
Ranti memasuki Grand Indonesia Mall, dia sudah di tunggu oleh Vanya dan kedua adiknya serta Mora.
Tinggal pesanan Ranti yang belum datang, Mora juga sejak sering di ajak kerumah Salma dan juga makan di luar dengan Salma, dia kini sudah terbiasa dengan makanan seafood, bahkan dia menjadi sangat senang jika makan seafood.
" Bagaimana Mora, mana lebih enak disini atau yang di Mall Galaxy, tanya Salma.
" Masih yang di Galaxy Mall, tapi yang paling enak adalah masakan bibi koki kamu dan kak Dewi, bisik Mora.
" Kamu hebat, tapi makanan ini juga enak dan gurih, Makanya kak Ranti sering kesini, ucap Salma yang sudah beberapa kali makan restoran itu.
Lagi asik makan mereka di kagetkan oleh beberapa pengawal yang meminta agar meja Ranti dan beberapa meja lagi agar pindah, karena ada ada seorang pejabat ingin ingin makan disitu.
Ranti tak bergeming, bagi Ranti dia berhak duduk dan makan di restoran dimana dia suka, selama tidak tidak menggangu orang lain.
" Maaf Nona, tolong anda berpindah tempat, majikan kami ingin menggunakan tempat ini, dan tidak ada yang boleh berdekatan dengannya, ujar salah seorang pengawal.
" Kalau begitu tunggu saya selesai makan, saya yang datang duluan dari majikan kalian, jika mau duduk di tempat ini, silahkan tunggu kami selesai makan", jawab Ranti cuek.
" Kalian pindah meja saja dan pesan lagi saja, biar makanan yang ini kami bayar", ucap pengawal itu.
" Saya tidak kekurangan uang, jadi tak perlu kalian membayarnya, dan saya tidak suka membuang-buang makanan, jadi silahkan kalian menunggu saya selesai makan", ujar Ranti yang tak mau berpindah tempat.
" Nona, ini pejabat penting, kamu hanya rakyat biasa wajib menghormati pejabat", ujar pengawal yang mulai emosi.
" Oh seperti itu, jadi karena kami rakyat biasa harus menghormati pejabat itu, sudah berapa banyak dia memberi untuk saya, hingga saya harus hormat kepadanya", ucap Ranti.
" Kamu ! apa kamu tidak tahu siapa pejabat yang kamu coba lawan", ancam pengawal itu.
" Tidak tahu dan tak mau tau, lagian saya tidak berbuat kesalahan, ini area publik, bukan area pejabat atau tempat yang gunakan secara pribadi dan terakhir, jika mau di perlakukan khusus, maka bookinglah terlebih dahulu, jadi tidak seenaknya mengusir kami yang sedang makan, apa mau pencitraan?", tembak Ranti.
" Kamu di ajak bicara baik-baik malah ngeyel?, ujar pengawal yang sudah semakin emosi.
" Apa hak kalian mengusir kami yang sedang makan", teriak Ranti hingga para pengunjung terdiam
" Sudah sana Pergi dari sini, hanya rakyat saja bertingkah seperti orang penting saja", ejek pengawal itu.
" Hahahaha, kamu mengejek saya, apa pangkatmu, kamu hanya anjing peliharaan, pelayan saya dirumah lebih terhormat daripada kamu, apakah gajimu bisa membayar makanan saya, hingga kamu berani mengejekku", Teriak Ranti dengan muka yang sudah merah.
" Sebutkan siapa pejabat kalian itu, dan hitung jumlah kekayaannya, apa dia bisa mengalahkan kekayaan adikku yang kecil ini, maka aku menjilat sepatunya", ucap Ranti.
" Jadi kalian tidak mau pindah, apa kalian tetap melawan pemerintah".
" Hahahaha, yang melanggar pemerintah itu siapa, ini restoran siapa saja bisa datang ke sini, ini tempat usaha orang dan pejabat kamu itu makan dari pajak kami, harusnya dia yang tau diri, dan kamu hanya anjing penjaga, harusnya banyak belajar, apa menurut kamu pantas mengusir orang, karena dia pejabat", dasar majikan dan anak buah goblok? ujar Ranti.
" Kami akan melaporkan anda karena menghina pejabat, ancam mereka
" Silahkan, kalian pikir saya takut menghadapi pejabat sombong seperti dia, jelaskan aturan mana yang saya langgar, bukankah kalian yang datang mengusir orang atas nama pejabat?, ucap Ranti.
Tiba-tiba seseorang datang dengan beberapa anggota dari kepolisian, dan hendak menangkap Ranti.
" Kami dari Kepolisian metro jaya, mendapat laporan bahwa anda telah menghina orang di depan umum, untuk selanjutnya silakan ikut kami ke kantor polisi", ucap petugas kepolisian.
" Oh jadi anda ingin menangkap saya, silahkan tunjukkan buktinya, dan saya juga punya bukti, dan saya akan tuntut balik, Sekarang saya upload Video bagiamana mereka mengusir saya, biar publik yang menilainya, ucap Ranti.
" Kak Vanya, kalian tenang saja, Sebentar lagi mereka akan minta ampun, apalagi pejabat itu, ujar Ranti dalam telepati.
" Baiklah, kami temani kamu ke kantor polisi.
" Aplikasi Mata Dewa sebarkan semua video yang barusan terjadi dan nama pengawal itu dan nama pejabat itu, seperti biasa cari semua dokumen rahasia mengenai pejabat itu",perintah Ranti.
" Anak kecil saja sok belagu, ucap pengawal itu.
" Kamu tidak tahu, kalau kamu sedang berhadapan dengan siapa, kita lihat siapa yang menang, pegang kata-kata saya.
" Hahahaha, sudah ketangkap saja masih belagak sok kuat dan lebih berkuasa", ujarnya.
" 10 menit lagi istrimu akan minta cerai, Video kamu selingkuh dan nikah siri Sudah dikirim ke istrimu dan mertuamu yang Perwira juga, kamua hanya berpangkat letnan akan segera tamat riwayat mu, tunggu saja, setelah istrimu menelpon kamu, maka seluruh medsos akan mempublikasikan perselingkuhan kamu dengan seorang model yang pernah kena kasus narkoba", ujar Ranti.
" Hahahaha, ancaman orang putus asa, ucap pengawal pribadi itu.
Tak lama berselang, handphone pengawal itu berdering dan benar saja itu dari istrinya, dan sebuah pesan WA berisi video perselingkuhan pengawal itu.
Dia melihat Ranti yang sedang di interogasi kepolisian, sementara warga net di hebohkan pertengkaran Ranti dengan 4 orang pengawal yang hendak mengusir nya.
Komentar - komentar negatif bermunculan.
Pejabat yang namanya disebut langsung merah mukanya, dan menelpon pihak Kom info agar memblokir berita itu, tapi sayang Kom Info lambat merespon dan juga Video itu tidak bisa di hapus, mau tidak mau jaringan internet yang harus di putuskan, tapi Kom info tidak bisa melakukan itu.
Ranti menulis caption, " demi terlihat makan bersama dengan warga di restoran, kami diusir agar pejabat itu bisa makan", Ranti juga menyertakan tagar Pencitraan.
" Ternyata segala kebaikan dan yang di tampilkan adalah palsu", ujar seorang warga net.
" Pencitraan kok di restoran mewah, kalau mau itu makan di pinggir jalan", lanjut komentar warga net.
" Kami mendukungmu", lanjut komentar warga net.
Dalam tempo 2 jam video Ranti langsung Viral, pejabat itu semakin marah, dan memaki seluruh pengawalnya, mereka tidak tahu Aplikasi Mata Dewa sudah Meretas ruangan kepolisian tempat pejabat itu berada.
Aplikasi mata Dewa menyiarkan secara langsung aksi pejabat memaki-maki pengawalnya, ketika pejabat itu mengucapkan kalimat anjing penjaga, sejenak pengawal yang sombong itu teringat omongan Ranti.
Betapa kaget pihak kepolisian melihat di TV nasional, yang menyiarkan Video marah-marah pejabat yang berada di ruangan khusus.
Ranti terlihat tenang dalam menanggapi pertanyaan - pertanyaan polisi.
" Jadi anda merasa tidak bersalah, dengan mengatakan pejabat itu goblok?" tanya Polisi itu.
" Kalau dia pintar, apa pantas dia mengusir orang yang sedang makan di tempat yang memang khusus untuk makan", jawab Ranti.
" Tapi dia adalah pejabat tinggi di negara ini", balas polisi itu.
" Artinya anda setuju, setiap pejabat melakukan hal Seperti itu, tidak apa-apa itu hak anda yang juga pejabat negara, saya siap maju ke meja hijau, jika saya kalah tidak masalah, yang jelas negara pasti hancur karena ulah pejabatnya.
" Makanya kamu harus tau bersikap, jangan bertindak sembarangan, ucap polisi itu mencoba menasehati Ranti.
" Terimakasih kebaikan hati anda, saya pastikan anda naik pangkat secepatnya, kalau pejabat punya koneksi saya juga punya koneksi, ujar Ranti.
" Sebaiknya anda menjalani dengan baik saja, pejabat itu terlalu munafik, banyak sekali masalah yang dibuatnya, jujur saja saya malas mengurus kasus ini, tapi maafkan saya, jika posisi saya seperti kamu pasti saya akan melawan, ujar polisi itu yang ternyata Kapolrestabes Jakarta Selatan.
" Tenang saja Pak Komandan, ijinkan saya menelpon seseorang, ucap Ranti.
" Halo selamat Malam, mohon maaf saya mengganggu anda', ucap Ranti.
" Saya minta tolong agar Kapolres Jakarta Selatan, segera naikkan pangkat dan jadikan Kapolda di Jawa Timur, secepatnya saya akan berikan Bantuan untuk seluruh Pembangunan Pos Polisi di Jawa Timur, dan daerah lainnya, ujar Ranti.
" Siap Nona, pangkatnya akan segera di naikkan, dan dalam 4 bulan kedepan, dia bisa jadi Kapolda Jawa Timur, kebetulan ada mutasi besar-besaran, ucap orang itu yang ternyata adalah Kapolri.
Tak lama Ranti menutup telpon, kini telpon Kapolres itu yang berdering, dia segera mengangkatnya dan menjawab seluruh pertanyaan dari Kapolri.
Setelah selesai menjawab pertanyaan dari Kapolri dia menatap Ranti dengan penuh keheranan.
" Maaf Nona, kalau boleh tahu anda siapa, hingga Kapolri saja bisa kamu Perintah", ujar Kapolres itu.
" Saya bukan siapa-siapa, kamu petugas yang baik, umurmu sudah matang untuk mendapat tugas yang lebih besar, urus semua masalah ini dengan baik, saya janjikan kepada mu, kamu akan pensiun saat menjabat Kapolri, pegang omongan saya, dan ingat, tugasmu adalah menghancurkan semua perjudian, narkoba dan serta para penjahat lainnya, tim saya akan melaporkan semua bukti yang ada, dan tugas anda tinggal menangkap mereka, dengan begitu kamu bisa berprestasi, dan tidak yang menghalangi kamu untuk menjadi Kapolri", Ujar Ranti.
" Kamu sangat hebat Nona, tapi maaf saya tidak akan toleransi jika anda berbuat salah disaat saya bertugas di kemudian hari", ucap Kapolres itu.
" Itu yang saya suka, Kamu lihat Kapolda Jawa Timur sekarang, dia sangat adil, hanya saja umurnya sudah terlalu Tua, makanya kamu harus menggantikannya, karena beliau sudah masuk masa pensiun", Ujar Ranti.
" Apa anda tidak menyalahkan saya jika anda saya tangkap karena anda melakukan kesalahan", tanya Kapolres itu.
" Tangkap saja, itulah yang saya inginkan, kamu saya promosikan jadi Kapolda, untuk melayani masyarakat, bukan menjadi pengawal dan melayani saya, tugas anda melayani masyarakat dengan adil, jika saya dan orang-orang saya berbuat hal yang melanggar hukum, silahkan anda bertindak, pertemanan kita akan tetap berlaku, karena sebagai teman. harus mendukung temannya", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona, silahkan anda kembali ke hotel, nanti jika di perlukan kami akan menelpon anda, ucap Kapolres itu.
" Terimakasih kasih pak Kapolres, pembicaraan ini jangan sampai siapapun yang tahu, anak istri juga jangan di beritahukan, ujar Ranti.
" Baik Nona, itu juga perintah dari Kapolri, ujarnya.
Ranti segera meninggalkan ruangan itu dan menemui kakaknya dan kedua adiknya serta Mora.
Dengan membawa surat penangguhan penahanan Ranti berjalan keluar dan menunggu Taksi.
Sementara di jagat Maya masih berlangsung pembahasan soal Pejabat, dan kembali lagi Beredar kasus pengusiran yang di lakukan pengawal dari pejabat itu, bahkan ada video yang menayangkan beberapa orang yang dibayar untuk menemani pejabat itu makan di pinggir jalan.
Lebih parah lagi, rekaman suara pejabat itu meminta kepada pengawal agar mencari tempat untuk pencitraan, hingga membooking warung tenda yang diisi oleh orang-orang bayaran.
Kembali warga net bereaksi, tampak rumah kediaman pejabat itu di serbu wartawan, untung saja pejabat itu bersih dari korupsi, jadi masih terbilang tidak terlalu memalukan.
Sementara pengawal yang ribut dengan Ranti, sudah tidak berdaya, karirnya hancur untung saja tidak pecat, tapi Ranti sudah meminta agar pengawal itu di mutasikan ke pelosok, walau menjadi Kapolsek tapi dia berada di pelosok.
Dia juga menghadapi perceraian yang akan di ajukan oleh istrinya, tambah komplit penderitaannya.
Ranti melewati pengawal itu dengan acuh, pengawal itu melihatnya tapi tak berani bersuara.
Namun tiba-tiba seseorang memanggilnya dengan nada tinggi.
" Hei kamu, apa yang sudah kamu lakukan, hingga video tentang saya beredar", teriak orang itu yang ternyata si pejabat.
" Oh aku tidak melakukan apapun, dan sangat bagus jika masyarakat tau siapa kamu sebenarnya, ujar Ranti.
" Akan aku tuntut kamu..! hardik pejabat itu.
" Silahkan saja, daya juga akan menuntut Anda atas kasus mengganggu ketenangan orang lain dan pembohongan publik", ujar Ranti.
" hahahaha kasus seperti itu gampang saja di atur", ujarnya
" Silahkan saja, tunjukkan bukti apa kesalahan saya, dan saya siap menghadapi anda, saya kalau kalah pasti hukuman 2 tahun, tapi kamu akan kehilangan jabatan dan di permalukan secara umum, maka seumur hidup kamu di cap sebagai pejabat tukang bohong, hahahaha.
" Siapa yang mendukungmu dalam menghancurkan karir politik saya", ujar pejabat itu.
" tidak ada, untuk apa saya melibatkan diri dalam hal politik, mendingan saya bekerja cari uang dengan baik tidak perlu berbohong agar bisa terpilih jadi pejabat sepertimu", ejek Ranti.
" Sialan kamu ! ujar pejabat itu.
" Hahahaha, pintar juga kamu memaki orang, kasihan warga yang memilih kamu", ujar Ranti dan langsung masuk ke taksi.
" Awas kamu ! lihat saja nanti", ancam pejabat itu.
"' Hahahaha, jangan mengancam tuan Pejabat yang terhormat dan merakyat ", ejek Ranti.
Saat ini Ranti sudah berada di apartemen miliknya, dia sudah membersihkan dirinya dan juga Salma, mereka semua duduk di depan TV, melihat berita dan beberapa komentator yang mengkritisi kasus Ranti.
Ditempat berbeda, Petinggi Partai sedang melakukan pertemuan darurat, mereka membicarakan kasus yang menimpa kader mereka.
Warga net mendesak agar kasus ini segera di selesaikan, dan menuntut pejabat itu mundur dari jabatannya serta meminta maaf kepada masyarakat secara terbuka.
Pejabat yang dimaksud sudah semakin panik, medsos miliknya kini turun drastis, followers di Instagram ramai - ramai meng unfriend Instagram milik pejabat itu, Fan Page Facebook juga banyak sudah menekan tombol dislike dan YouTube banyak yang sudah desubscribe.
Hancur sudah, kolom komentar sudah di Non aktifkan karena komentar - komentar pedas dari warga net, bahkan banyak yang merepost postingan si pejabat dengan caption pembohongan publik.
Padahal pejabat itu memiliki peluang besar dalam meraih posisi yang lebih tinggi, tapi akhirnya gagal.
Ranti tetap tenang menghadapi kasusnya, toh dia tidak bersalah, beberapa saat kemudian pihak kepolisian menelponnya agar besok hadir di kantor polisi jam 9, pihak dari pejabat ingin melakukan perdamaian.
" Maaf saya tidak ada waktu untuk melakukan perdamaian, kita lanjut ke meja hijau saja, ucap Ranti.
" Baik Nona, kami akan memproses lebih lanjut, dan mohon besok jika anda ada waktu kita lanjutkan prosesnya.
" Baik, saya akan menyiapkan pengacara saya, ucap Ranti.
Ranti segera menghubungi pak Jusuf Maulana agar mencarikannya seorang pengacara dan besok pagi ketemu di Kantor IDB.
Setelah menghubungi pak Jusuf, Ranti berbincang dengan Sasha dan Regina, perihal tugas baru mereka.
" Nona Muda, tenang saja, kami siap membantu Nona Muda Vanya, ucap Sasha dan Regina.
" Baiklah, aku percaya kalian mampu, oh ya bagaimana apa uang dari saya sudah masuk ?", tanya Ranti.
" Hahahaha, aku jadi Sultan sekarang Nona Muda, ucap Sasha
" Saya juga Nona Muda, bolehkah uang itu saya belikan mobil untuk ayah tiri saya, ucap Regina.
" Itu sudah jadi milikmu, belikan saja dan berikan uang buat dia agar dia menikmati masa tuanya dengan senang, ucap Ranti.
" Terimakasih Nona, dia sering kecapean, aku takut dia sakit apalagi tinggal dia satu-satunya keluargaku, ucap Regina.
" Berikan Pill ini, dan serum ini, kepada ayah tirimu, agar dia sehat dan kuat, syukur dia bisa menikah lagi, jadi ada yang merawatnya nanti, dan kalian berdua juga harus menelan Pill ini dan minum serum ini, biar kalian tambah sehat dan kuat serta semakin cantik", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, ujar mereka berdua.