
Dengan berat hati Aisyah melepas kepergian Ranti untuk kembali ke Surabaya, begitulah yang terjadi setiap Ranti datang dan hendak kembali, pasti Aisyah akan selalu seperti itu.
" Kakak, Aisyah masih kangen", Ucap Aisyah Yang memeluk Ranti.
" Hahahaha, badan saja gede, tapi manjanya gak ketulungan", ledek ibunya Aisyah.
Akhirnya semua orang yang ada kios Aisyah tergelak mendengar omongan Bu Antara,apalagi sikap Aisyah yang masih bergelayut di tangan Ranti.
" Nanti kakak akan sering-sering kesini, belajar yang baik dan jangan nakal, biar kakak tambah sayang", ucap Ranti, sambil membelai rambut Aisyah.
" Ia kak, nanti aku ajak kak Anjeli dan kak Nayla nanti ke Surabaya", ucap Aisyah.
" Ia datanglah, kakak akan tunggu di Surabaya", ucap sambil beranjak ke arah mobilnya.
" Ia kak, hati-hati di jalan", ucap Aisyah akhirnya merelakan kepergian Ranti.
" Aisyah sudahlah, nanti juga kakakmu datang lagi, kan Minggu depan kamu juga akan ke Surabaya", ucap Bu Antara menghibur Aisyah.
" Ia Bun, tapi Aisyah masih sangat kangen dengan kak Ranti", ucap Aisyah.
" Bunda tau sayang, coba kamu pikir, apakah kakakmu juga tidak kangen sama kamu, hingga dia mau hadir sehari sebelum acara peresmian di adakan", ucap ibu Antara.
" Baik Bunda, Aisyah akan giat belajar dan bekerja, agar bisa sedikit mengurangi rasa rindu sama kakak ", ucap Aisyah.
" Bukan menguranginya, tapi jalankan saja pesan kakakmu, pasti dia akan bangga sama kamu sayang", ucap Bu Antara.
Tanpa mereka sadari, Ranti kembali menuju ke kios Aisyah, namun dia berada dalam mode Stealth, Ranti tersenyum melihat adiknya yang manja itu.
" Aisyah, mobil Kakakmu itu, kira - kira harganya berapa? tanya salah seorang tetangga kios Aisyah.
" Sekitar 70 milyar, mobil itu hanya ada 3 di dunia", jawab Aisyah dengan jujur.
" Astaga, ada berapa mobil mewah kakakmu itu? lanjut orang itu.
" Aku kurang tau persisnya, tapi kakakku punya Lamborghini, Bugatti dan Rolls-Royce serta yang termurah itu yang biasa kakakku pakai, Mercedes Benz seperti mobilku harganya 3 milyar", jawab Aisyah lagi.
Ranti hanya geleng-geleng kepala dengan jawaban adiknya, akhirnya Ranti berpikir nanti saat datang lagi dia akan membawa Mobil Rolls Royce Cullinan.
Aisyah masih terus murung, dan kemudian akhirnya dia ke kios milik Nino dan memesan sate ayam, untuk menghibur dirinya, dia tidak tahu jika Ranti hampir tiap malam datang melihatnya.
" Kak Diman tolong buatkan 2 porsi sate ayam soup daging ayam juga", pesan Aisyah.
" Jangan sedih dek, kakakmu pasti datang lagi", ucap Diman.
" Terimakasih kak, mungkin Aisyah yang terlalu manja sama kak Ranti", ucap Aisyah.
" Tidak juga, hanya saja kakakmu memang sangat menyayangimu, jadi wajar kamu sangat merindukannya", ucap Diman bijaksana.
" Ia, kakakku itu sangat menyayangiku, makanya aku ingin selalu bersamanya", ucap Aisyah.
" Kakakmu itu ingin kamu mandiri, dan bisa berusaha sendiri, lepas dari fasilitas yang dia berikan kepadamu, sibukan dirimu dengan belajar, bekerja dan juga bantu bibi mengelola kiosnya, pasti kamu akan terhibur dan kakakmu pasti bangga dengan kamu", ujar Diman.
" Kakak sekarang semakin bijaksana, Aisyah juga senang kak Diman sudah berubah dan bisa menghiburku, terimakasih kak", ucap Aisyah yang akhirnya tersenyum.
Ranti yang melihat dari kios seberang tersenyum juga, akhirnya Aisyah bisa tersenyum dan juga Diman bisa menjadi kakak yang bisa di andalkan oleh Aisyah.
Selesai melihat adiknya tersenyum, Ranti langsung terbang dan mengangkasa menuju Surabaya, dengan hati senang.
* Tuan harap anda mendarat sebentar di jalan Malioboro, ada orang yang butuh bantuan, mereka 2 bersaudara kuliah di Jogjakarta, orangtuanya bangkrut dan sudah 2 bulan mereka mengamen untuk biaya pulang ke Ambon, bantu mereka saja dulu", ucap Rose.
" Oke", jawab Ranti dan langsung mencari lokasi untuk mendarat.
Ranti melihat sepasang kakak beradik sedang bernyanyi namun tidak ada yang mendekati mereka untuk memberikan uang, kemudian Ranti mendekati mereka berdua, dan meminjam gitar salah satu dari mereka berdua.
" Maaf bang, boleh saya gabung, dan biarkan saya bermain beberapa lagu, nanti jika ada yang menyumbang, semuanya buat kalian berdua", ucap Ranti.
" Baiklah, ini gitarnya", ucap Laki-laki itu.
" Gitarnya bagus, dan harganya juga lumayan mahal, speaker juga lumayan", ucap Ranti.
" tinggal ini harta benda saya dan adik", ucapnya.
" Kalian yang sabar saja, ucap Ranti dan mulai memainkan gitar itu.
Dari awal pembukaan petikan gitar, terlihat beberapa orang sudah mulia melihat mereka.
Ranti memainkan instrumen Canon Rock, ia sengaja memainkan lagu itu untuk mencari perhatian.
Dan benar saja, banyak orang sudah datang mendekat dan mau menikmati permainan Ranti, tak hanya sampai di situ, beberapa orang mulai memberikan uang, dan terus menerus banyak yang memberi.
Ranti menyambung dengan bermain beberapa sambil bernyanyi, hingga selesainya, Ranti berhasil menyanyikan 6 lagu dan 1 instrumen.
" Nona, anda sangat hebat bermain gitar, tapi bisakah anda memainkan biola", ucap salah seorang pengunjung.
" Saya hanya bisa sedikit saja, tapi jika anda memiliki biola, apa boleh saya pinjam? tanya Ranti.
" Kebetulan saya baru pulang dari mengajar musik, dan saya membawa biola, silahkan pakai salah satu punya saya, ucap pengunjung itu.
" Terimakasih, mohon koreksinya jika ada nada atau irama yang salah", ujar Ranti dan kemudian memulai menggesekkan bow atau alat penggesek biola.
Dengan penuh semangat Ranti mulai memainkan biola tersebut, seketika sang guru musik itu terkejut mendengar lantunan lagu klasik yang bawakan oleh Ranti.
" Ini maestro biola", batin guru itu.
Tak terasa 3 lagu selesai di bawakan oleh Ranti, dan saat melihat tempat uang pengamen itu, isinya sudah penuh bahkan ada yang memberi langsung kepada Ranti 100 ribu.
" Nona, sungguh hebat permainan anda, jujur saja saya sering kesulitan memainkan ketiga lagu jika tidak menggunakan teks atau membaca partiturnya, tapi anda sungguh hebat", puji guru itu dengan jujur.
" Terimakasih", saya hanya tau lagi itu saja, ini nomor saya, kirim saja pesan singkat agar aku bis mengenal anda", ucap Ranti.
" Baik Nona, saat ini juga saya akan memberikan nomor telpon saya", ucap guru itu.
setelah memberikan nomor telponnya, guru itu pun pamit dan pergi dari situ.
" Terimakasih Nona, kami sudah menghitung semuanya, dan hasilnya ada 1,5 juta", ucap Pengamen itu.
" Syukurlah, pakailah baik-baik, lanjutkan kuliah kalian, soal biaya jangan kuatir, tuliskan saja alamat kos kalian, biar besok siang orang saya datang menemui kalian berdua, dan tunggu saya Minggu depan di sini, saya antar kalian sampai ke Ambon, dan nanti saya bantu keluarga kalian berdua.
Saat ini ambil dan pegang lah ATM ini, masing-masing kalian saya berikan 2 ATM, yang 1 adalah deposito Berjangka sebesar 25 milyar, dan 1 lagi 5 milyar untuk kalian gunakan sebagai biaya kuliah dan biaya hidup, besok orang saya akan menjemput kalian dan kalian pindah kerumah baru, saya siapkan kendaraan buat kalian juga Untuk kuliah.
Tapi Minggu depan saya dengan kalian ke Ambon", ucap Ranti.
" Baik Nona, tapi kami tidak pantas menerima uang sebanyak ini", ucap Marcelo si pengamen itu.
" Kalian berdua pantas menerimanya, jadi jangan menolaknya, karena saya tidak suka pemberian saya di tolak", ucap Ranti.
" terimakasih banyak Nona, nama saya Marcelia dan ini kakak saya Marcelo.
" Saya Ranti, kedua kakak kembar saya, kuliah kedokteran di UGM", ucap Ranti.
" Oh mereka kakak anda Nona, kami memang tidak mengenal mereka secara pribadi, tapi mereka berdua terkenal, sudah pintar, cantik dan juga mahasiswa terkaya, mereka pernah membuat heboh kampus dengan mobil Koenigsegg Regera dan sekarang mereka juga menggunakan mobil Koenigsegg Jesko, belum lagi Ferrari LaFerrari juga milik mereka, tapi banyak yang mengatakan bahwa mereka berdua sangatlah ramah kepada siapapun", ucap Marcelia.
" Mereka memang kakak saya, lihatlah ini foto mereka berdua, dan ini foto seluruh saudara saya, dan ini foto mereka juga dengan latar belakang mobil mereka sendiri-sendiri", ucap Ranti.
" Astaga, apakah mobil viral Koenigsegg CCXR Trevita itu adalah milik anda Nona? tanya Marcelo.
" Ia, kami semua memiliki mobil Koenigsegg, ke 10 kakak beradik saya yang ini, memiliki Koenigsegg Jesko, 2 kakak adik angkat saya lainnya, serta kedua orang kakak ipar, mereka punya Koenigsegg Gemera", ucap Ranti dan memperlihatkan foto Aisyah dan Robin serta Tiara.
Kedua kakak beradik itu tercengang, mereka tak menyangka akan bertemu dengan orang super kaya.
" Rose tolong siapkan 1 unit rumah beserta seluruh isinya, juga penuhi lemari pakaian mereka dengan pakaian, juga sepatu untuk kuliah 10 pasang dan buatkan studio musik buat mereka berdua.
Siapkan juga Pill Regenerasi Fisik dan Pill Penambah Kecerdasan, serta SIM ajaib, juga 2 unit mobil Toyota Yaris dan Toyota Corolla Cross", ucap Ranti.
* Segera di siapkan", jawab Rose.
" Tolong ambil dari Dealer Grace", perintah Ranti.
" Sudah pasti Tuan", singkat Rose.
Sementara itu kedua kakak beradik pengamen itu juga sudah selesai berkemas dan bersiap pulang ke kontrakkan mereka.
Kedua orang itu seolah tak percaya saat mampir ATM, mereka mencoba untuk cek saldo dan ternyata kedua ATM mereka semuanya memiliki sesuai dengan omongan Ranti.
Dan biar lebih terbukti, Marcellino mencoba mentransfer uang 100 juta kepada orangtuanya di Ambon dan ternyata berhasil, Marcelia juga melakukan hal yang sama, juga mengirim uang 100 juta kepada orangtuanya.
" Kakak, sekaya apa Nona Ranti itu, dengan gampangnya dia memberikan kita uang yang jika di total jumlahnya 60 milyar", ucap Marcelia.
" Kita bersyukur saja, dengan menggunakan uang ini sebaik-baiknya, dan yang paling utama, kita harus menyelesaikan kuliah agar Nona Ranti tidak kecewa", ucap Marcelo, sambil beranjak menuju kontrakan mereka.
Tepat jam 11 malam, Ranti tiba dirumahnya dan langsung masuk kamarnya untuk bersih-bersih badan, kemudian dia ke kamar Salma dan berbaring di samping adik manjanya itu.
" Maafkan kakak, jika selalu meninggalkan kamu", batin Ranti.
Ranti mencium pipi dan memeluk Salma.
" Kakak sudah pulang ternyata", ucap Salma yang tiba-tiba bangun dan membalas pelukan Ranti.
" Ia sayang, ayo bobo lagi, kakak temani kamu tidur", ucap Ranti sambil mengelus punggung Salma.
" Kakak juga istirahat ya", jawab Salma.
" ia sayang mari kita tidur, cup cup", ujar Ranti sambil mencium jidat Salma.
Tepat jam 5 pagi Ranti membangunkan Salma, dan kemudian mereka mandi bersama, lalu turun ke lantai bawah dan sarapan.
" Jam berapa kamu pulang Dek", tanya Mercy.
" Jam 11 lebih, dan aku langsung tidur di kamar Salma, jawab Ranti.
" Jangan terlalu capek bekerja ya Dek, pikirkan juga kesehatanmu, dan selalu ingat makan saat bekerja", lanjut Mercy.
" Terimakasih kak, aku tak pernah lupa makan, apalagi disana ada Aisyah yang juga selalu ingatkan agar aku harus makan", jawab Ranti.
" itu berarti kita semua saudaramu tidak ingin kamu sakit", sambung Rindu.
" Kalian memang yang terbaik, bahkan Ketty saja, selalu mengingatkan aku agar jangan lupa makan, terimakasih perhatian kalian yang sangat besar untukku", jawab Ranti bahagia.
" Ya sudah, kamu mau antar Armando dan Salma kesekolah, tolong sekalian hadir di Yayasan, nanti kami menyusul", ucap Friska.
" Ia, nanti aku tunggu kakak disana, acara peresmian pembangunan Panti Asuhan Bintang Timur jam 9", ucap Ranti.
" ia dek, nanti Suster Diana, Bu Farida, pak Faturrahman serta yang lainnya juga akan hadir", ucap Mercy.
" Baik kak, Ayo Salma, Armando, kita berangkat", ujar Ranti dan beranjak dari kursinya.
Saat tiba di sekolah, mereka di sambut Sinyo dan juga Mora.
" Selamat pagi kak Ranti, selamat pagi juga Salma dan kak Armando", sapa Mora yang mencium tangan Ranti.
Begitu juga dengan Sinyo, mereka berdua akan selalu menunggu kedatangan Salma dan Armando, dan begitu sebaliknya, Armando dan Salma akan menunggu Sinyo dan Mora jika mereka datang lebih awal.
" Selamat juga buat kalian berdua", jawab Ranti.
" Selamat Nona Muda", sapa Bu Kepsek Indarwati.
" Selamat pagi juga Bu Kepsek", ucap Ranti
" Nanti jam 9 pagi ada acara peresmian gedung Panti Asuhan, kami dapat surat dari Yayasan agar turut mengundang perwakilan orangtua murid", ucap Bu Indarwati.
" Bagus itu, biar orangtua murid tahu, bahwa kita juga memiliki panti asuhan", jawab Ranti.
" Mereka bersedia hadir untuk mewakili seluruh Orangtua murid yang lain", jawab Bu Indarwati.
Sementara di Merak, Aisyah ke sekolah di jemput oleh Nuril, dia juga mendapat pesan dari Ranti agar mewakilinya ikut rapat di PT Super Speed Line jam 4 Sore.
Rapat bulanan PT Super Speed Line, memang selalu di adakan rutin dan kali ini adalah kali pertama Aisyah untuk mewakili Ranti, karena biasanya Sasha atau Regina.
" Kak, Aisyah harus bicara apa di rapat nanti", balas Aisyah.
" Ikuti saja dulu alur rapatnya, nanti kamu pasti kamu pasti paham, percayalah dengan kemampuan kamu", ucap Ranti.
" Baiklah", singkat Aisyah yang tak ingin membuat kakaknya kecewa.
Ranti sengaja menyuruh Aisyah untuk ikut rapat di perusahaan itu, agar Aisyah bisa lebih dewasa dan belajar memimpin Perusahaan, dan pastinya Aisyah bisa mandiri.
Tepat jam 9 pagi, seluruh petinggi Yayasan, termasuk pak Gunadi juga hadir bersama Elok istrinya yang datang dari Jogja.
Ranti menunggu kehadiran kakak-kakaknya untuk meresmikan Panti Asuhan Bintang Timur Charity.
Dan setelah seluruh kakaknya tiba, acaranya langsung di mulai, Bu Gendis, Bella dan para petinggi Yayasan Bintang Timur terlihat hadir dalam formasi lengkap.
Anak-anak yang akan tinggal di Panti Asuhan juga sudah hadir, dan tak lupa Naldi sebagai pelaksana panti juga hadir menemani adik-adiknya dengan hati yang bahagia.
Dia bahagia karena akhirnya mereka bisa mendapatkan tempat yang lebih layak, juga pendidikan memadai untuk adik-adiknya.
Begitu juga seorang ibu yang di tolong Ranti dan bekerja sebagai kepala koki, dia beserta anaknya tak putus-putusnya bersyukur karena mendapatkan pekerjaan yang layak dan juga tempat tinggal yang sangat nyaman, bahkan anaknya bisa dikatakan tumbuh dengan baik dengan gizi asupan yang sempurna.
Dalam benak anak-anak Panti juga bersyukur, kini mereka bisa tidur lebih nyaman, sewaktu di ruko saja mereka sudah nyaman apalagi saat mereka tinggal di bangunan yang di peruntukkan untuk mereka, yang setiap kamar hanya akan diisi oleh 4 anak saja, dan juga di lengkapi AC, lemari pakaian seorang 1, sedangkan fasilitas yang lain adalah uang jajan mereka perhari disesuaikan dengan tingkatan mereka, bahkan mereka semua memiliki Handphone.
Acara peresmian pembangunan Panti Asuhan Bintang Timur Charity, akhirnya selesai, para orangtua murid semakin bangga, kalau dulu banyak yang tidak suka dengan anak Panti, tapi sekarang baik siswa maupun Orangtua murid, semuanya bahagia.
Bagi mereka, dengan menyekolahkan anaknya di bintang timur, itu sama saja Secara tidak langsung, mereka sudah membantu yayasan dalam membantu orang-orang yang kurang yang mampu.
" Bapak dan ibu semuanya, sekolah Bintang Timur dan Yayasan Bintang Timur, saya pastikan akan menjadi sekolah terbesar di Indonesia, karena saya akan membangun Panti Asuhan dan juga sekolah di setiap Propinsi di Indonesia dan Bintang Timur Surabaya akan menjadi pusatnya, serta universitas di beberapa tempat, dan ini untuk kebanggaan kita semua", ucap Ranti menutup acara peresmian gedung Panti Asuhan Bintang Timur Charity Surabaya.
Para tamu undangan dan orangtua murid bertepuk tangan dengan meriah, ada kebanggaan tersendiri bagi mereka karena menjadi bagian dari sekolah Bintang Timur.
" Sebagai perwakilan orangtua murid akan menunggu momen-momen peresmian sekolah Bintang Timur di berbagai wilayah, dan kami bahagia bisa menjadi bagian dari Keluarga Besar Sekolah Bintang Timur dan Yayasan Bintang Timur.
" Terimakasih bapak dan ibu semuanya, mohon dukungannya, Ucap Ranti.
" Kami sangat mendukungnya, karena hanya sekolah ini saja, yang setia dengan komitmennya dari awal berdiri hingga berganti pemilik, kami bangga menjadi bagian dari Keluarga Besar Sekolah Bintang Timur", jawab Ketua Perwakilan Orang Tua murid.
Acara ditutup dengan makan siang bersama, dan di lanjutkan dengan tour singkat di gedung baru tersebut.
Bella dan Bu Gendis di daulat menjadi Ketua Bidang Pelayanan Panti Asuhan di Yayasan Bintang Timur.
" Terimakasih Nona Muda, atas kepercayaan yang di berikan kepada saya dan Bu Gendis", ucap Bella.
" Sama-sama kak Bella, tolong bantu saya mengawasi anak-anak kurang beruntung tersebut", ucap Ranti.
" Kami siap Nona Ranti", jawab Bu Gendis
" Nanti, carilah 2 orang bagian administrasi yang nantinya mereka akan mengawasi seluruh panti Asuhan Bintang Timur di Indonesia", Ucap Ranti.