
" Halo Pak Pribadi, ada yang bisa saya bantu? tanya ayahnya Sinyo.
" Tidak, saya hanya memberitahukan, bahwa besok datang ke kantor saya, saya akan menghitung semua barang yang sudah anda berikan, dan berapa lagi sisanya, serta hitung jumlah pembayaran yang belum kami bayar ke perusahaan anda, dan setelah itu kami beritahukan bahwa, perusahaan anda sudah tidak bergabung di Proyek Kota Terpadu dan Treasure Island dalam hal apapun, terimakasih sudah Membantu kami", Ucap Pak Pribadi.
" Apa ada barang yang kurang baik atau kami terlambat dalam pengiriman", tanya ayahnya Sinyo.
" Kalau kesalahan kamu, saya juga tidak tahu, yang jelas Tuan Muda kami Armando teman sekelas mantan Putramu Sinyo meminta agar perusahaan kamu tidak boleh ada ikatan kerja sama dalam bentuk apapun, jadi saya mohon maaf, saya hanya menurut perintah Tuan Muda Armando, tapi saya juga setuju dengan alasan yang di sampaikan oleh Tuan Muda Armando", jadi harap besok anda datang ke kantor saya", ucap Pak Pribadi dan menutup handphonenya.
Seketika ayahnya Sinyo terdiam, dan mukanya langsung memerah, kemudian membanting handphonenya, sambil memaki-maki Sinyo, Padahal orangnya sudah tidak ada.
Sampai dikontrakkan, mereka semua menurunkan barang, setelah selesai, Armando memberikan uang 2 juta untuk makan beberapa hari, dan uang jajan Sinyo.
" Besok kita Mall, beli handphone baru untuk mu, biar kamu tidak sepi, kan handphone kamu sudah ditinggalkan di rumah neraka jahanam itu, jadi besok beli handphone baru dan kartu baru, dan saatnya kamu hidup baru, Ucap Armando.
Kembali ke Minahasa Utara.
" Aplikasi Mata Dewa, cek kekayaan orangtuanya Sinyo", Perintah Ranti.
" Uang cash mereka ada 300 Milyar, dan laporan terbaru, Tuan Armando memerintahkan Pak Pribadi agar memutus kontrak kerjasama di proyek Pembangunan Kota Terpadu dan Treasure Island", lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Terimakasih laporannya, tolong kamu ambil uang dari mereka sebesar 100 milyar, anggaplah itu bagian dari warisan untuk Sinyo", Perintah Ranti.
" Baik Tuan", balas Aplikasi Mata Dewa.
Ranti terus melihat Ekskavator yang masih bekerja untuk meratakan tanah, padahal sudah jam 5.
Ranti juga sudah kedatangan kontraktor yang akan mengerjakan Proyek Gudang dan kantor, serta mess karyawan juga pagar keliling.
Setelah selesai membahas mengenai pembangunan, Ranti mengajak mereka semua untuk makan malam, dan mereka melaju ke arah Bitung untuk menikmati ikan bakar.
Rikson hari ini sangat bergembira karena dia sudah mendapatkan pekerjaan, apalagi dia yang merintisnya.
Selesai Makan, akhirnya mereka bubar, Ranti memerintahkan Rikson agar besok datang di perusahaan leasing yang akan mereka beli.
" Siap Nona Muda, jawab Rikson.
Ranti dan Maura pulang ke rumah Maura, tapi Ranti tidak mungkin menginap di rumah Maura, jadi menggunakan mobil Maura dan menuju kearah kota Manado dan mampir di hotel Sutan Raja yang terletak di jalan Manado Airmadidi.
Ranti memesan kamar, kemudian dia diantar karyawan hotel hingga kedepan kamar nya.
Setelah di dalam kamar Ranti membersihkan diri dan berganti pakaian.
Ranti duduk di balkon dan mengeluarkan cemilan serta kopi latte, kemudian membuka tabletnya dan memutar musik di YouTube.
Sambil mendengarkan musik Ranti melihat hasil penelusuran Drone, ternyata Theodore akan mengacaukan Proyek pembangunan gudang Kopra Ranti.
Ranti dengan jelas mendengar suara Theodore dan istrinya berbicara, mereka akan menggunakan preman untuk menghancurkan seng penutup proyek, serta menghancurkan alat berat yang ada.
Dengan sengaja Ranti membiarkan Theodore menghancurkan alat berat dan seng-seng penutup proyek.
* Tuan kenapa anda tidak menghentikan langkah orang itu? tanya Rose.
" Biarkan saja, setelah dia puas baru kita laporkan ke polisi dan serahkan bukti-bukti yang ada kepada Polisi, jadi aku tak perlu capek mengurusnya, biar di mempermalukan Ayahnya, aku pastikan dia masuk penjara, setelah dia dipenjara, ku akan buat istrinya berselingkuh, kan dengan begitu mereka saling baku hantam, kan saya tidak capek.
" Kalau si Marcel gampang, akan ku buat dia tidak ada gadis yang suka kepadanya, hukuman itu akan lebih menyakitkan, dan biar dia di buli oleh para wanita, siksaan lebih lanjut adalah membuat dia impoten, biar komplit depresinya, lama-lama juga akan gila dengan sendirinya", jawab Ranti.
* Silahkan saja Tuan lakukan hal itu, selama tidak notifikasi melarang dari sistem, silahkan jalankan saja", ucap Rose.
Tak terasa waktu sudah malam, dan benar saja para preman suruhan Theodore mendatangi proyek Ranti dan mulai merusak berbagai alat berat, Drone merekam segala tindakan para preman.
" Aplikasi Mata Dewa ambil uangnya Theodore yang berada di tabungannya, dan aku akan mengambil uang untuk pembayaran ke preman", perintah Ranti dan langsung terbang kearah rumah Theodore dan merampok semua uang yang tersimpan.
" Drone hancurkan mobil - mobil milik Theodore,
" Selanjutnya sambil semua uang milik Marcel, berapapun yang ada, dan retas handphone nya,jika ada yang bisa membuat dirinya malu, sebarkan Saja.
" Drone selesai mobilnya Theodore, mobil Marcel hancurkan tanpa bisa di perbaiki.
" Uang Theodore sudah di kuras, jumlahnya 10 milyar", lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Cukuplah buat bayar ekskavator dan perbaikan seng penutup proyek untuk di bangun ulang", ucap Ranti yang merasa tidak rugi.
Setelah Preman-preman itu selesai merusak alat-alat berat itu, mereka lalu menelponnya Theodore dan Mello bahwa sudah selesai.
Theodore memerintahkan agar kerumahnya, setelah menunggu sekitar 30 Menit, para preman itu tiba dirumah Theodore.
Mereka memanggil Theodore tapi tidak keluar- keluar dari rumah. Bagiamana Theodore mau keluar, uang 500 juta yang dia persiapkan sudah tidak ada, padahal dirumah itu hanya ada dia sendirian.
Para Preman terus memanggil Theodore, tapi dia tidak mau keluar.
Ranti mengontrol pikiran para preman itu agar Segera mendobrak pintu rumah Theodore.
Ranti segera memblokir rumah Theodore, agar tidak kedengaran suara para preman.
Dengan bunyi yang sangat keras, akhirnya pintu rumah Theodore terbuka dengan paksa, Ranti memerintahkan para preman agar menariknya keluar rumah dan menghajar Theodore, kemudian Ranti memerintahkan para preman agar membakar rumah Theodore.
Terdengar suara para preman menagih uang pengrusakan di proyek Ranti.
Dalam sekejap para preman itu langsung membakar rumah Theodore, Drone ikut membantu mempercepat kebakaran.
Ranti menonton para preman itu membakar rumah Theodore, saat Theodore keluar dari dalam rumah, para preman langsung menyambutnya dengan pukulan bertubi-tubi.
Puas menghajar Theodore, para preman itu pergi, tentu saja Ranti membuka pelindung ilusi, setelah preman - preman itu Pergi, Ranti menenggelamkan reruntuhan rumah Theodore, sementara Theodore hanya bisa melihat kejadian itu dengan bingung.
Sementara ditempat yang lain, sebagian Drone juga sedang menghancurkan mobil Marcel, setelah itu Drone membakar rumah Marcel.
Marcel ikut kebingungan tiba-tiba rumah miliknya yang baru 3 bulan selesai di bangun kini sudah hangus terbakar, mirisnya lagi warga hanya menonton saja.
Warga tidak senang dengan tingkah laku Marcel yang begitu sombong, para Penjahat rumahnya sering mengusir anak-anak yang sedang bermain di jalan depan rumahnya.
Dari rumah Theodore, Ranti kembali lagi ke rumah Marcel dan menenggelamkan rumahnya, Ranti sengaja membuat seluruh bebatuan besar keluar dari dalam tanah agar lahan itu akan sulit di pakai untuk membangun rumah.
Ranti membuatkan Taman yang bagus, serta ada kolam kecil, kejadian itu di saksikan oleh warga, tapi setelah selesai, Ranti menghapus memori warga yang melihat seluruh proses pembuatan taman di tanah Marcel.
Setelah beres, Ranti kembali ke Hotel dan beristirahat, namun sebelum itu Ranti meminta Rose agar mengganti semua alat-alat berat yang rusak dan mengembalikan semua seng penutup proyek.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan 8 pagi, namun di bekas rumah Marcel dan Theodore kini dipenuhi oleh warga, bagaimana tidak 2 rumah besar itu itu kini sudah tidak ada lagi, pihak polisi juga bingung harus menyelidiki bagaimana, karena mustahil ada rumah yang hilang.
Rudolf Vincent Liuw yang mendengar nya, bahkan dia menonton TV lokal juga terkejut melihat kondisi ke dua rumah itu, sementara menonton berita datanglah Theodore yang hampir bersamaan dengan Marcel, mereka datang menggunakan ojek motor.
Istrinya Theodore yang menginap di rumah ayahnya terlihat sedih, bagaimana tidak seluruh perhiasannya ikut hangus dan tenggelam bersama rumah mereka, apalagi perusahaannya sudah di putuskan kontrak oleh Gemilang Persada sebagai pemegang merek tunggal untuk Body Clean dan Food Excellent, 2 produk terlaris yang menjadi andalan di perusahaan distributor nya.
Hari ini Ranti rencananya akan membeli perusahaan pembiayaan dan juga tanda tangan kontrak dengan kontraktor, dan Ranti sudah memutuskan akan merekomendasikan Maura kepada PT Gemilang Persada untuk menjadi sub distributor untuk Sulawesi Utara.
Tepat jam 10 Ranti bersama Maura tiba di Kantor Perusahaan Pembiayaan yang akan di belinya, disana di bertemu dengan Rikson, kemudian Rikson memperkenalkan Ranti dan Maura.
Pembicaraan yang memakan waktu hampir 2 jam, dan akhirnya kata sepakat pun berhasil mereka buat dan kini perusahaan tersebut sah menjadi milik Ranti, tapi Ranti tidak melupakan ketiga orang itu
Ranti memutuskan bahwa saham di perusahaan itu di bagi 4 dengan komposisi, Ranti dengan RPS Multidana Finance 55% dan tiga orang itu, masing-masing 15 % saham dan Ranti menunjuk Maura sebagai Direktur Utama.
" Kalian bertiga silahkan urus ke pemerintah bahwa perusahaan Celebes Tonsea Finance akan menambah modal sebesar 250 milyar dari RPS Multidana Finance Surabaya" , Perintah Ranti.
Nanti besok akan datang Tim dari Surabaya untuk membantu kalian mengurusnya, ucap Ranti.
Khusus untuk Miky, Segera persiapkan perusahaan kamu dan juga tempatnya, waktumu 6 bulan, jadi setelah kontrak kerjasama YMI dengan MARATA Anugerah selesai, maka, pengiriman selanjutnya sudah ke perusahaan kamu, cukup sediakan tempat saja, 1 buat kantor pusat dan pusat dan 3 tempat untuk Dealer, sewa Ruko dulu jika belum ada lahan, tapi harus berpikir kedepan untuk mencari lahan", perintah Ranti.
" Baik Nona Muda, di Airmadidi saya masih punya lahan 4000 meter, dan akan saya bangun sebagai kantor Pusat, tinggal saya Ruko di Manado, mungkin 4 tempat yang juga sebagai bengkel, artinya saya sudah memiliki Rencana untuk itu", sahut Miky.
" Kalian berdua juga bantu Maura dalam pembangunan Proyek gudang Kopra, Cengkih dan pala", perintah Ranti.
Beres dengan semua rencana mereka, akhirnya mereka berpisah, Ranti dan Maura Pergi ke proyek, untuk tanda tangan kontrak dengan kontraktor.
Ranti memberikan uang kepada Rikson 20 milyar dan Miky 10 Milyar, khusus untuk Rikson, agar membeli rumah dan Mobil sendiri, agar dia dan adiknya bisa hidup lebih nyaman, tak lupa juga Ranti memberikan uang untuk adiknya Rikson sebesar 5 milyar, begitu juga adiknya Miky di berikan uang 5 milyar.
Rikson dan Miky hanya bisa berterimakasih, dan saat melihat Rekeningnya, Rikson langsung mencari perumahan dan langsung membelinya, rumah seharga 1,2 milyar di belinya dengan tunai, apalagi rumah tersebut sudah full furnished.
Rikson menjemput adik perempuan nya untuk pindah ke rumah baru, betapa bahagia adiknya,
" Kakak beneran kita sudah punya Rumah ? tanya adiknya Rikson bernama Gratia.
" Ia dek, bos kakak juga memberikan uang untukmu sebesar 5 milyar, ayo kita bank dan buat rekening untukmu, tapi 5 milyar itu kamu buat deposito saja, nanti untuk biaya sehari-hari kakak akan memberikan kamu 2 milyar", ucap Rikson.
" Terimakasih kak, berarti Gratia bisa daftar kuliah di Universitas Klabat, ucap Gratia.
" Ia, ya sudah kita berangkat dan mampir ke Bank, sedikit lagi mereka akan tutup", ucap Rikson dan langsung beranjak meninggalkan rumah reyot mereka.
Hanya pakaian yang di bawa Rikson dan Gratia, barang yang lain di tinggalkan begitu saja, secara di rumah baru semua tersedia.
Setelah mereka membuat rekening bank, Gratia gemetaran memegang ke dua ATM miliknya yang berisi uang sangat banyak, lalu mereka menuju rumah baru, selanjutnya Rikson membawa adiknya ke Pusat kota Manado, Rikson membeli handphone untuk dirinya sendiri dan adiknya.
Rikson melihat ada pameran mobil Toyota, Rikson tertarik dengan Corolla Cross dan dia menawarkan ke Gratia yang juga sudah lancar menyetir mobil bahkan sudah memiliki SIM.
Bagi Rikson setelah kedua orangtua mereka meninggal, kini tinggal Gratia keluarga satu-satunya, selesai membeli segala perlengkapan dan juga mobil, serta handphone dan laptop, mereka kembali kerumah barunya, namun tak lupa mereka juga berbelanja pakaian.
Sementara di posisi Ranti, dia dan Maura tengah berdiskusi dengan kontraktor, dan di sepakati bahwa waktu pengerjaan gudang dan kantor adalah 1 tahun, dan 6 bulan untuk perlengkapan gudang dan perkantoran serta area parkiran dan timbangan Kopra.
Tepat jam 7 malam, mereka melakukan makan Malam dan nanti setelah itu Ranti akan Bandara untuk kembali ke Surabaya.
Sedangkan di kediaman Rudolf Vincent Liuw, mereka sedang berbicara tentang langkah mereka kedepan, dalam 6 bulan kedepan kontrak dengan berbagai perusahaan besar akan berakhir, otomatis mereka harus Segera mencari produk baru atau merek kendaraan yang baru.
Saat ini Ranti bersamaan Maura telah berada di Bandara namun jadwal penerbangan tercepat jam 1 dini hari, sedangkan saat ini baru jam 9.
" Maura, ambil ATM ini, uang ini berasal dari mantan suami kamu yang aku ambil paksa, kamu tidak usah berpikir bagaimana cara aku mengambilnya, tapi anggaplah ini sebagai biaya hidup untuk kedua anak kamu, isinya 60 Milyar, besok kamu tarik semua uangnya dan buat deposito", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, kini aku sudah sangat kaya untuk ukuran kampung, dan pastinya kedua anakku akan hidup dengan nyaman, aku mau sewa 1 pengasuh bayi, agar ada yang bantu Ibuku", ucap Maura.
" Ya sudah pulanglah, kasihan anakmu, tetaplah kirim laporan progres pembangunan, 1 Minggu sekali, dan kamu urus pembuatan perusahaan distributor kamu dan perusahaan pembiayaan yang kemarin, kamu sama Rikson yang bertanggungjawab", ucap Ranti.
" Ia, Rikson akan ku angkat jadi wakilku, agar saat aku berada di gudang, maka Rikson bisa menghandle di CTF ( Celebes Tonsea Finance), ucap Maura.
" Baguslah, saya percaya kalian bertiga akan sukses, tapi sebaiknya kamu juga cari pasangan", Ucap Ranti.
" Maaf Nona Muda, Miky sudah mengungkapkan bahwa dia ingin menikahi ku, bahkan dia bilang kalau dia sudah lama menyukai ku, makanya dia sampai sampai saat ini belum menikah", ucap Maura.
" Lalu bagaimana dengan kamu, apa kamu menerimanya? tanya Ranti.
" Dia sangat baik, orangtua dia dan orang tuaku juga saling kenal walau tidak dekat, orangtua dia juga bilang kalau aku setuju, maka mereka tidak keberatan dengan statusku, toh katanya anakku masih bayi, jadi disaat mereka belajar mengenal orang maka mikylah yang akan mereka panggil ayah", Ucap Maura.
" Jadi kamu menerimanya", tegas Ranti
" Ia Nona Muda, Miky juga ganteng, pekerjaan sekarang dari Nona Muda juga sudah bisa membuat keluarga saya dan Miky hidup berkecukupan, Miky juga lebih low profil dari mantanku, apalagi kedua orangtuanya yang tidak gila harta", ucap Maura.
" Baguslah, sekarang kita jodohkan saja, adiknya Miky dengan Rikson, toh adiknya Miky janda tanpa anak, umurnya juga setara dengan Rikson, bagaimana menurutmu? ucap Ranti.
" Hahahaha, ia juga ya, Rikson kelihatannya orang yang baik dan pekerja keras serta ganteng jadi kita lihat bagiamana, nanti setiap ada pertemuan ku suruh Miky membawa adiknya siapa tahu mereka berdua bisa jadian secara alami", ucap Maura.
" Ya sudah pulanglah, aku mau ke hotel didalam bandara untuk istirahat sebentar, karena besok pagi aku ada rapat di perusahaan induk saya di Surabaya", ucap Ranti berbohong.
Sepeninggal Maura, Ranti Segera mencari tempat sepi dan langsung terbang menuju Surabaya.