SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Membeli Lahan dan masalah di Gedung Emerald


Ranti memberitahukan kepada seluruh saudaranya, bahwa hari ini dia tidak ikut jalan-jalan, karena ada urusan bisnis.


* Tuan tuntaskan keinginan anda, ucap Rose.


" Terimakasih Rose "


Tak berselang berapa lama, hotel The Queen Indonesia secara perlahan mulai ambruk, Ranti menggunakan elemen tanah dan membuat tanah bergerak.


Pergerakan tanah membuat Hotel The Queen Indonesia mulai goyang, dengan kekuatan penuh Ranti memusatkan getaran tanah berada di lokasi Hotel itu, setiap pondasi tanahnya sudah di buat berair hingga mengakibatkan tanah tidak stabil.


Makin kencang getaran terjadi, Polisi sibuk mengalihkan kendaraan yang melintas depan hotel, akhirnya ada yang menyadari bahwasanya di lokasi mereka hampir tak terasa ada goncangan.


Hotel sudah mulai bergoyang, tembok-tembok sudah mulai retak, kaca-kaca sudah mulai pecah', dan secara perlahan keretakan sudah menjalar kemana-mana, hotel itu sudah tak tertolong.


" Hari ini terjadi fenomena yang sangat langka, terjadi pergerakan tanah di lokasi Hotel The Queen Indonesia, dan anehnya lokasi sekita yang berjarak hanya puluhan meter dari lokasi kekuatan getaran tidak terlalu besar bahkan nyaris tidak terasa, begitulah bunyi berita di stasiun TV.


Ranti masih adem ayem saja menikmati kopi latte nya sambil menonton hotel di dekatnya mulai ambruk.


Dalam Tempo 2 jam bangunan megah itu sudah rata dengan Tanah, Ranti menarik kekuatan elemen tanahnya dan tersenyum.


" Indonesia kini kehilangan salah satu ikon hotel terbaik, isi berita Televisi.


" Habislah sudah, habislah sudah, jerit si pemilik Hotel


" Ayah bagaimana ini bisa terjadi, sudah 40 tahun hotel itu berdiri kenapa baru hari ini bisa timbul masalah sebesar ini, kata putra Pemilik hotel yang kemarin berbicara dengan Ranti.


" Ayah juga bingung, gedung -gedung di sekitar hotel kita tak ada yang kena dampak dari getaran tanah tadi, kata pria paruh bayah Pemilik hotel.


" Kedepannya kita harus bagaimana ayah ? tanya anak pemilik hotel


" Jika kita membangun kembali dengan model yang sama, akan menelan biaya ratusan milyar, banyak proyek ayah yang akan terganggu jika kita membangun kembali hotel itu dalam waktu dekat, kata si pemilik hotel.


Di lokasi kejadian, terdapat petugas dari kepolisan dan berbagai instansi terkait, dan banyak lagi yang mendatangi lokasi tersebut dengan berbagai kepentingan.


Kepolisian belum menemukan unsur - unsur yang menyebabkan kejadian itu terjadi, bahkan meledaknya pipa gas belum dapat di buktikan, apakah ada unsur kesengajaan atau tidak.


Di lokasi berbeda, seorang laki-laki dewasa sedang mengikuti rapat dengan para petinggi hotel dan pemegang saham, dia adalah Sofyan si manajer hotel yang bermasalah dengan Ranti.


Dia teringat ucapan Ranti, yang mengatakan bahwa jangan salahkan dia jika hotel ini hancur, seketika dia merinding ketakutan, kejadian 2 hari ini membuatnya mengingat kata-kata Ranti.


Saham perusahaan sudah berada di titik terendah, kerugian fisik telah mencapai ratusan milyar, belum lagi membayar gaji seluruh karyawan, dibtambah lagi hutang-hutang kepada supplier.


Rapat terus berjalan dan belum ada kesepakatan apapun baik Pemilik hotel maupun pemegang saham, sementara di lokasi penyelidikan terus berjalan, namun lagi-lagi kepolisian dan instansi terkait belum sanggup menemukan penyebab utama terjadinya pergerakan tanah, di lokasi tersebut.


Dalam rapat tersebut di putuskan bahwa untuk mengurangi kerugian maka mereka akan menjual lahan tersebut.


* Tuan apakah anda tertarik membeli lahan bekas hotel tersebut


" Lanjutkan Rose dan silahkan bangun Hotel, Apartemen dan Perkantoran, usahakan semua selesai dalam 3 Tahun.


* Baik Tuan, Rose akan memotong dari Saldo Rekening Global Intercontinental, sebesar 2,5 Triliun sudah termasuk untuk pembelian lahan mendirikan bangunan.


" Baik terimakasih, dan bagaimana proyek pembangunan Rumah di Pondok Indah, tanya Ranti


* Konstruksi ruang bawah tanah, termasuk parkir sudah selesai, saat tinggal mendirikan bangunan di atasnya, dan membangun tembok, jawab Rose


" berapa luas bangunan yang kamu buat, tanya Ranti


* Luas Tanah 10 ribu meter dan luas bangunan 4.500 meter, 3 lantai, 10 kamar utama dan kamar biasa. ada bangunan khusus untuk pelayan berjumlah 10 kamar, dan 1 bangunan untuk tamu dengan jumlah kamar 6.


" Terimakasih Rose "


Selesai dengan urusannya, Ranti memesan taksi online dan ingin berkunjung ke Gedung miliknya yang sudah di ganti nama, RPS Emerald Tower, RPS Shaphire Tower dan RPS Rubby Tower.


Untuk saat ini dia sedang menuju ke arah gedung RPS Emerald Tower, Ranti sengaja memberitahukan ke pak Nugroho Kepala Pengelola Gedung Emerald akan kedatangannya ke sana.


Setibanya di Gedung Emerald Tower, Ranti cukup kagum dengan penampilan luar gedungnya, taman yang tertata dengan baik dan juga bersih, akhirnya dia memutuskan untuk masuk dan ingin melihat bagian dalamnya, namun kembali masalah menghampirinya


Saat dia ingin masuk ke lobby dia di tahan oleh security,


" Selamat siang Nona, kalau boleh tau, Nona ingin ke perusahaan apa ? tanya security itu


" Saya ingin bertemu dengan Tuan Nugroho, jawab Ranti enteng


" Maaf Nona, Tuan Nugroho adalah Kepala Pengelola Gedung ini, jadi tidak sembarangan orang yang dapat menemuinya, kata security.


" Terus kalau saya ingin bertemu dengannya, bagaimana caranya, Ranti pura-pura bertanya.


" Caranya buat janji dulu dengan beliau, dan tentunya harus ada kepentingan yang jelas, jawab security.


" Jadi saya tidak boleh bertemu dengan Tuan Nugroho sekarang, kata Ranti


" Benar Nona, jawab security itu


" Pak security, usir saja wanita itu, kalau tidak ada kepentingan agar pemandangan tidak terganggu, teriak seorang laki-laki yang kelihatannya petinggi di gedung itu.


" Maaf kamu siapa disini mau mengusir saya disini, tanya Ranti


" Saya, kamu tanya saya disini, saya Manager di Perusahaan Andalan Mas, kata laki-laki itu.


" Oh saya kira kamu petinggi di gedung ini, ternyata hanya penyewa saja, kata Ranti


" Kalau aku penyewa terus kamu siapa, siang-siang sudah mau mencari mangsa, kata laki-laki itu menuduh.


" Pak security, saya akan laporkan anda ke Tuan Nugroho, jika kamu tidak mengusirnya, sebentar lagi Tamu Penting saya akan datang gedung ini, jawab Manajer itu.


" Baik Tuan Dody, jawab security itu


" Maaf Nona, silahkan tinggalkan tempat ini, kata security itu


" Maaf Nona, saya Rezita, Resepsionis di gedung ini, anda ingin bertemu dengan siapa dan dari Perusahaan apa, Resepsionis itu


" Saya ingin bertemu dengan Tuan Nugroho, dan hanya ingin berbincang dengannya, jawab Ranti


" Apakah Nona sudah membuat janji dengan Tuan Nugroho, tanya resepsionis


" Maaf saya datang tidak memberi kabar kepadanya, jawab Ranti


" Kalau boleh saya tau, siapa nama Nona, tanya resepsionis itu


" Saya dengan Ranti Putri, teman Tuan Nugroho


" Mari ke tempat saya dulu Nona, ajak resepsionis.


Sementara Ranti dan Rezita berjalan ke meja resepsionis, si manajer Perusahaan Andalan Mas berteriak lagi


" Nona Rezita, bagaimana anda membawa masuk orang yang tidak jelas, disini bukan tempat cari Om - om, teriak Manajer itu.


Selesai Manajer itu berteriak, datanglah pak Jusuf Maulana dan beberapa orang dari Perusahaan Tri Link Finance Indonesia.


Dengan senyum lebar si manajer itu menyambut pak Jusuf Maulana


" Selamat siang Pak Jusuf, apa kabar Pak, basa-basi sang Manajer


" Mohon Tuan, tolong waktu sebentar untuk mengisi daftar pengunjung, ucap Rezita


Pak Jusuf yang dasarnya ramah dan sopan mendatangi meja resepsionis dan berpapasan dengan Ranti


" Halo Tuan Jusuf Maulana, sapa Ranti


Betapa kagetnya pak Jusuf ketika mendengar Ranti menyapanya


" Nona Muda, kok anda ada disini, dan naik apa kesini, tanya Pak Jusuf


" Saya naik taksi online, jawab Ranti


" Hei kamu jangan mengganggu tamu saya, pergi kamu jauh-jauh kamu dari sini, bentak manajer dan mengusir Ranti.


Ranti tak menghiraukan ocehan dari si manajer itu, dia lebih fokus ke pak Jusuf


" Pak Jusuf ada apa anda datang Gedung ini, dan bertemu dengan orang itu, tanya Ranti


" Perusahaan kita sudah lama bekerjasama dengan perusahaan mereka, dan hari saya membalas kunjungan mereka Desember tahun lalu sekalian membicarakan utang mereka yang akan jatuh tempo akhir Januari ini, kata Pak Jusuf


" Tuan Jusuf, silahkan, mari kita ke kantor kami, bos saya sudah menunggu anda, ajak Manajer itu.


" Nona Muda mohon maaf saya tinggal dulu, kata pak Jusuf


" Silahkan, Jika bosnya ingin melanjutkan kerjasama dengan Perusahaan kita, syaratnya dia harus memecat Manajer itu, Jika tidak, suruh dia bayar hutangnya dan stop bekerjasama dengan mereka, Jawab Ranti tegas.


" Saya mengikuti arahan Anda Nona Muda, jawab pak Jusuf dan menundukkan kepalanya


" Maaf Nona Rezita, apakah anda bisa membantu saya menghubungi pak Nugroho, katakan saya menunggunya di lobby.


" baiklah, tapi jika Tuan Nugroho tidak ingin bertemu dengan anda, saya harap Nona bisa meninggalkan tempat in, jawab Rezita.


" Baik jika dia tidak ingin bertemu dengan saya, pasti saya akan pergi dari sini.


Rezita segera menghubungi Pak Nugroho dan di angkat oleh sekretaris nya, namun jawab sekretaris Pak Nugroho, beliau sedang Rapat dengan Para penyewa Gedung.


" Maaf Nona, Tuan Nugroho sedang ada rapat jadi mohon maaf, kata Rezita.


" Baiklah saya telpon sendiri saja, kata Ranti


Diruang rapat para penyewa dan pak Nugroho sedang membahas kenaikan biaya sewa dan kompensasi penggantian nama gedung, masing-masing penyewa ingin kompensasi 6 bulan penuh, namun Pak Nugroho sesuai arahan Ranti hanya 4 bulan bagi penyewa per 4 bulan, tapi bagi yang menyewa 12 bulan, maka kompensasi nya adalah 6 bulan.


Sementara perdebatan mereka di ruang rapat, Handphone pak Nugroho bergetar dan ketika dia melihat bahwa yang menelpon adalah Ranti, segera dia meminta agar mereka tenang dahulu.


" Halo Nona Muda, ada yang bisa saya bantu, mohon maaf saya lagi rapat dengan para penyewa jadi lambat angkat telpon dari nona, ucap pak Nugroho.


" Saya ada di lobby bersama di meja resepsionis, saya tunggu anda disini sekarang, balas Ranti dan langsung menutup telpon sepihak.


Setelah Ranti menutup telepon, Pak Nugroho langsung mengatakan bahwa rapat di tunda, karena ada tamu sangat penting menunggunya di lobby.


Para penyewa yang kesal, akhirnya berkata,


" Baiklah pak besok pagi kami mohon ada ada perubahan kebijakan bagi kami, kata perwakilan penyewa gedung.


Tanpa menjawab pertanyaan para penyewa, Pak Nugroho langsung bergegas turun ke lobby.


Dengan raut wajah gugup, pak Nugroho mendekati Ranti dan menyapa.


" Selamat siang Nona Muda, maaf terlambat menyambut Anda, kata pak Nugroho


" Tidak apa-apa, saya yang salah datang kesini tanpa pemberitahuan, jawab Ranti dengan rendah hati


" Rezita, kenapa kamu tidak menghubungi sekretaris saya, jika Nona Muda sedang berada disini, apa saja kerjamu, kata pak Nugroho agak membentak Rezita


" Jangan marah ke Rezita, jika bukan dia yang mengajak saya masuk, pasti saya sudah di usir oleh security yang itu, kata Ranti sambil menunjuk security di pintu masuk.


Mendengar pengakuan Ranti, bahwa dia hendak di usir security, dengan emosi Pak Nugroho berteriak memanggil security


" Darto.. ! kesini kamu, teriak Pak Nugroho


" Ya Tuan ada apa memanggil saya, tanya Darto


" Kenapa kamu mengusir Nona Muda Ranti, tanya Pak Nugroho emosi


" Maaf Tuan, Nona ini datang dan langsung mau masuk saja tanpa permisi, dan saya tanya tujuannya, Nona hanya mengatakan, bahwa dia ingin bertemu anda Tuan, jawab Darto


" Lantas kenapa kamu tidak meminta Rezita untuk menghubungi saya, jika ada tamu yang datang mencari saya, dan meminta menunggu di lobby, kenapa, tanya Pak Nugroho


" Maafkan saya Tuan, Pak Dody dari Andalan Mas juga meminta saya mengusir Nona ini, Kata Darto


" Dody, siapa dia, apa dia pemilik gedung ini atau dia pengurus di gedung ini, hingga kamu mendengar perintah dia, bentak Pak Nugroho


" Maafkan saya Tuan, mengabaikan perintah Anda


" Panggil kepala security menghadap saya dan juga kamu, perintah Pak Nugroho.


" Baik Tuan, jawab Darto dan langsung bergegas ke pos security.


" Mohon maaf Nona, atas kejadian ini, kata pak Nugroho


" Tidak apa-apa, lain kali didik anggota mu agar bersikap lebih sopan, jawab Ranti


" Rezita, tolong hubungi seluruh kepala divisi pengelola gedung ini, dan suruh mereka semua ke ruangan di lantai 81 Sekarang.


" Baik Tuan, jawab Rezita


" Rezita, kamu tamatan apa, tanya tanya Ranti


" Maaf Nona saya masih kuliah di Binus semester 8, manajemen informatika, tapi saya kuliah malam, dan Semester depan saya skripsi, jawab Rezita


" Sangat bagus dan kamu pekerja keras, jawab Ranti


" Terimakasih Nona atas pujian anda, jawab Rezita.


" Rezita, kamu harus tau bahwa di hadapan kamu adalah pemilik Gedung ini, ujar pak Nugroho


" Maaf Nona Muda, saya sudah tidak sopan dengan anda, ucap Rezita


" Tidak apa-apa, santai saja, bekerjalah dengan baik disini, dan ini kartu nama saya, jika kamu sudah lulus, bawa kartu nama saya ketemu dengan orang ini, dan serahkan Kartu nama saya kepadanya, kata Ranti sambil memberikan Kartu namanya dan menunjuk orang yang yang harus di cari di buku tamu.


" Terimakasih Nona Muda, sekali lagi maafkan saya.


" Sudah, sudah nanti setelah saya selesai pertemuan dengan Pak Nugroho, kamu temani saya sebentar, kata Ranti


Pak Nugroho yang melihat Rezita bimbang, lantas berkata


" Nanti setelah pertemuan, Kamu temani Nona Muda dulu, kata pak Nugroho.


" Mari Nona muda kita keruangan Anda, ajak Pak Nugroho