
Setelah hampir 2 jam mereka berkumpul, akhirnya mereka beristirahat, Ranti beserta kedua orangtuanya dan Salma kembali ke rumahnya, bersama dengan Aisyah dan keluarganya.
Robin dan Tiara di paksa menginap di rumah Ranti, karena sudah pasti Aisyah akan merengek minta tidur bersama dengan Robin dan Tiara.
Pak Antara, tidak bisa melarang Aisyah yang tidur dengan Robin dan Aisyah, dia percaya Robin adalah laki-laki sejati dan sangat menyayangi Aisyah dan juga Tiara.
" Princes, lihat adikmu itu, sangat bahagia karena bisa mengendarai mobilnya", ucap Monicha.
" Ia mommy, princes sangat menyayanginya dan Armando, ucap Ranti sambil memandang Salma yang sedang menutup mobilnya dengan alat penutup mobil.
" Astaga nak Ranti, paman baru tahu, kalau kalian bisa mandiri, pelayan tidak kalian bangunkan untuk mengerjakannya", ucap Pak Antara.
" Kami sudah terbiasa dari kecil, dan kami mengajarkan pada Salma dan Armando juga pada keponakan kami, Aisyah saja sudah mandiri, hanya manja saat kami kakaknya bersamanya", ucap Ranti yang juga menutup mobilnya.
Aisyah bangga melihat kakak dan adiknya yang bisa mengerjakan semua pekerjaan, dia juga sama, dia hanya manja saat Ranti datang atau Robin dan Tiara yang datang.
" Dek masuk kamar dan bersihkan badanmu, baru tidur sama kakak dan kakak iparmu", perintah Robin.
" Ia kak, tapi saya juga mau menutup mobilku, biar tak berdebu", jawab Aisyah.
" Putri bunda sudah dewasa sekarang", ucap Monicha.
" Ia dong Bunda, jawab Aisyah.
Malam kini berganti pagi dengan cahaya mentari yang cerah.
Di hotel Jasmine Husna, semua keluarga saudaranya Ranti sudah bersiap untuk datang kerumah Ranti, atau rumah keluarga besar Ranti.
Tiba di parkiran hotel, keluarga, Vanya, Mercy, Friska dan Armando terkejut melihat mobil anak-anak mereka.
" Kak, mobilnya sangat bagus, ucap Marco.
" Suatu saat kakak akan belikan mobil yang bagus juga untukmu, jadi belajarlah baik-baik, jawab Mercy.
" Melisa ayo, itu mobil milik kakak, kelak kakak akan belikan mobil bagus juga untukmu, ucap Armando.
" Terimakasih Kak, tapi Melisa hanya ingin hidup sederhana seperti Bunda, dan juga pesan kak Ranti agar kita jangan pamer kekayaan", ucap Melisa.
" Itu harus, buat apa kita pamer, kakak saja salah satu pemilik sekolah tempat kakak belajar, tapi tidak menggunakan status kakak, kami semua hidup dengan menerapkan aturan yang juga ketat dari kakak-kakakku, jangan sombong, jangan serakah dan jangan merendahkan orang lain, dan paling penting adalah jujur dan setia kepada keluarga", ucap Armando, kemudian menggandeng tangan adiknya memasuki mobilnya.
Iringan mobil membelah jalanan kota Surabaya, kehadiran mobil-mobil mewah itu tetap menjadi pusat perhatian warga.
" Kak Armando, Melisa bangga memiliki kakak berhati baik sepertimu, kak Salma juga sangat lembut", ucap Melisa.
" Sama-sama Adikku, dan ingat baik-baik cincin di jarimu jangan sampai ada orang lain tahu tentang fungsinya, siapapun tak boleh tahu", ucap Armando tegas.
" Ia kak, kak Ranti bilang, Cincin ini akan mengikuti lingkar jari adik sampai besar dan jangan pernah di lepas", ucap Melisa.
" Lihat Cincin kakak ini, dari awal kakak menggunakannya, tak pernah sekalipun kakak melepasnya, warnanya juga akan berubah sesuai keinginan kita, inilah identitas kita", ucap Armando.
Rose sudah menambahkan jalur tingkatan pada Cincin itu, berdasarkan umur, Armando menggunakan Cincin bernomor 10, dan cincin Armando di jadikan cincin utama di keluarganya, begitu juga Vanya, Mercy dan Friska.
Dengan begitu seluruh keturunan mereka akan berpusat kepada pemilik Cincin Utama.
Fernandi juga tak kalah kagum melihat interior mobil milik Friska.
Marco apalagi, dia sendiri di pinjamkan mobil Koenigseg Regera milik Friska.
Vanya mengajak ayahnya naik ke mobilnya.
Setelah mereka tiba gerbang rumah Ranti, betapa terkejutnya mereka melihat rumah besar Ranti berdiri megah, dan di sampingnya berdiri 2 bangunan yang menambah kesan lebih eksklusif.
" Ayah selama ini, Friska tinggal disini beserta seluruh saudara angkatku, rumah ini di beli adikku seharga lebih dari 30 milyar, luas tanahnya saja 1 hektar", ucap Friska.
Lebih kagum lagi saat mereka semua memasuki rumah itu, interior yang sangat mewah terlihat, dan juga di temboknya terpampang foto-foto mereka, dan juga foto keluarga, yang tepat berada di tengah-tengah.
Ada juga foto keluarga bersama Adriansyah dan Monicha.
Mereka sangat kagum dengan apa yang ada di dalam rumah Ranti.
Mereka di bawa ke samping rumah yang sudah di buatkan seperti pendopo yang sangat luas, karena beberapa kali mereka menggunakan tenda saat menggelar makan bersama.
" Paman dan bibi semuanya, Kenalkan ini yang namanya Suster Diana, beliaulah yang merawat kami dengan penuh Kasih sayang, Suster Diana juga mengajarkan agar kami saling mendukung sesama saudara, dan berkat ketabahan kak Vanya, kami semua tumbuh menjadi seperti ini.
Keempat kakakku, tidak pernah makan - makanan yang enak saat berada di panti asuhan, karena mereka akan memberikannya padaku sebagai adik bungsu mereka.
Kebahagiaanku hari ini, berkat pengorbanan mereka, dan saat datang Armando dan Salma, kami juga menerapkan aturan yang sama, ketambahan kakak kembar dan kak Dewi melengkapi kebahagiaan kami, dulu kami semua hidup sangat susah, tapi sekarang, apapun yang ada di dunia ini, kami mampu membelinya, tapi itu akan membuat kami menjadi orang yang serakah dan juga tamak.
Agar kalian semua tidak bingung, dengan uang yang saya berikan, maka saat ini juga saya beritahukan kepada kalian semua termasuk kepada kedua kakekku.
Saat ini, harta saya tersimpan di Bank Global Intercontinental, uang cash, dalam bentuk deposito, jumlahnya 278 kualidrium, dengan bunga 4 % pertahun, dan setelah di potong pajak, bunganya saja lebih dari 1000 triliun.
Saya juga memiliki uang Dolar Amerika, berjumlah 1,5 Triliun dolar, Uang Yuan China, 450 triliun Yuan dan terakhir, uang Euro yang berjumlah 500 milyar euro, sekaligus pemilik bank terbesar Perancis BNP Paribas.
Kalimat terakhir ini, membuat Radjiman Pradipta dan Wiyoko Hadinata terbatuk, karena kaget.
" Cucuku, nilai pasar Bank BNP Paribas sangatlah besar, dan salah satu bank terbaik di Eropa, sela Radjiman.
" Dan akulah pemilik tunggalnya", ucap Ranti bangga.
Saya lanjutkan, dan seluruh kakakku, memiliki uang dengan 4 jenis uang yang saya miliki, untuk Rupiah seluruh saudaraku minimalnya mereka memiliki 1.500 triliun dan tertinggi 1.750 Triliun, uang Dolar Amerika mereka masing-masing memiliki 15 hingga 25 milyar dolar, untuk Yuan mereka memiliki jumlah yang sama 25 triliun, Euro juga sama, yaitu 10 milyar Euro.
Itu artinya, jika kami sombong, Kamilah orang terkaya di dunia ini, bandingkan orang terkaya di Indonesia saat ini masih di pegang oleh ayah dan ibuku, berjumlah 6000 ribu triliun rupiah belum dengan uang asing.
Jika saya ingin menguasai negara ini, jujur saja itu bisa, tapi apakah semua itu mampu membeli kebahagiaan kami, saya jawab tidak.
" Kebahagiaan kami adalah hidup sederhana bersama saudara-saudara, lihat saja saya, semua harta kakak dan adikku adalah pemberian ku, tapi saya tidak pernah membantah perintah kakak- kakakku, karena saya yakin, tidak mungkin mereka memintaku berbuat hal yang tidak baik.
" Bagi saya, hartaku tidak akan berguna jika, aku menjadi pengkhianat keluarga, membuang mereka yang sudah berkorban untukku, mengusir mereka yang rela tidak makan daging hanya demi aku, sebanyak apapun harta yang saya miliki, tidak akan sanggup membalas kasih sayang dan pengorbanan mereka kepadaku, saksinya Suster Diana.
Kak Vanya, kak Darel, kak Mercy ,kak Friska dan kak Rindu begitu tabah merawatku, jika saya sombong, apakah saya butuh orangtua yang tidak merawatku, terserah apapun alasannya mereka pergi meninggalkan aku, tapi berkat didikan dari Suster Diana dan kelima kakakku saat berada di panti asuhan, hingga saya mengerti, kekuatan dan kebahagiaan adalah saat kita saling menyayangi dan menghargai keluarga kita sendiri", ucap Ranti penuh semangat dan penuh kata-kata bijak.
" Sungguh hebat kamu Nak, banyak orang setelah memiliki segalanya dia lupa dengan asalnya, bahkan orangtua kandungnya saja dia lupakan, tapi kalian yang hanya mengangkat saudara, begitu erat dan kompak ", ucap Pak Agus bangga.
" Paman Agus, kak Mercy adalah kakakku yang paling cerewet, apalagi saat saya sedang belajar hingga lupa mandi dan beberapa kali hampir lewat jam makan, pasti aku di omelin, begitu juga kak Darel akan marah kepada saya jika main hujan terlalu lama, tapi apakah saat ini saya membenci mereka, apalagi kak Friska kalau marah pasti menghukum ku, menulis kesalahan ku sebanyak 5000 kata, saya sadar, tindakan mereka itu, karena mereka menyayangi ku, dan akhirnya aku bisa berdiri sekarang ini, dan bangga memiliki Kakak seperti mereka", ucap Ranti.
" Jika kami tidak menyayangi kamu, kami pasti sudah kehilanganmu, sampai kapanpun kamu adalah adik kami yang manja", ucap Darel.
Kami sangat terharu dengan apa yang kami lihat, kami tidak akan mengganggu cara kalian hidup, hanya saja, seringlah datang berkunjung", ucap Fridelis.
" Ia ayah, Friska pasti rutin datang, dan jika ayah dan Bunda juga mau kesini, telpon saja, biar pesawat kami menjemput ayah dan Bunda.
Ucapan Friska di setujui oleh Mercy, Vanya dan juga Armando.
" Itu sudah pasti", jawab Fridelis.
" Sama-sama, mereka saya besarkan layaknya anak saya, Vanya adalah anak pertama yang saya urus secara pribadi, kemudian Darel dan terakhir adalah Ranti, mereka saya suruh mengangkat saudara, di saat Ranti belum datang, namun Darel, Mercy, Friska dan Rindu memintaku untuk merawatnya, dan nanti mereka bantu saat aku sibuk, apalagi Vanya sudah di adopsi keluarga Gunadi.
Nah merekalah yang mengatasi Ranti saat dia rindu dengan orangtuanya, dan lihatlah dia, tetap saja manja kepada mereka, Ranti hanya akan nyaman pada orang yang di sayangnya.
Jadi bapak ibu, percayalah mereka sudah terlatih dari kecil untuk mampu bertahan hidup, dan kekuatan itu tumbuh saat mereka saling menyayangi.
Setelah mereka keluar dari Panti, kehidupan mereka justru berubah dan hingga kini mereka hidup dengan harta berlimpah, tapi uniknya mereka tidak pernah keluyuran tidak jelas.
Ranti pemilik banyak Mall terbaik di kota ini, tapi sangat jarang dia jalan-jalan ke Mall.
Waktu senggang mereka gunakan untuk berbagi cerita di rumah ini", ucap Suster Diana.
Semua keluarga saudaranya Ranti tercengang mendengar cerita suster Diana, mereka percaya kepadanya, karena Suster Diana lah yang merawat anak-anak mereka.
" Sekali lagi terimakasih Suster Diana", ucap Ayahnya Vanya, dan ikuti ayahnya Mercy, dan Friska.
" Sudah tugasku dan Bersyukur, jeripayah saya terbayar saat melihat mereka tumbuh menjadi anak-anak yang pintar dan kuat serta tabah, dan tetap rendah hati", ucap Suster Diana.
Kehangatan sarapan pagi di rumah Ranti, sangat berbeda dengan saudara - saudara ibunya Mercy di kampung.
Mereka mendapatkan berita tentang perubahan keluarganya, dan mereka kompak datang ke kampung itu untuk memastikannya.
Saat mereka tiba di kampung itu, mereka melihat reruntuhan rumah pak Agus dan rumah Wina.
Mereka melihat para Tukang yang bekerja, serta Dion yang sedang menghitung material yang datang.
" Dion !, kemana Vivi dan suaminya serta Wina, ucap kakak tertua Ibunya Mercy.
" Maaf, mereka saat ini tidak lagi tinggal disini, mereka sudah pindah, dan saat ini mereka sedang ke Surabaya dan nanti pulang Minggu malam", jawab Dion.
" Apa benar Putri mereka sudah ketemu dan sudah menjadi orang kaya", lanjut kakak tertua ibunya Mercy bertanya.
" Ya Putri, paman Agus dan bibi Vivi sudah ketemu, mereka sudah di berikan rumah dan kendaraan, dan pasti juga uang, tapi kalau jumlah saya tidak tahu", jawab Dion yang memang tidak tahu jumlah uang pemberian Ranti.
" Sekarang rumah mereka dimana? Tanya salah satu adiknya ibunya Mercy.
" Lihat saja rumah terbesar se Tomohon, itulah rumah mereka, rumah itu di beli oleh adik angkat Putri paman Agus", jawab Dion.
" Mustahil rumah besar itu di beli begitu saja oleh adik angkat Putri si Agus", jawab Benny kakaknya ibunya Mercy.
" Ya sudah kalau tidak percaya, dan maaf saya sedang bekerja, tolong jangan ganggu saya", ucap Dion tegas
Dion tahu persoalan ibunya Mercy dan saudara-saudaranya, kecuali Wina yang tidak bermasalah dengan Vivi, bahkan Wina juga ikut di singkirkan.
Kembali ke Surabaya
Selesai sarapan, mereka berkeliling rumah Ranti, mereka melihat deretan mobil mewah milik saudara bersaudara itu.
" Kak, itu mobil Bugatti Veyron dan Chiron milik siapa? tanya Fernandi
" Veyron milik kak Darel sedangkan 2 Bugatti Chiron milik adikku Ranti, dia juga punya Rolls-Royce Cullinan Klasen, dan Lamborghini Sian.
Kalau kak Darel, punya Lamborghini Urus, Aventador SVJ, untuk kuliah kak Darel menggunakan mobil Audy R8, dan juga dia punya mobil yang sama dengan kakak yaitu Koenigseg Jesko", jawab Friska.
Mereka sangat kagum melihat parkiran mobil dirumah Ranti.
Mobil Mercedez dan BMW hanya di parkir biasa saja di depan rumah, yang sudah di beri tanda.
" Kak, kalau mobil - mobil Toyota C- HR itu milik siapa? kini Marco yang bertanya ke Mercy.
" Itu milik para Pelayan di rumah ini, untuk pelayan dari Jogja mereka jug punya mobil yang sama seperti ini", jawab Mercy.
" Pelayan juga punya mobil sebagus itu? Kaget Marco dan Fernandi.
" Hahahaha, jangan kaget ya, harta mereka saja saat ini sudah triliunan, tapi tetap bekerja dan kuliah", jawab Vanya yang datang membawa air mineral.
" Astaga, secara tidak langsung, mereka menjadi pelayan terkaya di Indonesia", jawab Marco.
" Kalian belajarlah dari mereka, tetap bekerja sebagai pelayan, meski harta mereka sudah sangat banyak, menjadi orang rendah hati, bukan berarti menjadi rendah diri", motivasi Vanya.
Ranti sendiri sedang berkumpul dengan Robin dan Aisyah juga Tiara.
Sementara para kepala keluarga, sedang bercerita bersama dengan Adriansyah dan Monicha, di dampingi, Suster Diana, Bu Farida dan Bu Likha serta Mang Dul.
Sambil menikmati makanan ringan, mereka berbicara banyak hal.
Bu Likha bercerita bagaimana dia bertemu Ranti dan hingga di percayakan mengelola keuangan untuk keperluan rumah tangga.
Ranti sudah memberikan dana sebesar 5 triliun, untuk operasional rumah Ranti, rumah kakak kembarnya dan rumah di pondok indah.
Mang Dul di percayakan merawat mobil-mobil Ranti dan kakaknya serta kedua adiknya di bantu pak Jumono.
" Sungguh hebat anakmu Adrian, ucap Agus.
" Mereka semua sangat hebat, mereka mampu menghancurkan para peretas yang mencoba mencuri data perusahaan milik Ranti, seluruh perusahaan milik Ranti, menyertakan nama mereka sebagai pemilik, jadi mereka berusaha mempertahankan milik mereka.
Dirumah ini, hanya 1 ruangan yang tidak sembarangan orang bisa masuk, yaitu ruang komputer, mereka mengontrol seluruh Perusahaan dari ruangan itu, dengan tugasnya masing-masing.
Itulah kenapa mereka jarang keluyuran, Armando sendiri bercita-cita ingin menjadi programmer game, Darel programmer sistem, Salma ingin menjadi peracik obat dan juga dokter, Mercy dan Friska ingin jadi ahli manajemen keuangan, sedangkan Rindu, sudah menjadi mahasiswi teknik penerbangan khususnya desain pesawat terbang di Massachusetts institut of technologi di Amerika Serikat, nanti Januari tahun depan sudah mulai kuliah", lanjut cerita Adriansyah.
Vanya sendiri ingin menjadi bankir terkenal, saat ini dia dan Dewi yang terlibat langsung di perusahaan.
" Apa saja perusahaan mereka? tanya Frederik ayahnya Armando.
" Merekalah pemilik 2 proyek terbesar di Indonesia, proyek kota terpadu dan treasure island dengan anggaran lebih dari 700 triliun, SADB, IDB, Tri Link Indonesia, Astra Indonesia, ARSA Group Company, RPS Multidana Finance, RPS Food Excellent dan RPS Body Clean dan masih banyak lagi", ucap Adriansyah.
" Jangan kuatir soal bagaimana hidup mereka, dengan harta mereka, sudah jelas tidak akan kekurangan, soal akhlak, kami sangat bangga dengan mereka yang tidak hidup hura-hura dan sangat taat pada norma-norma yang ada", sambung Monicha.
Sementara yang lain asyik bercengkerama, Ranti duduk sambil memangku Rosemary.
Ranti dan Rosemary terlihat sangat bahagia, hingga tak ada satupun yang berani mengganggunya.
" Mommy, Rory bahagia karena mommy selalu ada untuk Rory", ucap Rosemary.
" Ia sayang, Rory tidak mommy ijinkan mengalami apa yang mommy alami, Rory harus tumbuh dengan baik, mommy akan berikan apapun yang Rory mau, dengan syarat, taat akan aturan keluarga kita, jangan menggunakan status untuk membuly orang lain, belajarlah dari Aunty dan uncle mu, dan lihatlah mommy, walau punya harta banyak, apakah mommy berlaku sombong, kecuali pada orang yang pantas kita sombong kan", ucap Ranti.
" Ia mommy, Saat sekolah di sekolah kita nanti, Rory tidak akan menggunakan status Rory sebagai Putri mommy", ucap Rosemary.
" Ia sayang, mommy yakin Rory pasti akan dapat teman yang sangat baik, lihatlah aunty Tiara, dari mommy sangat miskin dia selalu ada untuk mommy, begitu juga Uncle Robin", jawab Ranti.
" Mommy, suatu saat Rory ingin kita hidup di pulau yang mommy bangun, atau kita cari tempat yang lebih sepi", ucap Rory.