
Lamborghini Sian itu terus membelah jalanan dengan tujuan rumah si pemilik mobil, ketika berada di lampu merah, sejenak Ranti melihat sebuah Rumah tua yang terbengkalai, jika di lihat rumah tersebut buatan zaman Penjajahan Belanda.
Karena penasaran Ranti mencoba menghubungi nomor telepon yang tertera pada papan yang tergantung di pintu rumah tersebut, setelah tersambung ternyata yang mengangkat telepon Ranti adalah seorang wanita.
Secara singkat Ranti hanya mengatakan bahwa dia berada di depan rumah itu, dan wanita itu meminta waktu 15 menit jika ingin bertemu.
Ranti menyetujui, lampu kembali hijau dan menjalankan mobilnya untuk mencari tempat untuk putar balik, setelah berjalan lurus kedepan ada tanda putar balik, Ranti memutar mobilnya dan balik ke arah rumah itu.
Benar saja baru saja Ranti memarkir mobilnya, nampak seorang wanita usia lanjut bersama seorang gadis berumur sekitar 17 tahun, dia menuntun wanita tua itu dan menuju teras rumah itu.
Ranti segera turun dari mobil dan juga berjalan ke arah teras rumah tersebut, dia disambut dengan sopan oleh kedua wanita beda usia itu.
Selamat Siang, perkenalkan Nama saya Ranti Putri, bolehkah saya melihat- lihat rumah ini, tanya Ranti
Selamat siang juga Nona, perkenalkan nama saya Tania Hermawan dan ini nenek saya, silahkan Nona, siapa tahu anda berminat membeli Rumah kami, kata Tania
Berapa harganya, dan apakah dokumen kepemilikan lengkap, tanya Ranti
Mereka berbicara sambil ngobrol, Ranti juga memindai seisi rumah, Ranti melihat terdapat ruang bawah tanah, namun dia tidak bertanya soal itu.
Sampai di pintu belakang yang menghubungkan ke taman belakang, ternyata lumayan luas. Sementara Ranti masih memindai area Taman belakang, terlihat jelas bahwa di dalam tanah itu terdapat ruang bawah tanah juga.
Nona Ranti, luas tanah ini 1000 meter persegi, dan rumah ini memiliki nilai sejarah yang tentang zaman Belanda, Rumah ini di bangun sekitar tahun 1836 oleh petinggi dari pemerintah Belanda. Tania menjelaskan sejarah rumah itu.
Dan status kepemilikan sudah sah di wariskan pemilik dari pemilik sebelumnya dan sertifikat di terbitkan tahun 1983 atas nama kakek saya dan nenek saya ini adalah istri sah dari kakek saya. Dan saya adalah cucu satu-satunya dan kami hanya tinggal berdua saja. kata Tania
Ranti melihat foto sertifikat yang berada di handphone Tania dan mencoba mencarinya dan tertulis dalam situs BPN ternyata nomor sertifikat itu benar serta nama yang tertera di sertifikat milik Tania adalah benar.
Jika semuanya sah, kalian mau jual berapa tanah dan rumah ini, tanya Ranti.
Wanita tua itu berbisik ke Tania cucunya, dan mengatakan jumlahnya, dan Tania meneruskan omongan nenek nya ke Ranti.
Kami akan menjual Rumah menjual rumah ini seharga 200 milyar dan harganya sudah pas jadi tolong Nona jangan menawar, kata Tania
Apa alasan kalian mau menjual Rumah warisan ini, tanya Ranti
Nenek saya sudah tidak betah hidup di tengah kota yang berisik, juga nenek saya ingin berkunjung ke negara kakek saya di Belanda, jika ada sisa uang setelah operasi tumor di punggung nya. kata Tania
Boleh saya lihat punggung nenek, tanya Ranti
Nenek itu mengangguk dan memunggungi Ranti dan terlihat punggung nenek terdapat daging yang mirip punuk pada sapi.
Ranti yang berminat membeli Rumah tua itu langsung berkata, saya tidak akan menawar harga yang kalian tawarkan, dan saya akan membelinya, jawab tegas Ranti
Tania dan neneknya tersenyum bahagia, akhirnya rumah yan sudah lama mereka ingin jual akhirnya terjual juga dengan harga sesuai harapan mereka.
Jika nona tidak keberatan, mari ke rumah kami untuk melihat sertifikat dan dokumen lainnya, ajak Tania
Oke, silahkan tunjukkan jalannya, Ranti mengambil mobil dan mengikuti Tania, sementara neneknya naik mobil bersama Ranti.
Sampai dirumah Tania dan neneknya, Ranti mohon ijin sebentar mau menghubungi keempat kakaknya agar menunggu di kafe milik mereka dengan alasan masih ada urusan.
Ranti melihat ternyata rumah - rumah di kompleks ini adalah rumah peninggalan zaman Belanda, mau tidak mau Ranti memindainya dan betapa terkejutnya Ranti di rumah ini juga ada ruang bawah tanah juga.
Maaf nona Tania apakah ini rumah kalian juga, tanya Ranti penasaran
Ia ini rumah kami juga, tapi karena tinggal saya dan nenek maka rumah ini tak terurus, kami tak mampu bayar pembantu, apalagi saya masih kuliah dan hanya mengandalkan tabungan deposito yang cukup untuk makan dan listrik dan air, selebihnya saya bekerja paruh waktu.
Tania mengambil foto kopian sertifikat dan dokumen lainnya, untuk Ranti periksa, Tania tetap waspada.
Maaf Tania kamu juga kalau saya tidak salah lihat ginjal kamu bermasalah, dan jika di biarkan maka ginjal kamu akan rusak, Saya ada waktu 2 jam, jika kamu percaya kepada saya maka saat ini saya akan mengobati nenek dan juga kamu. tawar Ranti
Maaf Nona Ranti, kata dokter Tumor nenek saya termasuk ganas, dan dokter mengatakan harus segera di operasi, jadi maaf sekali lagi bukan tidak mempercayai anda, tapi bagaimana cara Nona mengobati nenek saya, tanya Tania
Kalau kamu percaya maka saya akan tunjukkan caranya, dan prosesnya hanya 1 jam dan nenek anda akan mengalami kesakitan selama 15 menit tanpa berhenti, itulah efek dari pengobatan ini, jadi katakan percaya jika kamu percaya jika tidak saya akan pergi dan besok saya datang untuk pembayaran rumah kalian tadi.
Terlihat keraguan di wajah Tania, tapi sebaliknya si nenek merasa tidak salahnya mencoba, akhirnya setelah sang nenek dan cucunya berfikir dan berdiskusi, nenek itu memutuskan untuk mencoba.
Baiklah, Tania tolong kamu ambil tikar dan gelar di dekat kamar mandi, juga tolong siapkan air panas untuk nenek kamu mandi nanti. Perintah Ranti
Setelah tikar sudah di gelar, Ranti meminta Tania membaringkan neneknya dan ambil posisi senyaman mungkin. Pada saat Ranti mengambil pil dalam dompet nya Rose mengatakan agar gunakan pil semesta, karena tumornya sudah sangat ganas.
Ranti terkejut namun senang mendengar pemberitahuan Rose
* Tuan pil surgawi butuh 3 jam prosesnya dan tidak akan langsung sembuh total, penyembuhan total akan menggunakan 3 pil surgawi dengan jeda waktu 3 hari.*
* Kalau pil semesta hanya butuh waktu 45 menit dan hanya sekali pengobatan, namun setelah pengobatan selesai, pasien harus di berikan serum serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, agar jika ada kotoran yang masih menempel di kulit pasien akan langsung di bersihkan dan kulit-kulit mati pasien juga akan dibersihkan, hingga tuntas.* jelas Rose
" baik Rose terimakasih"
Ranti mengganti pil tersebut dengan pil semesta dan meminta nenek itu agar segera menelannya.
Tania melihat neneknya yang sudah memejamkan kan mata, dan terlihat raut wajah neneknya mulai berubah, tangan dan kaki neneknya ada pergerakan kecil dan lama-kelamaan semua tubuh neneknya bergetar, punuk di punggung neneknya terlihat bergerak tak beraturan, Tania terlihat kuatir
Kamu tenang saja, efeknya mulai terlihat dan benar saja, kata Ranti
Seketika terdengar suara nenek Tania yang berteriak kencang dan makin kencang dan semakin kencang dan begitu seterusnya, Tania melihat punuk di punggung nenek nya sudah mulai mengempis, namun suara neneknya masih bergema di ruangan itu.
Ranti memegang dan menahan tangan Tania yang yang mencoba membantu neneknya, " biarkan seperti itu !!, jika kamu membantunya maka proses nya akan gagal. Suara peringatan Ranti.
Dan akhirnya suara nenek itu mulai mereda, volumenya turun perlahan-lahan seiring keringat dan cairan kental dan pekat mulai bercucuran, aroma busuk tersebar di ruangan itu, Ranti memberikan masker kepada Tania agar dia tidak muntah.
Sudah 40 menit berlalu suara nenek itu sudah tak terdengar punuk di punggung sudah semakin tak kelihatan, pada menit ke 50, semuanya selesai, mata nenek itu terpejam.
Biarkan nenekmu istirahat, 5 menit lagi dia akan bangun, sekarang buatlah air panas, perintah Ranti
Nenek itu terlihat bahagia, sementara nenek itu berbicara dengan Tania, Ranti mengambil botol berisi setetes serum dan meminta segelas air putih, setelah di teteskan serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, Ranti mengatakan " minumlah".
Setelah segelas air itu habis, 2 menit kemudian kulit nenek itu terlihat memerah, nenek itu berkata panas dan agak sakit, tepat menit ke 5 nenek itu sudah terlihat normal.
'Bangunlah" ! dan segera mandi air hangat perintah Ranti.
20 menit menit Ranti menunggu akhirnya, terlihat nenek dan Tania berjalan mendekati Ranti.
" terimakasih Nona ", saya sudah sangat sehat, dan terlihat seperti wanita berusia 45 tahun, kata nenek dengan rona kebahagiaan.
" sama-sama nek, ini namanya kita berjodoh, hingga saya bisa berada di sini.
Dan untuk Tania, apa kamu sudah siap, prosesnya hanya 20 menit saja dan sakitnya hanya 10 menit, bagaimana? tanya Ranti
Dengan semangat dia berkata, " saya siap", nenek saya saja bisa tahan sakitnya, masa saya tidak bisa, kata Tania
Silahkan buka bajumu, dan berbaringlah ditukar yang satu lagi, dan telanlah ini, Ranti memberikan Pil surgawi kepada Tania.
Setelah menunggu 5 menit, baru terdengar suara teriakan Tania, namun karena penyakit Tania baru gejala jadi sakitnya tak terlalu, masih tetap berteriak hingga menit ke 15, Tania sudah tidak bersuara, sama seperti biasa keringat dan cairan kental keluar dari pori-pori tubuh Tania, dan matanya terpejam
Nenek yang melihat semua prosesnya, tidaklah cemas,
Nampak perut Tania sudah rata, bodinya juga sudah semakin seksi, dan pasti makin terlihat cantik.
Setelah Tania membuka matanya, Ranti memberikan serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, dan proses nya sama dengan neneknya, akhirnya semua beres, Tania bergegas ke kamar mandi.
Menunggu sekitar 15 menit, nampak Tania berjalan kearah Ranti, " terimakasih " Nona Ranti.
" Sama-sama Tania "
Lanjut soal rumah itu, besok sore saya akan membayar lunas rumah itu, besok pagi nanti ada orang ku yang datang kesini, kata Ranti
Baik Nona saya tunggu kedatangan Nona Besok Sore.
Saya Transfer 15 milyar sebagai tanda jadi bagaimana ? tanya Ranti
Tidak perlu sebanyak itu, cukup 150 juta saja, biar besok saya bisa bayar uang kuliah, kata Tania dan neneknya setuju.
Baiklah, mana nomor rekeningnya, pinta Ranti.
Dan menunggu beberapa saat, notifikasi handphone Tania, ternyata pesan dari Bank, " anda menerima uang dari nomor rekening xxxx sebesar Rp 200.000.000
Tania melihatnya dan berkata terima kasih dan besok sisa pembayarannya. kata Tania.
Senyum kebahagiaan Ranti yang bisa menolong orang, begitu juga dengan orang yang di tolongnya.
Ranti pamit kepada Tania sert neneknya, dan langsung pergi dengan tujuan kafe milik dari keempat kakaknya.
DING... DING
*Selamat Tuan anda telah menyelesaikan misi tersembunyi, menyembuhkan penyakit Tumor seorang wanita lanjut usia.
* Hadiah :
- 5.000.000.000 PS
- 2.000.000.000 PP
- 1.000.000.000 Poin Pengabdian
" Terimakasih Rose", apakah saya sudah bisa naik level ke 9 M atau 9 puncak ? tanya Ranti
* Sudah bisa naik level, tapi ada baiknya nanti saat selesai tuan ujian semester*
" Baik Rose, aku ikut saranmu saja.
Sambil menyetir, Ranti terus berbicara dengan Rose, hingga sampailah Ranti di kafe keempat kakaknya, dan ternyata mereka sudah menunggunya.
Maaf aku terlambat, jangan marahin Bontot ya, Ranti menampilkan raut wajah memohon
Ayo sini duduk ajak Mercy, kamu pasti belum makan, lihat sudah jam 14.15 WIB, kata Mercy
Mercy memanggil pelayan dan memesan makanan untuk Ranti fan karena berempat sudah makan jadi mereka hanya pesan minum untuk menemani Ranti.
Bagaimana apa urusannya sudah selesai, Tanya Darel
Sudah beres, jadi kita bisa nongkrong bersama disini sambil dengerin live musik. kata Ranti
Sementara Ranti menikmati makanannya, dia teringat ruang bawah tanah, dan terdapat banyak barang di sana, tapi kenapa mataku tidak bisa melihat dengan jelas, batin Ranti.
" Rose kenapa aku tidak bisa melihat jelas barang-barang yang ada di dalam ruang bawah tanah rumah itu, tanya Ranti
* Barang-barang terbungkus dengan serat penyamaran dan berubah warna, seperti bunglon, jadi mata semesta Tuan akan melihat jelas barang tersebut pada jarak 2 meter, serat itu namanya serat ilusi*
* Barang yang tersimpan didalamnya sangat berharga Tuan, segera pindahkan barang itu ke cincin semesta atau ruang Dimensi, itu harta Karun dengan nilai yang sangat besar*
" Siapa pemiliknya Rose?
* Rose tidak bis menjawab sekarang Tuan*
* Tuan rumah yang di tempati Tania dan neneknya, juga memiliki harta Karun yang banyak, tapi hanya 10 % dari yang berada di rumah yang tuan beli, jadi saran Rose setelah Tuan membayar rumah itu dan memindahkan harta Karun itu, maka tugas tuan adalah membantu, Tania dan neneknya mengambil harta Karun itu*
" Baik Rose terimakasih"