SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Keluar dari Panti Asuhan Charity


Setelah menempuh perjalanan dengan taksi ...saat ini Ranti dan suster Diana tiba di RS, segera Ranti mengambil kartu antrian untuk pemeriksaan penyakit dalam... sementara menunggu giliran, Ranti melihat seorang wanita paruh bayah duduk sendirian di kursi Roda, ternyata ibu itu mengidap penyakit diabetes melitus..


Tanpa ragu Ranti mendekat dan menyapa...


" Halo Bu apa sudah selesai periksa "


•sudah nak jawab ibu tersebut dengan tatapan sedih•


"Sudah berapa lama ibu mengidap penyakit ini... ini penyakit Diabetes Melitus dan penyakit sudah mau mendekati stadium akhir... "


• kok Ade tau penyakit saya sudah mendekati stadium akhir, apakah Ade seorang dokter.. jawab ibu itu •


"Maaf Bu saya hanya sekedar melihat dari gejalanya saja... kaki ibu sudah bengkak dan sebagian kaki kiri sudah membusuk dan jari-jarinya sudah hilang... begitu juga kaki kanan ibu yang semua jari-jari sudah habis dan pembengkakan sudah menyebar hingga betis... dan semua luka mengeluarkan nanah dengan bau yang tidak sedap... kata Ranti mencoba menjelaskan "


"Ibu tinggal dengan siapa... habis menjelaskan Ranti mencoba bertanya keseharian ibu itu bagaimana"


• ibu tinggal dengan anak ibu satu-satunya, jawab ibu itu dengan


raut wajahnya terlihat lebih sedih ketimbang bicara soal penyakitnya•


Ranti bertanya sekali lagi untuk memastikan apa yang Ranti pikirkan dari tadi... hmmm kayaknya ibu ini bukan hanya tertekan soal penyakitnya, tapi lebih kepada kehidupan dia dan anaknya....


" Bu dimana sekarang anak ibu... tanya Ranti"


• Dia lagi di ruang administrasi untuk pembayaran biaya pemeriksaan dan... sambil terbata-bata, ibu itu mengatakan bahwa anaknya berusaha menawar biaya operasi, agar mereka bisa bayar dengan mengangsur...•


" ohh begitu ya Bu... memangnya kata pihak RS berapa biaya operasi ibu ? "


• Kata mereka hampir 300 juta rupiah, sudah termasuk biaya operasi dan biaya rawat inap di ruangan kelas 2, mereka minta bayar 100 juta rupiah dan akan langsung ada tindakan operasi, dan ibu itu melanjutkan, kami sudah tak mampu apalagi anak saya hanya pegawai kantor biasa... •


sementara ibu berbicara dengan Ranti... terdengar suara wanita berumur sekitar 24 tahun memanggil ibunya....


~ Bu ... ehhh maaf mbak ini siapa ya... ? ~


" Perkenalkan nama Saya Ranti, tolong jangan di panggil mbak aku lebih muda dari kakak... hehehehe... maaf tadi saya ibu kakak duduk sendirian jadi saya ajak ngobrol biar ibu kakak tidak kesepian, maaf ya"


~ Oh tidak apa-apa... jawab gadis itu sambil mengenalkan diri nama Elisabeth, kamu bisa memanggil saya cukup dengan Ellis saja... dsn ini ibu saya namanya Gendhis Priyanti... ~


Setelah Ranti melihat kearah suster Diana, ternyata Suster Diana masih duduk santai ngobrol dengan seorang yang juga Suster dan kelihatannya mereka akrab dan seragamnya terlihat sama, merasa di perhatikan suster Diana mengatakan lanjut ngobrol aja antrian kita masih ada 13 orang.... oh baik Suster nanti panggil Ranti kalau sudah giliran Suster Diana, jawab Ranti kepada Suster Diana... oke baiklah, Suster Diana menimpali....


" Maaf Bu Gendhis dan Kakak Ellis.. itu Suster Diana mantan kepala Panti Asuhan Charity dimana aku tinggal.. "


~ ohh Ranti tinggal di Panti Asuhan Charity... berarti kenal dengan Bu Yanti, menurut Bu Yanti, beliau pengurus di panti tersebut...balas Ellis~


"Yang segera di jawab Ranti sambil menunjukkan foto di HP Android nya apa ini orangnya kak Ellis... ?


~ ia benar... dengan raut muka yang sulit diartikan ~


Ranti melihat sesuatu yang tidak beres antara Bu Yanti dan Bu Gendhis.. tapi Ranti mengurungkan niatnya untuk bertanya...


" maaf Bu Gendhis... apakah ibu sudah siap untuk di operasi, jika biayanya ada... tanya Ranti ke ibu Gendhis..."


• Kalau biaya sebesar itu... ibu sudah pasrah menunggu malaikat maut datang menjemput... daripada menyusahkan anak ibu dan keluarga ibu yang lain, terutama keluarga almarhum suami saya.. jawab ibu Gendhis pasrah sambil melihat kearah Ranti.. •


" jangan menyerah Bu Gendhis... pasti ada jalan keluar yang terbaik, jawab Ranti"


" Kak Ellis mari kita bertukar kontak, saya berjanji akan membantu menyembuhkan ibu Gendhis, besok saya masih libur sekolah dan besok saya akan datang kerumah kak Ellis... bagaimana apakah kak Ellis mau bertukar kontak dengan saya dan apakah kak Ellis bersedia membuka pintu rumah untuk saya datang besok... "


~ Baiklah ini nomor WA saya silahkan di tambahkan di kontak Ranti dan nanti saya kirim alamatnya, kebetulan juga besok hari Minggu jadi saya libur, jawab Ellis sambil mengetik pesan di HP nya... ~


' Baiklah nanti malam saya telpon kak Ellis sekitar jam 20.00 WIB, balas Ranti...


Ranti... Ranti....


" Ya suster apakah sudah waktunya?


° Tinggal seorang lagi, sambil berdiri Suster Diana mendekati Ranti dan ibu Gendhis juga Ellis...°


°halo Bu nama saya Suster Diana,. Ranti salah anak dari Panti Asuhan kami...°


•halo juga suster Diana, saya Gendhis dan ini anak saya Elisabeth, Bu Gendhis memperkenalkan anaknya... •


"Ranti berujar... sampai jumpa ya Bu Gendhis dan kak Ellis, sudah giliran kami ke ruang periksa, nanti saya telpon sembari mengingatkan kepada Ellis..."


~Terimakasih ya Ranti saya tunggu nanti malam telponnya... sekali lagi terimakasih, kalo begitu kami pamit ya bye ~


" Bye hati-hati Di jalan"


Ayo Suster kita masuk ruangan periksa....


setelah tiba di ruangan periksa nampak kaget dokter yang biasa menangani penyakit suster Diana... sambil menyapa


| Halo Suster Diana apa kabar dan bagaimana keadaanmu |


°halo juga Dokter Maya, puji syukur hari keadaan saya sudah baik-baik saja... dan sekarang coba memeriksa kembali untuk memastikan apakah masih ada penyakit saya atau bagaimana, soalnya 3 jam lalu saya merasakan bahwa tubuh saya lebih baik dan nafasku sudah tidak berat lagi juga pinggang saya sudah tidak terasa sakit, tolong Dokter Maya periksa... °


| Baiklah Suster Diana... mari kita periksa... setelah memeriksa seolah tidak percaya akan hasilnya, dokter Maya bertanya ke Suster Diana...


| Suster Diana Minggu sebelumnya kami memeriksa kondisi suster Diana, maaf sesuai rekam medik penyakit Suster sudah mengalami komplikasi Ginjal dan Tumor Hati ditambah lagi Suster memiliki riwayat hipertensi... tapi ini .... kok bisa... tidak ada lagi penyakit yang ibu alami... bahkan terlihat semua organ yang rusak sudah dalam kondisi baik, bahkan lebih baik... sebentar Suster mumpung Suster pasien terakhir coba saya panggil Dokter ahli penyakit Dalam lainnya..


Dokter Maya langsung menelpon dokter tersebut... halo dokter saya punya pasien yang bla...bla... bla... dokter Maya menjelaskan situasinya.. dan terdengar jawaban dari dokter yang di telpon... ^tunggu sebentar saya akan keruangan Dokter Maya^


"lalu Ranti menggenggam tangan Suster Diana dan berkata 'Tenanglah Suster semuanya akan baik-baik saja'...


Tak berselang lama terdengar ketukan pintu ruangan dokter Maya... tok..tok.. | masuk jawab dokter Maya |


dan nampaklah dokter paruh baya terlihat dari name tag nya bernama dokter Mikael Ahli penyakit Dalam...


Dokter Mikael bertanya mana rekam medisnya dan kapan terakhir Suster Diana melakukan check up .... tanya dokter Mikael kepada dokter Maya dan di jawab oleh dokter Maya...


| ini dokter rekam medis pasien atas nama Suster Diana dan terakhir Suster melakukan check up Minggu yang lalu... dan mestinya sesuai jadual seminggu lagi suster Diana untuk melakukan check up... terakhir ini daftar resep yang saya berikan selama ini, dokter Maya memberikan informasi mengenai mengenai penyakit dan seperti apa penanganannya kepada dokter Mikael.. |


Sembari mendengar informasi dari dokter Maya, Dokter Mikael juga mengecek rekam medis dan daftar resep obat juga melihat hasil CT scan terakhir... nampak jelas Dokter Mikael juga penasaran bagaimana bisa penyakit Suster Diana sembuh tanpa meninggalkan bekas bahkan terlihat lebih fisik dan mental suster Diana hari lebih baik... akhirnya dokter Mikael bertanya kepada Suster Diana...


^ Suster Diana mohon maaf bukan kami tidak senang atas hasil yang kami lihat hari ini... tapi sebagai dokter yang dari awal mengawasi perkembangan penyakit Suster Diana, maaf Minggu kemarin kami sudah menjelaskan bahwa penyakit suster sudah diambang kemampuan kami... maaf Suster kira-kira beberapa hari ini apa saja yang Suster konsumsi dan lakukan, mohon Suster memberi tahu kami... terlihat dokter Mikael sangatlah berhati-hati bertanya kepada Suster...


°Maaf Dokter Mikael dan dokter Maya, jujur saja hingga kurang lebih 3 jam lalu kondisi saya masih seperti Minggu lalu bahkan rasanya sudah lebih parah sudah 3 hari saya tidak bisa bangun dari tempat tidur... tapi... sambil menatap kearah Ranti...


"Ranti mengatakan, tak apa-apa silahkan jelaskan saja Suster... "


°Setelah mendapat jawaban dari Ranti... Suster Diana menjelaskan bahwa... Tadi pagi Ranti memberikan 1 Pil yang katanya pil herbal, dan karena saya juga percaya kepada Ranti dan juga saya sudah pasrah, walau ada sedikit keraguan tetap saya menelan pil tersebut... dan prosesnya lumayan sangat menyakitkan saya harus menahan 15 menit dan akhirnya seperti ini hasilnya... oh ya Dokter Maya coba perhatikan lagi apakah saya hari ini datang pakai tongkat dan juga kaca mata... juga lihat kulit saya... inilah efek dari pil tersebut dan hebatnya lagi uban saya juga menghilang... dengan senyum bahagia suster Diana menjelaskan kepada dokter Mikael dan dokter Maya...°


Akhirnya dokter Maya tersadar oh kenapa aku tidak memperhatikan dari tadi ... sambil menggelengkan kepala dokter Maya tersenyum tipis...


tidak mau menarik kesimpulan terlalu dini, maka Dokter Mikael tatap menyarankan agar hari ini suster Diana melakukan CT scan kembali biar lebih jelas hasilnya... dan suster Diana serta Ranti tidak keberatan akan saran dari dokter Mikael...


Dokter Mikael langsung mengajak Suster Diana keruangan lainnya untuk melakukan CT scan...


^mari silahkan masuk Suster Diana...


°Baik dokter Mikael°


setelah melakukan CT scan, Suster Diana dan Ranti menunggu hasilnya... lalu terdengar suara...


DING... DING...


*selamat Tuan anda telah menyelesaikan misi tersembunyi menyembuhkan Suster Diana... dan Tuan mendapat hadiah skill medis tingkat master... silahkan cek di inventori... *


"terimakasih Rose"


*sama-sama Tuan*


"Rose tolong Carikan rumah yang mau disewakan atau mau dijual.. dan kalau bisa memiliki minimal 5 kamar, tolong segera Rose terimakasih "


* Baik Tuan segera dilaksanakan*


Bagaimana dokter Mikael apakah hasilnya sudah keluar... tanya Ranti kepada Dokter Mikael...


^ hasilnya memang sudah keluar dan untuk sementara hasilnya adalah penyakit yang di derita oleh suster Diana sudah sembuh total itu menurut analisa saya sementara ini... tapi ijinkan kami untuk berdiskusi lebih lanjut dengan ahli yang lain maksimal 3 hari kami sudah mendapatkan hasil... dan semoga memang hasil sesuai harapan kita semua.. jawab dokter Mikael dengan penuh percaya diri...


Ranti langsung menjawab... baik dokter kami tunggu hasilnya dan terimakasih atas waktunya...


selesai dari ruangan CT scan Ranti segera ke adminstrasi untuk melakukan pembayaran...


setelah semua beres Ranti memesan taksi untuk pergi ke mall, perutnya juga sudah terdengar drrruut.... drrrurt... sambil senyum dia bermonolog wahhh... cacing di perut sudah berdemo... hehehehe... akhirnya taksi pun tiba...


Ayo Suster kita berangkat....


Pak supir tolong antar ke mall yang disana... Ranti memberi tahu nama mall nya ke supir taksi...


oke nona sesuai dengan yang tertera di aplikasi... dan silahkan nikmati perjalanannya... brummm brummm


DING... DING...


Misi Dadakan terkontaminasi...


Bantu keuangan pak supir taksi dengan membayar 5 juta ongkos taksi... Rose mendeteksi supir taksi lagi kebingungan membeli seragam sekolah anaknya ... misi tidak dapat di tolak...


hadiahnya : ???


"oke siap Rose"


Tak berselang berapa lama, akhirnya taksinya sampai di parkiran mall... pak berapa ongkosnya... tanya Ranti memastikan...


+ ongkosnya 35.000 rupiah nona... dan anda bisa membayar lewat aplikasi atau juga cash ... +


Aplikasi saja pak jawab Ranti...


dan segera Ranti mengetik jumlahnya dan menscan QR code aplikasi tersebut...dan berhasil....


seketika bunyi notifikasi handphone pak supir berbunyi... dan ... sambil matanya membulat melihat ke arah Ranti... dan berkata nona ini terlalu banyak.... ongkosnya 35.000 rupiah.. tapi nona membayar 5.000.000 rupiah...


Dengan santai Ranti menjawab... terima saja ... anggap rejeki buat bapak... saya masuk dulu ya pak...


Sambil membungkuk supir taksi mengucapkan terimakasih walau hanya terlihat punggung Ranti dan Suster Diana...


DING... DING...


**to be continued**