
Dino terkejut bukan main, ternyata apa yang dia dengar dari Elizabeth, adalah benar, bahwa Ranti tidak kelihatan seperti bos besar.
" Kenapa kamu diam, apa kamu masih berani menyakiti Silva? tanya Ranti .
" Hehehehe, maaf Nona Muda, saya bersumpah tidak akan pernah menyakitinya, mohon ijinkan saya menemaninya dalam suka dan duka, baik susah maupun senang", ucap Dino.
" Apa pendapatmu Silva? tanya Darel yang ikut nimbrung.
" Saya mau jadi pasangannya mas Dino", ucap Silva.
" Datanglah ke Surabaya, dan hari minggu, Kamu Dino datang dengan keluarga kamu jika mereka mau, tapi jika tidak, kamu datang sendiri saja, ajak saudaramu atau paman kamu, untuk kerumah kami di Surabaya", ucap Darel.
" Terimakasih Tuan Muda, Silva dan kedua adiknya akan jadi tanggung jawab saya, apapun yang terjadi saya pasti datang", ucap Dino.
" Ya sudah, pegang cek ini, besok kamu cairkan, tapi jangan sampai orangtua kamu tau, bulan depan kalian harus menikah, kamu bekerjalah di perusahaan adikku, dan kamu Silva, kembalilah ke posisi kamu untuk sementara, intinya kalian berdua sama-sama memiliki pekerjaan, itu artinya kalian bisa membangun rumah tangga kalian sendiri', ucap Darel.
" Terimakasih Tuan Muda", jawab Dino
" Baiklah, sekarang kami pamit, sampai ketemu di Surabaya.
" Bibi Silva, jangan pikirkan masalah yang sudah lewat, Ketty memaafkanmu dengan tulus, Bekerjalah dengan baik, jujur dan rendah hati, karena itulah aturan dasar keluarga kami.
" Aunty dan uncle Ketty, sangat tidak suka dengan orang seperti itu, Ketty menganggap mu bibi, karena Ketty, bibi orang baik, hanya salah jalan saja", ucap Ketty.
Silva yang mendengarnya, gak bisa membendung air matanya, dia menangis mengingat kesalahannya.
"Terimakasih Nona Kecil, bibi akan jadi bibi yang bisa di banggakan, bibi akan bekerja dengan baik, agar sekolah milik Ketty bisa lebih maju", ucap Silva bahagia.
" Ketty akan tunggu hal itu terjadi, Sekarang bangunlah, Ketty tunggu bibi di Surabaya ", ucap Ketty dan beranjak minta di gendong Darel.
Sepeninggal Ranti dan keluarganya, Silva masih ngobrol dengan Dino.
" Mas, kamu di berikan cek berapa banyak, dan mohon bekerjalah dengan baik, mereka sangat baik, adek saja yang sempat salah jalan, dan terimakasih sudah mencintai adek", ucap Silva.
" Mas pasti akan bekerja dengan sungguh-sungguh, agar keluarga kita nanti bisa hidup mapan, apalagi mas akan di coret dari daftar pewaris, tapi tidak apa-apa, mas akan lebih giat bekerja, karena ada kamu yang mendukungku", ucap Dino sambil membelai rambut panjang Silva.
" Mas, maafkan Silva yang selama ini, mengabaikan mas, Silva janji akan setia mengahadapi apapun bersama mas, biar kita hidup pas-pasan, Silva akan selalu ada disamping mas", ucap Silva.
" Jangan di ingat lagi, kita sekarang, harus giat, apalagi Nona Muda sudah memberikan adek kesempatan, dan juga biaya untuk kuliah, mas juga akan belajar dan bekerja dengan giat, agar bisa membahagiakan kamu dan keluarga kita bisa hidup dengan kecukupan", ucap Dino.
Kini Ranti dan saudara-saudaranya sudah berada di rumah, Ketty tak henti-hentinya berceloteh bersama Salma.
Nampak wajah bahagia di wajah anak berusia 4 tahun lebih itu, dia terus membanggakan.para aunty dan uncle nya.
" Aunty, Uncle, serta nenek dan bibi, terimakasih sudah menemani Ketty hari ini, Ketty berjanji akan membanggakan kalian semua, juga Ketty tidak akan nakal dan malas belajar, Ketty ingin menjadi pintar seperti kalian semua", ucap Ketty sambil membungkukkan tubuh mungilnya.
" Kamu permata bagi kami, Aunty dan uncle sangat bahagia melihatmu tadi mengikuti semua kegiatan yang ada, jadi jangan pernah bersedih.
Memang aunty dan uncle sangat sibuk, tapi keluarga adalah nomor 1, ajarkan apa yang sudah kami ajarkan padamu, kepada adik-adikmu kelak, ingat baik-baik, kamu akan menjadi kakak tertua bagi mereka kelak", ucap Vanya.
" Ketty akan ingat semua pesan Aunty", jawab Ketty.
" Putri bunda sangat tau berterimakasih, bunda sangat bangga memilikimu nak", ucap Dewi.
" Ketty juga bangga menjadi putrinya bunda, juga keponakan para aunty dan uncle", jawab Ketty.
* Tuan, besok pagi harap anda datang, karena ayahnya Nona Vanya dan kakak iparnya, sedang ada masalah", ucap Rose.
" Masalah apa itu? tanya Ranti.
* Bapak dan menantu itu di tuduh bekerjasama dengan perampok, yang merampok beberapa rumah warga", ucap Rose.
" Aplikasi Mata Dewa, retas seluruh camera yang ada di sana, dan retas semua handphone anggota dan komandan Security, ini pasti jebakan buat ayah dan kakak ipar kak Vanya", perintah Ranti.
" Semuanya sudah di kerjakan, Bahkan seluruh rekaman dari 1 tahun yang lalu", Ucap Rose.
" Aplikasi Mata Dewa, Mind Ruler, buat kedua orang tersebut malu dan di pecat dari pekerjaan mereka", Perintah Ranti.
Tak berapa lama, di sebuah kamar kontrakan, terlihat seorang komandan Security, dan seorang admin Security wanita mulai melakukan adegan tak senonoh.
Suami wanita itu sedang berdinas malam, sementara si istri sedang bertukar kenikmatan.
aplikasi Mata Dewa segera merekam kejadian itu, Ranti yang melihat adegan tak senonoh itu, hanya tersenyum, kemudian kembali berbincang dengan saudara - saudaranya.
" Salma, Armando, ayo bangun sayang, nanti terlambat kesekolah", panggil Ranti.
" Cium dulu, baru Ade bangun", ucap Salma
" Dasar kamu itu ya, sudah mulai nakal ya", ucap Ranti dan mencium pipi kedua adik kesayangannya.
" hehehehe, siapa suruh kakak memanjakan kami, jadilah kami kayak gini", balas Salma dan beranjak dari kasur Ranti diikuti Armando.
Di meja makan mereka semua menikmati sarapannya.
Darel, Vanya dan si kembar pamitan untuk kembali ke aktivitas mereka di Jakarta dan Jogjakarta.
Mereka berlima akan naik pesawat milik Vanya.
Ranti sendiri seperti biasa, mengantar kedua adiknya ke sekolah, Friska dan Mercy tak mau melarang Ranti, karena mereka tahu, Ranti sangat bahagia saat mengantar Salma dan Armando ke sekolah.
" Kalian belajar baik-baik ya, kakak mau berangkat kerja juga", ucap Ranti.
" Jangan lupa makan ya kak", ucap Salma dan Armando.
Setelah sampai dirumah Belanda, Ranti langsung terbang menuju kerumah ayah biologisnya Armando.
Sementara di kontrakan, tempat si kepala admin Security tinggal, sudah di hebohkan dengan warga yang berkumpul, ternyata, suami wanita itu memergoki istrinya yang sedang tidur dengan komandan Security tanpa menggunakan pakaian.
Perlu di ketahui, wanita itu bersama komandan Security, mereka berdua lah yang menjebak ayah dan kakak ipar Vanya, dan kedua orang itu, memang sudah lama berselingkuh.
Si suami langsung menjatuhkan talak tiga kepada wanita itu, sementara istri dari komandan Security itu juga langsung menghubungi orangtuanya agar membantu dia menggugat cerai suaminya.
Aplikasi Mata Dewa, segera mengirim bukti bahwa ayah dan kakak ipar Vanya tidak bersalah.
Hanya butuh waktu 15 terbang santai, Ranti tiba di Semarang, sekitar 5 km dari kediaman ayah biologisnya Armando.
Dengan Mercedes Benz GLE 53, Ranti tiba di depan rumah ayahnya Armando.
" Mohon maaf dek, kamu mau ketemu dengan siapa ? tanya Security kompleks.
" Saya mau bertemu dengan Pak Frederick pemilik rumah, dia paman saya", jawab Ranti.
" Oh mereka baru pindah kesini, mungkin masih beres-beres, biar saya bantu untuk memanggilnya, mereka masih didalam, karena mobil mereka masih ada", balas si Security itu dengan sopan.
" Terimakasih pak, tapi biar saya telpon saja", ucap Ranti dan langsung menelpon.
" Maaf ini dengan siapa? jawab pak Frederik.
Frederik mendengar nama Ranti, dia langsung segera keluar dari dapur dan menuju pintu gerbang.
" Ada apa Tuan Besar, sapa salah satu pelayan.
" Didepan rumah kita, ada seorang wanita yang bernama Ranti, dia bilang dia adalah kakaknya anakku Armando, mari kita lihat", jawab Frederik.
" Baik Tuan Besar, biar saya saja yang buka pintunya", ucap pelayan itu dan langsung ke gerbang.
" Selamat datang Nona Muda", sapa Pelayan itu saat melihat Ranti.
" Dimana Tuan dan Nyonya kamu? tanya Ranti.
" Nyonya sudah pergi ke sekolah, kecuali Tuan Besar yang sedang memasak untuk di bawa ke toko, sekalian untuk makan siang Nyonya", jawab Pelayan itu.
" Kenapa bukan kalian yang memasak ! apa kalian tidak masak? tanya Ranti.
" Bukan begitu Nona Muda, Tuan Besar bilang, kalau makanan istrinya, biar dia sendiri yang masak", jawab pelayan itu.
" Terimakasih pak Security, tolong mulai hari ini, saya minta bapak membantu secara khusus menjaga rumah ini, bila perlu bapak berhenti saja berjaga di kompleks ini, bapak khusus menjaga rumah ini saja, dan apa punya teman 2 atau 3 orang lagi? tanya Ranti.
" Kalau orang ada Nona, tapi bapak terikat kontrak dengan perusahaan yang menempatkan bapak disini, masih 3 bulan lagi kami akan di ganti dengan yang baru", ucap bapak Security itu.
" Tidak apa-apa, berhenti saja, ajak teman yang bisa bapak percaya, dan tugas bapak adalah memastikan rumah paman saya ini aman, saya gaji bapak 7,5 juta, sedangkan teman bapak 6 juta dan bonus tahunan", ucap Ranti
" Nanti kalian tidak perlu memakai seragam, dan akan ada pelatihan dari Tim Keamanan saya untuk kalian, bagaimana? apa bapak setuju atau tidak", tanya Ranti
" Kalau saya pasti setuju, tapi saya gak tau dengan mereka, terimakasih Nona Muda, saya sendiri sudah di beritahukan kalau kontrak saya tidak lagi di perpanjang, seperti biasa jika ada saudaranya yang mau masuk kerja, pasti kami yang korban", ucap bapak itu.
" Ya sudah, buatlah surat pengunduran diri, hari Senin. bapak sudah bisa bekerja, ini uang 100 juta, untuk bapak beli motor, dan baju baru, saya mau kalian yang berjaga disini berpakaian rapi", ucap Ranti.
" Terimalah Nona Muda, apa boleh bapak belikan handphone untuk istri dan kedua anak bapak, kasihan mereka sudah SMP dan SMA tapi mereka tidak punya handphone ", ucap bapak itu.
" Saya tambahkan, 150 juta lagi, belikan mereka juga motor agar mereka kesekolah tidak minder melihat temannya", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, saya janji akan bekerja dengan baik", ucap bapak itu.
" Ya sudah kembalilah berjaga di pos bapak, dan jangan lupa hari Senin bapak sudah mulai bekerja", lanjut Ranti.
" Baik Nona Muda, mereka pasti senang jika bapak berhenti, sekarang juga bapak akan buat surat pengunduran diri, dan akan mengabdi menjaga pak Frederik dan keluarganya, saya juga bisa bawa mobil, ngurus taman dan perbaikan kecil-kecilan jika ada yang bocor atau lampu mati", ucap bapak itu sumringah.
" Oke kalau begitu, tapi ingat, jika kawan bapak mau bergabung, bicarakan sepahit-pahitnya, agar mereka tidak besar kepala, jika mereka tidak mau, jangan di paksakan", ucap Ranti kemudian beranjak masuk kedalam rumah.
" Halo selamat pagi paman Frederik, saya Ranti Putri Setiawan, kakak angkat Armando Putra Setiawan.
Maaf jika paman keberatan, saya menyematkan nama belakang saya ke Armando.
Dan memang waktu saya menemukannya, dia tidak punya nama belakang yang jelas, dan akhirnya saya urus secara hukum, dia bersama adik angkatnya Salma, keduanya saya tambah dengan nama belakang saya, Setiawan", ucap Ranti.
" Itu karena saya tidak tahu kalau Armando itu ada, saya tidak keberatan, dan saya juga tidak akan mengambilnya dari kalian, orang nak Ranti sudah menceritakannya, hanya saya mohon, agar nak Ranti bisa mempertemukan saya dengannya", ucap Frederik.
" Paman tenang saja, adikku juga sangat bahagia ketika mendengar bahwa dia masih memiliki ayah, apalagi saat video call, dia melihat juga bahwa dia punya adik.
Armando sangat menyayangi Salma adik angkatnya, apalagi mereka pernah merasakan kesusahan bersama, jadi saya juga meminta agar paman dan bibi, memberikan kasih sayang juga buat Salma.
Kedua orangtua Salma sudah meninggal, dan bagi Salma selain kami, hanya Armando orang yang sangat dia sayang, Armando juga sangat memanjakan Salma", ucap Ranti.
" Ia nak, terimakasih sudah membantu saya merawatnya, saya berjanji akan mengakuinya sebagai putra saya, jujur saja, ibunya Armando, walau pekerjaannya seperti itu, tapi dulu saya juga menyukainya, tapi dia selalu menolak, dengan alasan kalau dia tidak pantas untukku.
Kami saling selama 10 tahun, dia tak pernah sekalipun mengganggu saya, dia hanya berharap sebulan sekali aku menemuinya, kata temannya ibunya Armando sangat mencintaiku, makanya saat kami berhubungan dia tidak menggunakan pengaman, aku ingat waktu itu, tapi aku tak tahu kalau dia hamil, dan itulah terakhir aku bertemu dengannya, aku berikan dia 1unit rumah, tapi saat aku datang rumah itu ternyata sudah di jual, dan temannya bilang, ibunya Armando pulang kampung dan dia tidak tahu kampungnya dimana", ucap ayahnya Armando merasa bersalah.
Didepan rumah pak Frederik, datang seorang wanita cantik sedang menggandeng seorang anak perempuan yang tak kalah cantiknya, ya Melisa namanya, gadis kecil berusia 8 tahun, dan berkat Pill ajaib dari Ranti, akhirnya Melisa bisa sembuh dari leukimia.
" Oh ada tamu", ucap ibu sambung Armando lembut.
" Perkenalkan nama saya Ranti Putri Setiawan, kakak angkat dari Armando Putra Setiawan", Ranti sambil membungkuk.
" Oh ya ampun, ternyata kamu yang disebut Nona Muda, oleh mereka, selamat datang di gubuk kami", ucap Ibu sambung Armando.
" Maafkan atas kedatangan saya yang mendadak", ucap Ranti.
" Tidak apa-apa, lalu bagaimana keadaan Putra kami? tanya ibu sambung Armando.
" Adikku baik-baik saja, dan dia tidak tahu saya kesini, tapi dia sangat bahagia, jadi tolong paman dan bibi bantu saya, membahagiakan Armando", ucap Ranti.
* Tuan, segeralah pertemukan saudara - saudara Tuan dengan keluarganya, Tuan harus ingat dengan hukuman anda", ucap Rose mengingatkan.
" Terimakasih Rose sudah mengingatkan, nanti aku suruh orang bersihkan seluruh rumah kakakku, agar keluarganya bisa nginap disana", jawab Ranti.
" Tapi lebih baik sewa hotelnya Jasmine Husna, bagaimana menurut Tuan, hotelnya juga sangat bagus dan termasuk hotel terbaik di Surabaya", usul Rose.
" Kok aku jadi pikun begini, dan baiklah tolong minta Ryi agar booking hotel itu, Jumat malam hingga Minggu malam", ucap Ranti.
Setelah lebih sejam dia berbicara dengan ayahnya Armando, Ranti dan keluarga pak Frederik di kejut kan dengan kedatangan pak Security, bersama 3 orang temannya.
" Maaf Nona Muda kalau saya mengganggu perbincangan kalian, tapi mereka ini adalah teman-temanku, dan ternyata mereka juga sudah di beritahukan oleh pihak manajemen bahwa kontrak kerja mereka sama seperti saya yaitu di berhentikan, tapi hanya dapat kompensasi 1 x gaji.
Kami sudah membuat surat pengunduran diri, dan baru saja kami serahkan ke komandan kami masing-masing, dan mereka menerimanya, tapi kami tidak berikan kompensasi apapun, dengan alasan karena mengundurkan diri.
Kami juga, tidak mempermasalahkan itu, dan sekarang kami sudah memutuskan untuk menjadi Security pribadi dari keluarga pak Frederik", ujar pak Security itu.
" Baiklah, soal gaji, kalian bertiga Jangan kuatir, dan Pak Iksan saya angkat sebagai atasan kalian, tapi lebih baik tambah 1orang lagi, agar kalian bisa berjaga 24 jam, dengan 3 shift, artinya 8 jam saja kalian bekerja.
Nanti pak Iksan yang mengatur jadwalnya, dan saya tidak mau dengar terjadi 1 hal apapun, apalagi jika saat Armando, Putra tertua Pak Frederik yang juga adik angkat kesayangan saya, datang kerumah ini", tegas Ranti.
" Kami masih ada teman 2 orang lagi yang akan di berhentikan, jika bisa, bolehkah mereka berdua bekerja disini, yang 1 sebagai Security dan yang 1 sebagai tukang taman", ujar pak Iksan.
" Ya sudah, berarti saya tidak lagi mencari tukang taman, pokoknya kalian atur, agar rumah ini aman dan juga rapi.
Gaji awal kalian, saya berikan 5 juta, dan uang transportasi dan kopi sebesar 1,5 juta perbulan perorang, jadi total kalian terima 6,5 juta begitu juga dengan tukang taman, tapi dia bekerja dari jam 7 pagi hingga jam 5 sore, Minggu atau tgl merah libur, sedangkan pak Iksan saya berikan gaji 7 juta, sedangkan tunjangan sama dengan kalian.
Kalian juga saya berikan masing-masing motor Yamaha N Max, dan hari raya saya pasti berikan kalian THR.
Sebagai bonus, anak-anak kalian saya bantu biaya sekolah hingga jenjang universitas, dan istri-istri kalian saya bantu modal usaha, masing-masing 150 juta.
Saya janjikan kepada kalian, jika dalam 2 tahun tidak ada masalah, atau semua Maslah bisa kalian hadapi, maka saya berikan kalian masing-masing 1 unit rumah, dan tabungan hari tua sebesar 5 milyar.
Untuk fasilitas yang lain, nanti kita atur setelah 6 bulan kalian bekerja", tegas Ranti.
" Nak, apa tidak berlebihan rumah paman di jaga oleh Security pribadi", ucap istri pak Frederik.
' Sama sekali tidak, jadi jangan berpikir seperti itu", ucap Ranti.
" Sekarang kalian bubar, ambil ini, saya berikan kalian masing-masing 250 juta, beli baju yang bagus, dan sepatu juga bagus, dan ini ada handphone masing-masing sesuai dengan istri dan anak-anak kalian.