SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Obrolan di Singapura


" Ranti, Aisyah, ayo mandi, biar segar", ucap Tiara.


" Ia kakak ipar, jawab Ranti dan Aisyah kompak.


" Salma, Armando, sini mandi sama kakak", perintah Rindu.


Ranti sudah menanamkan dalam hati, kalau Tiara adalah kakak iparnya, jadi dia tak membantah, sama halnya sikapnya pada Sonia, itulah yang membuat Tiara maupun Sonia, merasa sangat bahagia.


" Pah, kayaknya, Kakak angkat Aisyah, bukan orang sembarangan, dan juga mereka sangat menyayangi keponakan kita", ucap bibinya Aisyah.


" Syukurlah, jika dia dikelilingi orang-orang yang menyayanginya.


Kakakku bilang, kakak angkatnya Aisyah yang bernama Ranti, tidak bisa di sentuh oleh siapapun, dan lebih parah lagi, jika ada orang mengganggu Aisyah dan saudaranya yang lain.


Kakaknya Aisyah itu, orang super kaya, tapi baik hati, kepada yang tulus, jujur dan tidak sombong.


Semua harta milik Aisyah, adalah pemberian kakaknya, katanya saat ini sudah ratusan Triliun, Kompleks perumahan dan juga gerai KFC.


" lihat saja kakakku Nino, untung saja dia masih berhubungan darah dengan Aisyah, jika tidak, pasti sudah masuk penjara, tapi demi kebahagiaan Aisyah, Nak Ranti memberinya kesempatan dan memberikan modal untuk berusaha, walaupun dalam bentuk hukuman", ucap Priyo.


" Tapi penampilannya sangat sederhana, jarang ada orang kaya berpenampilan sederhana", balas istrinya Priyo.


" Ia, Robin yang kakak angkatnya juga, berasal dari keluarga Wijaya yang juga keluarga kaya, sedangkan yang namanya Tiara itu, dia adalah Putri Tunggal pemegang 2 proyek terbesar di Indonesia", ucap Priyo.


" Astaga, betapa beruntungnya nasib keponakan kita, mama sangat bersyukur melihat Aisyah tumbuh dengan penuh kasih sayang dan juga harta berlimpah, mama bahagia menjadi bagian dari keluarga papa, walau kak Nino sempat salah jalan, tapi dia sebenarnya adalah kakak ipar yang baik, hanya keadaannya yang membuatnya seperti itu", ucap Istri Priyo dengan lembut.


Selesai mereka mandi, seluruh rombongan melakukan makan malam.


" Astaga Aisyah, kamu sudah besar, masih saja di suapin kakak iparmu", ucap Priyo kaget melihat Aisyah di urus seperti anak kecil.


" Tak apa-apa Paman, kami jarang berkumpul, jadi saya sangat bahagia mengurus adik iparku ini', ucap Tiara dengan lembut.


Ranti sendiri sibuk menyuapi Salma, Rindu seperti biasa, dia menyuapi Armando.


Paman dan bibinya Aisyah, bahagia melihat keluarga angkatnya Aisyah, yang sangat menyayangi keponakannya.


" Kak Vanya, acara ulang tahun kakak, mau di rayakan dimana? tanya Mercy.


" Tidak perlu buat acara, kakak hanya ingin pulang mau ketemu ayah dan bunda di Magelang, tapi sebelumnya mau kerumah di Pondok indah mau ketemu ayah bunda", ucap Vanya.


" Pokoknya kakak kali ini harus nurut sama kami adik-adikmu, kami akan siapkan kafe untuk merayakan ultah kakak, keluarga di Magelang dan Jogjakarta datang ke Surabaya", ucap Friska.


" Tapi kakak sudah dewasa, tak perlu lagi merayakan ultah", ucap Vanya.


" Kakak, sejak dulu, kakak lah yang selalu menyiapkan ultah kami semua, walau hanya dengan roti yang sederhana, kini kita sudah punya segalanya, jadi ultah kakak harus dirayakan", ucap Mercy.


Mereke tahu, Vanya pasti tidak akan pernah mau merayakan ultahnya.


* Tuan, Nona Vanya, masih memiliki Ayah dan kakak kandung perempuan, tapi ibunya sudah meninggal, ayahnya sekarang bekerja sebagai Security di kompleks perumahan di Lippo Karawaci", ucap Rose.


" Terimakasih Rose, lalu bagaimana hingga kak Vanya, sampai ke Panti Asuhan Charity? tanya Ranti.


" Kedua orangtuanya bercerai, dan Vanya ikut ibunya, tapi ibunya sakit dan meninggal di RS, kemudian Vanya di ambil oleh Suster Diana dan di bawa ke Panti.


* Semua sudah ada buktinya, DNA ayahnya sama dengan Vanya, dulu ayahnya memang pemabuk, tapi sudah lama bertobat, dan tak pernah menikah lagi sejak bercerai dengan ibunya Nona Vanya", ucap Rose.


" Terimakasih Rose, berarti tugasku selesai, semua saudaraku sudah ada kejelasan", ucap Ranti


* Tapi ingat jangan menghukum, ayah biologisnya Tuan Armando", tegas mengingatkan Ranti


" Baiklah, kalau begitu, dan tolong bantu seluruh keluarga kakakku, belikan mereka rumah, mobil, berikan semua yang terbaik buat mereka, juga rubah penampilan mereka.


" Rose, aku minta tolong, hukumanku di tunda, aku ingin mempertemukan seluruh keluarga kakakku, baru aku tenang menjalani hukumanku, aku mohon", ucap Ranti.


[ Rose, berikan Majikanmu waktu 1 bulan, ucap Absolute Supreme Divine]


* Baik Absolute", jawab Rose.


* Tuan, waktumu 1 bulan, tolong segera pertemukan mereka semua, tentukan saja waktunya, Rose akan siapkan semuanya, dan tenang saja semua pengeluaran menggunakan uang dari sistem", ucap Rose


Seluruh keluarga saudara-saudara Tuan akan Rose berikan Uang dengan total 500 triliun, beserta rumah dan kendaraan, serta perbaikan fisik dan keahlian", lanjut Rose.


" Terimakasih Rose",.ucap Ranti sambil meneteskan airmata.


" Dek,.kamu kenapa? tanya Renata.


" Kakak, kenapa menangis? tanya Salma


Semua heran, melihat Ranti yang jarang menangis sejak ketemu dengan keluarganya.


" Ade bahagia, melihat kakak semua, dan juga kedua adikku, dan juga adikku Aisyah.


Kita berkumpul seperti ini, disaat kita sudah sangat kaya, jadi ingat saat kita semua dalam keadaan miskin, kak Vanya, kak Darel, kak Mercy, kak Friska dan kak Rindu selalu memberikan ku yang terbaik, daging sepotong pun akan kalian simpan agar aku bisa makan dengan baik dan kenyang", terimakasih atas kebaikan kakak semua.


Dengan sangat terharu, semua kakaknya yang dari panti asuhan, memeluk Ranti.


" Dek, kami sangat menyayangimu, sekaya apapun dirimu saat ini, tapi bagi kami, kamu adalah, adik kami yang tetap harus kami jaga, harta bukan dasar kita bersaudara, tapi kasih sayang dan saling melindungi", ucap Vanya.


" Ade tahu itu kak, tapi tolong jangan tinggalkan Ade", ucap Ranti.


" Kami tidak akan pernah meninggalkan mu, jangan berpikir seperti itu,.tolong jangan buat kami sedih, lihat kakakmu Rindu yang tetap bersama kita", ucap Darel.


" Kalau adik bilang kak Vanya, kak Mercy dan Friska masih memiliki orangtua walau ada yang tidak lengkap, apakah kalian percaya? tanya Ranti.


" Dek, kalaupun memang kami masih memiliki orangtua, kita tetap akan selalu bersama, kami percaya dengan omongan adik", ucap Mercy.


" Kak Darel, maaf ada hal yang ingin adek katakan, tapi jangan bertindak apapun, saat kita pulang ke rumah, tolong kakak jangan bertindak lebih", ucap Ranti.


" Adik mau bicara apa? tanya Darel.


" Kakak, berasal dari keluarga Kusuma, dan kakak adalah keponakan dari bibiku Helen yang saat ini di Cina, suami bibi Helen dan ayah kak Darel adalah saudara kandung", ucap Ranti.


Data-data semuanya nanti adik berikan sama kakak, Ade berharap, kakak jangan membalas keluarga kakak dengan kekerasan, gunakan perusahaan kita, untuk menghancurkan mereka itu lebih baik, pasti ayah, paman Haris dan Bibi Helen akan membantu kakak", ucap Ranti.


" Kak Vanya, maafkan Ade, tapi saat ini kakak masih punya ayah kandung dan juga kakak kandung, Ayah kakak, bekerja sebagai Security di Tanggerang.


" Untuk kak Mercy, kakak masih punya orangtua, mereka asli Sulawesi Utara, tepatnya daerah kita Tomohon dan kak Friska juga masih punya orangtua, dan sekarang mereka tinggal di Kalimantan Barat", ucap Ranti.


" Tapi Ade mohon jangan marah karena Ade mencari mereka, ade hanya ingin kalian semua bisa mengetahui dengan pasti asal usulnya", ucap Ranti.


" Kami sangat bahagia, jika benar kami masih punya keluarga, tapi kami berjanji, tidak akan sekalipun meninggalkan keluarga kita ini, sama seperti adek dan Rindu yang tidak meninggalkan keluarga kita ini", ucap Vanya sambil memeluk Ranti.


" Adik takut, kakak semua meninggalkanku, aku ada hingga hari ini, karena kasih sayang kalian, dan hanya dengan kalian aku bisa bahagia dan merasa nyaman", ucap Ranti, yang masih meneteskan airmata.


" Sudah jangan menangis sayang, kami sangat menyayangimu, lihat saja, harta kita yang begitu melimpah, tapi apakah kami, berubah menjadi orang lain, sama sekali tidak, karena dasar keluarga yang tak boleh sombong dan juga mengabaikan saudara", ucap Friska.


" Tapi adik takut, jika kelak, kakak semua tidak lagi menyayangi adik", ucap Ranti, tambah banyak airmata yang menetes dari mars indah Ranti


" Apakah adik berpikir kami sanggup mengabaikan dirimu yang sangat membuat kami bahagia", ucap Mercy.


" Terimakasih kakak-kakakku, apapun yang kulakukan untuk kalian semua, tak akan cukup membayar pengorbanan kalian untuk kebahagiaanku", jawab Ranti.


" Sudah tanggung jawab kami, apalagi kami memang sangat menyayangimu, dan lihatlah, sekarang kita bertambah kak Dewi, si kembar dan juga Salma serta Armando, di pihak kamu sendiri, adik juga punya Robin dan Aisyah, jadi jangan berpikir terlalu banyak", ucap Vanya.


" Ia kak, dan sebagai hadiah ulangtahun untuk kak Vanya, adik sudah siapkan pesawat Jet Pribadi, sama persis dengan punya saya, dan untuk kakak semuanya, serta adikku Salma dan Armando serta Aisyah, kak Robin, semuanya akan kebagian, tapi mohon sabar", ucap Ranti.


" Astaga dek, berarti kamu sudah membuat kakak menjadi sultan perempuan", ucap Vanya.


" Kakak jangan menangis lagi, Salma dan kak Armando tidak akan pernah meninggalkan kakak, kami tak butuh pesawat, yang kami butuh hanya kasih sayang kakak", ucap Salma.


" Terimakasih adik- adikku ku, kakak sangat bahagia dari saat kakak membawa kalian ke rumah", ucap Ranti.


" Dan kak Robin juga, jangan pernah meninggalkan adik, juga kamu Aisyah, kamu tahu betapa besar kasih sayang kakak untukmu", ucap Ranti.


" Dek, coba lihat kakak iparmu sampai menangis juga, dia tidak akan meninggalkan kamu, dia sudah bilang, sekali kakak tidak menyayangi kamu, saat itu juga kakak iparmu akan meninggalkan kakakmu ini", ucap Robin.


" Terimakasih Tiara kakak iparku yang cantik, sebagai sahabat , kamu adalah sahabatku satu-satunya yang selalu ada dari sejak saya miskin, dan sekarang sesibuk apapun kakak ipar, tapi masih mau menemaniku, dan terimakasih sudah mau menjadi kakak iparku", ucap Ranti.


" Ia, aku tak akan pernah meninggalkanmu, apalagi kamu sudah memberikan kebahagiaan besar buatku, aku janji akan menjaga kakakmu dan adikmu Aisyah", ucap Tiara dengan lembut.


" Kak Sonia terimakasih, karena sudah mencintai kakakku apa adanya", Ucap


" Kakak bersyukur bisa di cintai kakakmu,


" Tolong kakak jangan bicara demikian, Ade tidak akan pernah meninggalkan, sampai tiba waktunya Ade, kembali menghadap sang pencipta", ucap Aisyah yang ikut meneteskan airmata.


" Terimakasih adikku sayang, kakak jadi tambah sayang sama kamu.


" Ya sudah, Ade tidur dengan kakak saja, sudah lama kakak tidak memelukmu", ucap Vanya.


" Ia kak, Ade juga ingin di peluk kak Vanya", jawab Ranti.


" Tuh kan, manjanya kumat lagi, tapi untung ada kak Vanya", ledek Mercy.


" Ya sudah ayo tidur, besok kita jalan-jalan dan pulang", perintah Dewi.


" Dek, lihat kakak, orangtua kakak ada di Surabaya dengan kita, tapi lihat saja, kakak lebih banyak dirumah kita, apalagi Ketty tidak mau jauh dari aunty dan uncle nya jadi tolong jangan pernah berpikir kami akan meninggalkanmu", ucap Dewi sambil membelai kepala Ranti.


" Terimakasih ya kak", ucap Ranti.


" Sama-sama sayang, mari kita nikmati apa yang kita punya saat ini, dengan cara hidup kita", ucap Dewi.


" Sini Kakak gendong sampai ke kamar kak Vanya", ajak Darel.


" Maaf ya kakak iparku Sonia, kalau sudah membuat kak Darel capek menggendongku.


" Jangan bersedih lagi, Kakak akan selalu menyayangi kamu dan kakakmu, kalianlah kebahagiaan kak Sonia", ujarnya.


Dengan penuh kebahagiaan Ranti langsung naik ke punggung Darel.


Darel juga sangat bahagia, bisa menggendong adiknya.


Vanya, Mercy dan Friska, seolah tak menggubris, perihal keluarga mereka, karena bagi mereka, sudah terbiasa hidup tanpa keluarga kandung, tapi bukan berarti mereka tidak bahagia, hanya saja, mereka sudah memutuskan untuk tidak saling meninggalkan.


" Aisyah, lihat kakakmu itu, tampang di luar seolah tak tersentuh, tapi saat bersama kalian, kakak melihat sosok yang berbeda dari kakakmu Ranti", ucap Delia.


" Apakah Aisyah tidak manja sama kalian? tanyanya.


" Ia sayang, dari kamu sangat miskin, kakak sangat menyayangimu, dan selamanya akan seperti itu", ucap Delia.


Kita ke situasi pagi di Panarukan.


Mang Dul dan rombongan tiba pas jam 6 pagi, warga desa mereka terkejut dengan iring-iringan mobil, mang Dul, Dewi, Marni dan Nana.


Lebih terkejut lagi ketika mobil Nana, jalan menuju rumahnya yang sementara di renovasi, apalagi baru kemarin warga di kejutkan dengan mobil yang datang kerumahnya, mobil khusus untuk neneknya.


Tak hanya itu saja, ketika neneknya Nana mencoba mobilnya, sungguh membuat warga desa tambah terkejut, ditambah lagi 2 unit motor, 1 untuk neneknya dan 1 untuk adiknya Nana yang kini terlihat lebih tinggi dan juga tampan.


Dan kini, Nana datang dengan mengendarai mobil miliknya.


Keluarga yang membenci hanya bisa diam, mereka sangat malu mendekati Nana.


" Bude, kenapa gak masuk ke rumah Nana? sapa Nana.


" Tidak apa-apa nak, bude hanya merasa bersalah sama kamu dan adikmu", ucap budenya Nana.


" Nana tau, bude hanya ikut-ikutan membenci Nana, tapi Nana tidak memasukkannya dalam hati, mari masuk bude, kasihan nenek", ucap Nana.


" maafkan bude Nak, bude tak bisa bantu kamu disaat kamu sangat susah, tau sendiri, bude hanya berjualan sayur di pasar, 2 sepupumu juga lagi sekolah, mereka sangat marah saat bude ikut-ikutan membencimu, hingga sekarang mereka tak lagi ceria dulu", ucap budenya Nana.


" Ya sudah bude, hanya bude yang Nana anggap keluarga, pesan ibuku juga berkata, kalau bude adalah kakak kesayangannya", ucap Nana.


" Pegang ini dan belikan motor buat kakak sepupu, dan renovasi rumah bude", ucap Nana sambil memberikan Cek sebesar 1 milyar.


Lewat Aplikasi Mata Dewa, membuat Ranti terkejut, dan melihat video dari aplikasi Mata Dewa.


" Sungguh baik hatinya", monolog Ranti.


" Nak ini sangat banyak, nanti uangmu habis", ucap budenya Nana.


" Uang Nana masih banyak, tenang saja, dan ini buat tambah modal usaha bude, itu cukup buat beli kios di pasar", lanjut Nana sambil menambahkan cek 1 milyar lagi.


" Rose, tolong ganti uangnya Nana, dan apakah budenya itu tulus minta maaf atau hanya karena Nana sekarang sudah kaya? tanya Ranti.


* Budenya Nona Nana, tulus, kedua sepupunya juga sangat menyayangi Nana, bantulah keluarga itu, tapi lewat nona Nana", ucap Rose.


" Baiklah Rose atur saja, hubungi Nana dan suruh Nana kasih uang ke budenya 25 milyar, untuk 2 sepupunya masing-masing 10 milyar", ucap Ranti.


* Baik Tuan", singkat Rose.


Nana yang sedang ngobrol dengan budenya terkejut saat menerima telpon dari Ranti, tapi bukan Ranti sendiri yang menelpon, melainkan Rose.


Nana sangat bahagia, jika Ranti mengijinkan dia untuk membantu budenya, tapi dengan syarat, budenya harus merawat adiknya Nana dengan tulus.


Kembali ke posisi Ranti.


" Kak, Renita jangan sedih lagi, Ade paling benci jika saudaraku di ganggu, jadi maaf, sudah Ade urus RS itu, jadi kakak jangan bersedih lagi", ucap Ranti.


" Terimakasih sayang, kakak hanya tidak suka perlakuan mereka, banyak juga pasien yang hanya di obati seadanya karena tidak mampu hingga menggunakan BPJS dari pemerintah, tapi jika orang kaya, maka mereka akan melakukan apapun, termasuk menggeser pasien walau sudah jadwalnya untuk operasi atau hanya sekedar cek up saja", ucap Renita.


" Ya sudah, RS itu akan jadi milik kita, nanti Tim Ade yang akan merombak seluruh sistemnya, agar semua pasien terlayani dengan baik, dan siapapun mahasiswa kedokteran yang pintar tapi kurang mampu, tolong beritahu Ade, nanti kita sekolahkan mereka, agar kemudian mereka bisa mengabdi di RS kakak kembar nantinya", ucap Ranti.


" Baiklah, sekarang adik ke kamar kak Vanya, kasihan kak Darel menggendong kamu saat kamu berbicara", ucap Renita.


" Hahahaha sampai lupa, kalau kak Darel masih menggendongku ", ucap Ranti.


" Kakak masih kuat, hanya saja, lihat kakak iparmu itu, dia takut kakak kecapean", ucap Darel.


" Ya sudah aku turun, terimakasih kak sudah menggendongku, kakak adalah laki-laki terbaik buat kami adik-adikmu, dan juga kakak iparku yang cantik ini", jawab Ranti sambil bergelayut di lengan Sonia.


" Kak Sonia sangat bahagia menjadi bagian dari kalian semua, kakak berjanji akan selalu mendampingi kakak laki-laki kalian dengan dengan baik, dan menjadi kakak ipar terbaik juga buat kalian", ucap Sonia.


" Terimakasih kakak ipar, tapi harap maklum, kami hanya punya 1 kakak laki-laki jadi ya kak Sonia harus siap - siap jika kami kumat manjanya", balas Ranti.


" Seperti itu lebih baik, daripada sesama saudara saling membenci, adik sendiri sudah mengalaminya, kakak juga sudah mengalaminya, jadi kakak akan lebih bahagia, jika hingga ajal datang, keluarga kita tetap seperti ini.


Mas Darel, milik kita semua, kakak tidak akan mengambil kakak kalian, dan kakak bangga bisa memiliki adik ipar dan kakak ipar yang sangat baik dan sayang dengan keluarga", ucap Sonia.


" Benar omongan kakak, kak Darel kepala keluarga kami, otomatis, kakak juga akan menjadi kepala juga buat kami, dan kami dengan penuh keikhlasan menerima kakak ipar, apalagi kakak sangat mencintai kak Darel", ucap Ranti.


" Kakakmu sudah ganteng, baik hati, juga sangat kaya, bahkan kakak juga tak perlu minta sesuatu, kalian sudah memberikannya, jadi untuk apa menyakiti kakakmu, hanya wanita serakah yang bisa melakukannya, dan yang terpenting, orangtua kakak sangat menyukai Mas Darel, jadi seluruh masalah sudah beres.


Biarpun kami tinggal serumah, tapi kakakmu sangat memegang teguh prinsipnya, dia sudah berjanji ke orangtua kakak, tidak akan melakukan perbuatan tercela, apalagi kalian semua wanita selain Armando", ucap Sonia membanggakan Darel.