SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Pamer Mobil Mewah


Sore kini sudah berganti dengan malam, saat ke-lima orang bersaudara beda orangtua, sedang menikmati makan malam bersama, tak banyak obrolan yang terdengar dari mereka.


Selesai menikmati makan malam, mereka langsung masuk ke kamar masing-masing, karena tugas sekolah yang banyak apalagi Senin depan mereka semua akan menghadapi ujian semester.


Karena tugas sekolah Ranti sudah selesai maka dia masuk ke Cincin Semesta, didalam cincin tersebut Ranti mulai memisahkan berlian dan Emas batangan buat keempat kakaknya, masing - masing mereka mendapatkan ;


- 100 batang emas @ 2kg


- 10 batang emas. @ 5 kg


- 12 jenis batu permata ukuran kelereng @ 20 biji


- 12 jenis batu permata ukuran bola pingpong @ 10 biji


- Buah-buahan 1000 tahun


(semua barang di masukan ke dalam Cincin Ruang tingkat Emas)


Selesai menata semua harta yang akan diberikan kepada keenam kakaknya, Ranti keluar dari Cincin Semesta.


Karena matanya belum mau terpejam, akhirnya Ranti memutuskan untuk mencoba membuka aplikasi Mata Dewa, setelah aplikasi terbuka, Ranti melihat ke Menu, ternyata bisa hanya melihat untuk satu kota saja atau satu Propinsi dan satu negara, tapi untuk negara luar hanya wilayah Asean saja, dan jika sudah Tahap Berlian tingkat 5 keatas baru bisa seluruh dunia.


Ranti mencoba untuk melihat kota Surabaya saja, dengan menggabungkan skill hacker dan aplikasi Mata Dewa, maka tingkat kecepatan proses data lebih cepat, apalagi jaringan internet yang unlimited.


Ranti bisa melihat dengan jelas aktivitas warga Surabaya, wah serem juga aplikasi ini, jika orang jahat yang menggunakan nya pasti banyak yang menjadi target kejahatan.


Apalagi jika aku sudah sampai Tahap Puncak Sistem, maka aplikasi ini bisa mengendalikan seluruh persenjataan di dunia dan kekuatan Mind Ruler di gabungkan apakah yang terjadi, aku bisa mengontrol seisi Dunia.


" Rose Apakah aplikasi Mata Dewa dan Mind Ruler adalah satu bagian dari kekuatan tertinggi"


* Tuan sangat Hebat, tapi masih ada satu kekuatan yang belum tuan dapatkan, tapi bersabarlah tuan akan mendapatkan itu*


Kekuatan apa itu Rose?


* Kekuatan Ruang dan Waktu*


* Bersabarlah tuan dan tetaplah pada tujuan awal Tuan*


* Kekuatan dan Kekayaan, akan membawa Tuan pada Kekuasaan yang tanpa Batas, jadi hendaklah Tuan selalu bersikap Bijaksana dan Bertindak Tegas. *


" Terimakasih Rose, tolong ingatkan aku terus agar berjalan sesuai rencana awal "


* Pasti Tuan*


Ranti terlelap dalam tidur yang nyaman dan terasa tubuhnya seperti baterai yang di isi ulang.


Pagi hari dia terbangun dengan tubuh yang segar, begitu juga keempat kakaknya yang sudah menunggu untuk latihan seperti biasa


Sejam telah berlalu akhirnya selesai, mereka menuju ke kamar masing-masing dan membersihkan diri serta bersiap untuk berangkat ke sekolah.


Di meja makan formasi seperti biasa, mereka menikmati Menu sarapan pagi buatan Dewi, juga bekal mereka adalah buatan Dewi.


Saat ini mereka sudah berada di jalanan bersama Mang Dul, 20 menit kemudian mereka tiba di sekolah.


Ranti di sambut oleh Tiara dan Tiara mengajak Ranti untuk berbicara.


Ranti, kasus penipuan Berlian saat ini telah berada di kepolisian dan pelakunya sudah tertangkap, dan gara-gara pelakunya tertangkap ayahku jadi tau kalau aku dan ibuku membohongi ayah.


Dan kaitannya dengan itu ayah mempertanyakan soal Berlian ini, agar di kembalikan ke kamu kata ayahku, kalau tidak ayah akan menghukum aku dan Ibuku, kata Tiara sambil menyerahkan Berlian warna hijau itu.


Kamu pegang saja dan katakan pada ayahmu, jika nanti pelakunya sudah mengganti uang kalian maka 15 milyar itu jadi punya saya. kata Ranti


aku sudah jelaskan seperti itu, tapi kata ayah harga Berlian ini berkisar 100 milyar, lebih ia , kurang tidak mungkin


Tidak apa-apa, kamu pegang saja dulu, nanti kita lihat kedepannya, kata Ranti santai l.


Akhir jam pelajaran pertama di mulai


Dirumah tua peninggalan Belanda terjadi sebuah pertemuan yang mengharukan.


Diruang Tamu terlihat seorang wanita paruh bayah dan seorang wanita Lansia, sedang berbicara.


Nisa kamu kemana saja, kenapa ada masalah besar kamu tidak kembali kesini, dan siapa gadis kecil ini tanya nenek Tania


Dia Putriku Bi, kami pindah dari sini saya sedang hamil, setahun Belinda Lahir kami diusir dari keluarga Sumitro oleh ibu tiri suamiku, dan untuk menghidupi kami suamiku bekerja jadi butuh bangunan dan menjadi kontraktor kecil -kecilan, setelah dia meninggal kami tinggal di perkampungan pinggir Surabaya. jawab Nisa ibunya Bara.


Saya malu untuk pulang kesini karena saya sudah tidak memiliki apa-apa, hingga malam tadi Bara pulang menceritakan soal bibi. Makanya aku berani datang, Nisa bercerita sambil menangis.


Belinda ini nenek mu, hanya tinggal nenek dan kak Tania keluarga kita, beri hormat seperti ajaran bunda sama kalian, Bara kamu juga beri hormat sesuai aturan keluarga Hermawan.


Mereka membungkuk 3x dan berlutut terakhir berjalan dengan lutut dan memberikan salam, "Semoga Nenek Panjang Umur".


Berdirilah, hormat dan sujud kalian aku terima, dan mulai hari ini, tidak adalagi yang boleh pergi meninggalkan keluarga ini, apa kalian mengerti, Nisa, Tania, Bara dan Belinda menjawab dengan serentak, Kami akan selalu berada dalam keluarga Hermawan.


Untuk kamu Bara, mulai hari ini, Namamu adalah Bara Sumitro Hermawan, Begitu juga dengan Belinda, atur semua dokumen dan nanti kita akan membuat membuat acara penerus keluarga Hermawan. Bagaimana menurut kamu Nisa, Tanya nenek Tania


Kami menurut saja sesuai arahan bibi, kata Nisa


Tania, Rumah dari nomor 1 hingga nomor 5 itu adalah milik kita, jadi rumah nomor 1 segera beri tahu ke penyewa segera cari tempat baru, kamu ambil dokumen di kamar nenek disitu terdapat sertifikat kelima rumah ini. Dan tanah kosong persis belakang rumah yang sudah kita jual itu adalah milik kita nanti suruh orang untuk membersihkan nya dan buat tempat parkir. Perintah nenek.


Baik nek, Bara akan Berusaha semaksimal mungkin. Jawab Bara


Dan kamu Nisa urus surat pindah sekolah Belinda, ke Bintang Timur, Perintah nenek Tania


Baik Bi, Nisa akan kerjakan semuanya.


Tania belikan mobil untuk Bara dan Bibimu serta bantu bibimu untuk buat SIM.


Baik nek, jawab Tania


Bibi, kak Bara dan adik Belinda ayo kita pergi beli mobil, ajak Tania


Nanti setelah beli mobil kita ke kontrakan untuk mengambil barang yang penting saja dan mengembalikan kunci kontrakan dan mengambil motor Vario ku kata Nisa.


Baik Bi jawab Tania.


Selesai urusan bedengan keluarga Hermawan, kita beralih ke Ranti


Saat ini Ranti dan Tiara berada di kantin, walau bawa bekal tapi Ranti selalu makan di kantin.


Ranti kata ayah kamu bangun pabrik makanan ibu hamil dan bayi, tanya Tiara


Ia mungkin tahun depan beroperasi, saham 100% milik saya jadi tidak perlu repot-repot mengurusnya dan soal pembangunan, perusahaan ayahmu yang mengerjakan nya. tumben kamu tanya soal itu.


Hanya kaget saja dengar ayah ngomong, ayah takut imbas dari berlian nanti kamu stop kerjasama pembangunan di pabrik dan sekolah. Kata Tiara agak gugup walau Ranti adalah temannya, tapi Tiara paham soal pribadi dan pekerjaan.


Kamu itu terlalu banyak berpikir, ini masih rahasia ya, Tiara dengar baik-baik saat kita naik kelas XI, aku akan memberikan pekerjaan yang sangat besar untuk ayahmu, mau tau nilainya, 300 triliun. dan ini namanya Mega Proyek. kata Ranti


Ranti membuka handphone dan membuka saldo khusu pembangunan Mega Proyek itu dan menunjukkan ke Tiara, lihat ini 300 T. Nama Perusahaan RPS GROUP COMPANY ini milikku. Dan ini Nama perusahaan yang ku miliki, Ranti menutup perusahaan ayah nya. Tertera disana potensi Deviden yang akan dia terima tiap Tahun setelah dia berumur 18 tahun. di perkirakan Deviden 3 tahun yang akan di serahkan pada saat ultah ke 18 sekitar 250 Triliun dan selama tiga tahun perusahaannya akan terus bertambah. Tiara hanya terbengong bengong melihat kekayaan temannya yang dulu begitu miskin.


Sudah ayo kita ke kelas, kamu sudah tau betapa kaya nya temanmu ini hahahaha, tapi coba kamu lihat apakah aku harus menonjolkan kekayaan ku, jawabnya itu tidak penting. Kata Ranti


Kamu benar Ranti itulah yang di ajarkan keluarga ku, untuk apa pamer harta, apalagi aku yang masih mengandalkan orang tua, berbeda dengan kamu, walau itu adalah warisan orangtuamu tapi kamu sudah mampu mengembangkannya, jika yang dapat seperti, belum tentu aku mampu. Jawab Tiara


Nah sekarang apakah berguna bagiku sebiji berlian yang kamu pegang saat ini? bukan sombong ukuran sebesar itu ada sekitar 500 biji, perusahaan ayahku bergerak di bidang pertambangan dan sekarang aku bos nya. Kata Ranti meyakinkan Tiara.


Atau begini saja, katakan saja kepada ayahmu bahwa berliannya sudah ku terima, kamu simpan baik-baik aku mau berlian ini kamu buat perhiasan, bisa menjadi cincin, liontin, anting juga gelang. bahkan cincin untuk Robin juga biar kalian sepasang. Yang 12 jenis itu, kamu simpan dan bisa jadi warisan keluarga mu. makin tahun harganya makin naik. kata Ranti


Terimakasih Ranti, kamu sudah memikirkan masa depan untuk ku. jawab Ranti.


Kamu sahabatku satu-satunya, jikapun suatu saat aku memiliki banyak teman, tapi posisi mereka sangat berbeda dengan kamu. tegas Ranti.


Keenakan ngobrol mereka tidak memperhatikan kalau saat ini jam kosong, jadi mereka terus ngobrol.


Dan tak terasa bel berbunyi tanda sudah waktunya pulang.


Ranti membuka Handphone dan melihat pesan dari Tania yang katanya ingin bertemu dengannya.


Ranti membayar oke nanti sore di Di kafe milik kakaknya saja, dan Tania setuju, Ranti langsung share lokasi.


Ranti mengantarkan Tiara pulang baru mereka kembali ke rumah. Didalam mobil Ranti memberitahukan bahwa dia ada pertemuan di kafe milik mereka.


Kami ikut ya sekalian lihat kafe kami, tanya Rindu


Ia tapi bawa mobil masing-masing ya, kata Ranti


Oke siapa takut, hehehehe balas Friska


Tak terasa mereka sudah sampai rumah dan langsung menuju meja makan, tumben tuan muda dan nona-nona muda langsung makan tanpa ganti seragam, kata Bu Likha


ini darurat Bu soalnya abis ini, kita mau siap-siap ke Kafe, kata Rindu


Kak Darel mau ikut gak, tanya mereka


Ya ikutlah, kata Darel


oke kalau begitu.


Selesai makan mereka semua menuju ke kamar masing-masing dan membersihkan diri dan bersiap untuk ke Kafe.


Semua sudah berkumpul di ruang tamu, tepat jam 16.30 mereka berangkat, Lamborghini Sian Roadster, Lamborghini URUS dan 3 Ferrari LaFerrari beriringan membelah jalanan Surabaya, ketika berada di lampu merah, banyak yang melihat ke Lima mobil mewah berjejer, apalagi melihat Lamborghini Sian Roadster seharga 53 milyar, lebih membuat orang ngeri takut menyenggol mobil mewah itu.


Mereka memarkir mobil mereka berderet di depan kafe, banyak pengunjung yang melihat ke Lima mobil itu sembari mengambil gambar.


Lima bersaudara masuk ke dalam kafe di sambut Dewi, Nona Ranti ruangannya sudah di siapkan.


Terimakasih Dewi, kami duduk dulu disini menunggu teman kami datang baru kami keatas.


Tak lama kemudian sebuah mobil Aston Martin DB 11 masuk ke area parkir dan parkir berjejer dengan mobil Ranti.


Tania dan Bara turun dari mobil, mereka berdua langsung masuk ke Kafe dan disambut oleh Ranti dan keempat kakaknya dan memperkenalkan ke pada Bara dan Tania.


Ayo Tania kita ke atas, mereka semua naik dan memasuki ruang VIP, Karena hari ini yang datang adalah tamu spesial mama Dewi dan pelayan kepercayaan yang melayani Ranti bersaudara dan Hermawan bersaudara.


Dewi menghidangkan makanan yang sudah di pesan oleh Ranti, berupa Lobster ukuran 200 gram. Dan menu lainnya.


Selesai menikmati makanan, mereka langsung berbicara ke inti kedatangan Tania dan Bara