
Pagi ini, semua anggota keluar sedang sarapan, sambil ngobrol.
" Princess, Dady dan Mommy mau jalan-jalan ke Bali, suntuk dirumah, jadi pengen cari suasana baru, mungkin kami agak lama disana, tidak apa-apakan, tanya Adriansyah.
" Gak apa-apa, asal waspada saja, nanti paman Lukman dan Bibi Suratmi bagaimana, apa mereka sudah tahu, tanya Ranti.
" Sudah nanti malam mereka kesini, kita juga mau lewat jalan darat saja, nanti ganti-gantian bawa mobilnya, ucap Adriansyah.
" Mau pakai mobil yang mana, tanya Ranti.
" Apa ayah boleh Pakai Alphardnya, tanya Adriansyah.
" Pakai saja, kami juga tidak menggunakannya lagi, karena kami rencana mau kesekolah sendiri saja, ujar Ranti.
" Ya sudah besok kami berangkat ke sana, kalau kalian mau nyusul, silahkan pasti lebih ramai nantinya, ujar Monicha.
" Bunda Salma dan kak Armando Jumat sore berangkat kesana boleh gak, tanya Salma.
" Boleh dong, ujar Monicha.
Selesai sarapan dan ngobrol, akhirnya waktu sudah mengharuskan mereka berangkat sekolah.
Ranti menggunakan Bugatti Chiron, karena cuaca mendung, sedangkan Rindu dia menggunakan Ferrari LaFerrari.
Ayah dan ibunya Ranti hanya bisa geleng-geleng kepala melihat anak-anaknya, semuanya milik mereka sendiri, Adriansyah dan Monicha menyadari bahwa mereka belum memberikan apapun, untuk Ranti.
Suasana di sekolah sudah pada heboh, Bagaimana tidak Gilang sudah datang dengan mobil Lamborghini Aventador svj, seharga 22 milyar, di mobilnya terparkir mobil Tiara yang tetap menggunakan Aston Martin Vanquish miliknya, masih kalah harga dengan miliknya Gilang.
Para siswa yang sedang mengagumi mobil Gilang, mereka di kejutkan dengan kehadiran Bugatti Veyron milik Darel, para siswa u
yang melihatnya langsung terdiam, dan spontan langsung beralih melihat mobil Darel.
Lalu muncul 2 Koenigsegg Regera, Milik Friska dan Mercy, dan 1 Unit Ferrari LaFerrari, milik Rindu, mereka belum turun dari mobil.
Kemudian masuk Buggati Chiron milik Ranti, dan langsung membuat semua siswa-siswi SMA Bintang Timur heboh, ada 7 unit mobil dengan harga lebih dari 10 milyar parkir di lapangan parkir Sekolah tersebut.
Gilang sudah berkeringat dingin, kemudian Ranti beserta saudara-saudaranya turun dari mobilnya masing-masing.
" Dek ini orang yang sombong itu, dan nantang kamu taruhan hancurkan mobil", tanya Mercy tiba-tiba.
" Ia, dia bilang kami sekelas semua orang miskin, jadi harus tunduk kepadanya, menurut kakak, kalau keluarga kita miskin, berarti keluarga seperti apa? tanya Ranti.
" Teman-teman semua sudah lihat video di group, bahwa teman kita yang ini, menantang saya adu mobil mahal, karena menurut dia, dialah yang paling kaya di kelas kami, ujar Ranti.
" Ranti.. jangan banyak omong.. langsung eksekusi saja mobilnya, kalau butuh bantuan, kami siap membantumu menghancurkan mobil orang yang Sombong ini, ujar mantan ketua kelas Ranti di kelas 2.
" Hahahaha santai saja kawan, dia tidak tau, sekolah Bintang Timur, tidak mentolerir orang Sombong", ujar Ranti.
" karena dia jijik berada di kelas yang ada siswa dari panti Asuhan, maka sebaiknya dia belajar di gudang saja, atau di gazebo", ucap Pretty sambil berteriak.
" Dulu saya dan saudaraku begitu sombong saat masuk disini, tapi kami tidak seperti dia, mengatakan jijik berada satu kelas dengan siswa dari Panti Asuhan, teriak Chelsea.
" Sekarang kami sudah mengerti apa itu persahabatan, hingga saat kami bahagia sekolah disini, memiliki banyak teman, ehh datang manusia super sombong, pakai acara nantang lagi", ujar Pretty.
" Ranti jadi bagaimana, apakah mobil manusia itu akan dieksekusi atau tidak ? tanya siswa yang lain.
Guru - guru hanya bisa diam, mereka sudah di peringatkan agar jangan campuri pemilik sekolah mendidik siswa yang sombong.
" Teman-teman semua, biar dia sendirian yang menghancurkan mobilnya, sesuai dengan omongannya", ujar Ranti.
" Saya tidak akan menghancurkan mobil saya, itu hanya taruhan biasa, ujar Gilang.
" Seandainya aku yang kalah, boleh aku berkata seperti yang barusan kamu katakan", tanya Ranti.
" Kalau itu lain soalnya, bisa aku ampuni bisa juga tidak", ujar Gilang.
" Kalau sekarang aku tidak mengampuni kamu, taruhan tetap taruhan dan yang ngomong kamu sendiri', ucap Ranti.
" Siapa kamu mau menghancurkan mobil saya", bentak Gilang.
" Aku yang menang taruhan, jadi aku berhak menagih janji kamu itu, sekarang kamu mau hancurkan sendiri mobilmu atau aku yang hancurkan", tegas Ranti.
" Kalau aku tidak mau, kamu mau apa", tantang Gilang.
Melihat gelagat Ranti yang sudah aneh, Tiara segera menggeser mobilnya agak jauh, hingga mobil Gilang terparkir sendiri.
Ranti berputar ke bagasi mobilnya, pura-pura ambil martil dari bagasi padahal dari dalam cincin semesta.
Dengan gerakan cepat, Ranti langsung menghajar mobil Lamborghini Aventador svj itu tanpa ampun, terdengar bagian belakang mobil itu hancur.
Ranti berpindah ke samping menghajar pintu samping, ke depan, kap mesin dan kaca depan mobil hancur, kesamping lagi di Hajar hingga hancur.
Gilang menangis seperti anak kecil melihat keganasan Ranti, yang masih terus menghancurkan mobil Gilang, hingga tak berbentuk lagi.
" Oke orang kaya, silahkan kamu lapor Polisi kalau berani, dan kamu di keluarkan dari sekolah ini tanpa syarat", ucap Ranti.
" Bu Michelle, keluarkan dia sekolah ini, Bintang Timur adalah sekolah untuk belajar menjadi orang pintar dan berakhlak", perintah Ranti.
" Baik Nona Muda, kami akan segera mengeluarkan dari sekolah kita", ucap Bu Michelle.
" Kenapa saya di keluarkan dari sekolah ini, tanya Gilang.
" Apa kamu tidak membaca tata tertib sekolah ini, kemarin kamu bilang jijik sekelas dengan teman-teman dari Panti Asuhan, karena di sekolah ini banyak teman-teman kita dari Panti Asuhan, maka tidak cocok untuk yang super Kaya, jadi saya bantu kamu agar dapat sekolah yang tidak ada anak-anak dari Panti Asuhan", Ujar Ranti.
" Kamu lihat saja keluargaku pasti akan meminta ganti rugi atas penghinaan ini", ucap Gilang.
" Hahahaha, silahkan saja datang bawa kesini Keluarga kamu, asal kamu tahu sekolah ini milik Saya, jadi saya menegakkan aturan yang sudah saya buat, telpon orang tuamu sekarang, katakan padanya pemilik sekolah Bintang Timur yang mengeluarkan kamu", ujar Ranti.
Omongan Ranti sontak membuat para siswa-siswi kembali gempar, mereka teringat bahwa ada pengumuman beberapa bulan yang lalu, bahwa Yayasan Bintang Timur sudah berpindah pemilik.
Guru-guru juga kaget mendengar omongan Ranti, mereka bertanya ke kepsek dan Bu Michelle mengakuinya.
" Jadi bagaimana, apa kamu masi merasa paling kaya di kelas kami, kamu pikir hanya kamu yang berasal dari keluarga kaya, kamu lihat baik-baik teman-teman yang ada disini, apa mereka suka pamer kekayaan seperti kamu bahkan sesumbar menghancurkan mobil", ujar Ranti.
" Pergi kamu dari sini dan bawa mobil rongsokan ini, sebelum aku panggil mobil derek dan suruh buang ke lautan mobil kamu itu", bentak Ranti.
Dari arah gerbang datang seorang pria paruh bayah dengan beberapa pengawal dan langsung menyerang Ranti.
Ranti dan seluruh saudaranya langsung berhadapan dengan para orang bayaran itu.
" Hahahaha, hanya segini kekuatan kalian, provokasi Ranti.
" Awas kamu ! ancam seorang Preman
" Mari bertarung pakai tangan dan kaki, jangan pakai mulut", ejek Ranti.
" Kakak - kakak, kalian mundur saja, hanya 6 orang tidak berguna ini, tidak akan mampu menyentuhku, perintah Ranti.
" Tapi Dek, ucap Darel
" Armor Transparan aktif", perintah Ranti.
Ranti merobek sedikit roknya agar lebih enak bertarung, tak butuh lama, dia mulai menangkap orang-orang itu dan langsung mematahkan kaki dan tangannya.
Para siswa dan guru melihat kelihaian Ranti bertarung membuat mereka ketakutan, Bu Michelle akhirnya percaya dengan omongan suaminya Pujiono, yang mengatakan kehebatan Ranti.
Ranti masih berjibaku, erangan kesakitan dari para preman terus bergema, sudah 5 orang terkapar, tinggal satu lagi yang masih bertahanlah.
" Hey bang, kalau kamu menyerah, kuampuni kamu, tapi jika tidak maka kamu akan seperti mereka", Ujar Ranti.
" Jangan banyak omong kamu hadis kecil", ujar preman itu.
" Ya sudah, di kesempatan hidup malah memakai saya, ya sudah selamat menjadi orang cacat", ujar Ranti.
Dengan gerakan yang sangat cepat Ranti menangkap orang itu dan langsung mematahkan tangannya dan kakinya.
" Bagaimana, sakit gak", ejek Ranti.
" Security tarik mereka semua bawa keluar Gerbang dan buang mereka disana" perintah Ranti.
" Hei Nona, kenapa kamu menghancurkan mobil anak saya, memangnya kamu mampu membelinya", ujar ayahnya Gilang.
" Kamu mau tau alasan kenapa saya menghancurkan mobil anak mu,karena dia yang menantang saya taruhan, mobil siapa lebih mahal, dan memang mobi saya lebih mahal jadi saya yang menang, dan sesuai aturan, yan hancurkan mobil.
Sedangkan kamu datang - datang langsung menyerang saya, tidak akan saya ampuni kamu dan keluargamu, ucap Ranti.
" Hahahaha, hanya anak kecil seperti kamu mau melawan kami, paling harta keluarga kamu tidak lebih dari 200 Triliun, ucap pria itu.
" Baiklah karena kamu orang kaya, jadi silahkan pergi dari sekolah milik saya ", ucap Ranti.
" Kamu ..! pemilik sekolah ini, jangan mengaku-ngaku kamu ! ucap ayahnya Gilang.
" Ya sudah kalau kamu tidak percaya, silahkan saja cari pemilik sekolah ini selain saya, dan sudah ku putuskan anak mu tidak pantas di sekolah orang miskin, karena itu silahkan pergi dari sini, usir Ranti.
" Kamu menantang keluarga kami, karena kamu menang adu mahal mobil, mati kita adu uang siapa lebih banyak dia yang menang dan yang jauh wajib membayar 150 triliun", ujar ayah Gilang.
" Kamu yakin menantang keluarga saya, kali begitu keluarkan cek 150 triliun kamu, dan ini cek saya 150 Triliun", tantang Ranti.
" Baik siapa takut, ucap ayah Gilang", sombong ayah Gilang.
" Aplikasi Mata Dewa, coba periksa apa apakah cek ini ada isinya atau tidak", perintah Ranti.
" Jika kamu menang silahkan ambil cek saya dan saya akan membelikan anak anda mobil baru, tapi bagaimana jika anda kalah apakah hanya cek ini saja taruhannya, ujar Ranti
" Hahahaha, yakin sekali kamu bisa menang dari saya, baiklah, jika aku kalah maka sekolah ini akan ku sumbangkan 20 Milyar, sesumbar ayah Gilang.
" Deal, mari kita mulai, silahkan tunjukkan saldo rekening kamu dan sebutkan perusahaan - perusahaan kamu, ujar Ranti.
" orsngtua hilang menunjukkan saldo di rekening banknya yang berjumlah 500 triliun, juga membuktikan beberapa perusahaan milik mereka, termasuk perusahaan pembuat kapal laut", hingga seluruh total asetnya ada sekitar 1250 triliun, sungguh kaya.
" Apakah sudah sudah semuanya, rekening istrimu dan anakmu silahkan di tambah saja, ujar Ranti.
* Rose tolong tampilkan uang kemenangan judi batu giok, uang rampasan dan bunga dari bank Global, perintah Ranti.
" Hahahaha, ini sudah ku tambahkan, total semuanya beserta aset 1500 triliun, ucap ayahnya Gilang.
" Sekarang saya, Ranti memperlihatkan terlebih dahulu, uang di rekening Bank Mandiri senilai 100 triliun, lanjut uang dollar Amerika, senilai 500 milyar dollar Amerika, uang di bank of China 130 triliun Yuan, bagaimana ini baru sebagian uang saya", ujar Ranti
" Aset, 3 gedung, 1 kompleks mall cempaka, Bank IDB, Tri Link Finance Indonesia, ARSA Group semuanya di Jakarta, RPS Development Bank berkedudukan di Singapura, dulu perusahaan keuangan terbesar di Asean, kalau di Surabaya RPS Multidana Finance, Bank Petani, RPS Food Excellent, sekolah Bintang Timur, di Cirebon Peternakan RPS Farm, itu baru sebagian punya saya", ujar Ranti.
Ayah Gilang begitu terkejut, mendengar dan melihat saldo rekening Ranti, beserta asetnya
" Maaf tuan orang kaya, lihatlah tabungan 4 orang bersaudara saya, ujar Ranti memperlihatkan saldo dari Darel, Mercy, Friska dan Rindu yang masing-masing lebih dari 1000 triliun, belum restoran, supermarket dan rumah kontrakan dan kost-kostan, bagaimana Tuan, apa saya harus tambahkan lagi punya orang tua saya.
Perlu anda ketahui, saldo saya belum termasuk dari semua keuntungan perusahaan saya, dan aset saya yang lain, termasuk 80% saham di Falcon Aviation di Amerika, ujar Ranti.
Seketika ayahnya Gilang langsung gemetaran, hilang sudah 150 triliun miliknya.
" Bagiamana, apa masih bilang anda lebih kaya dari saya, hartamu tak menyentuh 5 % dari seluruh hartaku di dunia ini, coba kamu lihat bukti transfer uang yang saya berikan kepada sahabatku, ujar Ranti sambil memanggil Tiara, Pretty dan Chelsea.
Seketika saja mata ayahnya Gilang hampir keluar dari kelopaknya, bagaimana tidak Ranti memberikan uang kepada temannya saja ratusan milyar dan 20 triliun, itu di berikan cuma-cuma, belum teman yang lainnya.
" Apa anda sudah puas bilang saya orang miskin, oh ya aku lupa bilang tadi mobil-mobil saya belum di hitung", Ejek Ranti.
" Baiklah Nona saya mengaku kalah, ampuni anak saya, saya berjanji akan mendidiknya dengan lebih keras lagi, tapi tolong jangan keluarkan anak saya dari sekolah ini, saya alumni kedua dari sekolah ini, jadi saya ingin anak saya lulus dari sekolah ini", ujar ayahnya Gilang sambil membungkuk.
" Apa jaminannya, jika anakmu berbuat ulah lagi, ujar Ranti melunak
" Silahkan anda keluarkan anak saya, dan saya berjanji tidak akan datang meminta maaf atau ampun untuk anak saya, dan juga hari ini juga saya akan Transfer uang kompensasi untuk sekolah ini, sebagai permohonan maaf saya dan keluarga saya, ucap ayahnya Gilang.
" Kemana ibunya dan apakah dia punya saudara yang lain, tanya Ranti.
" Ibunya dan kakak perempuannya lagi koma dan dirawat dirumah, sudah 5 tahun mereka sakit hingga akhirnya saya bawa pulang ke Indonesia, untuk dirawat di tanah kelahiran istri saya, ucap ayahnya Gilang.
" Kamu Gilang, apa masih mau sekolah disini dan mau berubah tingkahmu, tanya Ranti
" Maafkan saya, saya kesepian dirumah, tidak punya teman dan saudara untuk di ajak ngobrol, ucap Gilang.
" Baiklah, mumpung kelas kita belum punya Ketua Kelas, maka sebagai hukumannya kamu jadi ketua kelas kami, bagaimana teman-teman ?", teriak Ranti.
" Hahahaha, kawan idemu sungguh brilian, walau kita sudah tidak sekelas, tapi aku salut dengan pilihanmu, beri dia kesempatan, sama waktu kita memberi kesempatan pada Pretty dan Chelsea, lihatlah mereka sekarang, begitu peduli dengan kawan, hujanpun mereka pasti datang saat kawan lagi butuh, ujar mantan ketua kelas di kelas 11.
" Kami setuju, semoga dengan adanya tanggung jawab ini, saudara Gilang bisa lebih baik dan lebih maju, ujar geo yang sempat beradu dengan Gilang.
Ayahnya Gilang terharu mendengar keputusan dari teman-teman barunya, begitu juga Gilang merasa sangat malu fan bersumpah untuk bertobat dan mencari kawan agar tidak kesepian.
" Bagaimana Gilang, apa kamu bersedia menerima hukuman kamu?" tanya Ranti.
" Terimakasih sudah memaafkan saya, ini bukan hukuman buat saya, tapi ijinkan saya memimpin kelas kita untuk satu tahun ini, dan tolong ajarkan saya bagaimana cara untuk berteman ", ujar Gilang sambil membungkuk.
" Caranya gampang Gilang, rubah cara pandang, dan lihat kawan-kawan sekitar kita dengan hati terbuka, saya dulu juga seperti kamu, kesepian karena orangtua saya sibuk, tapi sekarang lihatlah, meski orangtua saya sibuk, saya sudah punya kawan, kalau lagi bosan, saya telpon kawan, kalau mereka senggang pasti kita di temani, justru kadang saya pergi ke panti asuhan dan bermain Disana", ujar Chelsea.
" Ayah, maafkan Gilang yang egois, tak mengerti kecapean ayah urus kerjaan dan merawat bunda dan kakak", ujar Gilang kepada ayahnya.
" Bersyukurlah kamu sudah menyadarinya, lihatlah teman - teman kamu yang sudah memaafkanmu, kerjakan tanggung jawabmu sebagai pemimpin, pasti kamu bisa, ayah akan selalu mendukungmu", ujar Ayahnya Gilang.
" Baiklah, sekarang kita semua kekantin, biar aku yang traktir, hari ini kita telah memiliki teman baru, saya Ranti Putri, hari ini menerima Gilang Sebagai teman Dan ketua Kelas di di kelas saya, sekarang semua siswa kelas 12 saya traktir makan siang di Kantin", teriak Ranti.
Hahahaha... hahahaha terimakasih kawan.. kami tak akan sungkan menikmati makan siangnya, ujar mereka.
" Silahkan, tapi tidak baik kalau hanya kelas 12, ralat : dari kelas 10 hingga kelas 12", teriak Ranti.
" Nona Ranti, saya pamit dulu, sudah waktunya dokter datang memeriksa istri dan anak saya, ucap ayahnya Gilang.
" Ini pak, silahkan ambil kembali cek bapak, tenang saja semua pasti baik-baik, saya hanya minta agar belikan lagi Lamborghini Aventador svj milik Gilang, biar dia tidak lebih kecewa," ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Ranti, tapi ijinkan saya tetap mentransfer 20 milyar untuk pembangunan di sekolah ini dan biaya makan siang hari ini, ijinkan bapak yang membayarnya, anggaplah permohonan maaf dari Gilang, dan tolong tunjukkan Panti Asuhan yang biasa Nona Ranti menyumbang, saya juga mau ikut jadi donatur, ujar ayahnya Gilang.