SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Berbagi besar-besaran


Tiba di Mansion, terlihat wajah-wajah capek, mereka langsung kamar dan membersihkan diri, seperti biasa Salma minta dimandikan, dan akhirnya Aisyah dan Mora juga ikut-ikutan.


" Astaga Adikku yang satu ini, sudah 17 tahun masih mau dimandikan kakak", ujar Ranti.


" Hehehehe sekali-kali kan boleh dong", jawab Aisyah enteng.


" Hahahaha, kak Aisyah ternyata lebih manja dari aku", ledek Salma.


" Ya sudah ayo masuk kamar mandi, biar Kakak mandikan kalian bertiga", perintah Ranti.


Dengan segera mereka bertiga melepas baju dan langsung beranjak ke kamar mandi.


Di kamar lain, Velove dan Vexia lagi merengek minta di mandikan Lukman.


" Udah mas mandikan saja mereka dulu baru mas mandi", ucap Suratmi.


" Ya sudah kalau begitu, jawab Lukman.


" Putri ayah kenapa makin hari makin manja, apa tidak malu, sudah besar masih minta ayah dan bunda mandikan kalian", ucap Lukman pada 2 Putri angkatnya.


" Karena kami sayang ayah dan Bunda, jadi buat apa malu sama ayah dan Bunda", jawab Velove.


" Terimakasih sayang, ayah dan Bunda bahagia mendengarnya, ayah dan bunda juga sangat menyayangi kalian berdua", ucap Lukman.


Akhirnya Lukman dan Suratmi memandikan kedua Putrinya dengan penuh kebahagiaan, mereka berdua tidak bisa membayangkan bahwa di umur mereka yang sudah mulai tua, masih di berikan kesempatan untuk merawat anak.


" Ayah, sampai kapanpun Velove tidak akan pernah malu bermanja-manja sama ayah dan Bunda, Velove sangat bangga memiliki ayah dan Bunda", ucap Velove.


" Vexia juga, sangat bangga memiliki ayah dan bunda, terimakasih sudah menerima kami menjadi putri ayah dan bunda", ucap Vexia.


" Terimakasih sayang, ucap Lukman sambil mengeringkan badan Velove.


Di saat yang sama Robin yang sudah selesai mandi dan keluar kamarnya, dia di minta Dewi agar memanggil Ranti dan Aisyah serta Salma agar turun untuk makan malam.


" Dek, Ayo turun makan malam", panggil Robin.


Karena tidak ada sahutan Robin masuk ke kamar dan betapa kagetnya dia melihat Ranti, Aisyah dan Salma serta Mora keluar dari kamar mandi, dengan masih memakai handuk.


" Astaga Aisyah, kamu itu sudah besar mau merepotkan kakakmu", ucap Robin.


" Kan gak sering kak", Jawab Aisyah.


" Ya sudah, kalian cepat ganti baju dan turun, ayah dan bunda serta yang lain sudah menunggu untuk makan malam, perintah Robin, sambil beranjak hendak keluar dari kamar.


Dengan cepat kilat Ranti membantu Salma dan Mora berpakaian.


" Ayo Salma, Mora ikut kakak dulu, biar kedua kakak kalian berpakaian nanti mereka nyusul", ajak Robin.


Robin hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua adiknya itu.


Mereka akhirnya bisa makan malam dengan tenang, hanya obrolan ringan saja yang mereka lakukan.


Ranti tidur bertiga dengan Aisyah dan Salma, Ranti tersenyum melihat kedua adiknya yang sama sifatnya.


Mora kasihan dia tidur dengan Yati, tapi dia paham kalau temannya itu sangat manja dengan kakaknya.


Malam sudah pergi, berganti pagi hari yang cerah, mereka hati ini berencana akan jalan-jalan ke kota Boston.


Jam 10 pagi waktu setempat, mereka berangkat, dengan menggunakan 3 minibus dan 1 mobil SUV, semua fasilitas disediakan oleh Perusahaan pembuat pesawat terbang milik Ranti.


Mereka mengelilingi kota Boston dengan gembira, Ranti memanjakan seluruh rombongan dengan belanja sepuasnya, mereka tidak tahu, jika Ranti berangkat ke China untuk mengambil harta. Ditangan Ranti terdapat uang cash sisa hasil rampasan 35 triliun Yuan yang jika di konversi dengan dollar maka hasilnya 5 triliun dollar Amerika Serikat, itu berarti uang Ranti tidak akan tersentuh.


" Rose, tambahkan modal ke bank SADB, IDB, BNP Paribas, Tri Link Finance, Bank Pertanian, perkebunan, peternakan dan nelayan dan Multidana Finance masing-masing, 1 triliun Yuan.


Untuk 2 Mega Proyek, masukkan modal masing-masing 500 miliar Yuan.


Untuk Yayasan Bintang Timur, Jogjakarta dan Surabaya, masukkan Dana Abadi senilai 1 Triliun Yuan, Serta sekolah elit 500 milyar Yuan.


Panti Asuhan Bintang Timur Jogjakarta dan Surabaya, 250 Miliar Yuan, sedangkan Panti Asuhan Charity, Agape dan Al Azhar, serta Panti Asuhan kasih Bunda Jakarta masing - masing 150 milyar, Panti Jompo Subroto, 50 miliar Yuan, Ketua Panti masing-masing 10 miliar, untuk pengurus 100 juta Yuan dan pegawai 10 juta Yuan.


Dan Khusus untuk pembangunan Panti Asuhan seluruh Indonesia, siapkan rekening khusus senilai 1 Triliun Yuan.


Untuk Pembangunan Peternakan dan perkebunan di Lampung, Magelang, Palu, Serta pembangunan Pabrik pakan ternak dan minyak goreng, anggarkan dana cadangan 1,5 triliun Yuan.


Sedangkan untuk RPS Group Company, 2,5 triliun Yuan sebagai dana talangan jika krisis melanda.


Untuk RPS Development Building and Property ( RDBP), Dan ARSA Group berikan 500 miliar Yuan.


Tambahkan Modal untuk Body Clean, Food Excellent dan Pabrik obat-obatan, serta pabrik susu di Bandung, juga Pakuwon Group, masing-masing 250 miliar Yuan, sedangkan Mall Galaxy anggarkan 100 Miliar Yuan


" buatkan Perusahaan Transportasi udara dan namakan Phoenix Airlines, masukkan Modal awal 500 milyar Yuan.


Untuk kedua orangtuaku berikan 1 triliun Yuan, Bibi Nindya 250 miliar Yuan, paman Bastian 200 miliar, bibi Soraya 50 miliar Yuan, bibi Monika Hadinata 150 miliar Yuan, paman Nikson 150 miliar, istrinya 50 miliar Yuan, Bibi Yolanda, Suratmi dan paman Lukman masing-masing 100 miliar Yuan.


Untuk Ketiga anak Paman Bastian dan 2 anak paman Nikson, masing-masing 10 miliar Yuan, sedangkan 2 anak bibi Suratmi, 2 anak bibi Yolanda, masing-masing 5 miliar Yuan.


Seluruh saudaraku berikan 150 miliar Yuan, termasuk Aisyah dan Robin, sedangkan Tiara dan Sonia masing-masing 50 miliar Yuan.


Untuk Seluruh direktur di Perusahaanku berikan masing-masing 15 miliar Yuan, untuk CEO 20 miliar,


Untuk seluruh sahabatku, Regina, Sasha, Lupita, Novianti, Alviani, Andini, Atmono, Atmini, Suryani, Clara, Mita, kak Ariestya Bendo dan Irene, masing-masing 1 miliar Yuan.


Ketua Yayasan Bintang Timur, 500 juta Yuan, Pengurus Yayasan, 100 Juta Yuan, Kepala Sekolah di Bintang Timur dan Sekolah, berikan masing-masing 250 juta Yuan, untuk seluruh guru ada 4 tingkatan, 10 tahun, 100 juta Yuan, 3 - 5 tahun 50 juta Yuan sedangkan di bawa 1 - 2 tahun 25 juta, 6 - 11 bulan 10 juta Yuan, 1 - 5 bulan, 2 juta Yuan.


Seluruh Pelayan dan sopir serta tukang kebun di rumahku dan di Jogjakarta, juga Yati, berikan 1 miliar Yuan, sedangkan Bu Likha dan pak Pak Mulyono masing-masing 1,5 milyar Yuan, khusus Pelayan dirumah orangtuanya masing-masing 250 juta Yuan.


Tim Keamanan Awal, 23 orang masing-masing 250 juta Yuan, untuk korlapnya 300 juta, Wawan 400 juta Yuan, Pak Sumadi 500 juta.


Untuk Tim Keamanan tahap 2, masing-masing 100 Juta, Tahap 3, masing-masing 50 Juta, sedangkan untuk yang biasa, 10 juta Yuan, tergantung masa kerja, berbeda dengan Security di Jakarta dan Jogjakarta serta di sekolahan Bintang Timur Surabaya masing-masing mendapatkan 25 juta Yuan, kecuali ayahnya Mora.


Pengurus Perkebunan, Magelang, Lampung, Garut, Palu, masing-masing 2 miliar Yuan, sedangkan seluruh Karyawan Perkebunan atas nama RPS, 10 juta Yuan.


Bantuan khusus, keluarga Pak Lamasituju dan keluarga pak Januar masing-masing anggota keluarga 150 juta Yuan, pak Sumanga masing-masing anggota keluarganya 50 juta Yuan.


Orangtua Suryani termasuk adiknya, berikan masing-masing 250 juta Yuan.


Ibunya Dewi berikan 10 milyar, sedangkan adiknya berikan 5 milyar Yuan, Yuanita dan ibunya berikan masing-masing 5 milyar Yuan.


Ibu angkat dan kakak Vanya, berikan masing-masing 2 miliar Yuan, istri Supomo, anaknya Prasetyo dan adiknya masing-masing 2 miliar Yuan.


Youla dan Putranya Jonas Setiawan mendapatkan 50 miliar Yuan.


Tim Rose dan Bu dokter Serta Sabrina bersaudara masing-masing 5 miliar Yuan.


Untuk Nasyilah, 1 miliar Yuan, dana untuk pengeluaran harian 5 orang 1 miliar Yuan, sedangkan keempat gadis masing-masing 250 juta Yuan, untuk Sartika Berikan juga 250 juta Yuan.


Brenda dan Maura masing-masing 2,5 miliar Yuan, Rikson dan Miki serta Monalisa 250 juta, khusus untuk pengasuh Junior Mateos 150 juta Yuan.


Untuk Sundari Nechtar dan anaknya, Arzen dan Hanum Serta Kurnia Saphira berikan masing-masing 250 juta Yuan.


Untuk Seluruh karyawan di kantor maupun pabrik berikan mereka masing-masing 15, 10 dan 5 juta Yuan tergantung Posisi dan masa kerjanya, Yang berbeda adalah pak Lomban Kepala Cabang Banten, mendapatkan 1 miliar, sedangkan Dirut PT KS, 500 juta Yuan.


Operasional untuk Rumah Belanda 250 milyar Yuan, dan lengkapi seluruh perlengkapan mereka.


Teman sekolah, Pretty, Chelsea, Yulianto, Yulianti, Gema, Yudi dan Kiran serta Gilang, juga mantan ketua kelas 11, berikan mereka 150 juta Yuan, sedangkan mantan sekelas di kelas 12 lainnya masing-masing berikan 25 juta Yuan.


Mora dan Sinyo berikan 1 Milyar, untuk keluarga Mora juga berikan 1 Milyar, bagi 3 pengasuh Sinyo berikan masing-masing 50 juta Yuan.


Khusus Nayla, Anjeli, Karyono, Delia, Budiono dan kakaknya Nayla, Nuril, Anjas serta Atilla, masing-masing 100 juta Yuan, khusus orangtua Aisyah 500 juta Yuan.


Khusus seluruh anak Panti Berikan tabungan buat mereka 2 juta Yuan, agar kelak saat mereka keluar dari Panti Asuhan mereka memiliki uang.


Berikan kejutan untuk Bara, Tania dan Joana, berikan 250 juta Yuan.


Pak Ryan berikan 300 juta Yuan, Drajat 200 juta Yuan, restoran Steak dan pemilik toko sepatu masing-masing 50 juta Yuan.


" Untuk 4 kepala desa di Magelang, 5 juta Yuan, sedangkan seluruh warganya berikan 1 juta Yuan sebagai bantuan, Serta Santoso pengawas Proyek Berikan 25 juta Yuan. Khusus untuk pembangunan Jalan disana 250 juta Yuan berikan ke pak Supomo, agar jalan segera di selesaikan.


" Khusus Wulandari, berikan 2 Milyar Yuan dan tukar ke dolar Amerika Serikat, serta belikan dia mobil untuk kuliah, siapkan mobilnya saat dia mulai kuliah.


" Terakhir untuk Rendi 25 Milyar, Pak Haris, Bibi Maurice masing-masing 15 Milyar Dan untuk anak-anak mereka 5 Milyar, ibu Maryana Serta anak-anaknya dapat masing-masing 2,5 Milyar Yuan, dan Pak Pribadi mendapatkan 15 milyar Yuan.


" Siapkan 150 Milyar dana khusus bagi teman penting saya.


* Tuan ini pembagian terbesar yang anda lakukan bagi orang-orang terdekat dan juga orang-orang yang bekerja untuk anda, total semuanya 30 Triliun Yuan, ucap Rose.


" Tidak apa-apa, aku sudah menghitung harga yang aku ambil dari gudang harta Kaisar senilai 300 Kualidrium Yuan, biarkan mereka semua bahagia.


* Semuanya sudah selesai Tuan, termasuk teman-teman anda yang di China", ucap Rose.


" Terimakasih, maafkan merepotkan kamu Rose", ucap Ranti.


* Saya tidak Repot Tuan, justru saya bahagia, tapi pasti akan heboh seluruh teman-teman Tuan.


" Biarkan saja, nanti juga mereka pasti mengirim pesan dengan pertanyaan dan terimakasih", ucap Ranti.


Dan benar saja, seluruh mantan teman sekelas Ranti terkejut dengan bunyi notifikasi di handphone mereka, bahwa Ranti memberikan mereka uang untuk biaya kuliah, tapi khusus Gema,Yudi, Kiran, Pretty dan Chelsea serta Gilang, Ranti meminta jangan menyebutkan mereka dapat berapa.


Sedangkan, Poppy, Juwita, Miranda, Marinda dan Naldi juga terkejut mereka mendapatkan uang 2 triliun rupiah dari Ranti, teman-teman Naldi yang juga mengurus anak Panti terkejut, namun mereka mendapatkan pesan agar uangnya di gunakan dengan bijak.


Seluruh Karyawan Ranti, baik di Kantor, Pabrik dan perkebunan serta peternakan, mereka berbahagia mendapatkan bonus dari Ranti.


Leandra dan Pak Arsyad terkejut bukan kepalang, seumur hidup mereka baru memegang uang 2 triliun, dan ini adalah bonus dari bos mereka.


Bu Gendis juga tersenyum mendapatkan hadiah, sebagai Penasehat Yayasan Bintang Timur, Elisabeth tidak terkejut lagi karena sudah sering mendapatkan hadiah dari Ranti.


" Kak Elisabeth, saya dapat uang dari Nona Muda Ranti dengan jumlah sangat besar", ucap Yuanita ke Elizabeth.


" Jangan banyak komentar, ucapkan saja terimakasih, dan ingat kita juga dapat amanah untuk membagikan uang bonus ke seluruh karyawan. kecuali Security, mere sudah dapat langsung dari Nona Muda Ranti.


" Baik Kak, saya hanya kaget saja, ibuku juga mengirim pesan mendapatkan uang dari Nona Muda Ranti", lapor Yuanita.


" Itu berarti Nona Muda sangat memperhatikan kita semua, bekerjalah lebih rajin agar Nona Muda tidak kecewa dengan kita", ucap Elisabeth.


Yang lucu adalah Suryani, belum sempat dia mengirim pesan ke Ranti, tapi Ranti sudah lebih dulu mengirimnya pesan, " Jangan banyak komentar, nanti ku pecat kamu jadi temanku".


" Selalu ancaman begitu, ucap batin Suryani sambil menarik nafas dalam-dalam".


" Ada apa nak, kenapa mukamu jelek sekali", ucap ibunya Suryani.


" Ibu baca sendiri pesan Nona Ranti", jawab Suryani.


" Itu berarti Nona Ranti tulus memberikannya, tapi kirim WA saja dan ucapkan terimakasih", ucap ibunya Suryani.


" Ia Bu", jawab Suryani.


Dan memang seluruh teman dekat Ranti, tidak ada satupun dari mereka yang gila harta, atau yang suka berfoya-foya, mereka hanya menabung dan membeli sesuai kebutuhan, mereka selalu ingat gaya hidup Ranti yang sederhana.


Ranti masih lebih enjoy makan makanan di pinggir jalan, bahkan setiap ke rumah Suryani, Ranti tetap memesan bakso bakar.


* Tuan, apakah anda ingin membantu Marlon Suryapati, kasihan hidupnya sekarang, dia memang sudah bertobat, usahanya bangkrut, beruntung istrinya sangat setia, dia sekarang hidup bertani, menurut Rose berikanlah dia kesempatan untuk menikmati hidupnya dengan lebih baik", ucap Rose.


" Ya sudah, berikan dia uang 50 milyar rupiah, serta mobil dan Motor Nmax, serta berikan belikan tanah untuk perkebunan atau peternakan, serta Ruko buat Istrinya usaha", jawab Ranti.


* Baik Tuan, semoga bermanfaat untuk dia, ternyata Tuan tetap berhati mulia", ucap Rose.


" Saya percaya dengan ucapanmu Rose, jujur saja saya ingin dia bekerja di perusahaan saya, tapi saya tidak enak hati dengan Rendi", ucap Ranti.


* Rose juga tidak setuju, jika Tuan memaksa Rendi harus menerima Marlon, Rendi orang yang paling setia dengan Tuan, tapi dia akan tersakiti jika Marlon Suryapati Tuan pekerjakan di perusahaan yang dipimpin Rendi", ucap Rose.


" Baiklah Rose, biar bagaimanapun Rendi adalah karyawan kesayangan saya, say sudah berjanji dalam diriku untuk tidak lagi memaksa lagi dia menerima Marlon", jawab Ranti.


" Nona Muda, terimakasih atas hadiahnya", ucap Maura.


" Sama-sama, tolong jaga Brenda ya", ucap Ranti.


" Itu sudah pasti, ini dia kirim pesan, katanya dia dapat uang dari Nona Muda, lapor Maura.


" Itu buat biaya hidupnya,kasihan dia, diumur segitu dia harus mengurus bayinya", ucap Ranti.


" Tapi sekarang dia terlihat sudah sangat nyaman, mungkin dia sudah tidak berpikir soal uang, tapi ya itu, hidupnya tidak berubah dalam arti jadi orang sombong, dia kemana-mana tetap membawa bayinya juga pengasuhnya yang sudah dia anggap sebagai kakaknya", ucap Maura.


" Baguslah, berarti saya tidak salah membantunya", ucap Ranti.


" Adik Brenda memang sangat baik, dia tiap sore pasti datang ke Proyek bersama Junior putranya dan pengasuhnya, mereka selalu membawa cemilan buatan sendiri dan juga kopi atau teh, kadang-kadang bakar-bakar ikan di proyek", ucap Maura.


" Itu lebih baik, daripada dia keluyuran ke mall atau ketempat yang gak jelas", ucap Ranti.


" Dia kalau ke Mall pasti ajak saya Nona Muda, itupun hanya makan, terus pulang, saya tanya kenapa gak beli Pakaian, dia jawab kalau pakaian dari Nona muda masih banyak yang belum terpakai, jadi dia hanya makan saja", ucap Maura.


" Hahahaha, lucu juga Brenda itu, tapi itu lebih baik, saya senang mendengarnya, ya sudah, saat ini aku di Amerika lagi liburan sama keluarga ku, bulan depan pasti saya kesana.


Oh ya Carikan lahan 5 hektar atau lebih, saya mau bangun panti asuhan di sana", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda, saya akan mencarinya, dan selamat berlibur", balas Maura.


" Kakak, ayo makan", panggil Aisyah.


" Ia sayang", jawab Ranti.


" Gimana, apa kamu senang jalan-jalan keluar negeri", tanya Ranti.


" Sangat senang, apalagi ada kakak yang menemani", ucap Aisyah.


" Dasar manja, dan ingat baik-baik fokus sekolah, soal usahamu itu serahkan ke orang kerja, kamu baca laporan dan cek baik-baik saat pulang sekolah.


" Ia kak, sekarang impian Aisyah tinggal jadi pengacara yang belum tercapai", ucap Aisyah.


" Makanya belajar baik-baik, kakak akan dukung apapun kemauan kamu, asalkan untuk tujuan baik", ucap Ranti.


" Ia kak, kemarin Aisyah beli banyak buku tentang hukum, filsafat dan juga beberapa jurnal saat ke Harvard University, setelah pulang dari MIT", ucap Aisyah.


" Bagus itu, kan kamu sudah pintar bahasa Inggris jadi tidak ada masalah mempelajarinya", ucap Ranti.


" Makan dulu, baru lanjut ngobrol", ucap Robin.


Mereka menikmati makan siang di restoran Asia, dan seperti biasa, Ranti menyuapi Salma.


" Aunty Salma sangat manja sama Aunty Ranti, ucap Ketty Angelina.


" Hehehehe, apa Ketty mau aunty suapi", ucap Salma.


" Hehehehe nanti di rumah saja Aunty", jawab Ketty Angelina.


Saat sedang asyik makan, tak sengaja mata semesta Ranti melihat di sekitar restoran, tepatnya di belakang restoran itu, ada seorang laki-laki dewasa dan 1 anak perempuan berumur sekitar 11 tahun yang sedang mencari makanan sisa.


" Maaf aku toilet dulu, ucap Ranti pamit dan beranjak ke arah belakang.