
Tristan yang sudah dipecat menyusuri gedung sapphire hingga sampai di lokasi proyek dia melihat Santoso sedang berkumpul dengan beberapa orang pekerja proyek.
" Santoso, kamu memang munafik, kamu memanfaatkan situasi untuk mengambil hati salah satu bos dengan makin memojokkan saya", ucap Tristan
" Bertobatlah, dan belajarlah menghargai jerih payah orang lain, ujar Santoso
" bos Santoso akhirnya orang sombong ini keluar juga dari proyek ini, ucap salah seorang pekerja proyek.
" Aku kalau tidak menghargai pamannya, sudah lama dia kumasukkan ke campuran semen, ucap pekerja proyek lainnya.
" Tristan, saya sudah 20 tahun menikah, istri saya juga bekerja, walaupun hanya guru SD, tapi dia seorang PNS, pernikahan kami awet, karena kami saling memberi, disaat saya menghasilkan uang banyak, aku tak segan membelikan emas walau hanya sepasang anting-anting 3 gram, dan disaat tidak proyek dan saya menganggur, istri saya tetap melayani saya dengan baik, ingat lah ! yang kamu lakukan pada istri mu itu adalah perbudakan, ucap pekerja proyek lainnya
" Orang yang akan menemani kita sudah maupun senang adalah istri, disaat kita sakit, yang akan mengurus kita adalah istri, jadi disaat kita memiliki uang, hendaklah kita bahagiakan istri kita, sebagai anak wajib mengurus orangtua, tapi jangan menyiksa istri kita, kalau kamu ingin berbakti pada orang tua, hendaknya kamu tidak menikah, balas pekerja proyek lainnya.
Darel dan Sonia keluar dari kantor Thomas dan langsung menuju mobilnya, Sonia membawa mobilnya sedangkan Darel membawa mobil Vanya.
Setiba mereka di apartemen, Darel melihat Vanya lagi membuat kue bersama pembantu Darel dan Sonia.
" Kakak lagi buat apa, harum sekali" , tanya Sonia
" Kakak lagi buat kue kesukaan adik laki-laki yang satu ini, dulu dia sangat menyukainya, Semoga dia masih suka, ucap Vanya
" Hahahaha, aku masih dan tetap menyukainya, di Surabaya aku selalu membelinya, ucap Darel.
" Ayo sini duduk, kakak ambilkan yang sudah matang buat kalian berdua, sudah lama kakak tidak membuat kue atau sekedar masak, Ucap Vanya.
" Oh ya kak nanti hari Jumat malam kita pulang Surabaya, ucap Darel
" Ia, kakak ingin ke Panti Asuhan dan juga ingin bertemu Suster Diana, kakak rindu dengannya, ucap Vanya.
Di Surabaya
" Bontot, kak Darel sudah membereskan masalah kak Vanya, ucap Mercy.
" Benarkah, apa tangan orang itu sudah dipatahkan, tanya Ranti
" Kak Vanya masih berbaik hati, dia meminta kak Darel jangan membalasnya, ucap Mercy
" Terlalu sabar kakak kita itu, ucap Ranti agak kesal
" Sudahlah, sekarang habiskan kentang mu itu, nanti gak enak lagi kalau sudah dingin, ucap Mercy
" Minum ini juga, kakak sudah buatkan lemon tea, ucap Friska
" Masih sakit gak kira-kira pipinya kak Vanya, tanya Ranti
" sudah enggak katanya, ucap Mercy.
" Syukurlah kalau begitu, ucap Ranti
" Para anggota White Tiger, malam ini akan bertemu di gedung yang baru mereka beli, pesan aplikasi Mata Dewa.
" Pantau terus nanti malam kita habisi mereka semua, balas Ranti
" Baik", balas Aplikasi Mata Dewa
" Selamat sore Nona Muda, saya ingin mengantar surat dari pemerintah pusat kepada anda, ucap Rendi
" Datanglah, bawa sekalian kak Bella dan putramu, Perintah Ranti.
" Baik Nona Muda, ucap Rendi.
Ranti saat ini sedang duduk dan bermanja-manja dengan Mercy di ruang TV, Moodnya sedang tidak baik, makanya seluruh saudaranya menemaninya.
" Bontot, jangan terlalu dipikirkan, pasti kak Darel dan kak Sonia, bisa menghibur kak Vanya, ucap Rindu
" Tapi kok tega laki-laki bergelar Suami memukul kak Vanya, ucap Ranti sendu
" Begitulah jadinya, jika orang sudah di kuasai nafsu serakah, ucap Mercy sambil membelai rambut Ranti agar tenang
Lambat laun Ranti tertidur dalam pelukan Mercy.
" Jangan berisik dulu, kasihan adik kita ini, ucap Mercy
Mereka menatap Ranti dengan penuh kasih sayang, dari kecil apapun masalah yang terjadi ke Kakak-kakaknya Ranti yang paling emosional.
Rendi dan Bella setelah di tungguin hampir 2 jam, akhirnya tiba.
Bu Likha menyambut mereka, dan membawa ke ruang Tamu.
" Maaf Tuan Rendi, mohon tunggu sebentar, Nona Muda baru saja tenang dan ketiduran, ucap Bu Likha
" Ada masalah apa Bu, tanya Rendi
" Katanya Nona Muda Vanya di tampar suaminya, ucap Bu Likha
" Oh ya ampun, laki-laki kok begitu pada istrinya, ucap Bella.
" Itulah Non Bella, Ibu sudah menikah dengan Mang Dul lebih dari 25 tahun, walau hidup kami susah dan penghasilan Mang Dul sedikit, tak pernah ibu menuntut, gaji Mang Dul tak pernah dia simpan, kebetulan Mang Dul memang sudah tak memiliki orang tua, sejak adik-adiknya mang Dul menikah, semua uangnya ibu yang pegang hingga hari ini, meskipun begitu, seumur pernikahan kami, walau ada masalah, tak pernah Mang Dul berbicara kasar apalagi main fisik, ucap Bu Likha
" Saya dengan Rendi pacaran dari SMA, hingga kami menikah dan sampai hari ini, tak pernah mas Rendi membentak saya, ibu lihat jam pulang kantor, pasti langsung pulang, nanti Pergi kalau ada teman akrabnya ajak atau ada kepentingan kantor, dan semuanya tanpa aku bertanya mas Rendi selalu memberitahukan pada saya, acara atau panggilan dadakan, mas Rendi hanya meladeni 2 hal, urusan kantor atau ada temannya yang tertimpa kemalangan, kalau hanya sekedar iseng-iseng, gak bakalan dia pergi, ucap Bella
" Mendingan tidur atau bermain-main dengan anak, daripada keluyuran gak jelas, kecuali memang pas lagi santai dan itu teman kita berdua baru saya pergi, itupun dengan Bella, ucap Rendi
" Sama dengan Mang Dul, pulang kerja ya pulang, sampe rumah gak akan kemana-mana, kecuali saat abis dia shalat isya, baru mampir sebentar ngopi di warung sepupu ibu, abis itu pulang, tanpa di tanya dia ngomong, jadi ibu tak pernah berniat meninggalkan Mang Dul, walau Gaji saya lebih besar, Bu Likha
" Itu karena ibu merasa di hargai dan hormati, dan pasti di cintai, benar gak Bu.
" Tuan Rendi benar, itulah yang ibu rasakan hingga sekarang, dengan umur sudah segini, Mang Dul selalu memanjakan ibu, lanjut Bu Likha
" Sudah lama sampai kamu Rendi, Suara Ranti menyapa Rendi.
" Sudah satu jam, lihatlah cemilan nya sudah mau habis hehehehe, jawab Rendi sambil berkelakar
" Saya cuci muka dulu, maaf tadi aku ketiduran, dan kalian berdua nanti pulang selesai makan malam saja, ujar Ranti.
" Baik Nona Muda, dirumah juga sepi, ucap Rendi.
Ranti yang sudah mandi sekalian, mengajak Rendi ke ruang kerjanya.
" Apa kamu sudah melihat isi suratnya, tanya Ranti
" Saya gak berani buka Nona, ucap Rendi
" Lain kali kalau surat seperti ini, kamu buka saja, ujar Ranti
" Baik Nona, kalau dari amplop nya, kayaknya undangan resmi dari sekretaris negara, ucap Rendi.
" Apa bunyinya, tanya Rendi
" Saya di undang ke istana, dalam surat ini, jelas mengatakan nama saya dan Perusahaan saya, khususnya perusahaan RPS Group Company dan Food Excellent. Acaranya hari Jumat Jam 2 siang, ujar Ranti
" Lalu bagaimana, apakah Nona akan menghadirinya atau tidak, tanya Rendi.
" Balas suratnya, Bahwa saya akan hadir bersama Tim, dan saya tidak suka publikasi, ucap Ranti
" Baik Nona Muda, dan siapa saja yang akan menghadiri nya, tanya Rendi
" Saya, kamu, Elisabeth, kak Dewi, bawa juga Clara, Sabrina dan Santina, serta Pak Pribadi dan persiapkan seluruh dokumen dan yang berkaitan dengan perusahaan kita, hampir lupa nanti hubungi pak Jusuf Maulana dan Hino Nakata, agar mereka juga hadir.
" Baik Nona Muda, suruh semua departemen besok jam 7 malam, kita rapat, Elisabeth dan seluruh jajarannya, termasuk bagian laboratorium, juga wajib hadir, segera kamu hubungi, perintah Ranti.
" Untuk persiapan, kamu minta data dari peternakan kita di Cirebon, data Perusahaan kita semua harus disiapkan dengan teliti, perintah Ranti
" Terakhir hampir juga aku lupa, suruh hadir, Yoga, Nugroho, Thomas dan Rubby, suruh mereka bawa dokumen hingga keterkaitan dengan pembangunan, mau di gunakan atau tidak pada rapat nanti pokoknya siapkan saja, dan kamu harus belajar menghadapi orang-orang besar, ucap Ranti.
" Baik Nona, saya akan persiapkan diri baik-baik, jawab Rendi
" Siapkan pesawat, tujuan Jakarta, Jogja dan Surabaya, kita pulang malam itu juga dan mampir Jogja menjemput si kembar, apa sudah di catat semua, tegas Ranti
" Sudah Nona, jawab Rendi
" Kak Bella, lihat suami kakak ini, selalu gugup jika aku mulai menekan, ucap Ranti
" Hehehehe, Nona Muda selalu mengerjai suami ku, ucap Bella
" Itu yang Kusuka dari Rendi, walau aku pasti tidak akan marah, tapi dia tidak besar kepala, tak sia-sia aku mempercayakan seluruh perusahaan ku kepada suami kak Bella, ucap Ranti
" Terimakasih Nona Muda, saya bersyukur, hingga saat ini, suami Bella tidak pernah sakit, cukup tidur sebentar dia sudah segar kembali, ucap Bella.
" Karena dia tidak suka keluyuran, minum-minum alkohol berlebihan dan juga pikirannya lurus, jadi penyakit pun malas datang kepadanya, ucap Ranti.
" Benar Nona, dia di rumah kalo susah tidur, minum anggur segelas atau bir sebotol sudah langsung tidur, ucap Bella.
" Baguslah, saya juga kalau dia sakit bisa pening kepalaku, makanya semakin berkembang perusahaan kita, akan semakin banyak yang membantunya, ucap Ranti
" Terimakasih Nona Muda, ucap Bella
" Pokoknya dia mau tidak mau, umur 45 tahun, hanya terlibat dalam masalah- masalah besar, atau ada rapat seluruh pimpinan serta hadir dalam pertemuan penting seperti ini, agar dia punya banyak waktu mendidik anak-anak kalian, ucap Ranti
" Terimakasih Nona Muda, ucap Bella.
" Ayo kita makan malam, kasihan tu Dede bayi, ucap Ranti
Ranti memikirkan apa tujuan dari pemerintah memangnya ke istana.
* Tuan, tenang saja, pemerintah Tuan hanya ingin berdiskusi saja tentang Mega Proyek Kota Terpadu, mereka ingin memperjelas kedudukan dan pengelolaan Kota Terpadu itu, dan mereka ingin sebuah Nama bagi kota itu, karena akan di masukkan ke dalam lembaran negara, Ucap Rose menenangkan pikiran Ranti.
" Terus kaitannya dengan Food Excellent apa Rose, tanya Ranti
" Akibat dari testimoni beberapa orang tua dan juga ibu hamil, hingga Tim Peneliti negara kita, melakukan penelitian terhadap produk makanan yang di produksi, dan semuanya memiliki peringkat yang sangat baik, tapi kenapa harganya tidak mahal di pasaran, bahkan di jualnya pun tidak eksklusif, jawab Rose
" Oh begitu, terus apa ada yang lain, tanya Ranti.
" Satu lagi, mereka ingin Tuan membantu berinvestasi di BUMN, namun yang paling penting dari semua itu adalah Produk Makanan tuan, mereka ingin tuan membantu program pemerintah agar mengurangi gizi buruk dan kesehatan ibu hamil, jawab Rose.
" Apa mereka akan menyinggung soal pajak atau keterkaitan laporan keuangan kita, tanya Ranti
" Tidak, karena laporan keuangan tuan tidak bermasalah, pajak tahun lalu sudah bayar, baik Perusahaan maupun pajak Pribadi tuan dan segala aset yang ada, secara hukum perpajakan, tuan tidak bermasalah, bahkan termasuk pembayar pajak terbaik dan terbesar untuk saat ini, dengan nilai hampir 100 triliun lebih, fantastis bukan, jawab Rose.
Terimakasih Rose, kamu memang sudah mempersiapkan segalanya, agar aku tidak merugikan negaraku, jawab Ranti.
" Harus demikian, semua ini di lakukan agar suatu saat, tugas tuan sudah berat, maka pemerintah tidak akan diam melihat Tuan berjibaku sendirian, ini namanya take and give dan Mutual Komensalisme, jawab Rose
" baiklah tolong bantu ya Rose, mohon Ranti
" Tanpa tuan minta, selama tidak bertentangan dengan aturan Absolute Supreme Divine, Rose tidak akan membiarkan Tuan sendiri, ucap Rose.
" Anugerah terbesar bagi saya, dengan kehadiranmu Rose, misi jarang kami berikan, kamu menemaniku seperti layaknya seorang sahabat, maka setiap misi yang di berikan, pasti aku akan mengerjakan dengan sepenuh hati, agar Rose juga tidak di hukum oleh sang Absolute Supreme Divine, ucap Ranti.
" Terimakasih Tuan, ternyata tuan memikirkan kesulitan Rose, seumur Rose menemani pemilik Sistem, hanya Tuan yang memikirkan Rose, tidak sia-sia Rose memilih Tuan dan tidak ada penyesalan, jawab Rose
' Kita adalah Tim, demi suksesnya misi sang Absolute Supreme Divine, jadi saya sangat menghargai Tim, apalagi dampaknya yang saya terima, orang-orang yang kusayang mendapatkan harta yang selama ini tidak pernah bisa mereka bayangkan, ucap Ranti.
" Hati Tuan sungguh mulia, tidak memikirkan diri sendiri, ucap Rose.
' Nona Muda, saya mohon pamit, ucap Rendi.
" Baiklah, hati- hati di jalan, ucap Ranti
" Salma sayang, kenapa kakak daritadi tidak mendengar suaramu, tanya Ranti.
" Salma ingin sesuatu tapi takut kakak tidak akan setuju, jadi gak apa-apa, ujar Salma
" Bagaimana caranya kakak setuju atau tidak, jika Salma tidak ngomong, ucap Ranti
" Salma ingin lihat Istana, jelasnya ingin ikut masuk ke istana, ucap Salma.
" Baiklah, Salma dan Armando boleh ikut, tapi ingat baik-baik, selama kakak lagi rapat Salma dan Armando tidak boleh keluyuran, bagaimana ? tanya Ranti
" Salma janji tidak akan buat masalah, ucap Salma bahagia.
" Bagus, ingat harus pegang janjinya, tegas Ranti
" Terimakasih kak, ucap Salma
" Kamu itu dek, lain kali ngomong jangan diam, bikin kakak jadi bingung, ucap Mercy
" Takut soalnya kak, ucap Salma
" Kakak sudah bilang berkali-kali, apapun masalahnya harus di omongin, atau apapun keinginan Salma beritahukan, kalau memang sulit kami kerjakan, pasti kami akan memberitahukan kalau kami tidak mampu, apa Salma sudah paham maksud kakak, tanya Mercy
" Sudah kakak, kedepan Salma tidak seperti ini, ucap Salma merasa bersalah.
" Gitu dong, kalau Salma begitu terus, nanti kami semua cepat tua dan gigi nya ompong, ucap Friska
" Hehehehe, terimakasih sudah ingatkan Salma, sekali maafkan Salma, ujarnya
" Sudah-sudah, kakak yakin kedepannya Salma bisa lebih mengerti, Salma kan pintar, ucap Ranti.
" hehehehe, terimakasih kak, ucap Salma sambil bergelayut di lengan Ranti sambil berjalan ke arah ruang TV.