
Sebelum meninggalkan Supermarket, Ranti memberikan Alpius, Nina dan Aldrin Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan dan Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, sedangkan untuk Aldrin dan Livung Ranti menambahkan Pill Kecerdasan.
Seminggu setelah peristiwa itu, keluarga Alpius kini menjadi sorotan warga sekitarnya, Keluarga itu sekarang memiliki 2 rumah dan yang 1 lagi sedang dalam proses Renovasi, di depan rumahnya terparkir cantik Toyota Raize.
Namun tiba-tiba, Keluarga Alpius kedatangan tamu yang dulu sangat membencinya, mereka adalah keluarga Hasto.
Hasto kaget melihat perubahan Alpius dan keluarganya, kini terlihat sudah sangat maju bahkan mampu membeli mobil.
Dasarnya Alpius memang rendah hati tetap menerima keluarga Hasto.
" Ada apa mas Hasto hingga datang kerumahku", tanya Alpius.
" Alpius saya dan istri kesini hanya bertujuan mencari tahu kebenaran saja, jujur saja saya tidak tahu kenapa ayahku membenci keluarga kalian, oleh karena itu saya ingin tau, apa sebenarnya yang terjadi hingga kita bermusuhan?" tanya Hasto.
" Masalahnya bisa dikatakan sepele, kata almarhum Ayahku, bahwa dulu sewaktu mereka membuka Pabrik Pengolahan bambu, untuk tusuk gigi dan tusuk sate serta sumpit, pernah berjaya, tapi karena ayahmu yang suka main perempuan di tegur oleh ayahku, karena Ayahku tidak mau Adik perempuannya di sia-siakan, tapi ayahmu malah marah kepada Ayahku.
Akhirnya Ayahku di buang dari Pabrik itu, namun setahun kemudian pabrik itu hancur dan ayahmu menyalahkan Ayahku, apalagi setelah lahir Neil, ibumu menceraikan ayahmu jadi makin runyam masalahnya, Ayahmu memang keras kepala, dan ibumu sekarang ada di Jakarta beserta suaminya dan 2 adik Tirimu, mereka semua sukses.
" dendam ayahmu yang tak beralasan membuatnya mendidik kalian bertiga memusuhiku, sebaliknya almarhum Ayahku selalu mengajarkan aku untuk tidak memusuhi kalian, itulah persoalannya, terserah kamu mau percaya atau tidak, dan asal kamu tahu yang menghancurkan pabrik ayahmu adalah almarhum ibu Tirimu sendiri dengan selingkuhannya", tutup Alpius.
" Yang aku tahu ayahku pernah menikah kedua kali dan bercerai setelah pabrik kamu hancur, dan baru bangkit hingga sekarang setelah ayahku menikah untuk ketiga kalinya, itulah ibu tiriku yang sekarang", ujar Hasto.
" Ya ibu tirimu yang sekarang pandai mengolah usaha, makanya kalian bisa hidup dengan baik dan bisa sekolah hingga sarjana, hanya saja ayahmu terlalu keras kepala, tapi aku tidak dendam dengan kalian, aku janji akan minta pengampunan untukmu, biar bagaimanapun kamu adalah sepupuku, hanya kalian keluargaku di sini, aku tidak punya adik atau kakak", ujar Alpius.
" Maafkan aku, soal pekerjaan aku masih bisa mencarinya sendiri, yang jelas aku sudah tahu sekarang apa masalahnya, apalagi hingga sekarang Ayahku saja tidak mau membantuku dan Neil", ujar Hasto.
" Sebenarnya Nona Muda Salma tidak dendam dengan kalian, hanya saja saat kalian di suruh datang ke Supermarket malah kalian mengabaikannya, ini ada surat untukmu dari perusahaan silahkan baca, surat ini sengaja di titipkan kepadaku, jika dalam sebulan kamu tidak kesini maka kamu akan di pecat selamanya, tapi tetap hukumannya fasilitas kantor di cabut dari kamu, sekarang datanglah ke kantor Pusat dan bawa surat ini, kalau kamu bersedia, perusahaan memindahkan kamu ke Palu, bersama Neil untuk mengelola Peternakan yang sangat besar Disana,
Kamu akan mengelola 200ribu hektar lahan, dan jika kamu bersedia maka bulan juni tahun ini kamu sudah wajib berada disana, kamu bisa sangat sukses disana asalkan kamu mau dan paham betul peraturan Nona Muda Ranti", ujar Alpius.
" Apa benar, Nona Muda Ranti masih mempercayai aku dan adikku Neil? tanya Hasto.
" Kalau Nona Muda Ranti tidak percaya, pasti kamu akan lebih sengsara lagi, kamu pikir dia tidak tahu kamu tidak langsung keluar dari rumah dinas itu pada saat kamu di usir, Pak Wawan itu orang ketiga yang sangat di percaya oleh Nona Ranti, saran saya besok pagi datanglah Bertemu dengan orang yang tertulis dalam surat itu, ini kesempatan besar buat Mas, jika mas berhasil mengembangkan lokasi itu, pasti mas ajan sangat terkenal dan juga pasti akan kaya, aku berharap mas bisa bangkit lagi, di keluarga kita mas yang paling cerdas saya akui itu, ujar Alpius.
" Baiklah besok pagi aku akan menghadap ke kantor pusat, sekali lagi maafkan yang tidak jadi kakak yang baik untuk mu, tapi mas berjanji mulai hari ini kita adalah keluarga, mas sudah paham arti yang disampaikan Nona Muda Ranti,
" Saya tidak pernah membenci mas, sekarang saatnya mas bangkit dan buktikan bahwa mas bisa lebih sukses, motivasi Alpius.
" Mas jadi malu dengan kamu, walau kamu hidup susah tapi kamu memiliki banyak teman, bahkan Nona Muda Salma dan Ranti sangat baik dengan kamu, kesabaran dan ketabahanmu yang membuat kamu bisa melewatinya, maafkan mas dan anak-anak mas yang selalu menghina kalian", ujar Hasto.
Dari arah dapur, Keluarlah Nina dan istrinya Hasto, mereka membawa makanan kecil dsn juga kopi.
" Adik ipar, maafkan mas ", ujar Hasto.
" Ia mas, kalau seperti ini kan jadi enak, biar kita sudah asal ada keluarga yang saling menyayangi pasti kita akan mampu bangkit", ujar Nina.
" Mas, panggil Neil kesini biar dua juga tau dsn nanti kita foto bersama dan kirim ke Nona Muda Ranti, agar suratnya lebih sah.
" Kak Ranti, bagaimana apa saudaranya Paman Alpius sudah datang kerumahnya belum?" tanya Salma.
" Pasti mereka akan datang, kamu tahu sendiri kakak jarang mengampuni orang yang jahat, apalagi dia jahat sama kamu", ujar Ranti.
" Salma hanya tidak suka dengan anaknya, makanya Salma minta ayahnya datang tapi salah sendiri mereka mengabaikan Salma", ujarnya.
" Harus seperti itu, tapi ingat ada hal yang harus kita pertimbangkan sebelum memutuskan sesuatu, dan hak yang paling penting adalah kita hukum orang yang bersalah, tapi jangan keluarganya, kalau si Hasto kesalahannya adalah dia sengaja mendidik anak-anaknya untuk membenci Alpius, itu yang tidak boleh, masalah orang dewasa jangan di bawa ke anak-anak", apa Salma sudah paham maksud Kakak ?" tanya Ranti.
" Sudah Kak, Salma makin membuktikan ajaran kakak, " bahwa kesombongan hanya akan menguburkan diri kita sendiri", ujar Salma.
" Adik yang pintar, tak percuma kakak sangat menyayangimu, Ayo kita makan baru kita ke Mall, Armando dan kak Rindu nanti ngamuk kalau kita gak jemput mereka".
" Kita makan di restoran steak saja, boleh ya", ujar Salma.
" Ya sudah mari kakak bantu ganti bajunya, Yati lagi pergi kuliah sama Dewi pelayan", ujar Ranti.
Selesai mereka berdua berganti pakaian, mereka menuju ke Mall Galaxy, kebetulan disana lagi ada acara dengan Artis Ibukota yang terkenal sangat baik dan ramah sama penggemarnya, tapi karena ada sesuatu kini dia tidak bisa manggung lagi karena kakinya lumpuh, sekarang dia membuka lembaga Donasi, dengan manggung bersama kursi rodanya.
Mereka menjemput Mora terlebih dahulu baru ke Mall, akhirnya setelah sejam mereka tiba di Mall Galaxy, terlihat sangat banyak yang datang ke acara itu, para Fans artis itu sangat antusias ingin melihat artis itu.
Komandan Security menyambut Ranti dan Salma dan langsung membawa mereka ke ruang khusus, disana nanti setelah Artis itu perform, dia akan bertemu dengan Ranti secara pribadi.
Setelah menunggu sekitar 2,5 jam akhirnya acara itu selesai, artis itu langsung menuju ke ruangan Ranti untuk melakukan pembicaraan.
" Hai Nona Muda, terimakasih sudah mengijinkan saya dan tim untuk tampil di mall milik anda ", ucap artis itu dengan ramah.
" Sama-sama Nona, saya sangat senang bisa bertemu langsung dengan anda, dan mereka adalah saudara-saudaraku, yang ini namanya Rindu adalah kakakku, yang ini Armando dan Salma, mereka berdua adalah adikku, kalau yang ini adalah Mora, dia sahabat baik adikku Salma, kami senang bertemu dengan orang terkenal seperti anda", ujar Ranti.
" Tapi saya sudah tidak seperti dulu, tahu sendiri dunia artis harus terlihat sempurna, jadi aku memilih untuk tidak lagi menjadi artis dan menjalankan amanah sosial hingga aku tiada", ujar artis itu dengan mantab.
" Saya juga sempat depresi beberapa bulan, namun setelah ke psikiater akhirnya aku bisa bangkit lagi, walau tidak seperti dulu, tapi minimal saya punya tujuan hidup, saya bernyanyi menghibur orang juga berbuat baik dan berbagi dengan orang-orang yang kurang beruntung, dan rasanya saya sangat bahagia, cacat fisik saya ini seolah berkah terindah buat saya, karena kebahagiaan saya lebih sempurna", ujar artis itu.
" Keren, tak percuma saya menjadi penggemarmu sejak SD, ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Ranti, ujar artis itu.
" Kak boleh gak Salma foto bareng dengan kakak dan ijin, saya upload ke Instagram saya", ujar Salma.
" Boleh sekali, sini dekat dengan kakak, ujar artis itu.
" Nona, maaf terlebih dahulu, jika suatu saat Nona bisa sembuh dan berjalan dengan normal, apa yang akan anda lakukan?" tanya Ranti.
"' Saya akan lebih giat lebih giat berkunjung ke daerah untuk membantu para anak yang kurang mampu, dan jika saya buat album lagi, maka keuntungan 50% saya jadikan dana abadi buat lembaga Donasi saya", ujar artis itu.
" Tolong panggil asisten Nona, hari ini saya kabulkan keinginan Nona untuk berjalan kembali, dan saya akan membiayai pembuatan album baru anda dan akan menjadi Donatur untuk lembaga Donasi anda, tapi syaratnya adalah tolong apa yang ku lakukan agar anda sembuh, jangan sampai orang lain tahu, jaga rahasia ini dari siapapun", ujar Ranti
" Terimakasih sudah mau membantuku, saya berjanji tidak akan membocorkan rahasia ini kepada siapapun", ujar artis itu.
" Nanti tetaplah keluar dari ruangan ini dengan kursi roda, jam 9 malam nanti biar pesawat saya yang mengantar anda kembali ke Jakarta", ujar Ranti.
" Baik Nona, sungguh data sangat berterimakasih kepada anda Nona", ucap artis itu
" Salma tolong check nadi Nona artis ini, kakak mau siapkan obatnya", perintah Ranti.
Sang asisten artis datang dan membawa baju ganti, dan peralatan mandi buat artis itu yang bernama Cassandra.
" Nona Cassandra, efeknya sangat menyakitkan dalam waktu 45 menit, jadi bertahanlah aku dan adikku akan membantumu, jadi tenangkan pikiranmu dan ingat anakmu", motivasi Ranti.
" Terimakasih Nona Ranti, saya sudah siap", ucap Cassandra dengan mantap.
" Bukalah bajumu dan berbaringlah di tikar itu", perintah Ranti.
" Armando, kamu tekan kedua jempol kaki Cassandra, Salma kamu tekan pahanya, kak Rindu tolong pegang bahu Cassandra", Perintah Ranti.
Setelah semua siap, Ranti memberikan Pill Rekonstruksi Tulang dan Jaringan Sel.
Dalam waktu 10 menit, terdengar suara tulang yang mulai dihancurkan ulang, dan bersamaan dengan itu terdengar teriakan memilukan dari Cassandra, Ranti dan saudara-saudaranya membantunya dengan menekan titik vital agar tidak terjadi kesalahan.
Sebenarnya Ranti bisa melakukan sendiri, tapi dia ingin Saudaranya terlibat agar mereka bisa praktek skill yang di berikan Ranti.
Sang asisten terlihat meneteskan airmata melihat perjuangan Cassandra dan perjuangan Ranti bersaudara, sedangkan Mora hanya diam dan takjub melihat Salma yang pintar dan terampil membantu Ranti.
Akhirnya proses menyakitkan itu sudah selesai, dan Cassandra tertidur, tubuhnya di penuhi cairan hitam pekat yang berbau sangat menyengat.
Ranti sendiri yang menampung air hangat, setelah 10 menit kemudian Cassandra bangun dan dia melihat semua yang ada di dalam ruangan itu.
" Nona assiten tolong bantu Cassandra ke kamar mandi dan setelah berendam 10 Menit, berikan cairan ini dalam air kedua untuk berendam kedua, setelah selesai berendam kedua baru mandi seperti biasa, dan gunakan Sabun ini", perintah Ranti.
Betapa bahagianya Cassandra dan asistennya karena dia sudah bisa berjalan.
Setengah jam kemudian Cassandra dan asistennya keluar dari kamar mandi dan menemui Ranti bersaudara.
" Terimakasih Nona Ranti, saya tidak tahu mau ngomong apa, tapi saya janji, saya akan lebih giat lagi untuk membantu anak-anak kurang mampu, saya akan berkeliling Indonesia membawa misi kemanusiaan", ujar Cassandra.
" Saya akan mendukungmu dengan memberikan Dana Abadi sebesar 1 Triliun rupiah, dan 100 milyar untuk keperluan anda, buatlah lembaga anda menjadi besar, agar bisa membantu seluruh anak-anak kurang mampu, dan buatlah acara untuk kesembuhan anda agar tidak ada komentar negatif tentang anda, dan di acara itu saya akan menyumbang 1 Triliun untuk lembaga Donasi Anda, tapi atas nama Perusahaan saya ujar Ranti.
" Baik Nona saya akan buat konser kesembuhan saya, bagaimana menurut Anda", tanya Cassandra.
" Itu sangat Baik, saya pasti datang dan Saya akan mensponsori konser kesembuhan anda Nona Cassandra", ujar Ranti.
" Apakah anda akan hadir?" tanya Cassandra.
" Pastikan acaranya dibuat selesai saya UN, pasti saya akan hadir", ujar Ranti.
" Besok pagi di Jakarta saya akan mengadakan konferensi pers terkait kesembuhan saya, apa boleh Nona Ranti?" tanya Cassandra.
" Harus itu, karena saat ini Nona Cassandra memegang amanah orang lain, pasti mereka akan bertanya-tanya soal kelumpuhan dan juga kesembuhan, jadi siapkan saja data medis kelumpuhan dan awal terjadinya kelumpuhan mu, tapi soal bagaimana anda sembuh bilang saja selama ini anda melakukan terapi hingga sembuh, nanti saya orang untuk berpura-pura menjadi terapi tulang anda, besok pagi pasti dia akan datang di acara konferensi pers anda", Ranti.
" Terimakasih Nona Ranti", Ujar Cassandra.
" Saya senang anda mau berbagi disaat anda sendiri sedang dalam kesakitan, tetaplah menjadi Artis Cassandra yang kita para Fans kenal, artis yang baik hati dan sangat menyayangi Fansnya, kedepan pamerkan seluruh kegiatan anda di YouTube, pasti banyak yang akan menontonnya", ujar Ranti.
" Baiklah, saya sangat bersyukur dan tidak akan mengecewakan fans saya yang sangat mencintaiku dan mempercayai ku, ujar Cassandra.
" Ini cek senilai 100 milyar untukmu, dan 10 milyar untuk kamu bagikan rata kepada Tim Kamu, serta 15 milyar untuk membangun kantor, dan terakhir ini 5 milyar khusus untuk asisten kamu yang setia merawatmu", ujar Ranti.