SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Membatalkan bayi yang hendak di jual


Ranti terpukau melihat kecantikan Bu Marice, benar kata mommy nya, kalah Bu Marice memang Cantik.


" Bagaimana rasanya sekarang bi" tanya Ranti.


" Sangat bahagia, sini bibi ingin memelukmu, apa kamu sudah ketemu orangtuamu? tanya Bu Marice.


" Sudah bi, tapi masih rahasia, tapi sebentar lagi Dady dan Mommy akan tampil, apalagi saat ini Ferdiansyah Setiawan sudah makin terpuruk, perusahaannya sudah hancur", ucap Ranti, membalas pelukan Bu Marice.


" Boleh bibi bicara dengan kedua orangtuamu, Ucap Bu Marice.


" Mungkin dengan mommy dulu, karena barangkali ayah masih di Kalimantan atau sementara di pesawat menuju Surabaya", ucap Ranti sambil menghubungi mommy nya.


" Halo Princes, apa sudah sampai sayang? Tanya Monicha


" sudah mom, bibi Marice ingin bicara dengan mommy, ternyata Bibiku sangat cantik mom", ucap Ranti sambil memberikan handphonenya ke Bu Marice.


" Halo Dek, maafkan mbak belum bisa datang menjengukmu, maka kuminta putriku yang datang duluan menjengukmu", ucap Monicha.


" Gak apa-apa mbak, lagian saya malu, kalau Mbak melihat kondisiku, keponakan sangat hebat, dokter disini tak sanggup menyembuhkan aku, tapi sekarang berkat bantuan keponakanku aku sudah sembuh mbak, terimakasih sudah membantu anak-anak saya, nanti saat liburan kami ke Jakarta", ucap Bu Marice.


" Ia nanti saat kami kembali dari Amerika, mbak hubungi adik, biar kita jalan-jalan, mana Yohanes dan Priskila, aku kangen ingin melihat keponakanku", ucap Monicha.


" Ini mereka, sekarang sudah besar keduanya sudah kuliah, berkat bantuan darimu lewat mas Haris Setiadi,


Yo, Pris, salam buat Bibimu, salam seperti yang mama ajarkan, kalian juga sudah melihat adik kalian menyapa mama tadi", ucap Bu Marice.


" Yohanes Regar, Putra Antonio Regar dan Marice Paulus, memberi hormat kepada bibi


Priskila Regar, Putri Antonio Regar dan Marice Paulus, memberi hormat kepada bibi.


" Hormat dan sapa kalian bibi sudah terima, tolong mulai hari ini kalian harus hidup bahagia, jaga mama kalian, bibi sudah titip uang buat kalian, di pakai dengan bijak, dan jangan menjadi orang yang sombong,


Papa kalian orang yang sangat rendah hati, meskipun dia pintar dan lulusan luar negeri, lihat mama kalian, sudah cantik baik hati lagi, jangan kecewakan mereka, nanti kalian berdua lulus S1, bibi akan kirim kalian ke Luar Negeri, jadi belajarlah baik-baik", ucap Monicha.


" Terimakasih Bi, kami tidak akan mengecewakan papa dan mama serta paman dan Bibi, bahagia kami bisa bertemu langsung dengan adik, dulu hanya lihat saat adik lahir, tapi sekarang adik sudah besar dan cantik seperti bibi", ucap Yohanes.


" Hahahaha, sudah pintar berkata manis ya, memangnya siapa lebih cantik bibi atau mama kamu? ucap Monicha.


" Sama-sama Cantik, dan juga baik hati", jawab Yohanes.


" Terimakasih Nak, ingat baik-baik, Ranti Putri Setiawan adalah adik kalian, bibi berharap kalian bisa saling melindungi di masa depan, jangan kecewakan kami orang tua kalian", ucap Monicha.


" Ia Bi, kami sangat bahagia saat ini bisa melihat adik, apalagi adik sudah Membantu mama, kami berjanji akan saling melindungi dan menyayangi sampai kapanpun", ucap Priskila.


" Mom, nanti ngobrol lagi, princes mau urus administrasi, dan bawa bibi pulang, semua sudah disiapkan", ujar Ranti.


" Ya sudah, mommy mau ke bandara jemput Dadymu katanya sudah berangkat dari Kalimantan ", ucap Monicha.


" Maaf Nona, berapa biaya perawatan dan pengobatan Pasien atas Nama Marice Paulus", tanya Ranti.


" Biayanya sudah lunas hingga Minggu kedepan, biasanya di bayar sebulan sekali, justru di pihak kami masih ada titipan deposit, yang cukup untuk bayaran 2 Minggu", ucap bagian administrasi dengan sopan.


" Terimakasih, saya ingin membawa pulang bibi saya, soal deposit tolong di bagi saja ke seluruh staf administrasi dengan adil, apa bisa seperti itu ? tanya Ranti.


" Kalau deposit bisa Nona, tapi jika bibi anda ingin Keluar dari RS, kamu harus berkoodinasi dengan dokter, jika dokter memastikan sudah layak Pulang dari RS, maka sudah boleh pulang", ucap pegawai Administrasi itu.


" Baik kalau begitu, tolong panggilkan dokter untuk mengecek pasien", ucap Ranti.


" Baik, silahkan Nona menunggu di ruangan pasien saja", ucap pegawai itu.


Ranti dan Priskila kembali ke ruangan Bu Marice, yang kini sedang membiasakan kakinya sambil ngobrol dengan Maura dan Miky.


Maura juga menceritakan bagaimana dia bertemu dengan Ranti.


Tak lama kemudian 3 orang dokter dan beberapa perawat datang, Ranti dan Priskila masih mampir kantin membeli pisang goreng.


ketiga Dokter itu terkejut melihat Bu Marice yang sedang jalan-jalan dalam ruangan sambil ngobrol.


" Selamat malam Bu Marice, katanya ada permohonan untuk kembali ke rumah, jadi ijinkan kami memeriksa kondisi ibu, jika ibu memang sudah sembuh, maka malam ini juga bisa pulang", ucap Dokter itu.


Walau mereka sendiri bingung, tapi tetap mereka mengecek kondisi Bu Marice, dan ternyata semuanya baik-baik saja.


" Baik Bu sudah selesai, mohon besok siang datang check up, kami mau melakukan Rontgen, agar bisa lebih memastikan kondisi ibu", ucap Dokter itu.


" Tapi malam ini apa saya sudah bisa pulang? tanya Bu Marice memastikan.


" Sudah bisa, apalagi jika semua administrasi sudah beres, ini rekomendasinya tolong bawa kembali ke administrasi agar status pasien di non aktifkan dan sudah bisa pulang", ucap Dokter.


Akhirnya semuanya beres, mereka keluar dari RS menuju ke parkiran, tapi karena Yohanes bawa motor, jadi dia sendiri di motor dan mengikuti mobil Maura.


Mereka mampir makan malam di jalan Boulevard terlebih dahulu, kemudian mampir ke Mantos atau Manado Town Square mereka berbelanja Pakaian, sedangkan kalau untuk keperluan dapur sudah komplit.


Ranti memerintahkan agar Miky dan Maura beli pakaian, juga Maura Adelaide agar membelikan pakaian untuk kedua anak kembarnya.


Setelah mereka semua sudah selesai, Ranti mengeluarkan Kartu Black Card Centurion untuk membayar semua belanjaan, totalnya 30 juta, dan meminta agar dikirim ke rumah Bu Marice.


" Maaf Nona, ongkirnya 150 ribu, sejujurnya kami tidak melayani pengantaran, tapi kebetulan saya lewat kompleks perumahan itu, jadi saya akan antar pakai Taksi, ucap gadis pelayan itu dengan ramah.


" Baiklah, saya percayakan belanjaan saya kepada anda, ini nomor telpon saya tolong hubungi saya jika sudah jalan", ucap Ranti.


" Baik Nona, dan ini nomor wa saya, tapi maaf saya kesana saat tutup toko jam 10 malam", ucap gadis itu.


" Oke tidak masalah, ini uangnya, ucap Ranti sambil memberikan gadis itu 200 ribu.


" Maura nanti saat sampai di rumah bibi, Maura boleh kembali kerumah, besok jam 9, tolong jemput saya di sini dan kita ke proyek", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda", jawab Maura.


Setelah berkendara 1,5 jam, akhirnya mereka tiba komplek perumahan yang terbilang elit di daerah Mapanget, dan setelah semua mereka turun dari mobil Maura, dia langsung pamit pulang karena sudah jam 21.30.


" Mari masuk, ini rumah bibi sekarang, dan mobil-mobil itu, serta motor semuanya milik kalian bertiga', ucap Ranti.


Setelah mereka tiba didalam rumah, Bu Marice terpana melihat interior rumah barunya, dapur juga besar, dan masih ada tanah sisa di samping, apalagi rumah itu di posisi Hook.


Kini mereka duduk di ruang tamu, dan ngobrol soal hilangnya Antonio, Marice menceritakan dengan detil, Marice juga masih yakin kalau suaminya masih hidup.


" Ya sudah bi, saya sudah mengerahkan orang untuk mencari Paman, begitu ayah dan paman Haris, sebelum saya ke hotel, saya ingin menyerahkan ini kepada bibi dan kakak berdua.


Tadi saya sudah kesini, jadi handphone, tablet dan aksesoris nya sudah saya letakkan disini, ini 3 iPhone 14 Promax 512.


Dan ini masing-masing kalian dapat 3 ATM, ini buat bibi, di dalamnya ATM yang pertama itu adalah rekening deposito berjangka, isinya 2 triliun, ATM kedua berisi 100 milyar, dan ketiga berisi 30 milyar.


Untuk kakak berdua Masing-masing dapat deposito berjangka dengan saldo masing-masing 250 milyar, sedangkan ATM kedua dan ketiga, sama dengan mama kalian, nanti kalian buat ATM sendiri lagi agar tidak kelabakan jika ada masalah di ATM yang ini,


Dan ini SIM untuk kalian bertiga, silahkan teteskan darah kalian, dan rasakan keajaibannya.


Beberapa detik menit kemudian ketiga orang itu merasakan hangat di seluruh tubuhnya, mereka mendapatkan skill mengemudi tingkat master, memasak, komputer dan bisnis.


" Bagaimana rasanya? tanya Ranti.


" Baguslah, silahkan kalian kembali ke rumah saudara kalian dan ambil barang yang penting saja, setelah saya pulang ke Surabaya.


" Terimakasih keponakan, bibi sangat bangga dengan kamu, bibi janji nanti ke rumah kamu di Surabaya, kalau kedua kakak mu sudah libur, nanti bibi telepon sebelum berangkat", ucap Marice.


" Kami mau ke Amerika, nanti setelah pulang dari Amerika silahkan bibi datang ke rumah, mau berapa lama juga silahkan", ucap Ranti.


" Besok pagi, saya akan membuat kakak berdua lebih ganteng dan cantik, saya nanti sampai disini jam 8 pagi.


Tak lama kemudian Terdengar ada yang memanggil dari luar, ternyata si Gadis pelayan toko.


" Tolong di bawa masuk, ucap Ranti, yang juga ikut membantu, beserta kedua anak Marice.


" Terimakasih Nona, kalau boleh tahu siapa nama kamu dan berapa umurmu? tanya Ranti


" Nama saya, Monalisa Turang, umur 19 tahun", ada apa Nona.


" Kalau kamu mau pindah kerja yang tidak pulang malam, besok pagi jam 10 saya tunggu kamu disini, saya janjikan kamu pekerjaan, dan kamu bisa kuliah sore, perusahaan saya memang belum jalan, tapi jika kamu mau, kamu akan saya gaji mulai besok, gaji awal 5 juta dan kendaraan dari saya, uang bensin dan tempat tinggal semua dari saya, detilnya saya tunggu besok jam 10", ucap Ranti.


" Baik Nona besok saya datang lagi", ucap Monalisa.


Setelah Monalisa Pergi, berpura- pura meminjam mobil untuk ke hotel.


Sepeninggal Ranti, Bu Marice dan kedua anaknya tak berhenti bersyukur, kemudian Bu Marice menelpon adiknya dan memberitahukan agar besok pagi datang ke alamat rumah baru mereka.


Marice dan suami, awalnya hidup berkecukupan bahkan termasuk orang kaya di Manado, setelah Antonio hilang, Marice jadi orang yang labil, itu karena obat yang di paksa minum oleh orang yang menculik suaminya.


Mulailah Marice hidup tak karuan, hingga rumah di jual, di tambah lagi kedua kakaknya selalu meminta uang, dan akhirnya, habislah hartanya, perusahaan suaminya juga di kuasai oleh saudara-saudaranya, dan kini perusahaan itu sudah lumayan berkembang.


" Yo, Pris, apa kalian ingin merebut kembali perusahaan ayah kalian ? tanya Marice.


" Gak mam, biarkan saja, sekarang kami berdua hanya mau fokus kuliah, dan mama juga harus hidup bahagia, jangan perlihatkan harta kita kepada saudara-saudara yang lain, kecuali bibi Matilda, dia rela menjaga mama, bahkan anaknya di tinggalkan bersama dengan tetangga, biar dia tinggal dengan kita, dan semua biaya hidupnya kita yang tanggung", ucap Yohanes.


" Ya sudah besok mama bicarakan dengan Bibimu", ucap Monica.


" Ia mam, tapi seberapa kaya paman Adrian dan Bibi Monicha? tanya Priskila.


" Mereka sangat kaya, ribuan triliun harta mereka, dan ayah kalian sangat beruntung bersahabat dengan paman adrian kalian juga, paman Haris kalian, mereka sudah bersumpah menjadi saudara, makanya Pamanmu harus tak berhenti mencari kita,


Mama yang salah tidak mau menghubungi mereka, hingga benar-benar Mama melupakan mereka karena lebih memikirkan ayah kalian.


" Saat kalian libur, kita ke Jakarta, mama sudah ingat, ada yang ayah kalian tinggalkan untuk kita, dan hanya kalian berdua yang bisa mengambilnya, tolong ambil tas mama, dan ambil kotak yang di berikan pamanmu Haris, saat ketemu kalian berdua", ucap Monicha.


Saat Marice membukanya, ternyata berisi buku rekening, 1 buah kunci dan 1 lembar yang berisi, surat suaminya.


" Marice kaget membacanya, ternyata Antonio, masih memiliki banyak saham, dan di kontrol oleh Haris, walau Haris tidak bisa mengambil uang itu, tapi pergerakan saham Haris yang membantu menjaganya.


Juga tertulis alamat sebuah rumah tempat kelahiran Antonio, sebelum akhirnya dia hidup di panti.


" Mam, apa kita akan tetap tinggal disini atau dimana? tanya Yohanes.


" Kita tetap tinggal di sini, nanti jika kalian kuliah di luar negeri, biar mama tinggal di Jakarta bersama bibi kalian, dan kapan-kapan pasti mama tinggal dengan kalian di luar negeri.


" Ayah kalian lulusan Inggris, kalian juga akan tahu seperti apa ayah kalian sebenarnya, dan siapa yang menculiknya, mereka mencekoki mama dengan obat, agar mama lupa dengan mereka,


Kalian ingat baik-baik, yang bersaudara dengan kita hanya Paman Kalian Adriansyah Setiawan dan Haris Setiadi, ada 1 lagi Marwansyah dan istrinya, tapi mereka tidak ikut angkat saudara dengan ayahmu, tapi mereka orang baik, selebihnya jangan kalian percaya, kalian berdua punya tato seperti ini, nanti di Jakarta mama aktifkan, pasti, Ranti, Yoga dan Yogi serta Yayuk, mereka anak Pamanmu Haris akan saling terhubung.


Kalian semua disebut keturunan kedua, saat kalian menikah dan punya anak, juga akan mendapatkan tato secara otomatis, ucap Marice kemudian menggigit jarinya dan meneteskan ke lengan kanannya, kemudian nampaklah tatonya, beberapa detik kemudian tato nya tidak lagi kelihatan.


Jauh di Surabaya dan Bandung, pergelangan kedua wanita berstatus Istri Haris dan Adriansyah merasakan sedikit hangat.


" Mas, Marice sudah Sehat, lihat tangan mama, ucap Monicha, yang sedang duduk berhadapan dengan Lindri.


" Pah, Adik Marice sudah sehat, lihat pergelangan adik mas, ucap istri Haris sambil menunjukkan pergelangannya yang menimbulkan tatonya.


" Syukurlah, besok kita telpon, tadi ponakan Ranti juga sudah WA ke Papah, tapi kata Ranti, besok saja kalau mau hubungi Marice.


Ranti kini sudah selesai Mandi, dia membaca seluruh laporan keuangan perusahaannya dan tidak ada masalah, dia melihat Salma dan Armando yang sudah tidur, kemudian dia melihat Aisyah yang juga tidur sambil memeluk boneka pemberian Ranti.


* Tuan, baru saja ada bayi yang lahir, tapi Ibunya ingin menjualnya karena tidak punya uang buat bayar klinik itu, pacarnya ternyata sudah punya istri, dsn pacarnya itu seorang PNS, Segera tuan bantu, karena besok pagi bayi itu akan jual oleh seseorang dengan harga 20 juta ditambah pelunasan biaya melahirkan, usia gadis itu baru 17 tahun dan barusan lulus SMA", ucap Rose.


" Lalu apakah dia kita bawa ke Surabaya, atau tetap disini? tanya Ranti.


* Biarkan mereka disini, Berikan uang untuk biaya hidup mereka, nanti Rose ikat gadis itu agar bisa mengurus bayinya hingga dewasa", ucap Rose.


" Baiklah,mari kita berangkat, ucap Ranti kemudian terbang ke arah klinik yang dimaksud Rose.


5 menit kemudian Ranti tiba di depan klinik yang buka 24 jam, Ranti masuk dan bertanya soal wanita itu, mereka berpikir Ranti adalah orang yang akan membeli bayi itu.


Sampai di kamar perawatan, yang ternyata hanya berisi wanita itu dan bayinya, perawat meninggalkan Ranti dan kembali ke depan.


" Halo dek, nama saya Ranti Putri, Orangtua kamu dimana? tanya Ranti.


" Orangtuaku, sudah tidak mengakui saya lagi, karena hamil dengan suami orang, ucap gadis bernama Brenda.


" Lalu apa tujuanmu kedepan, setelah kamu dapat uang dari menjual bayimu? tanya Ranti.


" Mau cari kerja, apa saja yang penting menghasilkan uang untuk masa depan saya", ucap Brenda.


" Apakah rumah orangtuamu jauh dari sini? tanya Ranti.


" Mereka sangat jauh, aku sekolah disini ngekost, saya justru ingin ke daerah Bitung untuk cari kerja disana saat ijazah saya keluar", ucap Brenda.


" Jangan di jual bayimu, saya akan berikan kamu uang, rumah dan kendaraan, kamu ambil ijazahmu dan kuliah di unklab saja, nanti saya belikan rumah dekat sana, agar kamu kuliah dekat.


Kamu cari pembantu yang bisa menjaga bayimu, agar kamu lebih fokus dalam belajar", ucap Ranti.


" Apa itu benar, saya juga tidak mau menjualnya jika tidak terpaksa", ucap Brenda.


Ya sudah malam ini juga kamu ikut saya, nginap dulu di hotel bersama saya besok saya antar kamu kerumah barumu", ucap Ranti.


* Tuan Nama perumahannya Agape, termasuk lumayan, datang saja kesana sekarang, rumahnya sudah Rose beli, berkas dan kuncinya sudah ada di ransel tuan, sampai dirumahnya, berikan dia Pill, Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel, serta serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, serta Pill Penambah Kecerdasan, SIM mobil dan motor sudah ada, besok mobilnya dan motor akan datang, bersama dengan pengasuh bayinya,


Rumahnya sudah Rose isi lengkap hingga bahan makanan", ucap Rose.


Entah bagaimana caranya Rose bisa membeli rumah malam-malam dan melengkapinya, bahkan Pakaian bayi serta pakaian Brenda juga lengkap.


" Baiklah kalau begitu" jawab Ranti


" Nama kamu Brenda Bukan? tanya Ranti.


" Ya namaku Brenda Mateos, anakku ku beri nama Junior Mateos.


" Baiklah, kita rubah rencana, malam ini kita langsung kerumah yang ku beli untukmu, mobil dan motor, baru besok datangnya", ucap Ranti.


" Tapi saya belum punya SIM, lagian saya tidak bisa menyetir mobil, kalau motor saya bisa.