
Di kontrakan, Vanya tak henti-hentinya bersyukur, dia tidak pernah menyangka akan mendapatkan uang sebesar itu, impiannya untuk punya rumah dan mobil, akhirnya terkabul.
" Mas menurut kamu kita beli rumah di daerah mana, tanya Vanya
" Terserah kamu saja dek, mohon maaf mas belum bisa kasih kamu yang terbaik, ucap Tristan
" Gak apa-apa mas, Vanya sudah di cintai mas saja sudah bahagia, Vanya tidak mau mas terlalu memaksakan diri bekerja, asal bisa makan saja, Vanya sudah bersyukur, ucap Vanya.
" Terimakasih Dek, sekarang adek pilih saja rumah yang Ade mau, mas ikut saja, dan soal mobil, adek juga yang pilih, ucap Tristan
" Kalau mobil, Vanya ingin beli yang bisa mas pake kerja, kalau rumah bagaimana kalau kita beli yang di PIK 2 saja, gimana mas, biar adek kalau ke pantai tidak jauh, ucap Vanya yang senang di pinggir laut.
" Hahaha, kebetulan mas juga sangat ingin tinggal disana, biar mas juga bisa pacaran terus dengan adek di pinggir pantai, jadi tak perlu jauh-jauh, ucap Tristan.
" Hari Senin adek libur, nanti antar ke Bank dan kita ke pik 2 ya mas, ucap Vanya
" Siap Nona muda Vanya, ucap Tristan menggoda Vanya
" Dasar genit, ucap Vanya
" Dek memangnya seberapa kaya temanmu itu, Ucap Tristan.
" Dia juga Pemilik Gedung Emerald, dan Gedung Ruby, yang juga sementara membangun, serta kompleks Mall Cempaka juga miliknya, ucap Vanya
" Buset, itu semua tambang uang, pantas saja kasih 15 milyar, kayak ngasih 150 ribu saja, itu baru sultan, tapi tadi pas dia bilang mas jangan sakiti adek, auranya itu sangat menakutkan dek, ucap Tristan.
" Dia dari kecil memang baik, tapi kalau marah atau ngambek hanya Darel, Mercy dan Suster Diana yang sanggup menenangkan dia, dia gak punya banyak teman, bahkan aku juga bingung kok banyak yang membencinya, makanya dia jarang bicara, ucap Vanya.
" Apa dia pernah mengalami pengalaman pahit, tanya Tristan
" Ayahnya di bunuh di depan matanya, kata pengasuh yang lain, aslinya Ranti itu menurut Suster Diana adalah anak orang kaya, karena yang membawa dia kesana adalah seorang pengasuh, Ucap Vanya.
Kembali ke Posisi Ranti
Ranti yang baru saja selesai mandi dan berganti pakaian tidur, mendekati kasur dan melihat Salma yang masih menggenggam dompet yang barusan di belikan Ranti
" Kamu harus selalu bahagia, kakak akan lakukan apapun untuk kebahagiaan kamu", monolog Ranti sambil membelai rambut Salma
Kini hari sudah berganti, waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi, Ranti memandikan Salma dan memakaikan pakaian dengan stelan seperti dirinya, selesai mengurus Salma, Ranti pun mandi dan berganti pakaian.
" Ayo sayang kita panggil Frenli dan istrinya untuk sarapan, ajak Ranti ke Salma.
" Selamat Pagi Nona, mari kita sarapan, ucap Vini
" Ayo, jawab Ranti
Selesai sarapan, mereka pindah duduk di lobby dan berdiskusi, Frenli mencoba mengorek apa saja kesukaan Ranti, dan juga visi dan misi kedepan, Frenli mencoba mencari inspirasi dari Ranti, sehingga nanti saat dia mulai mendesain, dia punya dasar pijakan ide.
Vini tidak bisa ikut ke kantor Tri Link Finance, dia beralasan capek, padahal dia sedang membuat beberapa pola dasar desain, akhirnya hanya Ranti dan Frenli dan Salma yang berangkat.
Darel meminjamkan Lamborghini URUS, buat Ranti gunakan, Ranti tiba di Gedung Tri Link Finance, saat hendak memarkir mobilnya, di tempat VVIP, dia di halangi oleh seorang security dan meminta Ranti agar jangan parkir di area VVIP.
Ranti yang tidak mau mempersoalkan masalah tempat parkir, hanya menurut saja perintah security.
Turun dari mobil, Ranti langsung bergegas ingin masuk ke lobby, karena cuaca mulai gerimis.
" Maaf Nona, kantor sedang tutup, jika ada kepentingan silahkan kembali nanti hari Senin, Jam kantor buka, ucap security itu.
" Saya ada janji dengan Pak Jusuf Kalla jam 10 pagi di kantor ini, ucap Ranti
" Maaf Nona, sangat tidak mungkin Pak CEO bertemu dengan anda di kantor ini, apalagi sekarang adalah hari Sabtu, dan juga Hari ini kami sengaja buka, karena Perintah atasan yang akan mengadakan Rapat internal pimpinan kantor, Ucap security.
" Jadi saya tidak bisa bertemu dengan beliau saat ini, tapi apakah beliau sudah datang atau belum, tanya Ranti
" Bos sudah datang dari jam setengah 9 Pagi, juga pimpinan yang lain dan saat ini sedang rapat, jadi silahkan tinggalkan tempat ini, tegas security
" Boleh saya tunggu sebentar, soalnya hujan sudah sangat deras, ucap Ranti
" Maaf Nona, siapapun di larang menunggu disini, apalagi hari libur, ucap security itu.
" Tolonglah Pak, hujannya deras sekali, saya bawa anak kecil, mohon pengertiannya, ucap Ranti yang masih bersabar
" Itu urusan anda Nona, ucap security itu
" Sebentar saja Pak, kami tidak akan macam-macam disini, ucap Ranti
" Tidak bisa, kamu mau basah atau kering itu urusan kamu, pergi sana, usir Security itu
" Tak punya perikemanusiaan sekali kamu, baru jadi Security saja sudah sombong, saya tanya siapa yang buat aturan tidak ada yang boleh numpang berteduh di teras kantor ini, tanya Ranti geram
" Kamu siapa mau protes aturan kami, ucap security itu
" Kamu mau tau siapa saya, sekarang juga kamu telpon bos mu dan kasih tau Ranti Putri sudah tiba di kantor sekarang, Perintah Ranti
" Wow hebat sekali kamu seenaknya memerintah disini, ucap security itu mencibir
" Om security, saya akan telpon paman Jusuf dan memecat mu, berani sekali kamu memarahi kakak saya, ujar Salma
" Ini lagi anak kecil mau ancam saya disini, ucap security itu
" Baiklah kalau kamu tidak mau menghubungi Bosmu biar saya yang menghubunginya, tapi ingat baik-baik, tidak ada ampun buatmu,
" Hahahaha telpon saja, tidak mempan gertakan kamu, silahkan pergi dari atau saya bertindak kasar
" Coba saja kalau kamu berani menyentuh kami, kupatahkan tanganmu, ucap Ranti
" Salma telpon pak Jusuf, ini handphone kakak, perintah Ranti
" Pak security, anda sudah keterlaluan, apa salahnya kami menumpang sebentar hingga hujan reda, ucap Frenli
" Kalian berteduh dengan enak, tapi saya yang repot menjaga kalian disini, ucap security itu.
" Pak security bisa duduk di lobby dan kunci pintu kan selesai urusannya, tak perlulah berbicara kasar kepada kami, ucap Frenli
" Sekarang kalian mau pergi atau tidak, bentak security itu
" Kalau aku tidak mau pergi, kamu mau apa, bentak Ranti
" Halo Paman Jusuf, ini Salma, kami sudah tiba di kantor, tapi tidak di ijinkan masuk oleh security, dia mengusir dan memaki kak Ranti, ujar Salma.
" Baik Nona, paman akan segera turun, pak Jusuf
Pak Jusuf langsung berdiri dan bergegas hendak keluar dari ruang rapat.
" Maaf Pak CEO, ada apa, kenapa anda terlihat ketakutan, tanya salah satu Direktur
" Security kita mengusir pemilik Perusahaan, ayo buruan turun, sebelum Nona Muda mengamuk, ucap Pak Jusuf
" Apa jawabnya Salma, tanya Ranti
" Paman akan turun, ucap Salma
" Mana orang yang kamu telpon, kenapa juga belum datang, sudah sana pergi kalian dari sini
" Kamu.. Plak... plak... plak.. bugh... Bugh, pergi kamu dari kantor saya sebelum ku patahkan tanganmu, yang berani menyentuh adikku, hajar Ranti
" Oh kamu mau bertarung denganku, ucap security itu
" Kau pikir aku takut, ucap Ranti
Plak... Plak... Plak, brakkk.. Bugh
arkhhh.. arkhhh
" Maaf Nona Muda, sudah cukup, dia sudah kesakitan, ucap pak Jusuf
" Paman, siapa yang menerima orang sombong bekerja bekerja disini, tanya Salma menekan
" Maafkan paman ya Nona, paman lalai mendidiknya, lain kali paman akan berhati-hati menerima orang yang bekerja disini, ucap pak Jusuf
" Baiklah, Salma tau paman sangat repot, tidak mungkin paman sanggup mengurus hingga ke tingkat bawah, kan ada bagian yang mengurus mereka, Ucap Salma
Para petinggi yang mendengar gaya bicara Salma, mereka semua terkejut, bagi bisa anak umur 8 tahun bisa mengerti struktur di kantor.
" Berarti Paman sudah di maafkan, ucap Pak Jusuf
" Paman jangan cerewet, nanti kak Ranti lebih marah, bisik Salma
apak jusuf hanya mengangguk setuju bisikan Salma.
" Kenapa kalian semua diam, siapa bagian SDM disini, tanya Ranti
" Maaf Nona Muda, saya Mustofa, direktur SDM, mohon maaf atas kejadian yang terjadi saat ini.
" Sudah berapa lama kamu bekerja di perusahaan ini, pak Mustofa, tanya Ranti
" 4 tahun, dan baru 7 bulan di percayakan me jadi Direktur SDM, ucap Mustofa
" lalu apa tindakan mu dengan karyawan seperti ini, tanya Ranti
Mustofa terdiam, tak sanggup bicara
" Kenapa kamu diam, bentak Ranti
" Saya akan memecatnya, ucap Mustofa
" Hanya kata pecat saja, begitu sulit kamu kamu menjawabnya, sekarang panggil semua semua yang bertugas hari ini, aku tunggu 5 menit, perintah Ranti
Ranti Duduk di kursi CEO, sambil membuka laptop, menunggu para security datang.
" Mustofa, ini peringatan keras buat kamu, apa kamu tidak tahu prinsip saya, tanya Ranti
" Maaf Nona Muda, saya akan memperbaiki kinerja kerja saya.
" Buktikan, dan saya ingat sekali lagi, saya paling benci orang sombong, saya ingin semua karyawan kerendahan hati, jujur, setia, dan tidak serakah, hari ini saya datang kesini, supaya kalian tidak repot ke Surabaya, kalau saya mau egois, saya tinggal suruh kalian yang datang ke Surabaya, tapi apa yang kudapat, security saja sudah seperti itu, bagaimana yang lainnya.
" Maaf Nona, kami juga tidak menyangka akan terjadi seperti ini, ucap salah seorang direktur
" Kamu siapa dan bagian apa urusanmu
" Saya Jeremy, manajer SDM Nona, jawabnya
" Apa saja kerjamu, mengurus security saja tidak becus, bentak Ranti yang kesal omongan nya di potong
Jeremy terdiam kebingungan
" Kenapa diam, atau kamu juga tidak memberi mereka arahan, tanya Ranti
" Ini oknum saja Nona, jawab Jeremy
" Pak Jusuf, Maulana ganti manajer SDM dengan yang lain, Perintah Ranti
" Baik Nona, secepatnya akan saya ganti, pak Jusuf
" Jeremy, kamu tahu kesalahan fatalmu dimana, tanya Ranti
" Saya tidak tahu Nona, Jawab Jeremy
" Lain kali hargai orang yang lagi bicara, jangan seenaknya memotong orang lain lagi bicara, dan lagi saya tidak berbicara dengan kamu, saya saja tidak kamu hargai apalagi Mustofa dan yang lainnya, kamu mengerti, tekan Ranti
" Maafkan saya Nona, berikan saya kesempatan untuk memperbaiki diri, ucap Jeremy
" Bagaimana hari ini kalau saya tidak datang, apa kamu bisa memperbaiki dirimu, tanya Ranti
" Maaf Nona, berikan saya satu kesempatan lagi, mohon Jeremy
" Baiklah, 2 bulan waktumu, jika saya dengar satu saja karyawan bermasalah, segera kamu mengundurkan diri, apa kamu mengerti, tekan Ranti.
" Terimakasih Nona, maaf Nona, seluruh security yang bertugas sudah berada di luar ruang rapat, ucap Jeremy
" Suruh mereka masuk, Perintah Ranti
" Selamat siang Nona Muda, ucap Kepala regu.
" Apa jabatan mu, tanya Ranti
" Kepala regu Nona, Jawabnya
" Kamu tahu kenapa kalian semua dipanggil, tanya Ranti
" Kami tahu nona, jawab kepala Regu
" Siapa yang berjaga di pos depan, ketika saya masuk, tanya Ranti
" Saya Nona, Ucap Kepala regu
" Kenapa kamu membiarkan saya ribut dengan anggota kamu, sementara kamu berada di dekat tempat kejadian, apalagi kamu sebagai seorang pemimpin, tanya Ranti
" Maaf Nona Muda, saya kurang memperhatikan nya
" Saya tahu, kamu lagi sibuk dengan handphone kamu, makanya kamu tidak peduli dengan anggota kamu, ujar Ranti.
" Maaf Nona, ucap kepala Regu
" Jeremy, segera terbitkan SP 2, buat Kepala regu, dan tidak satupun security memainkannya Handphone saat bekerja, berikan nomor telpon khusus untuk security, agar kalau ada masalah di keluarga mereka, masih bisa di hubungi, apa kamu mengerti
Setelah mengurus security, Ranti segera berdiskusi tentang kelanjutan dari merger Bank.
Lebih dari sejam mereka berdiskusi, akhirnya mereka sepakat dengan nama Bank, setelah proses merger selesai, Indonesian Development Bank.
" Untuk para direktur di Bank yang kita akuisisi, tawarkan posisi sebagai direksi, sedangkan untuk Presiden Direktur, saya tugaskan kepada Pak Jusuf Maulana, ujar Ranti
" Setelah semua proses selesai, dan dewan direksi terbentuk, segera dirikan cabang di seluruh Propinsi Pulau Jawa, sebagai langkah awal.
" Saya akan menyuntikkan dana sebesar 50 triliun, secara bertahap dalam tempo 1 tahun, ucap Ranti
" Pak Mustofa, tanggung jawab kamu adalah merekrut karyawan, di seluruh cabang pulau Jawa
" Pak Hino Nakata, Kamu menjadi wakil CEO Tri Link Finance, Perintah Ranti.
" Bagaimana apa ada yang ingin kalian tanyakan, tanya Ranti
Semua diam, tidak ada yang berani berkomentar, pak Jusuf dan Hino Nakata saja diam, tapi mereka berdua bahagia.
Hino Nakata, teringat omongan Pak Jusuf, suatu saat kartu Nama Ranti akan bermanfaat, dan ternyata benar.
Pak Jusuf Maulana sendiri, walau mendapat tugas berat, dia tetap yakin akan sanggup menjalankan semuanya.
Frenli juga, sudah di putuskan agar sesegera mungkin mendesain logo, web, Baner, spanduk, hingga gambar ATM, pertemuan yang tak di sengaja, membuahkan hasil yang besar.
Selesai rapat Ranti mengajak mereka mereka semua untuk makan siang di Restoran seafood di mall Cempaka.