SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Membantu Panti Asuhan Al Azhar 1


Ranti bersama dengan Gema, Yudi dan Kiran serta ketua kelas, berangkat ke Panti Asuhan tempat ketiga temannya tinggal.


Kurang lebih 25 menit mereka tiba, Ranti sedih melihat bangunan Panti yang sudah sangat usang, walau begitu Panti itu terlihat memiliki lahan yang lumayan besar, mungkin jika mereka punya uang maka bisa tambah 2 gedung.


Gema membawa Ranti dan ketua Kelas masuk ke ruang tamu, kemudian Gema memanggil orang yang mereka sebut ayah angkat.


" Ayah perkenalkan mereka berdua adalah teman-teman sekelas kami bertiga, hati ini kami bertiga di kasih hadiah laptop dan handphone, mereka juga kesini sekalian mau memberikan bantuan buat Panti kita, ucap Gema.


" Nak, kenapa kamu meminta-minta kepada temanmu, apa kamu tidak takut di bilang pengemis, ucap laki-laki paruh bayah itu.


" Maaf Pak, perkenalkan Nama saya Ranti,dan ini Ketua Kelas kami, tolong jangan salahkan Gema, Yudi dan Kiran, mereka bertiga adalah teman kami, dan mereka tidak pernah meminta apapun dari kami.


Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan buat saya, saya juga besar di panti asuhan Charity selama 10 tahun, namun sudah hampir 2 tahun aku keluar dari Panti Asuhan, setelah mendapatkan seluruh warisan dari orangtua saya.


Tapi Tuhan masih memberikan kesempatan kepada saya dan orangtua, untuk di pertemukan kembali, dan dasar inilah aku berbagi dengan teman-teman sekelas, bahkan orang kaya yang sekelas dengan kita juga saya tetap berikan, ucap Ranti


" Terimakasih nak Ranti kalau begitu, bapak selalu mengajarkan kepada mereka, hidup miskin bukan alasan untuk kita menjadi pengemis, ucap bapak itu.


" Itu ajaran yang sangat bagus Pak, saya setuju, jadi tolong bapak jangan memarahi Mereka bertiga, Ucap Ranti.


" Karena nak Ranti sudah menjelaskan, justru bapak berterimakasih kepada kami nak.


" Sama-sama Pak"


" Maaf Pak saya ingin bertanya, soal tanah di belakang dan samping Panti Asuhan ini, saya melihat sangat luas, kalau boleh tau, lahan itu milik siapa, tanya Ranti.


" Lahan ini semua sampai dengan bangunan ini, adalah milik ayah mertua saya, dan kebetulan Istri saya anak tunggal, jadi seluruh lahan ini menjadi miliknya, dan sekaligus bertanggung jawab meneruskan Panti Asuhan Al Azhar ini.


Dulu rencananya akan di bangun Pesantren tapi karena kemajuan kota, rasanya sudah tidak bagus lagi, apalagi kita tidak memiliki dana.


Sudah begitu, istri saya juga sekarang dalam kondisi sakit, begitu juga saya, makanya kami sudah menolak menerima anak lagi, karena bantuan yang kami Terima sudah hampir tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan anak-anak Disni", ucap bapak itu.


" Berapa jumlah anak yang di asuh disini ?, tanya Ranti


" Ada 60 orang, namun mungkin, perlahan-lahan kami akan menempatkan mereka ke panti asuhan yang lain, jujur saja secara Dana dan tenaga kami sudah tidak mampu, Ucap bapak itu.


" Seandainya ada yang ingin membantu bapak dan ibu dalam hal Dana, kira-kira apa yang akan bapak dan ibu lakukan", tanya Ranti


" Kami ingin terus menerima anak yang kurang beruntung, dan jika dana berlebih, istri saya sangat ingin membangun sekolah, dan taman baca Qur'an, karena istriku jebolan IAIN, ucap bapak itu.


" Apakah bapak bisa mengurus semua syarat untuk membangun sebuah sekolah ? tanya Ranti


" Kami sudah dapat izin dan lokasi juga di katakan layak, kemudian Yayasan kami sudah terdaftar, tinggal masukkan beberapa berkas lagi, jadi saya pasti bisa mengurus nya.


" Bapak dan ibu sakit apa ? tanya Ranti.


" Istri saya, ginjalnya yang bermasalah, jadi sering cepat lelah, kalau saya sendiri Diabetes, stadium 2, itulah kenapa kami ingin memindahkan anak-anak kecil ke tempat lain, kami kuatir terjadi apa-apa terhadap kami berdua, ucap bapak itu.


" Saya bisa membantu bapak dan ibu baik penyakit maupun biaya pembangunan sekolah, tapi ada syaratnya, ? ucap Ranti


" Apa kiranya syarat yang harus kami penuhi, tanya bapak itu.


" Saya hanya tidak suka di ekpose, apapun yang terjadi hari ini, saya berharap bapak dan semua yang ada disini jangan pernah mengungkit ke mana-mana, bagaimana? tanya Ranti.


" Lalu bagaimanakah jika ada yang bertanya soal asal- usul anggaran, tanya bapak itu.


" Tinggal bilang saja penyumbang nya minta di rahasiakan, jawab Ranti.


" Syarat yang kedua, saya mau pengelolaan Dana harus transparan dan jujur, agar nanti banyak yang tergerak untuk menyumbang di kemudian hari.


" Syarat ketiga, carilah guru yang berkualitas dan pasti karena sekolah ini berbanding agama, maka sudah sepantasnya, yang lulusan dari IAIN atau syarat utama bagi guru yang mengajar adalah yang memiliki akhlak yang baik.


" Syarat keempat, tetap berfokus pada warga yang kurang mampu, ucap Ranti


" Kami akan berusaha dengan sungguh-sungguh, bila perlu Nak Ranti boleh mengutus orang kepercayaan nya untuk datang memeriksa laporan keuangan yang akan kami buat, ucap Bapak itu.


" Sebentar saya hubungi orang dulu".


" Halo pak Ryan, apa kabar, sapa Ranti


" Halo Nona Muda, Ada yang bisa saya bantu, tanya pak Ryan.


" Hari ini tolong antarkan beras, 25 kg 50 karung, telur 25 papan, daging sapi dan ayam masing-masing 30 kg, minyak goreng 20 kg, bumbu dapur, sayuran, gula pasir 15 kg, susu kaleng 10 karton, mie instan 15 karton, atur agar cukup 2 Minggu, tapi untuk sayuran dan bumbu tolong bapak urus bagaimana bagusnya, tolong pak Ryan yang antar, sekalian cek peralatan dapur dan mandi anak, alamatnya Panti Asuhan Al Azhar, tagihannya, kirim ke WA saya, bagaimana pak Ryan


" Bisa Nona Muda, hari ini saya akan datang langsung, dan mengeceknya, tapi apakah disana ada kulkas seperti di charity dan Agape, tanya pak Ryan.


" Kayak tidak ada, makanya tolong Pak Ryan Cek, untuk piring dan gelas hingga teko sampai kompor yang sudah tidak layak, buang saja dan langsung ganti baru, untuk Gas, ganti semuanya dengan yang 15 kg atau yang 12 kg, pokoknya semua kebutuhan mereka dalam 3 hari ini semua sudah terpenuhi, apa pak Ryan sanggup


" Tenang saja Nona Muda, saya pasti sanggup kerjakan, terimakasih sudah mempercayakan kepada toko Saya, ucap pak Ryan bahagia.


" Pokoknya atur seperti panti asuhan Charity dan Agape, tagihan masuk ke saya semua, hingga saat mereka bisa Mandiri, Saya tunggu sekarang disini, perintah Ranti.


" Baik Nona Muda tempat nya dekat dengan kami, ucap pak Ryan.


" Bapak dan ibu, untuk logistik makanan, setiap ada kebutuhan, bapak dan ibu nanti pesan ke Raya grosir, saya bantu pembayarannya hingga selesai Pembangunan sekolah dan mulai ada pemasukan dari sekolah itu.


" Besok pagi orang saya akan datang, tolong bapak dan ibu kasih ide soal pembangunan Gedung nya, dan selesai gedung sekolah di bangun, apakah bapak dan ibu tidak keberatan jika bangunan yang kita bongkar sebagai akses masuk ke Sekolah, nanti gedung Panti Asuhan kita pindah kebelakang, agar lebih nyaman, bagiamana, tanya Ranti.


" Tidak masalah, asal untuk kemajuan, kami tidak keberatan, lahan kami hingga ke belakang dan samping totalnya 6 hektar, dan sudah memiliki sertifikat.


" Itu sangat Bagus, saya sangat senang mendengarnya, percayalah saya akan bangun gedung yang sangat Bagus, untuk gedung Panti Asuhan sendiri untuk kelas menengah, dan setiap kamar wajib ada AC, dan juga ruang kantor harus nyaman, agar kapan-kapan datang petinggi dari pemerintah atau perusahaan, mereka tertarik untuk menyumbang, ucap Ranti.


" Tugas bapak pertama, ini cek senilai 10 milyar, besok datang ke Bank Mandiri cabang Pusat Surabaya, ketemu dengan Kepala Cabang langsung, agar cepat, bapak besok tunjukkan Kartu nama saya ke security Disana dan bilang mau ketemu Kepala Cabang, kalau mereka macam-macam telpon saya.


" Ini 2 unit handphone, buat bapak dan ibu, Pakai didalamnya sudah ada Nomor saya, tapi ingat kalau tidak darurat jangan telpon saya,


" Apa bapak bisa menyetir mobil, tanya Ranti


" Kami berdua bisa bawa mobil, dan punya SIM, kata bapak itu


" Halo Nona Aluna, apa kabarnya.


" Saya baik-baik saja, ada yang bisa saya bantu, tanya Aluna


" Tolong bawakan mobil Toyota Raize 1 unit ke Panti Asuhan Al Azhar, dan semua dokumennya antar kesini saja dan urus disini, apa bisa begitu, tanya Ranti.


" Kalau Nona Muda yang ngomong pasti bisa, jawab Aluna.


" Oke saya tunggu sekarang, karena besok pagi mau di pakai.


" Tolong Carikan Rolls-Royce Cullinan Klassen, Rubicon dan Aston Martin Vanquish, jika sudah ada kirim kerumahku, dan jangan lama-lama, ucap Ranti.


" Baik Nona, dan Nona sangat mujur, tadi baru datang Rolls-Royce Cullinan Klassen 2 unit, ucap Aluna


" Ya sudah keduanya untuk saya saja, Rubicon cancel saja, kalau bisa hari ini di antar ke rumah saya, Dokumen isikan saja, dan taruh di rumah biar saya tanda tangan dan suruh supir antar, perintah Ranti.


" Kami antar sekarang juga, 1 unit Toyota Raize ke Panti Asuhan Al Azhar dan 3 unit ke rumah Nona Muda.


" Yang Toyota Raize, saya tunggu sekarang di Panti Asuhan Al Azhar.


" Bapak dan ibu, uang 10 milyar itu untuk kalian berdua, terserah mau di pakai untuk apa, dan ini 20 milyar, untuk Operasional Panti Asuhan Al Azhar, nanti saya buatkan website agar kalian bisa meng-upload kegiatan, atau buatlah kerajinan tangan, atau apalah itu, pokoknya sejenis UMKM, kalau sudah ada ide bisnis UMKM telpon saya, nanti saya berikan modalnya gratis, dan akan ada yang membimbing nanti.


Bapak dan ibu pemilik Panti hanya bisa diam dan manggut-manggut saja, tidak berani membantah, atau hanya sekedar bertanya mereka jadi segan.


Ketiga temannya, Gema, Yudi dan Kiran, justru hanya meneteskan air mata, mendengar Ranti dengan begitu cepat mengurus dan mengeluarkan uang 30 milyar kayak seperti uang 1000 rupiah, apalagi bapak dan ibu di belikan mobil untuk operasional.


" Apa ada yang ingin bapak dan ibu sampaikan, tanya Ranti"


" Jujur kami tidak tau mau bicara apa lagi, ucap bapak itu.


" Uang 20 milyar itu, bukan untuk pembangunan Gedung atau lain-lain, gunakan itu untuk bayar sekolah anak-anak, pasang Internet agar bisa lebih modern, ucap Ranti dan menelpon orang lagi.


" Halo Pak Drajat, maaf merepotkan lagi, tolong belikan 2 unit smart TV dan 3 unit TV' biasa semuanya LED ukuran, 43 inchi sekalian orang untuk pasang bracket nya, dan tolong ponakan mu datang pasang Indihome ke panti asuhan Al Azhar, dan jangan lupa, bawa juga desktop PC 1 unit ukuran 17 inchi, MacBook 1 unit dan iPad Pro, aku tunggu sekarang


" Baik Nona, segera di antarkan, dan saya sendiri yang akan mengantarkan nya


" Untuk TV apa kamu punya uang cash, tanya Ranti.


" Gampang itu Nona, pemilik Toko itu adik istri saya, ucap Drajat.


" Baiklah, saya tunggu, sekarang juga.


" Bapak ibu sekarang sudah beres, dan karena itu, kita pesan KFC saja biar cepat.


" Ketua Kelas, apa yang kamu pikirkan, kenapa dari tadi kami diam saja, tanya Ranti.


" Apa boleh aku kembali ke sekolah sekarang, nanti kalian berempat aku yang atur ijinnya, ucap ketua kelas


" Terserah kamu saja, tapi aku minta tolong jangan kasih tau ke teman-teman, apapun kamu dengar disini, bisa kan


" Tenang saja, kamu berbuat seperti ini dan merahasiakan nya, itu tindakan yang hebat, tidak seperti yang di luar sana, memberi 1 juta, di upload, Niar tenar, aku salut sama kamu.


" Ini buat kamu, beli motor yang kamu impikan, tapi tetap keep silent saja, ucap Ranti sambil memberikan cek senilai 250 juta kepada ketua kelas.


" Banyak sekali ini, ucap ketua kelas.


" Kamu tolak, maka seumur hidup aku akan membencimu, ancam Ranti.


" Ia deh, daripada kamu membenciku, kapan-kapan hak bisa reuni kita, terimakasih kalau begitu, aku balik ke sekolah dulu, ujarnya.


"' Nak Ranti, maaf kalau saya boleh tau, apa nanti orang tua kamu tidak memarahimu, mengeluarkan uang begitu banyak, Tanya bapak pemilik Panti.


" Ini uang saya, bukan uang mereka, dsn kalaupun aku pakai uang mereka, gak bakal mereka marah, justru mereka senang kalau aku keluarkan uang untuk bantu Panti Asuhan.


" Selamat siang Nona Muda, maaf agak lambat sedikit, istriku katanya kangen dengan Nona Muda, jadi ikutan datang, ucap Pak Ryan.


" Tidak apa-apa, oh ia nanti hari Sabtu datang tolong datang kerumahku, ada hal yang ingin aku bicarakan dengan pak Ryan


" Oh Baiklah, istri saya boleh ikut gak Nona Muda, tanya pak Ryan


" Hahahaha, sama anak- anak, adikku Salma pasti senang ketemu anak pak Ryan.


" Pak Ryan, kenalkan ini bapak dan ibu pemilik Panti Asuhan Al Azhar, saya percayakan logistik makanan mereka kepada Pak Ryan,


" Pasti Nona Muda, ini suatu keberuntungan buat saya, ucap Pak Ryan.


" Orang rendah hati dan jujur seperti Pak Ryan, pasti banyak rejeki, buat apa saya cari grosir lain kalau pak Ryan masih ada, Ucap Ranti.


" Terimakasih kepercayaan Nona buat saya dan keluarga, ucap pak Ryan.


" Pak Tolong antarkan ke dapur, biar saya cek segala kebutuhannya, ucap pak Ryan.


setengah jam mereka berkeliling dapur dan ruang makan, pak Ryan mencatat semua barang yang sudah tidak layak pakai.


" Nona, ini daftar yang harus kita isi di dapur, Ucap pak Ryan, sambil menyerahkan catatannya.


" Oke isi semuanya, kulkas untuk daging dan kulkas biasa jangan lupa, tabung gas, galon air mineral, dan isi seperti merk untuk panti yang lain.


" Siap Nona, penjadwalan pengiriman nanti saya atur, agar tidak ada yang terbuang, ucap Pak Ryan.


" Mantab, 1 lagi tolong siapkan kasur, bantal dan sprei sekalian, juga sabun mandi, odol, sikat Gigi dan juga deterjen, juga handuk, apa semua ada di toko pak Ryan.


" Kecuali kasur, bantal dan sprei, tapi jangan kuatir, aku akan siapkan, aku nanti minta tolong kawan saya, ucap pak Ryan.


"