
Ranti yang masih duduk di bangku yang berada di dekat Pintu Pos Security, terus berbicara dengan Pak Security itu, walau beberapa obrolan terpotong karena ada yang datang melapor dan membawa lamaran kerja.
Tak lama berselang, seorang Gadis datang, dia salah satu pegawai di Bank milik Ranti itu, lalu dengan tidak sopannya dia memerintah Security agar jangan terlalu banyak ngobrol dengan orang asing.
" Pak Security, ini masih jam kerja, jadi tolong jangan hanya ngobrol saja kerjamu, ucap gadis dengan nada ketus.
" Maaf Nona Melati", ucap Pak Security itu.
" Makanya kerja baik-baik dan jangan ngobrol dengan orang asing, Ya sudah sana kamu belikan saya nasi Padang di warung sebelah dan antarkan ke ruangan saya", Perintah Melati.
" Tapi Nona, saya tidak bisa meninggalkan Pos, nanti kalau pelamar datang bagaimana?", ucap pak Security
" Sudah sana, biarkan saja mereka menunggu, ujar Melati kesal.
" Maaf Nona, saya bukan mencampuri urusan kalian, tapi Security bertugas menjaga keamanan, bukan tukang suruh, atau pembantu kamu, ucap Ranti dengan tegas.
" Memangnya kenapa !, kalau aku sebagai supervisor memerintahkan dia pergi belikan makanan untuk saya, balas Melati.
" Kalau begitu apakah juga pak Security bisa meminta kamu, membelikan dia makanannya sebagai ongkos jalannya, tanya Ranti.
" Sudah, malas saya berdebat dengan orang - orang seperti kamu, ucap melati".
" Sayang sekali, kantor yang bagus tapi salah satu karyawannya sangat sombong, ejek Ranti.
" Kamu pergi dari sini, jangan mengganggu orang lain bekerja, usir Melati.
" Baiklah saya akan pergi, tapi aku ingatkan, hari ini adalah hari terakhir kamu bekerja disini, ucap Ranti, dan langsung berdiri dari bangku.
" Pak Security, tugasmu adalah menjaga keamanan, bukan office boy, ucap Ranti.
" Cepat pergi dari sini, bentak Melati yang tak menghiraukan ancaman Ranti.
" Seolah kamu itu bos besar disini, ujar Ranti sengit.
" Hey Nona, saya memang bukan bos, tapi jabatan saya disini termasuk tinggi, sombongnya
" Baru supervisor saja sudah sombong, bagaimana nanti kamu jadi manajer.ucap Ranti.
" Masih banyak omong juga kamu, Pak Security usir dia sekarang juga dan pergi belikan makanan untuk saya, bentak Melati.
Ranti yang sudah tidak tahan, langsung mengirim pesan ke Pak Jusuf Maulana, agar pecat karyawan yang bernama Melati sekarang juga.
Pak Jusuf yang mendapatkan pesan dari Ranti, langsung saja menelpon bagian HRD agar memecat Melati.
" terimakasih pak Security, maaf gara-gara saya, bapak di omelin sama supervisor Melati, ucap Ranti menyindir.
Ranti langsung, memesan taksi online dan ke Tri Link, dia ingin memastikan Jeremy Disana.
" Aplikasi Mata Dewa, bagaimana pantauan nya terhadap Jeremy", tanya Ranti.
" Dia di kantor, terlihat tidak bermasalah, dan memperlihatkan kalau dia karyawan rajin, dua berharap bisa menjadi direktur, ucap aplikasi Mata Dewa.
" Pengkhianat mau jadi Direktur, mimpi..! ujar Ranti
" Apa yang akan Tuan lakukan terhadapnya, tanya aplikasi Mata Dewa.
" Aku lagi senang menangkap orang, jadi mau aku tangkap dan penjarakan, ujar Ranti dengan santai.
" Lalu bagaimana dengan teman-temannya, Tanya aplikasi Mata Dewa.
" Kita lihat saja nanti, ujar Ranti".
Sementara di kantor Indonesian Development Bank, seorang gadis tengah menangis, ketika dia masuk keruangan nya, dia mendapatkan surat dari HRD, ya Surat Pemecatan dirinya.
" Maaf Pak HRD, apa salah saya hingga saya di pecat, tanya Melati.
" Jujur saja, kamu telah menyinggung Pemilik Bank ini, dan lihat CCTV ini, Nona yang berpakaian santai itu adalah Pemilik Tunggal Bank ini, dan kamu sudah mengusirnya dengan tidak sopan dan arogan, apa kamu lupa aturan kantor ini ? tanya HRD itu.
" Maafkan saya Pak, beri saya kesempatan lagi", ucap Melati
" Kesalahan kamu itu sudah sangat fatal, apalagi kamu melakukannya, kepada Pemilik Bank ini", jadi maaf aku tak bisa membantu, bahkan Pak Jusuf Maulana saja, tidak akan sanggup membantumu, ini gaji terakhir kamu, semoga kamu bisa berubah di tempat lain, ucap HRD.
Sementara saat ini, Ranti sudah tiba di Gedung Tri Link Finance Indonesia, dia turun sang langsung di sambut oleh Security, dan diarahkan untuk ke lift khusus untuk CEO, para direktur dan Pemilik Perusahaan.
Karyawan yang melihat bos besar datang langsung berdiri dan memberi hormat, Ranti membalasnya dengan Ramah.
Belum sempat dia dan Security sampai di lift khusus, terlihat Jeremy sudah mendekati Ranti dan Security itu.
" Pak Security, biar saya yang antar Nona Muda ke ruangannya, ucap Jeremy dengan sopan yang di buat-buat.
" Baik Pak, ucap Security itu".
" Mari silahkan Nona", kata Jeremy.
Ranti hanya diam dan mengikuti saja, ketika Ranti tiba di ruang CEO, ternyata pak Jusuf Maulana, tidak berada di tempat, terlihat hanya ada sekretarisnya, kemudian Ranti menuju Ruangan nya
Ranti mengunci pintu ruangannya dan masuk kamar, setelah dikamar dia melihat dengan mata semesta, bahwa saat ini Jeremy sedang ke Toilet, dengan segera Ranti, mengaktifkan Armor Transparan Mode Stealth, dan kemudian keluar dari ruangannya dengan menggunakan Sarung Tangan Pemindah.
Ketika Ranti tiba di depan toilet terlihat dari kaca, Jeremy sedang mencuci tangannya.
Tak butuh berapa lama, Ranti menotoknya dan langsung memasukkannya kedalam Kantong Ruang Penyimpanan.
Selesai menangkap Jeremy, Ranti kembali ke ruangannya, sampai di kamar, dia menonaktifkan Armor Transparan dan menunggu beberapa saat.
Para direktur yang mengetahui kehadiran Ranti, langsung menuju ke ruangannya, dan hendak menemuinya.
Dengan mata semesta dia melihat para direktur berada di depan pintu ruangannya, Ranti memutuskan untuk menemui mereka.
" Selamat sore Nona Muda, maaf Pak Jusuf Maulana, hari ini belum datang, karena beliau lagi sibuk di IDB (Indonesian Development Bank), ucap seorang Direktur.
" Kalau kami sebetulnya sudah di arahkan oleh Pak Jusuf dan Pak Hino, agar bisa menghandle, seluruh pekerjaan yang menjadi tanggungjawab kami, dan jika ada masalah, Pak Hino bersedia membantu, begitu juga dengan Pak Jusuf", Tapi kalau boleh tolong Nona Muda memikirkan agar di kantor ini ada wakil CEO, agar setiap hari kita memiliki Pemimpin disini, ucap Direktur SDM.
" Oke, dan coba kalian bicarakan dengan Pak Jusuf, saya tidak akan memasukkan orang dari luar, jadi kalian berlima, diskusikan siapa diantara kalian yang ingin mengambil jabatan itu, dan saya ingin kalian berlima harus Jujur dalam memberikan dukungan kepada rekan Kalian, ujar Ranti.
" Baik Nona Muda, kami senang anda berbesar hati memberikan kami kesempatan, tapi saya jujur saja, umur saya masih terlalu muda, jadi saya mencalonkan, Pak Rudolf dan dia adalah orang terdekat dari Pak Hino, jadi saya berpikir, bukan tidak mungkin gaya kepemimpinan Pak Hino yang elegan dan terbuka, pasti pak Rudolf mampu mengikutinya, ucap direktur SDM.
" Kalian rapatkan dengan manajemen, minimal dari tingkat manajer, jika semua sudah oke, saya tinggal menyetujui saja, yang paling utama buat calonnya adalah, Mengerti dan mengamalkan aturan yang paling penting di perusahaan saya, ucap Ranti.
" Kami sudah merasakan perubahan hidup kami setelah mengikuti aturan anda, di keluarga maupun di lingkungan, kini keluarga saya mulai di hargai, tidak seperti dulu, ucap salah seorang Direktur.
" Baguslah, kita hidup rendah hati, bukan membiarkan diri kita di injak-injak dan dihina seenaknya oleh orang lain, disaat yang tepat silahkan ambil tindakan, pasti banyak orang akan membela kita, ucap Ranti.
Selesai berbicara dengan Para Direktur Tri Link Finance, Ranti berkeliling kantor bersama Pak Security.
" Bagaimana keadaan kamu pak security", sapa Ranti.
" Baik-baik saja, jawab Pak Security.
" Jangan berbohong, aku tahu kamu lagi banyak pikiran soal kedua anakmu yang ingin kuliah, ucap Ranti.
" Maafkan saya Nona Muda, tidak ada niat saya membohongi Nona Muda, hanya tak enak hati saja, ucap Security.
" Ini ATM berisi 1 milyar, uang ini khusus untuk pengeluaran kedua anakmu kuliah, tidak boleh buat yang lain, yang bisa kamu beli adalah Motor buat mereka berdua, juga uang jajan mereka, jika kami pakai untuk yang lainnya, kamu akan saya pecat dari sini, apa bapak mengerti, ucap Ranti.
" Mengerti Nona Muda, ucap pak Security dan langsung mengambil ATM yang di berikan Ranti.
" Jangan ngomong kepada siapapun, jika saya memberikan bapak bantuan, di keluarga juga, bilang saja ada bantuan dari kantor, ucap Ranti.
" Baik Nona Muda, saya akan jaga amanah Nona Muda, ucap Security dengan penuh rasa bahagia.
" Jika mereka sudah selesai kuliah, dan uangnya masih ada sisa, itu buat bapak saja, tolong jaga kepercayaan yang saya berikan, ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, saya janji akan lebih rajin dan tegas dalam bekerja, ucap pak Security.
selesai berkeliling kantor, mereka mampir di kantin yang kebetulan masih buka.
" Wah Putri Komandan ternyata cantik juga, ucap pengelola kantin
" Aduh Bu, tolong jangan asal ngomong, Nona Muda ini adalah bos kita, ucap pak Security dengan gugupnya.
" Aduh maafkan saya Nona Muda, ucap Bu pengelola Kantin.
" Sudah gak apa-apa, tolong buatkan kopi latte dan bawakan gorengan tahu, kayaknya masih hangat, dan duduk disini dengan saya, ucap Ranti.
" Eh.. bukan tidak mau Nona Muda, tapi orang seperti kami, mana pantas duduk semeja dengan Nona Muda, ucap Bu Kantin.
" Gak pikir yang aneh - aneh, sekarang kalian berdua juga ambil makanan dan temani saya disini, ini Perintah, tegas Ranti.
" Baik.. baik Nona Muda, tapi tolong jangan sampai Pak Jeremy melihatnya, bisa di pecat saya, ucap Bu Kantin masih agak takut.
" Ibu lebih takut dia atau saya yang pemilik perusahaan ini, tanya Ranti
" hehehehe ia ya kan yang ngajak Nona Muda, bener gak pak komandan, ujar Bu Kantin
" Ya sudah Bu tolong ya, jika enak maka saya kasih ibu hadiah, ucap Ranti.
" Siap Nona Muda, ibu akan coba keberuntungannya, siapa tahu hadiahnya motor matic baru, hehehehe, kelakar ibu kantin.
Dengan segera Bu kantin mengerjakan apa yang di perintahkan Ranti, dia dan pak Security juga minum kopi dan gorengan tahu yang masih hangat.
" Bagaimana Nona Muda, apakah ibu bisa mendapatkan hadiahnya, tanya ibu itu.
" Hahahaha, maaf ibu gagal dapat hadiah dari saya, canda Ranti
" Ya... tapi gak apa-apa, minimal ibu sudah di beri kesempatan untuk ngobrol dengan Nona Muda, ini sudah hadiah buat saya, terimakasih Nona Muda, kapan-kapan Nona Muda datang lagi, saya akan coba lagi, kali aja Berhasil, ucap ibu kantin.
" Oke, nanti saya minta pak Security yang datang memesannya, tapi ibu jangan curang, nanti kopinya ibu beli dari kedai kopi yang lain, ucap Rant.
" hehehehe, itu namanya bukan hanya curang Nona Muda, tapi nanti hadiahnya tidak barokah, karena membohongi Nona Muda.
" Bagus, say suka dengan kejujuran ibu, tolong rawat kantin kita ini, Ucap Ranti.
" Pasti Nona Muda, saya sudah bersyukur, Pak Hino sudah memberikan saya kepercayaan untuk mengelola kantin ini dan dikasih tempat tinggal di belakang gedung, walau tidak besar, tapi cukup buat saya dan Putri saya yang masih SMP, terimakasih juga buat Nona Muda, ucap ibu Kantin.
" Sama-sama, nanti saya kasih tau pak Jusuf agar tempat itu, di Renovasi, dan masukan AC, serta perabotan, agar layak di sebut rumah, ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, ucap Bu Kantin.
" Ambil ATM ini, di dalamnya ada 500 juta, dan uang ini hanya khusus untuk belanja keperluan sekolah dan biaya sekolah Putri ibu, jika ibu berani melanggar aturan yang saya buat, maka ibu silahkan angkat kaki dari sini, dan ATMnya saya blokir, ucap Ranti tegas.
" terimakasih Nona Muda, saya akan jaga amanah Nona Muda dengan sebaik-baiknya, ucap ibu Kantin.
" Tenang saja, jika dia mau kuliah pasti saya akan menambahkan uangnya, ibu juga harus menabung, bila perlu cicil rumah di daerah pinggiran Jakarta, dan ibu sewakan, mumpung ibu masih kuat, jadi masa tua ibu sudah punya Rumah, ucap Ranti.
" Saya memang lagi nyicil rumah Nona Muda, dulu ambilnya bareng almarhum suami saya, dan kebetulan pakai nama saya, jadi saya mencicilnya, 2 juta perbulan, orang sewa hanya 800 ribu, tapi tidak masalah, gaji saya UMR disini dan tinggal gratis, makan juga gratis, jadi sangat cukup Nona Muda, saya akan bekerja disini hingga saya tua nanti, ucap Bu Kantin.
" Itu bagus, saya suka orang kerja saya punya loyalitas tinggi, tolong jangan kecewakan perusahaan ini, tidak akan ada yang ganggu ibu disini, selama ibu tetap rendah hati dan jujur, ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, saya pasti mengingat ucapan Nona Muda.
" Ya sudah karena kopinya sudah habis, say juga mau ke hotel nanti malam saya pulang ke Surabaya, ini cek 50 juta buat ibu beli motor, dan ini untuk bapak security juga cek 50 juta beli motor baru buat bekerja, sisanya pakai buat usaha di rumah, ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, ujar mereka berdua
" Tapi jangan bilang siapa-siapa, ucap Ranti, dan beranjak berdiri dan berjalan ke arah lobby Kantor.
Tiba di lobby, Ranti memesan taksi online untuk kembali ke hotel.