
Pak Thomas dan Nyonya, saatnya saya bantu kalian merubah penampilan anda dengan Pill ini, tapi prosesnya agak menyakitkan, selama 30 menit, setelah itu, kalian akan tampil seperti berumur 45 tahun, keriput dan tualang yang sudah mulai rapuh akan di atur ulang dan di perkuat lagi, setelah itu kalian minum air yang sudah di teteskan serum ini, maka kulit kalian akan semakin kencang dan sistem kekebalan tubuh akan sempurna, kalian tidak perlu kuatir lagi yang namanya virus, syaratnya tetap jaga pola makan dan gaya hidup, dan rajinlah berolahraga, ujar Ranti.
" Baiklah kami percaya dengan anda Nona Ranti, ujar pak Thomas dan istrinya.
Tak butuh waktu lama, mereka sudah berada di kamar Suami Istri itu dan berbaring di lantai yang sudah dialas tikar.
Kedua Suami Istri itu mulai berteriak-teriak kesakitan, tapi mereka bertahan, Ranti juga membantu mereka dengan energi positif agar mereka tetap kuat.
Dengan nafas yang sudah teratur kedua suami istri itu tertidur, Ranti membantu dengan mengatur suhu air di kamar mandi mereka. Setelah menunggu 5 menit kedua orang itu sadar dan mendapati tubuh mereka lengket dan penuh cairan hitam pekat.
" Silahkan berendam selama 5 menit di bath tub, setelah itu isi air lagi dengan air hangat dan tuangkan cairan ini dan berendam lagi selama 5 Menit, baru kalian mandi seperti biasa.
Ranti membiarkan kedua orang itu mandi dan Ranti menunggu di ruang tamu, dia ditemani oleh kepala pelayan dan tak lama kemudian, terlihat sepasang suami-istri itu keluar dari kamar.
" Bagaimana perasaan kalian berdua saat ini, tanya Ranti.
" Nona Ranti, ini suatu berkah bagi kami berdua, benar yang anda katakan, maaf kalau saya ngomong jorok, kini milik saya sudah kembali seperti semula, ucap pak Thomas.
" Syukurlah, jika efeknya positif, kalian berdua terlihat sangat mudah dari umur kalian", ucap Ranti.
" Hahahaha, kami akan berkeliling China, aku kan beli pesawat Pribadi lagi dan keliling dunia, bersama istriku tercinta, terimakasih Nona Ranti, kami bersumpah demi langit dan Bumi, aja setia dengan pertemanan kita dan siap membantu anda, jika anda sedang berada China, dan akan mengontrol dsn menjaga semua saudara Nona Ranti, ucap psk Thomas.
" Terimakasih Pak Thomas, jika masa butuh pesawat Pribadi, silahkan hubungi orang ini dan bilang saja anda teman saya, kalau harga saya tidak bisa mendiskon nya, tapi saya jamin kualitas yang anda dapatkan lebih baik dan waktu pengerjaannya bisa lebih di percepat, ujar Ranti.
" Apa hubungan Nona Ranti dengan mereka, tanya pak Thomas.
" Aku pemilik saham terbesar dari perusahaan itu, 80% saham, ujar Ranti.
" Wah ternyata anda pebisnis hebat juga, saya salut, maaf saya kira anda hanya bermain batu-batu permata saja, ujar Pak Thomas.
" Hahaha, tapi maaf, saya harus kembali ke hotel, taksi juga sedikit lagi tiba, ucap Ranti.
" Padahal saya sudah siapkan sopir untuk mengantar anda Nona", ucap Pak Thomas.
Akhirnya setelah panjang lebar berbicara, taksi pun tiba, Ranti segera pamit dan meminta sopir agar segera berangkat.
Ranti melihat ada sebuah kafe, jadi dia minta agar taksi ke kafe itu saja, setelah memberikan bintang 5 dan membayar ongkos, Ranti memesan kopi, dia menunggu jam 10 malam untuk beraksi.
Di rumah pak Thomas, suami istri masih dalam suasana seperti mimpi, mereka berdua melihat berlian yang di beli dari Ranti serta perhiasan nya, mereka sangat bahagia.
" Terimakasih Suamiku, sudah mewujudkan keinginanku", ucap istri Pak Thomas.
" Sama-sama istriku, beruntung Nona Ranti memiliki barang yang kamu impikan dan dia rela menjualnya, kita berdua harus merahasiakan Cincin Ruang Penyimpanan ini, ini ada juga 4 Pill dan 4 tetes Serum untuk anak dan menantu kita", ujar Thomas.
" Suamiku, bisa tidak minta tolong tanyakan Nona Ranti memiliki pil penyembuh untuk penyakit media anak kita, tanya istri Pak Thomas.
" Aku juga ingin menceritakan situasi anak kita, tapi aku masih malu, tapi besok pagi aku akan menghubunginya sebelum dia pulang ke Indonesia, ujar Pak Thomas.
Memang benar saat ini kedua anak pak Thomas sedang dalam keadaan sakit, mereka menderita kelumpuhan tulang punggung, hingga mereka bercerai dari istri mereka.
Tak terasa sudah jam 10 malam, Ranti segera keluar dari Kafe dan mencari tempat sepi dan terbang kearah pasar judi batu, dengan kecepatan tinggi di tiba lokasi, sebelum mendarat dia melihat para mafia masih berada disana, timbul rasa kasihan, tapi melihat status mereka yang sudah banyak membunuh orang membuat Ranti jadi emosi.
Dia segera mengeksekusi mereka, dia menotok mereka dari jarak jauh dsn langsung memasukkan mereka ke kantong Ruang Penyimpanan 4 musim.
Hanya dalam waktu 1 jam para mafia itu sudah masuk semua dalam kantong Ruang 4 musim.
Ranti terbang menuju bangunan yang disewa sementara, tanpa membuang waktu, Ranti segera menenggelamkan gedung itu, beserta dengan manusia yang berada didalamnya.
Mereka kocar-kacir berlarian untuk keluar, Ranti menghadang dengan kantong yang sudah terbuka, setelah para mafia tidak ada lagi yang keluar, Ranti mencari pemimpin mereka yang ternyata sedang asik tidur, Ranti memasukkan nya dan langsung terbang menuju hotel, dia mendarat, masuk ke lobby.
Ranti memasuki kamarnya, dia melihat Celine dan Salma yang masih mengobrol dengan asiknya.
" Kakak sudah pulang, apa Kakak sudah makan, tanya Salma
" Sudah sayang, kakak mandi dulu ya, ucap Ranti
Selesai mandi, mereka bertiga ngobrol sambil melihat ke arah TV, terlihat di TV acara Ranti lagi bertanding.
" Kak Ranti, ternyata Celine juga punya cincin seperti kita, tadi tak sengaja aku lihat dia mengambil baju ganti, dan Salma tanya Celine jadi gugup", ujar Salma.
' Hahahaha, kakak yang berikan kepada mereka bertiga, agar saat mereka ke Indonesia, mereka tidak repot-repot, sama seperti kita", ujar Ranti.
" Ia Kak, kasihan juga mereka harus bawa barang kesana- kemari saat di bandara", ucap Salma.
" Bagaimana dengan hari ini, kalian jalan kemana saja, tanya Ranti.
" Kami hanya keliling kota, terus datang gedung- gedung tua serta belanja, aku belikan baju buat Mora, ucap Salma.
" Baguslah, apa kamu sudah menelpon nya, tanya Ranti
" Sudah, katanya dia baru pulang dari Bali, Rendi memberikan mereka paket wisata ke Bali, atas perintah kakak, dan memberikan mereka uang 50 juta untuk jalan-jalan", terimakasih ya kak, ucap Salma.
" Sama-sama sayang, nanti kakak akan bantu mereka, agar Mora bisa tenang bersekolah", ucap Ranti
" Baiklah, tapi Salma kangen Mora kak, dan oh ya lusa kita pulang ya Kak, tanya Salma.
" Ia lusa pagi kita pulang, Ujar Ranti.
" Celine, kamu nanti Desember jadi datang kan, ucap Ranti.
" Jadi Bi, Oma juga ada urusan disana, mama juga, lagi urus ijin mau buka usaha disana, jadi pas Celine lulus, kita langsung ke Indonesia dan menetap disana, aku sudah gak sabar tinggal dengan Bibi dan juga Salma, ucap Celine.
" Bibi juga sayang, ucap Ranti
" Salma senang gak liburan kita kali ini, tanya Ranti.
" Senang, tapi kakak selalu sibuk cari uang, tapi gak apa-apa, Salma mengerti, kakak kerja keras demi Salma juga, toh kakak tetapi perhatikan saat Salma butuh perhatian, jadi tenang saja, asal kakak jangan lupa makan saja, Salma sedih kalau nanti kakak sakit, ujar Salma sambil memeluk Ranti.
" Terimakasih pengertiannya sayang, sudah kewajiban kakak membuat Salma hidup dalam kecukupan, karena kakak sangat sayang sama kalian semua, apalagi kamu sayang," ucap Ranti membalas pelukan Salma.
" Salma tahu itu, makanya Salma tidak mau membuat kakak sedih, tetap fokus belajar, itu tugasku agar kelak bisa menjadi kebanggaan kakak dsn juga diriku sendiri, semangat", ujar Salma.
" Hehehehe, kakak tau aja, ujar Salma.
Tak lama mereka pun tertidur, hingga terdengar suara pintu di ketuk.
" Astaga, tumben kalian bertiga telat bangun, ayo mandi ini sudah setengah delapan, perintah Vanya yang sudah rapi.
" Celine dipanggil kak Lily, ucap Vanya".
Ranti dan Salma bergegas ke kamar mandi dan membersihkan diri, serta berganti pakaian.
Kini semua keluarga Ranti sudah berada di ruang khusus mereka, dan sedang sarapan.
Di TV tersiar berita tentang hilangnya sebuah gedung bersama dengan penghuninya, selanjutnya berita tentang kejadian hilangnya uang tabungan nasabah dan juga uang organisasi, diperkirakan hampir 300 triliun Yuan buang hilang.
Di tempat lain para pemimpin Red Blood Dragon, sedang rapat untuk menanggapi kejadian yang menimpa mereka juga secara Pribadi.
" Ketua, menurut anda siap pelakunya?" tanya seorang petinggi mafia itu.
" Laporan pihak bank juga masuk akal, mereka sudah mengecek internal mereka tidak kesalahan saat transfer, password masih sama, dan tidak unsur pembobol Rekening, apalagi jika menggunakan uang itu harus ada surat kuasa dari kita, sedangkan uang pribadi kita hilang", ucap ketua itu
" Ketua, anak buah kita di Beijing, semuanya belum ada yang memberi laporan, bahkan salah satu pemimpin wilayah Beijing, di temukan tewas kemarin sore", ujar salah seorang petinggi mafia itu.
" Bagaimana mereka mau memberikan laporan, mereka semua sudah mati ! ujar bis itu dengan sangat emosi.
" Maaf bos, apa kita segera kirim orang ke Beijing saat ini juga?" tanya anak buah itu.
" Apa kamu tahu musuh kita siapa?", tanya sang bos
" Saya belum tahu bos", Jawab anak buah itu.
" Dasar bodoh..! musuh saja kamu tidak tahu, lantas kirim orang kesana untuk apa?", tapi baiklah kirim beberapa orang untuk menyelidiki siapa musuh kita kali ini", perintah sang Bos.
Ranti sangat nyaman dengan suasana hari ini, terlihat kedua orangtuanya dan bibinya sedang asik bersama Helen dan Lily.
Mafia Red Blood Dragon, kini sedang sibuk menggeledah setiap sudut kota Beijing, dari pagi mereka sudah membuat kegaduhan, di pasar perjudian batu tak lolos dari amukan mereka.
Dengan wajah yang kurang enak, Ranti terus membaca semua laporan Aplikasi Mata Dewa. Dari laporan itu Ranti melihat sejumlah orang di tanyakan soal kejadian semalam.
Ranti tak ambil pusing, dia ingin menikmati hari terakhir di Beijing dengan tenang, tapi masalah datang ke hotel tempat dia menginap.
Di lobby hotel terlihat beberapa orang laki-laki bertubuh besar sedang menginterogasi resepsionis, mereka bertanya apakah ada yang menginap di sini seorang penjudi batu.
Karena mereka tidak mendapatkan jawaban, mereka membuat keributan, barang-barang di loby di hancurkan, begitu juga di beberapa hotel terjadi keributan, pihak kepolisian kebingungan menangani kasus ini.
Ranti mendengar di lobby terjadi keributan, dia membuat Array Pelindung di setiap kamar keluarganya, kemudian dia turun dengan menggunakan Armor Transparan Mode Stealth.
Tanpa membuang waktu dia mengontrol semua mafia itu agar merapikan semua barang yang mereka hancurkan dan menggantinya 5 milyar Yuan.
Para mafia itu seperti sapi yang dicolok hidungnya, melakukan apa yang perintahkan Ranti, ketika semua sudah selesai, Ranti memerintahkan mereka agar menuju ke hotel yang dan bunuh semua orang yang melakukan kerusuhan.
Para mafia keluar dari hotel dan langsung menuju ke hotel lainnya, sementara Ranti membuat Array Pelindung untuk hotel, agar terlihat masih kacau balau.
Suasana kota Beijing sungguh mencekam, ribuan anggota Mafia, menghancurkan hotel dan penginapan, mereka hanya mendapatkan perintah bahwa orang yang membunuh teman-teman mereka adalah orang yang memenangkan judi batu, laporan dari beberapa pengunjung bahwa pemenang itu itu seorang gadis dan menginap di Hotel, hanya itu saja.
Para Mafia akhirnya menemukan si pemilik Toko Pemotongan Batu dan menginterogasinya, dengan terpaksa dia memberikan nomor telpon Ranti.
Ranti yang sudah kembali ke kamarnya, menerima telpon dari orang yang tak di kenal, dia memutuskan untuk menjawab telpon itu.
" Halo apakah ini dengan Nona Quincy Ameerah? tanya seorang pria Mafia.
" Oh ini dengan siapa, tanya Ranti berpura-pura tidak tahu.
" Lebih baik anda menyerahkan batu Kaisar Hijau dan akui bahwa kamu telah membunuh semua teman-teman kami", ujar laki-laki itu.
" Kalau batu Kaisar Hijau benar aku yang menang, tapi apa anda memiliki bukti saya membunuh teman-teman anda?", tanya Ranti.
" Saya memang tidak memiliki bukti, tapi semua yang mencari Batu Kaisar Hijau, hingga saat ini tidak ada yang kembali", ujar laki-laki itu.
" Apakah itu bisa di jadikan bukti bahwa aku yang membunuh mereka?" tanya Ranti.
" Tidak juga, jawab laki-laki itu.
" Lalu kenapa anda memerintahkan saya mengakuinya, apa anda sudah gila memaksa orang mengakui hal yang tidak di lakukannya?" balas Ranti dengan emosi.
" Baiklah kalau kamu tidak melakukannya, tapi sekarang serahkan kepada kami batu Kaisar Hijau yang kamu miliki, jika tidak maka kamu akan mendapatkan siksaan dari kami", ancam laki-laki itu.
" Apa hak kamu mengambil milik saya, dasar tidak tau malu ! hardik Ranti.
" Jadi anda menantang kami, ujar laki-laki itu.
" Hahahaha, saya hanya melindungi hak saya dari kamu, kalau kamu ingin memiliki batu saya, maka kamu harus bayar 50 triliun Yuan", ujar Ranti tak mau kalah.
" Kamu berani meminta uang kepada kami, asal kamu tau, kami Red Blood Dragon tidak akan pernah membayar sepeserpun kepadamu, terserah anda mau mau mengatakan apa, intinya apa yang kami mau, harus kami dapatkan bagaimanapun caranya, buka perlu nyawa kamu aku ambil sekalian", Ancam laki-laki itu.
" kamu pikir dirimu itu Tuhan yang seenaknya menentukan nasib manusia, dan asal kamu tahu, aku tidak takut dengan kalian, ujar Ranti.
" Aplikasi Mata Dewa, kuras semua uang perusahaan mereka, dan buat saham mereka hancur, sebarkan seluruh Dokumen kejahatan mereka", perintah Ranti.
" Baiklah jika kamu ingin menantang kami, maka kami akan menghancurkan kota ini", kata laki-laki itu.
" Hancurkan saja, memangnya apa urusannya aku dengan kota ini, jika hancur aku tinggal pindah ke kota lain, jika kalian hancurkan juga, aku tinggal pindah negara, apalagi Sudah ada yang menawar Batu Kaisar Hijau saya seharga 100 triliun Yuan, belum lagi batu yang lain, hahah aku tinggal keluar dari negara ini, jadi silahkan hancurkan, aku tidak akan perduli, ucap Ranti.
" Ternyata kamu iblis juga", ucapnya
" Hahahaha, aku bukan iblis, tapi aku bukan orang bodoh, dan apakah pemerintah akan diam jika kalian menghancurkan Kota ini, jangan sesumbar, bisa jadi kalian yang akan hancur bukan kota ini.
" Tuan, pria yang menelpon anda berada dalam pesawat menuju ke Beijing, lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Biarkan saja, teruskan Penghancuran perusahaan mereka, kuras semua harta seluruh perusahaan mereka dan sita semua semua Aset Perusahaan mereka legal, sedangkan ilegal kirim semua bukti ke negara, agar negara ini yang menghancurkan mereka", perintah Ranti.