
" Dek, ada kakak kelas di kampus yang sedang berusaha mendekati kakak, tapi kakak belum menanggapinya, kakak masih takut membuka hati, takutnya saat kakak sudah mencintainya, ternyata dia tidak buat kakak", ucap Vanya.
" Kalau kakak Ijinkan, biar orangku menyelidikinya, tapi jika tidak, gak apa-apa", ucap Ranti, sambil memeluk Vanya.
" Silahkan saja, kakak hanya ingin mencari pasangan yang juga menyayangi kalian semua, dan taat dengan aturan keluarga kita, jika ada laki-laki yang ingin serius dengan kakak", ucap Vanya.
" Tapi, jika ternyata laki-laki itu tidak baik, tolong kakak jangan sedih", ucap Ranti.
" Justru kakak bersyukur, apalagi ternyata orangtuanya juga sama dengan mantan kakak, kamu tau sendiri bagaimana sakitnya hati kakak, untunglah disaat itu ada kalian, apalagi kamu memberikan kakak segalanya", ucap Vanya.
" Kak Vanya, bagaikan ibu buat kami, jadi sudah sangat wajar kami juga membahagiakan kakak, jika kakak tidak mengajari kami tentang kerendahan hati dan kesabaran, mungkin adik juga tidak mau mendekati kalian lagi, namanya manusia sifat sombong dan serakah pasti ada dalam diri semua manusia, tapi lihatlah keluarga, ajaran kakak dan kak Dewi, menambah kekuatan bagi kami dalam menjalani kehidupan sehari-hari", ucap Ranti.
" Ya sudah, tidurlah, kamu sekarang pasti sangat capek, apalagi perusahaan kamu semuanya lagi naik daun, jadi kamu harus lebih kuat sebagai seorang pemimpin ratusan perusahaan yang terbilang semuanya sangat besar", ucap Vanya sambil membelai kepala Ranti.
" Kalau kakak mau istirahat mengurus perusahaan, kakak istirahat dulu, dan cobalah ikuti, jika laki-laki itu ingin serius, tapi apa dia tahu, kalau kakak memiliki banyak harta? tanya Ranti.
" Tidak, dia hanya tau kalau kakak kuliah sambil bekerja, dia beberapa kalia ajak kakak untuk jalan,tapi kakak menolaknya", ucap Vanya.
" Sebelum adik menyelidikinya, coba kakak terima saja saat dia ajak jalan, apalagi jika kerumah orangtuanya", ucap Ranti.
" Menurut Sasha, ayahnya pensiunan Tentara berpangkat kolonel, dan saat ini memiliki 2 perusahaan walau belum di kategorikan sebagai perusahaan menengah", Ucap Vanya.
" Ya sudah, semua terserah kakak saja", jawab Ranti yang kemudian berpura-pura menguap.
Aisyah sendiri, sudah sangat nyaman dalam pelukan Tiara.
" Mas, Terimakasih sudah mencintai adik, dan berikan adik-adik dan kakak ipar yang sangat menghormati adik dan menyayangi adik", ucap Sonia sambil memeluk Darel.
" Sama-sama dek, tapi mohon jangan pernah berpikiran yang aneh-aneh, Mas sudah bersumpah hanya akan pacaran sekali dan menikah sekali, dan Mas sudah memilih adik", jawab Darel.
" Kalau itu, adik sangat percaya dengan Mas, lihat saja, hingga hari ini, apa kita sudah melebihi batas dalam berpacaran, adik sangat bangga dengan prinsip Mas, yang tidak memanfaatkan situasi, apalagi kita
tinggal berdua, adik sebagai wanita merasa sangat di hormati oleh mas, itu berarti mas sangat mencintai adik", ucap Sonia.
" Ya harus dong, mas tidak mau kesalahan mas, berdampak pada keturunan kita, dan juga lihatlah kakakku dan adikku, selain Armando semuanya perempuan", ucap Darel.
" Ia mas, adik juga sudah bersumpah untuk mendampingi mas kapanpun dan di manapun", ucap Sonia yang semakin erat memeluk pria kebanggaannya, selain ayah dan kakeknya.
" Bantu mas merawat keluarga ini, dan lihat juga mereka yang sangat manja", ucap Darel sambil membalas pelukan Sonia.
Di kamar yang lain, Salma sudah terlelap di pelukan Mercy, sedangkan Mora berada di sampingnya.
" Mora, bagaimana, apa kamu senang bisa jalan-jalan? tanya Mercy.
" Sangat senang kak, Mora hanya ingin jalan-jalan bersama sahabatku yang manja ini", ucap Mora sambil menggelitik Salma.
" Mora, jangan digelitiki dong", jawab Salma kegelian.
" Kalau bertarung hebat, masa hanya di gelitik kamu menyerah", balas Mora.
" Awas kamu ya, ku laporkan nanti sama kakakku Ranti, biar kamu di hukum dan di ikat di pohon tomat", ucap Salma.
" Mau dong di laporkan, biar kuhabiskan buahnya sekalian", lanjut Mora menggoda Salma, sahabat kesayangannya.
" Sudah, ayo bobo, kalian berdua ini kalau sudah bercanda pasti gak bisa tidur", perintah Mercy.
" Nona Muda Salma Putri, ini minum dulu baru tidur, ucap Mora sambil memberikan air putih bercampur air surgawi.
" Dasar kamu itu, ucap Salma lalu bangkit dan minum air pemberian Mora.
" Dasar manja, tapi aku sangat menyayangimu", ucap Mora tulus.
" Ia aku tau, kamu sangat menyayangiku, karena aku juga menyayangimu, selain seluruh kakakku, dan keponakanku, hanya kamu yang bisa membuatku bahagia", ucap Salma.
Akhirnya mereka terlelap, sedangkan Ranti sendiri, terlelap bahagia dalam pelukan Vanya.
Jam 5.30 pagi mereka semua terbangun, kecuali Aisyah dan Salma, dua sosok yang paling susah bangun pagi jika libur.
" Mas Robin, lihat adikmu yang satu ini, sudah besar tapi tingkahnya sungguh seperti Salma", ucap Tiara.
" Ranti juga begitu, dia bisa membuat karyawannya gemetaran, bahkan musuhnya mengatakan dia malaikat maut, tapi lihat bagaimana dia jika kita berkumpul seperti ini, terimakasih sudah mencintai aku, dan menyayangi kedua adikku, maaf jika mereka membuatmu capek", ucap Robin.
" Justru aku sangat bahagia memiliki laki-laki sepertimu mas, walau mereka berdua bukan saudara kandung mas, tapi lihatlah betapa mereka sangat menghormati mu, dan juga aku, padahal awalnya Ranti adalah sahabatku, kebahagiaanku sangatlah lengkap saat Aisyah hadir', ucap Tiara yang kemudian membelai pipi Robin dengan lembut.
" Terimakasih kak, sudah menerima Aisyah sebagai adik kalian", ujar Aisyah.
Dia mendengar pembicaraan Robin dan Tiara walau hanya bagian terakhir.
" Sama-sama dek, kami hanya ingin kamu bahagia, dan sampai kapanpun, kamu adalah adik kami berdua", balas Robin.
" Ya sudah, ayo sayang mandi, Kakak iparmu sudah mengatur suhu airnya, perintah Robin.
Aisyah beranjak dari kasur dan langsung membuka piyamanya, sambil berjalan ke kamar mandi.
" Dek kamu sudah besar, gak malu kamu telanjang depan kakakmu", ucap Tiara.
" Gak, singkat Aisyah.
Robin, Ranti dan Tiara, saat mengangkat saudara, sistem sudah menekan semua nafsu biologis mereka, begitu juga Ranti dan saudara utamanya, itulah dasar mereka tidak pernah malu telanjang didepan kakak laki-lakinya, atau sebaliknya.
Tepat jam 8 pagi, Ranti dan rombongan beserta keluarga pamannya Aisyah, sudah berkumpul untuk sarapan.
" Aisyah, kamu nyusahin kakak iparmu lagi ya? tanya Renata.
" Hehehehe, mumpung lagi ngumpul, jadi manja-manja dikit", jawab Aisyah.
" Hahahaha, ternyata Aunty Aisyah sangat mirip dengan aunty Salma", celetuk Ketty.
" Emang Ketty gak manja sama Aunty Salma? tembak Aisyah.
" Hehehehe, manja dong, apapun Ketty mau pasti Aunty Salma akan memberikannya, apalagi uncle Armando, makanya Ketty sangat bahagia, karena semua aunty dan Uncle sangat memanjakan aku yang cantik ini", jawab Ketty.
" Sini makan sama Aunty", ajak Salma.
Salma sangat memanjakan Ketty, dengan telaten dia membantu Nana mengurus dan merawat Ketty, jika tak ikut bundanya ke kantor.
" Kak Vanya, kak Dewi, boleh gak sebelum pulang, kita mampir ke Gerai Luis Vuitton, tanya Mercy.
"Boleh, tapi tak perlu dengan wajah seperti itu", jawab Vanya yang melihat wajah memelas Mercy.
" Kak Mercy jadi ikut-ikutan Salma dan kak Ranti", potong Salma.
Hahahaha hahahaha
" Kamu memang pintar menghibur hati kami sayang", ucap Ranti yang kali ini sedang menyuapi Aisyah.
" Memangnya, kak Mercy dan kak Friska mau beli apa? tanya Rindu.
" Friska yang mau beli tas, soalnya tasnya sudah lama tidak pernah di ganti, dan modelnya masih ada di galeri Luis Vuitton", jawab Mercy.
Setelah semua urusan hotel selesai, mereka mendatangi galery Luis Vuitton, karena mereka ingin mencoba berbelanja eksklusif, maka mereka semua mengeluarkan kartu dari JP Morgan.
Alangkah terkejutnya para pegawai, hingga mereka memanggil manajer Gerai Luis Vuitton.
Lebih terkejut lagi, saat karyawan - karyawan itu melihat Salma dan Armando mengeluarkan kartu mereka.
Semua saudara Ranti, kali ini, ingin berbelanja menggunakan uang mereka sendiri, hal ini sempat membuat Ranti sedih, tapi Vanya menjelaskan bahwa, kali ini saja, akhirnya Ranti membiarkannya.
Bukan Ranti tidak ingin mereka menggunakan uang sendiri, tapi dia juga bingung, karena hartanya sendiri, sangatlah berlimpah, pendapatan bunga dari Bank Global Intercontinental saja, lebih dari 1000 triliun pertahun, belum rekening yang lain, di tambah dengan pendapatan perusahaannya, dan terutama, sistem masih menghitung perbuatan baiknya dalam bentuk poin pengabdian.
Harta dalam bentuk batu berharga saja tak terhitung banyaknya.
Ranti ikutan belanja, namun dia hanya membeli kaos, kemeja dan celana, serta tas juga topi.
Salma sendiri membelikan banyak barang untuk Mora, hal itu membuat Ranti geleng kepala.
Betapa sayangnya Salma sama Mora, untunglah sistem sudah melihat jauh ke masa depan, bagaimana Mora tetap menyayangi Salma.
Armando juga membeli beberapa barang untuk teman-temannya, tapi berbeda dengan Sinyo, dia lebih banyak.
Aisyah tak mau mengganggu, Robin dan Tiara, hingga memilih menempel ke Ranti.
" Kak, lihat kakak kita dan kakak ipar, Aisyah sangat bahagia melihat mereka berdua", ucap Aisyah.
" Kakak juga bahagia, kak Robin sangat menyayangi kakak ipar, begitu sebaliknya, biarkan mereka memiliki waktu bersama, ayo ikut kakak, mendingan kita makan cemilan yang ada", ucap Ranti.
" Lagian Aisyah sudah capek, dan oleh-oleh untuk kedua kakak iparku juga sudah Aisyah beli, buat ayah dan bunda juga, buat paman Nino bibi serta kak Diman juga, dan yang lain juga sudah, tapi maaf Aisyah habis 200 ribu dollar Singapura, ucap Aisyah.
" Gak apa-apa sayang, apa perlu kakak ganti", ucap Ranti.
" Gak usah kak, yang di kartu Paladium Reserve Card saja belum terpakai", jawab Aisyah, sambil ngemil.
Setelah 3 jam mereka berbelanja, kemudian mereka lanjut ke pelabuhan untuk penyeberangan ke Batam.
Sementara itu, mereka tidak tahu, kalau Bandara di Batam, sedang heboh, dengan kehadiran 1 unit Pesawat Jet Pribadi Bombardir Global G 7500.
Paman dan bibinya Aisyah, mereka tak habis mengagumi keluarga Ranti.
" Aisyah, apa kamu juga nanti akan di belikan pesawat Jet? tanya sepupu Aisyah.
" Ia, tapi nanti tahun depan, dan bulan depan, bandara pribadiku, akan mulai dibangun, bukan hanya itu, kakakku membuatkan aku pelabuhan penyeberangan pribadi, agar kalau ke Lampung, Aisyah tak perlu antri", ucap Aisyah jujur.
" Adik bersyukur, mendapatkan kakak angkat yang sangat baik hati, kakak berdua ikut bahagia melihatmu bahagia", ucap Ahmad.
" Terimakasih kak, oh ya, kakakku punya perusahaan di Malaysia, makanya kakak berdua kuliah baik-baik, agar bisa bekerja di perusahaan kakakku", ucap Aisyah.
" Terimakasih dek, itu perusahaan besar, termasuk nomor 1 di Malaysia", lanjut Ahmad.
" Aisyah, ini buah, makanlah, jangan ngoceh melulu, lihat itu kakak ipar sudah capek mengupas buah untukmu", perintah Ranti.
" Hehehehe, maaf ya kakak iparku, ini buah kesukaan Aisyah", ucapnya.
" Ya sudah makanlah, biar segar, perjalanan ke Batam masih lumayan lama", ucap Tiara dengan lembut.
" Dasar manja", ledek Anjeli.
" Hehehehe, kalian juga ikut memanjakan aku", ucap Aisyah dengan santai.
" Kak Aisyah, inilah keberuntungan kita jadi adik bungsu", sambung Salma.
" Benar itu dek, tapi kita juga harus menjadi kebanggaan mereka semua, lihatlah, mereka belum makan jika kita adiknya belum makan", ucap Aisyah.
Keharmonisan dan kebersamaan mereka, membuat orang lain merasa iri, tapi bagi Nayla, Anjeli dan Delia, kebahagiaan Aisyah adalah prioritas mereka.
Apalagi Nuril, dia wajib mengurus semua keperluan Aisyah.
Armando, tak pernah jauh dari Rindu, Mercy dan Friska, tak akan mengganggu, mereka tau, Armando sangatlah dekat dengan Rindu selain Ranti.
" Uncle, gendong Ketty dong", pinta Ketty.
" Ya sudah ayo naik ke punggung Uncle", ucap Armando lalu berjongkok.
Jalur kedatangan menjadi sangat ramai, para laki-laki muda dan gadis-gadis muda kagum melihat penampilan Ranti dan Kakak-kakaknya, yang berpakaian senada walau hanya kaos oblong dan celana kargo dari Gucci.
Bus mewah juga sudah menunggu rombongan mereka, sepanjang perjalanan mereka, semuanya aman terkendali.
Mereka diantar berkeliling Batam, dan mampir di salah satu Mall terkenal di Batam, yaitu Nagoya Hill.
Ranti ada urusan sedikit disana, dia hendak bertemu dengan kepala Pengelola Kawasan Industri yang di berikan sistem kepadanya.
Sementara Ranti melakukan pembicaraan, seluruh saudaranya berkeliling Mall, kecuali Maureen, Sasha dan Regina.
Mereka bertiga di berikan tanggung jawab mengawasi proses pembangunan kawasan industri itu yang sempat terhenti karena Pandemi.
" Pak Erwin, saya percayakan Kawasan Industri ini kepada anda, dan berikan laporannya kepada mereka bertiga, saya mau setiap Minggu, laporannya sudah di serahkan", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, tapi kita butuh banyak tenaga Security, tukang kebersihan dan perawatan taman, serta mengganti seluruh kamera pengawas", ucap Pak Erwin.
" Kalau untuk Security, Tukang kebersihan dan taman, nanti saya kirim orang saya untuk menghitungnya.
Aplikasi Mata Dewa sudah melaporkan kinerja Security yang ada, komplain dari penyewa, lebih banyak kepada pelayanan Security yang susuka hati, begitu tukang kebersihan dan taman.
Itulah dasar, yang membuat Ranti memerintahkan pak Sumadi dan Atilla agar segera mengirim orang, dan untuk sementara mereka tinggal di kontrakan, nanti setelah mes selesai di bangun, baru pindah.
Selesai dari Nagoya Hill mereka kembali naik bus dan lanjut menuju Bandara.
Sampai di Bandara, mereka menuju ruang VVIP.
" Kak Vanya, lihatlah itu pesawat milik kakak, adik sudah menyuruh perusahaan pembuatnya agar membuat inisial nama kakak, seluruh dokumen kepemilikan juga atas nama kakak, tapi nanti akan di bawah naungan perusahaan, agar kakak tak repot", ucap Ranti.
" Terimakasih adikku, kakak lebih butuh kalian selalu hidup bahagia dan selalu kompak", ucap Vanya.
" Salma, kakak mau mengantar kakakmu Aisyah dan keluarganya, mungkin kakak malam baru tiba di rumah", ucap Ranti.
" Ia kak, Salma numpang tidur di kamar kakak ya", ucap Salma.
" Ya sudah, biar Armando yang temani kamu", lanjut Ranti.
Dengan pandangan kagum dari para calon penumpang, kedua pesawat mewah itu take off dari bandara Hang Nadiem, menuju Jakarta dan Jogja dan lanjut ke Juanda Surabaya.
" Dek ini sama persis dengan pesawat milikmu", ucap Vanya.
" Ia kak, ucap Ranti sambil menyuapi Aisyah buah.
Paman dan bibi, serta kedua sepupunya Aisyah sangat bahagia, karena bisa naik pesawat mewah.
Tak butuh waktu lama, pesawat Jet Pribadi Bombardir Global itu mendarat untuk pertama kali di Bandara Soekarno Hatta.
Mereka langsung menuju ruangan VVIP, Maureen, Sasha dan Regina segera membantu mengurus dokumen keluarga Aisyah, sedangkan Nuril sibuk mengurus beberapa barang milik Aisyah, yang sengaja tidak di masukkan ke cincin penyimpanan.
Para petugas yang melihat Ranti ada bersama dengan rombongan itu, hanya bisa tersenyum.
" Terimakasih kakak - kakak petugas, ini buat kalian, mohon jangan di tolak", ucap Aisyah sambil memberikan uang 25 juta.
2 jam kemudian, mereka tiba di Merak, Aisyah turun dan langsung menyapa kedua orangtuanya, juga Anjas dan Rubiah.
" Bunda, misi membawa paman ke tanah air telah diselesaikan", ucap Aisyah bergaya bak seorang tentara.
" Terimakasih sayang", ucap Bu Antara.
" Selamat datang adikku, selamat datang adik ipar sambut Bu Antara.
Nino sendiri tak di kasih tau jika adik kesayangannya akan datang, namun Aisyah tanpa rasa lelah berlari memanggil Pamannya Nino.
Nino yang di panggil Aisyah, segera berdiri, dan memanggil istri dan Diman.
" Aisyah,.pamanmu kapan tiba, bukannya kamu lagi di Singapura bersama kakak angkatmu", ucap Nino
" Kami sudah pulang, tapi kakakku Firman kok sudah lebih 2 tahun gak pernah pulang paman, apa kakakku itu masih menelpon paman? tanya Aisyah yang tiba-tiba mengingat kakaknya Diman.
" Dia katanya belum akan pulang sebelum dia punya uang untuk menikahi tunangannya", ucap Nino.
" Suruh dia pulang sekarang, biar kita semua kumpul, atau berikan nomor handphonenya biar Aisyah yang telpon", ucap Aisyah.
" Paman akan berikan, dan tolong panggil kakakmu itu pulang, paman mau minta tolong sekali lagi sama kakak angkatmu, agar dia bekerja di Lampung saja", ucap Nino.
" Katakan saja baik-baik, siapa tahu kakakku bisa membantu paman", ucap Aisyah.
" Ade, teriak Nino saat melihat Adik satu-satunya, lalu berlutut meminta maaf.
" Sudahlah kak, adik sudah tahu semuanya, tolong jangan seperti dulu lagi, Priyo sangat membanggakan kakak, dan sekarang tambah bangga, melihat kakak sudah menyadari kesalahan kakak, lihat kakak perempuan kita yang selalu menyayangi kita", ucap Priyo.
" Diman, untunglah kamu, cepat bertobat, kalau tidak kedua sepupumu akan mengajarimu bagaimana caranya menyayangi saudara", ucap Priyo.
" Diman bersyukur, lewat kakak angkatnya Aisyah,Ayah dan Diman bisa bertobat, maafkan ayahku dan juga Diman ", ucap Diman dan berlutut ke Pamannya.
" Ya sudah, minta maaf ke ibumu dan bibimu, karena mereka adalah orang yang sangat paman hormati, ibumu memang hanya kakak ipar paman, tapi paman sempat di urus oleh ibumu sebelum bekerja keluar negeri", ucap Priyo.