
Vanya yang masih di hotel, sudah bersiap menunggu Darel, Vanya sudah menceritakan semuanya, Darel ingin bertindak tapi ditahan oleh Vanya.
Tak lama berselang, Darel dan Sonia datang dan membantu Vanya mengangkat koper nya, sengaja Vanya menggunakan koper, karena tidak mau Sonia mengetahui Cincin Ruang yang dia pakai, Darel saja tidak memberitahu ke Sonia soal Cincin Ruang miliknya.
Setelah tiba di apartemennya, Darel meminta kunci mobil cadangan milik Vanya, dan BPKB.
Darel dan Sonia meninggalkan Vanya di apartemen, kemudian meluncur ke Gedung Sapphire, untuk mengambil mobil Vanya.
Tampang kusut, Tristan makin terlihat sehabis di ceramahin teman sekampungnya.
Situasi proyek yang lagi sibuk, di datangi Darel dan Sonia, dia bertanya ke pekerja proyek dimana Tristan, mereka menunjuk tempat dia dan temannya duduk.
" Selamat sore Tuan Tristan yang terhormat, apa anda masih ingat dengan saya ", tanya Darel.
Tristan terkejut mendengar suara Darel menyapanya
" Oh maaf Darel, ada apa kesini? tanya Tristan, belagak tidak mengerti
" Saya tidak perlu berbasa-basi dengan anda, cepat berikan kunci mobil dan STNK nya, mobil itu bukan milik kamu, tapi kakakku Vanya.
Kawan yang menceramahi Tristan terkejut.
" Maaf mas, saya bukan mencampuri urusan kalian, saya sekampung juga dengan Tristan dan Vanya, tapi setahu saya Vanya tidak memiliki saudara, katanya dia anak yatim-piatu yang di adopsi pak Gunadi dan ibu Elok, tanya kawan Tristan
" Mas benar, saya adik angkatnya kak Vanya, dan bukan hanya saya saja, masih 4 orang lagi yang sepanti dengan saya, dan masih dan masih ada 5 orang lagi yang saudara angkat setelah keluar dari panti, sekarang kak Vanya meminta saya mengambil mobilnya, karena uang pembelian mobil menggunakan uang adik kami, jawab Darel.
" Oh aku mengerti mas, maaf kalau saya memotong pembicaraan kalian, ucapnya.
" Apa tuan Tristan akan memberikan kuncinya dengan baik- baik atau saya berhentikan paman kamu bekerja di Proyek ini, ucap Darel.
" Sonia, tolong ke resepsionis suruh Thomas menghadap kakak disini
" Ia kak, jawab Sonia singkat dan beranjak.
" Mas Darel, ini masalah rumah tangga saya dengan istri saya, jadi tak pantas kamu orang luar ikut campur, ucap Tristan
" Jadi kamu tidak mau mengembalikan kunci mobil milik kakak saya, tanya Darel
" Suruh Vanya yang datang mengambil mobil ini, kalau dia mau, bukan menyuruh orang lain yang datang, Sengit Tristan.
" Oh pantas kak Vanya meninggalkan kamu, ucap Darel.
" Hahahaha, Tristan apa benar Vanya meninggalkan kamu, jadi itu alasan kamu bertanya panjang lebar ke saya tadi, benarkan omongan saya, ucap teman sekampung nya
" Dia laki-laki tidak tau malu, dia mau buat rumah besar buat orangtuanya, tapi menggunakan uang yang di berikan adikku, dan kakakku di suruh dia minta biaya hidup ke kami adik-adiknya, bagaimana menurut mas, apakah pantas, sudah begitu kakakku di tamparnya malam tadi, Karena membantah omongannya.
Kami bukan tak sanggup memberikan kakak kami kehidupan yang layak, tapi dia punya Suami, harusnya suaminya bersyukur, sudah di belikan rumah juga mobil, bahkan kakakku ikhlas jika sebagian dari uang nya, di pakai manusia ini membuat kan rumah untuk orangtuanya, sisahnya buat adik-adiknya sekolah.
Kakakku hanya minta orangtuanya juga di buat kan rumah, tapi apa jawabnya , " Tunggu kalau ada sisa baru di berikan ke orangtua kakakku, uang 11 milyar, mau di pakai sendiri, apa tidak malu memeras istri dan suruh Kakak ku minta uang ke kami, kan gila namanya.
Harusnya kamu sebagai laki-laki, malu saudara istrimu membelikan dia rumah, yang menyediakan rumah buat istri adalah kewajiban suami, benar gak mas? tanya Darel ke kawan sekampung Tristan.
" Jelas kalau saya pasti malu, kecuali kita memang kesulitan uang, dan memperlakukan saudaranya dengan baik, saya pikir saudara istri kita pasti tidak akan segan membantu kita, tapi kemudian kita suami menyuruh istri kita minta uang untuk biaya hidupnya sendiri ke saudaranya, maaf Tristan itu salah besar, saudara benar tapi ada yang bilang uang tidak bersaudara, Jawab teman sekampung Tristan
" Aku dan adikku secara tak sengaja ditemukan kembali di toko tempat Kakak kami bekerja, lalu dia datang menjemput pakai motor malam-malam, karena rasa sayang nya, adikku tanpa diminta memberikan Cek 15 milyar, karena kak Vanya juga bilang mereka masih nabung buat DP rumah.
Saat di tanya lagi ternyata gaji laki-laki ini 20 juta, tapi hanya memberikan ke kak Vanya uang belanja sehari-hari 3 juta, adikku paksa bertanya, kemana gaji Suami kakak, kak Vanya bilang buat orangtua laki-laki ini, kakakku yang baru di Jakarta di paksa kerja untuk menghidupi kakak ku, jadi kami berpikir, apa bedanya kakak ku dengan budak, asal dikasih makan saja cukup, kata Darel.
" Tadi saya sudah menjelaskan panjang lebar ke Tristan, tapi katanya dia harus berbakti ke orang tuanya, aku saja sudah 10 tahun menikah, setiap bulan aku kirim tapi sebanyak dia, orang tua dan mertuaku tetap hidup bahkan mereka selalu bertanya tentang keluarga ku, jika aku mengirim nya agak banyak, kata teman Tristan
" Sekarang kamu kembalikan kunci mobil Kakak ku dengan baik-baik atau aku mengambil paksa dengan kekuasaan ku.
" Selamat sore Tuan Muda, ucap Thomas,
" Selamat sore, pak Thomas, maaf menggangumu, aku datang kesini ada urusan pribadi keluarga ku, tapi jika tidak selesai, kamu cari kontraktor lain, kasih tau Bu Direktur Ane
" Maaf tuan Muda, ada masalah apa sebenarnya, tanya Thomas
" Ini masalah keluarga, tolong jawab saya, apa anda sudah menikah atau belum
" Dulu pernah tapi istriku meninggal, ada apa tuan Muda
". Selama menikah, berapa persen dari gaji yang Anda berikan untuk orang tuamu dan berapa persen untuk istrimu almarhum, tanya Darel.
" Waktu itu saya memberikan 80 % gaji saya kepada istri, dari 80% , istriku membagi 20 % untuk orangtuaku dan 10 % untuk orangtuanya, ya memang waktu itu mertua ku masih bekerja, dan dia sangat pengertian, tapi namanya saya menikah dengan anaknya kita juga wajib membantu Mertua dan itu sudah aturan tinggal besar kecil pemberian kita tergantung gaji dan juga niat. begitu juga orang tua kandung, namanya anak wajib mengurus dan merawat orangtua.
Namun Ketika menikah, berarti kita punya keluarga yang harus kita hidupi, otomatis, fokus utama kita adalah keluarga kita sendiri, maka secara otomatis juga, kita harus membagi uang kita, fan jelas prosentase terbesar adalah untuk keluarga kita. andai gaji 10 juta, orangtua kandung 2 juta, mertua 1 juta, sisa buat kita, dan bagi lagi, untuk keseharian fan juga untuk belanja pribadi istri kita.
Bersyukur jika istri membantu, tapi tulang punggung tetap kita sebagai suami. jawab Thomas panjang lebar.
" Kalau kasus kakak ku, aneh bin ajaib, Tristan bergaji 20 juta, dia memberikan ke istrinya 3 juta, untuk biaya hari-hari, 1 juta buat kontrakkan, sisanya buat kredit motor dan operasional dia bekerja. katakanlah 3 juta semuanya, berarti sisanya ada 13 juta, nah semuanya bulat - bulat di berikan ke orangtuanya Tristan, kertika istrinya minta uang untuk membantu orangtuanya, Tristan menjawab bahwa dia tidak bertanggung jawab dengan mertuanya, lebih parah lagi istrinya disuruh bekerja agar memenuhi kebutuhan istrinya dan kadang Tristan meminta uang untuk beli bensin dan rokoknya,
Sudah begitu, Ketika dia tau saudara istrinya kaya, Tristan menyuruh istrinya untuk meminta tambahan biaya hidup untuk mereka berdua, sedang kan saudara istrinya sudah memberikan uang sebanyak 15 milyar dan sudah belikan rumah dan mobil, sudah yang di ATM 11 milyar, lantas dia minta uang untuk membangun rumah orangtuanya, dan harus lebih besar dari rumah pak Haji di kampung mereka, yang katanya 5 Milyar belum perabotan.
Walau begitu, istrinya tidak membantah dengan kasar, istrinya mengatakan, sebagian uang buat bangun rumah orangtua istrinya, tapi Tristan menjawab tunggu ada sisa dari pembangunan rumah orangtuanya.
Pertanyaannya, uang 11 milyar itu, orangtua siapakah yang lebih berhak, istrinya atau Tristan, tolong pak Thomas Jawab dan mas juga tanya Darel ke pak Thomas dan teman sekampung Tristan.
" Sudah jelas istrinya, jawab teman sekampung
" Istrinya lebih berhak, karena uang jtu di berikan oleh saudara istrinya, dan uang itu bukan uang bersama. jadi si Suami tidak berhak atas uang itu Apalagi orangtuanya, lebih tidak masuk akal, jawab Thomas.
Apakah tuan Tristan sudah mengerti, tanya Darel, ke Tristan.
" Baiklah, sekarang kamu mau serahkan kunci dan STNK mobil atau tidak jawab singkat ya atau tidak
" Suruh Vanya yang datang ambil mobilnya.
" Oke, kalau kamu tidak mau memberikan nya, tidak ada kesempatan lagi buat kamu
" Pak Thomas suruh perusahaan kontraktor ini, memecatnya, atau perusahaan nya berhenti bekerja, soal pinalti akan kami urus, hubungi direktur Ane sekarang, bilang dari Darel kakak nya Ranti pemilik proyek ini.
" Baik tuan Muda, jawab Thomas
" Teman sekampung Tristan terkejut, ketika Darel mengatakan adiknya adalah pemilik gedung dan juga Proyek tempat mereka bekerja.
" Tuan maafkan atas kelancangan saya tadi mencampuri urusan keluarga Tuan, ucap teman sekampung Tristan.
" Mas namanya siapa, tanya Darel
" Saya Santoso Tuan, jawabnya
" mas Santoso santai saja, yang anda katakan tadi benar, jadi saya tidak menyalahkan mas, jujur saya salut dengan pemikiran anda, akan saya ingat ucapan Anda, apalagi saya belum berkeluarga, ini pelajaran berarti buat saya, terimakasih, jawab Darel.
" itulah pengalaman saya berumah tangga tuan, terimakasih anda, jika anda akan mengingatnya, ucap Santoso lega.
" Kamu Pergi dari sini, mau muntah saya melihat kamu disini, usir Darel ke Tristan.
" Mentang-mentang banyak uang, jadi belagu.
" Kalau saya belagu pantas, jangan bawa mobil orang menganggap milik sendiri, apa kamu tidak malu sama teman sekampungmu, sengit Darel.
" Tuan Muda, maaf direktur Ane mau bicara, ucap Thomas sambil memberikan handphone nya.
" halo direktur Ane, masih ingat dengan saya Darel.
" Masih tuan Muda, saya hanya mau konfirmasi, jika kita memberhentikan mereka, otomatis ada keterlambatan waktu menyelesaikan pembangunan, jadi saran anda bagaimana ? tanya direktur Ane.
" Berapa hari kerja yang tertunda, di hitung saja, saya pastikan adikku tidak akan mempersoalkan nya, hitung juga berapa biaya pinaltinya, kami akan bayar, tanpa memangkas uang anggaran yang ada, ucap Darel.
" Jadi syarat perusahaan ini lanjut asal tuan Tristan dipecat dari proyek ini, tanya direktur Ane.
" Ya, dan katakan dia telah menyinggung keluargaku, itu saja, dan saya mau ada keputusan saat ini juga, ucap Darel.
" Baik Tuan Muda, ucap direktur Ane
" Satu lagi, jika pamannya banyak bicara, berhentikan juga mereka di gedung Ruby, tegas Darel.
" Baik Tuan Muda, ucap Direktur Ane.
" Mas Santoso kamu tenang saja, jika pamannya membela dia, tidak akan berpengaruh dengan pekerjaan kamu, dan jika kamu mau, saya percayakan kamu mengawasi seluruh pembangunan gedung kami, selesai dari sini, kamu ke Surabaya, bantu kami mengawasi Mega Proyek Kota Terpadu, itu punya kami, jadi kamu tenang saja, ucap Darel.
" Terimakasih tuan Muda, jawab Santoso
Pak Thomas sambil menunggu direktur Ane, lebih baik kita ke kantor kamu saja, calon istriku sudah capek berdiri, ujar Darel.
Sonia mendengar Darel mengatakan calon, mukanya langsung berubah seperti kepiting rebus.
" Mas Santoso, berikan nomor handphone kamu, nanti ku hubungi kamu, jika terjadi sesuatu, dan kamu jika terjadi apa-apa di perusahaan ini silahkan hubungi saya, ucap Darel
" Terimakasih Tuan, Ucap Santoso.
Menunggu sekitar 30 menit, akhirnya direktur Ane menelpon Thomas dan dan dan di berikan ke Darel.
" Maaf tuan Muda lama menunggu, telpon ini saya confrence dengan Tuan Adiguna, sebagai kontraktor pelaksana.
" Halo tuan Muda, saya minta maaf sebagai Pamannya Tristan, atas kebodohannya, biar kami keluarga yang akan mendidiknya, selanjutnya, jika itu memang syaratnya, maka saya akan memberhentikannya hari ini juga dan saya tidak ijinkan dia masuk ke semua proyek di bawa PT Andalan Mas yang menjadi kontraktor utama dari keluarga Anda Tuan Muda, sekali lagi saya mohon maaf atas tindakan bodoh keponakan saya, ucap Adiguna.
" Baik Tuan, harap anda jangan tersinggung, saya sudah membuat laporan dan visum atas tindakan KDRT, yang dia lakukan terhadap kakak saya, saya juga akan melaporkan tindakan menahan properti orang lain, yaitu mobil kakak saya jika dia tidak mengembalikannya sekarang juga, jadi tuan pilih saja, say laporkan 2 kasus atau 1 kasus, itu belum kami hitung tindakan pemaksaan untuk menjadikan istrinya sebagai pengemis dan juga kasus penelantaran, bagaimana Tuan ? tegas Darel.
Saya akan menghubungi nya sekarang agar mengembalikan mobil istrinya, ucap Adiguna.
" Saya tunggu sekarang, terimakasih
Dengan sabar Darel menunggu, akhirnya Tristan datang dengan langkah gemetaran.
" Ini kunci dan STNK nya, tolong bilang ke Vanya maafkan aku, dan beri aku kesempatan memperbaikinya, ucap Tristan.
" Tidak ada kesempatan, saya akan membawanya ke Surabaya, kamu tunggu surat perceraian nya, paling lambat Minggu depan suratnya selesai, jadi jangan harap kamu masuk ke keluarga saya, perlu kamu tahu, adik saya saja yang paling kecil umur 8 tahun, gak suka dengan kamu.
Ranti, saja awal jumpa kamu, sudah mau muntah, karena dia tahu kamu itu tidak tulus kepada kakak kami, dan ingat baik-baik kalau bukan aku menghargai kak Vanya, sudah ku patahkan tanganmu yang menamparnya.
" Kamu harusnya bersyukur, walau kami tidak menyukai kamu, asal kamu tidak egois, kamu bisa hidup enak, jadi pengangguran pun kamu masih bisa hidup Mewah, tapi karena serakah, lihat kamu sekarang, Semoga dapat pekerjaan yang lebih baik.
" Oh ya sebagai informasi, adikku sudah memberikan kak Vanya uang 27 triliun, tapi sayang, hanya di pancing dengan Ranti memberikan uang kepada paman Supomo serta mas Prasetyo juga adiknya, kami langsung bereaksi, hingga menampar kakak ku, padahal niat kakakku ingin mengajak kamu ke Papua, tapi karena serakah, yang rugi siapa.
Satu lagi, orang tua kak Vanya dan paman Supomo, rumah mereka berdua sudah diurus untuk pembangunan, masing-masing anggaran 2,5 milyar dan masing-masing di belikan mobil seharga 500 juga.
Betapa baik kak Vanya kepadamu, kemarin sore dia sudah memohon ke adikku untuk membuatkan rumah untuk orsngtua kamu, orangtua nya juga Paman Supomo, sekarang apa hasilnya, pekerjaan saja hilang.
Di masa depan, jika kamu mengganggu kak Vanya, jangan salahkan kami adik-adiknya bertindak, dan apabila terjadi sesuatu ketika kak Vanya datang, kamu yang kami cari, dimana pun kamu berjumpa dengan kak Vanya mendingan menghindar, jika tidak mau sengsara, kamu paham ! ancam Darel
selesai mengancam Tristan, dia langsung mengusir nya.