camilan
Dini yang melihat Ranti, langsung mendekat dan menyapa
" Halo Nona Ranti apa kabarnya, sapa Dini
" Baik-baik saja, kamu sendiri bagaimana, tanya Ranti
" Aku juga baik-baik saja, kata Dini
Selesai berbasa-basi dengan Dini, Ranti melihat ada seorang ibu muda bersama seorang Anak laki-laki yang masih kecil di gendongan nya.
Dewi berdiri bersama Salma dan mendekat ke ibu muda itu yang ternyata adalah Nayla.
" Selamat siang Bu Nayla, saya Dewi dan ini Salma, kata Dewi
" Saya Nayla, dan ini Putra saya, Rinaldi, kata Nayla
" silahkan Duduk dan silahkan pesan sesuai selera ibu Nayla, kata Dewi
" Panggil Nayla saja, umur saya baru 22 tahun, kata Nayla
" Oh ia Nayla, mereka adalah adik-adik saya, dan mereka semua sekolah di SMA Bintang Timur, yang laki-laki ganteng itu, namanya Darel, dan para gadis cantik itu, Mercy, Friska, Rindu dan Ranti, sedangkan yang laki-laki kecil ini, adalah Armando kelas 3 SD Bintang Timur juga, kata Dewi
" Salam kenal semuanya, saya Nayla dan ini anak saya namanya Rinaldi umur 2 tahun, kata Nayla.
Selesai acara basa basi dan menikmati ragam cemilan, mereka langsung menuju ke toko musik, sengaja Nayla membawa ke toko musik langganan nya, Nayla mendapatkan komisi juga setiap ada pelanggan yang dia antar ke toko itu.
" Halo Nayla, apa mereka yang tadi kamu WA ke saya, tanya pemilik toko dengan sangat ramah
" Benar kak, kalau jadi mereka mau beli, Piano, keyboard, biola dan Gitar Akustik, jadi tolong rekomendasikan barang-barang yang bagus, kata Nayla.
" Selamat datang di Toko alat musik Duta Melodi, perkenalkan nama saya Irma, dan silahkan melihat- lihat, jika ada yang ingin ditanyakan silahkan, kata Irma pemilik Toko
Mereka mengelilingi toko dan melihat- lihat, sambil Nayla menjelaskan kualitas dari alat-alat musik yang mereka lihat.
Hampir 30 menit mereka melihat dan mendengarkan penjelasan dari Nayla, akhirnya mereka memutuskan untuk segera memilih yang mereka mau.