
" Kamu tenang saja, Sebentar lagi kamu bisa menyetir mobil, percayalah", ucap Ranti
Brenda tidak berkomentar lagi, dia berusaha tenang dan percaya akan omongan Ranti.
" Kamu tunggu disini, saya akan bayar semua biaya kamu disini dan malam ini juga kita harus keluar dari sini", Ranti dan beranjak ke administrasi.
" Maaf Nona, berapa biaya yang harus di bayar oleh pasien atas nama Brenda Mateos", tanya Ranti.
" Pasien disini sudah 6 hari, dan melahirkan 2 yang lalu, secara Normal, jadi total semuanya 12 juta, tapi saat datang sudah membayar 3 juta, jadi sisanya 9 juta", ucap pegawai itu.
" baiklah, transfer atau gesek? tanya Ranti.
" Keduanya boleh, ucap pegawai itu.
" Ranti memilih Transfer dan menunjukkan bukti transfer, dan ini buat kalian yang bertugas ucap Ranti sambil memberikan uang 2 juta.
Selesai dengan administrasinya, Ranti kembali ke ruangan Brenda, dan langsung mengajaknya pergi dari klinik itu, dan menuju arah Polres Minahasa Utara, dan maju sekitar 2 Km sudah ketemu Perumahan Griya Agape.
Rumah terlihat terang, halaman rumah terlihat seperti baru di rapikan.
Mereka turun dari mobil Ranti dan masuk ke dalam rumah, terlihat interior tertata rapi, dapur juga sangat bagus dan tentunya kulkas sudah terisi penuh,
Mereka beralih ke kamar, AC di nyalakan dan ketika Brenda membuka lemari, terlihat hamparan baju yang memenuhi lemari itu.
Ke kamar sebelah terdapat lemari pakaian untuk si bayi Junior Mateos.
Kasur yang empuk semuanya tertata dengan sangat baik.
" Nona Ranti apa benar semua ini milikku, ucap Brenda.
" Ini semua atas nama kamu, nikmati saja dengan baik, dan tanah kosong di belakang, silahkan kalau kamu mau Renovasi masih cukup luas, semuanya sudah di paving blok agar mengurangi rumput, tempat cucian dan menjemur sudah komplit.
Rumah dua lantai itu nampak mencolok saat semua lampu taman di hidupkan.
Persiapan listrik tenaga Surya juga sudah di pasang, agar jika mati lampu, si bayi tidak kepanasan, begitu juga dengan ruangannya tidak gelap gulita.
Brenda mengatur tempat tidur untuk bayinya, dan menemui Ranti di ruang tamu, yang juga di pasangin AC membuat Ranti tidak kepanasan.
' Brenda, seperti janji saya, ini Buku Rekening Deposito berisi 50 Milyar, setahun kamu bisa dapat bunga sekitar 1,1 milyar per tahun, dan jika kamu bagi 12 berarti tiap bulan sekitar 91 juta per bulan, jika kamu tidak boros, saya jamin, kamu bisa hidup sejahtera, kuliah beres, anak kamu juga hidup dengan asupan gizi yang baik, uang itu bisa seumur hidup menghidupi kamu, asal kamu mengelolanya dengan baik.
Intinya saya mau kamu hidup sederhana, apalagi kamu tidak ada pemasukan, belilah sesuai kebutuhan.
Dan ini ATM, untuk biaya hidup dan kuliah kamu, selesai kuliah, kamu bisa bekerja di perusahaan saya yang ada disini, isinya 10 Milyar, dan 1 lagi ini isinya 10 milyar juga, ini buat bayar listrik, air dan Internet, serta buat bensin juga gaji pengasuh.
Ini handphone, tablet, laptop dan jam tangan serta aksesoris lainnya.
Ini satu set perhiasan dari Emas, dan untuk anakmu, ada liontin dan gelang, teteskan darah anakmu saat ia berusia 1 tahun, nanti gelang tangan itu akan berubah menjadi cincin saat dia berusia 3 tahun, dan seumur hidup cincin itu akan bersamanya beserta liontin itu, ingat baik, jangan sampai lupa.
Sebelum aku pulang, ini SIM buat kamu, sekarang teteskan darahmu, di atas SIM itu, percayalah kamu bisa langsung menyetir mobil", ucap Ranti.
Brenda hanya bisa nurut, kemudian dia merasakan hangat di seluruh badannya.
" Bagaimana rasanya? tanya Ranti.
" Terasa saya sudah pandai menyetir mobil, memasak, menyanyi dan bermain musik, komputer, bisnis, Fasih baca, Tulis dan berbicara 10 bahasa asing ( inggris, Perancis, Rusia, Italia, Jerman, Belanda, Arab, Mandarin, Korea dan Jepang) juga Beladiri ", ucap Brenda.
" Baguslah, sekarang saya make over kamu, ucap Ranti.
Brenda tidak tahu kalau saat ini Ranti telah mengatur waktu 1 jam di dunia saat ini menjadi 3 jam di dalam rumah Brenda, waktunya hingga 6 pagi, agar nanti Brenda bisa istirahat yang cukup.
" Ayo ke kamar, nanti prosesnya, agak menyakitkan tapi kamu harus menahannya, hasilnya nanti kamu akan lebih Cantik, bahkan tidak terlihat seperti baru habis melahirkan, kualitas ASI kamu juga akan sangat baik, hingga anakmu akan sangat sehat, dan kamu akan bertambah tinggi, lumayan sekitar 5 cm, terakhir kotoran bekas melahirkan akan di bersihkan, begitu juga luka di organ intim kamu akan sembuh.
Sekarang buka bajumu tinggalkan ****** ***** dan berbaringlah, kemudian telan Pill ini", perintah Ranti.
Beberapa menit setelah Brenda menelan Pill itu, badannya mulai bergetar, dia mulai mengeratkan gigi dan akhirnya berteriak .
" Rose, tolong suruh Tim kamu agar menjemput ibunya kak Rindu, tolong bawa ke Surabaya, kerumah zaman Belanda, hari Minggu pagi saya akan mengembalikan ingatannya, dan mempertemukan dia dengan kak Rindu, Perintah Ranti.
" Baik Tuan, selama ini ada Tim yang mengawalnya dari jauh, hidup mereka sudah tim bantu sewajarnya, agar dia tidak merasa aneh, malam Minggu dia sudah Tiba di rumah Belanda.
Tak terasa proses awal Brenda sudah selesai dan saat ini dia sedang tertidur, dengan elemen api Ranti menghangatkan air di bathtub, padahal kamar mandi sudah ada pemanas Air.
Brenda sadar dan berbicara, " Nona Ranti ".
Ranti membantu Brenda saat berendam, serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh juga sudah di berikan, kini Ranti sedang menunggu Brenda yang sedang Mandi, dan tak lama kemudian, Brenda keluar yang sudah menggunakan piyama.
" Bagaimana rasanya? tanya Ranti.
" Kulit saya makin halus, badan tambah tinggi, kulit semua sudah kencang kembali, dan maaf organ intim saya sudah tidak terasa sakit apapun", ucap Brenda.
" Syukurlah, ini Juice buah buat kami, 1 tutup ini bisa kamu campur air putih segelas ukuran 300 ml, minum sehari sekali, persediaan ini, cukup buat setahun, nanti saat anakmu sudah belajar makan bubur, kamu telpon saya, nanti saya suruh orang untuk bawa makanan tambahan buat anakmu.
Besok jangan kemana-mana dulu sebelum mobil dan pengasuh anakmu datang kamu datang, jadikan pengasuh anakmu sebagai teman atau keluarga agar kamu tidak kesepian dan biar dia betah menemani kamu.
Terakhir ini uang cash 200 juta, sekarang semua Fasilitas sudah cukup lengkap, apa ada lagi yang kamu butuhkan, atau apakah kamu mau ada keinginan membuat Chanel YouTube untuk mengcover lagu dan unggah di YouTube
Kamu sudah mahir bermain musik, dan juga suara kamu juga sudah sangat bagus, Jika kamu mau, maka besok saya suruh orang untuk buat studio, musik dan memasak, semua kamu sudah Ahli, ucap Ranti.
" Saya mau Nona, katanya bisa dapat uang jika yang tonton banyak orang, ucap Brenda.
' Ia, dan bisa mendapatkan endors, belum lagi jika ada yang undang kamu nyanyi live di event perkawinan, jangan ragu jika kamu, ingin maju, lupakan masa lalu, dan teruslah maju demi Putramu, suatu saat mantan kamu akan sadar, tapi aku peringatkan jangan lagi berhubungan dengan pria bejad itu, kalau suatu saat dia ingin menjenguk anakmu, silahkan saja,tapi jangan lagi kamu berhubungan dengan dia", tegas Ranti.
" Ya sudah, kamu tunggu saja, seminggu dari sekarang studio kamu sudah selesai, nanti pokonya semua lengkap, termasuk ruangan untuk bayi kamu istirahat.
Ini sertifikat rumah ini, dan juga rumah yang akan jadikan studio, tapi saya larang kamu kesana, kalau belum selesai, jika melanggar, maka studio nya saya bongkar lagi", tegas Ranti.
" baik Nona saya akan menunggu saat disuruh kesana,
Oh ya Nona, saya ingin kuliah ambil Jurusan Teknik Informatika, ucap Brenda.
" Baguslah, kamu fungsikan saja salah satu kamar menjadi ruang belajar kamu, besok Sore orang saya akan datang membawa peralatan Komputer canggih agar kamu bisa belajar dengan baik,
Internet kamu nanti akan di tingkatkan menjadi 100 Mbps", ucap Ranti.
" Ya sudah sekarang aku mau pulang kamu juga istirahat, ambil ini sebagai hadiah terakhir, ini ada 500 tetes air murni, setiap malam sebelum kamu tidur, campurkan ke air mineral kamu, untuk berhemat, bisa kamu campur 2 tetes atau 2 botol kecil ini ke galon air mineral, dan ini yang paling terakhir, sekarang telan Pill ini, agar kamu bisa lebih pintar.
Setelah Brenda menelannya, badannya terasa hangat dan juga kepalanya, ada sedikit pusing, dan setelah 2 Menit, Brenda kembali normal.
" Luar biasa Nona Ranti, saya bisa dengan mudah memahami sesuatu, dan lebih tahu banyak hal", ucap Brenda.
" saya pamit dulu, mobil kamu, harganya 3 milyar dan juga Nmax jika kamu malas pakai Mobil", ucap Ranti, sambil di memasuki mobilnya.
" Terimakasih Nona Ranti, tolong jangan lupakan saya, jika ke Manado tolong mampir, dan ijinkan saya untuk kerumah nona di Surabaya", ucap Brenda.
" Saya tidak akan melupakan kamu, di handphone kamu ada Nomor telpon Maura Adelaide, rumahnya dekat sini, nanti saya kasih tau dia soal kamu", ucap Ranti dan Pergi meninggalkan rumah Brenda.
Tak berapa lama Ranti pergi, handphone Brenda mendapatkan notifikasi, bahwa besok juga orangnya akan membawa seluruh dokumen kependudukan, termasuk akta kelahiran Junior Mateos.
Karena jalan sudah sepi Ranti memasukkan mobilnya ke Cincin Semesta, dan dia terbang menuju hotel Sutan Raja di Watutumou.
Brenda dalam sekejap berubah, dia melihat bayinya yang tidur dengan tenang, tanpa Brenda ketahui, Rose sudah memberikan serum yang akan mencegah segala penyakit mematikan dan virus atau bakteri,
Hal ini akan membuat si bayi bisa tidur dengan nyaman.
Brenda ke gudang dia melihat, pempers begitu banyak, dan peralatan bayi lainnya, hingga peralatan Mandi, semuanya barang berkualitas tinggi, begitu juga dengan barang-barang milik Brenda.
Tak terasa, hari sudah Pagi, Ranti mengirim pesan ke Maura agar menjemputnya di hotel Sutan Raja Watutumou dan akan terlebih dahulu ke Rumah Bu Marice.
Jam 7 di Manado, jam 6 di Merak, Saat Aisyah mau kesekolah, dia di ledekin Bu Antara, apa kamu berani bawa mobil baru kamu ke Sekolah? pancing Bu Antara.
" Berani, hanya saja gak enak nanti di kira pamer, dapat parkiran khusus saja, Aisyah sudah gak enak dengan mobil yang yang 3 Milyar, apalagi mobil yang harganya 25 milyar, kalau yang Aston Martin Vanquish itu 11 milyar", ucap Aisyah.
" Bawa saja khusus hari ini ibu ijinkan, apalagi hari ini, hari terakhir kamu ujian semester", ucap Bu Antara.
" Nanti heboh lagi, kak Ranti nanti repot, nanti saja saat terima raport bagaimana bunda", ucap Aisyah.
" Padahal bunda ingin lihat kamu, pakai baju seragam bawa mobil baru itu, ucap Bu Antara.
" Baiklah, jangan sedih dong, sekalian pulang Sekolah Aisyah mau ke Kantor IDB, mau antar titipan kak Ranti, buat Paman Lomban", ucap Aisyah.
Diman hanya tersenyum melihat Aisyah yang sekarang lebih bahagia dan juga sudah sangat kaya, bagaimana tidak uang jajan dan biaya hidup tiap bulan 100 juta, hanya beda 50 juta dengan Robin.
Dan benar saja, saat Aisyah membuka pintu mobilnya, langsung menarik perhatian orang-orang yang ada di pelabuhan.
" Bibi, Aisyah di belikan mobil baru sama kakaknya? tanya Delia.
" Ia baru datang kemarin Siang, loh mana mobilmu, kenapa ke kampus naik motor? tanya Bu Antara.
" Hari ini, pulang jam 10, jadi tidak terlalu panas jalanan, ucap Delia.
Di jalanan mobil Aisyah membuat para pengendara lain tidak berani sembarang menyalip, dan saat memasuki gerbang sekolah, kembali lagi para siswa dan siswi di buat terkejut dan penasaran.
Untung saja tidak sampai membuat para siswa buyar konsentrasi ujiannya.
Semua mata tertuju ke mobil itu dan perlahan - lahan memasuki parkiran khusus untuk Aisyah, parkiran itu di minta Ranti lewat Kepala Cabang IDB Banten, saat memberikan bantuan ke SMA.
Bahkan gegara itu, kepala dinas Pendidikan Cilegon datang, karena ada beberapa orangtua murid protes saat mobil mereka mau di parkir disitu, Mobil Kepala Dinas saja dilarang oleh Kepala Cabang IDB Banten, dengan alasan jangan sampai Ranti ngamuk karena mobil adiknya parkir sembarangan.
Saat Aisyah membuat pintu mobilnya dan keluar dari mobil, seluruh siswa langsung melotot, tapi tak mau berkomentar apapun dengan lantang.
" Hufthh dasar tukang pamer', tanggapan seorang siswi.
" Disekolah ini dari dulu kamu sangat membencinya, apa salah Aisyah padamu", ucap mantan sekelas Aisyah di SMP.
" Bukan urusan kamu", hardiknya.
" Oh ya sudah", ucap mantan sekelas Aisyah di SMP.
Di SMA itu, hanya siswi itu yang boleh di bilang teman dekat Aisyah, tapi selain dia, tidak ada yang suka dengan Aisyah, tapi sayang, justru Aisyah nyaman - nyaman saja.
" Nuril, kenapa kamu juga sekarang menjauhiku, tanya Aisyah
" Gak apa-apa, aku bukan menjauh dari kamu, atau nomor kamu aku Blok, jujur saja aku gak punya Handphone, ayahku nganggur sekarang tinggal ibuku yang jualan sarapan Pagi, ayahku ingin buka usaha tapi kamu tahu sendiri modalnya gak ada, jadi aku malu dan minder melihat kamu yang sudah kaya, aku bahagia melihat kamu sekarang ini", ucap Nuril sambil tunduk malu.
" Astaga, aku pikir kamu membenciku seperti yang lain", ucap Aisyah.
" Dasar apa aku memberimu, aku kenal kamu dari SMP Kelas 7, dan dari SMP kita hanya ada kita 10 orang disini, tapi kami tahu sendiri 8 orang itu memang musuh bebuyutan kamu, kalau aku, ya kamu lihat saja kondisiku, beda saat kita SMP dulu", Ucap Nuril
" Dulu ayahmu kerja Dimana dan kenapa berhenti ? tanya Aisyah.
" Dulu ayahku kerja di PT Super Speed Line, tapi saat baru daftar SMA, sudah keburu di pecat, karena katanya ayahku malas, ternyata mereka sengaja memecat ayah agar teman dari supervisor di situ bisa masuk, nah ayah sudah kesana kemari cari kerja tapi gak di terima oleh perusahaan, akhirnya ayah putus asa", ucap Nuril.
" Apa ayah kamu lulusan sarjana atau hanya SMA ? tanya Aisyah.
" Sarjana ekonomi dari Untirta, ucap Nuril.
" Ya sudah, selesai ujian kamu ikut saya ke Bank IDB, aku ada urusan disana, kali ini kamu harus mau, siapa tahu di sana ada lowongan buat ayahmu, nanti aku tanya kakakku dan kepala Cabang disana, ucap Aisyah.
" Baiklah, aku minta tolong padamu", ucap Nuril.
" Ia, tapi aku janji pasti masuk, pokoknya aku coba tanya dulu, apa jabatan terakhir ayahmu", tanya Aisyah.
" Kepala Keuangan di PT Super Speed Line, jawab Nuril.
" Baiklah, itu sudah bel masuk, jangan lupa nanti selesai ujian, kan tinggal 1 mata pelajaran", ucap Aisyah dan berlari ke kelasnya.
" Semoga saja Aisyah dapat membantu Ayahku", monolog Nuril.
Sedangkan di Manado, Ranti sedang menunggu Maura Adelaide yang masih di perjalanan katanya
Sambil menunggu, Ranti melihat laporan dari Aplikasi Mata Dewa yang melaporkan kehebohan di sekolah Aisyah, dan juga pembicaraan Aisyah dengan Nuril.
" Tuan, akhirnya Nona Aisyah bisa punya teman", Lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Oh gara-gara Nuril yang merasa lebih miskin, hingga dia malu berteman dengan Adikku", monolog Ranti.
" Rose, apakah teman adikku itu bisa di percaya, apakah dia tulus berteman dengan adikku atau bagaimana? tanya Ranti.
* Sangat tulus, hanya baperan, sama seperti Nona Tiara, tuan bantu berikan pekerjaan buat ayahnya saja, tapi biarkan Nona Aisyah yang berusaha, agar nampak ketulusan Nona Aisyah membantu kawannya", Ucap Rose.
" Baiklah, kayaknya dia mau berusaha masukin ke IDB", ucap Ranti.
" Benar Tuan, tapi menurut Rose, Tuan Yogi bisa di geser ke KFC, siapa tahu di tangan dia KFC bisa lebih maju, apalagi Tuan Yogi masih Muda, jadi lebih cocok memimpin perusahaan yang Langsa pasarnya lebih ke milenial", ucap Rose.
" Lalu, apa ayah Nuril yang gantikan posisi kak Yogi", tanya Ranti.
* Ya, pertama, ayahnya Nona Nuril 7 tahun jadi Kepala Keuangan, 3 Tahun bagian Kepala Logistik, di pecat hanya karena faktor tidak suka dari bos yang tuan Hajar itu, di PT Super Speed Line, masih bercokol para karyawan yang super malas, walaupun sekarang mereka jadi agak rajin tapi kebiasaan itu masih ada, akibatnya hingga hari ini, Tuan Yogi masih berkutat pada masalah internal, ayahnya nona Nuril, sangat tau karakteristik para pemalas itu, jadi dia mampu membersihkan mereka dari Perusahaan Tuan itu, ucap Rose.