SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Anak Durhaka bagian 2


Tidak apa-apa Nona Ranti, bapak senang mendengarnya, biar kami juga bisa tenang, tidak di rongrong terus sama mereka bertiga, semoga uang tersebut bisa membuat mereka lebih senang dalam hidupnya", ucap Pak Abdurahman.


" Tolong berikan sertifikat tanahnya kepada saya, dan tanda tangan disini, ini surat pernyataan tidak keberatan dari anak-anak Bapak, besok orang saya akan urus semuanya", Ucap Ranti.


" Aisyah berikan kepada mereka masing-masing 1 kembar, dan suruh tulis nama mereka sendiri dan suruh tanda tangan", perintah Ranti.


" Baik Kak", jawab Ranti.


" Kami akan tanda tangan surat ini saat uangnya sudah masuk ke Rekening kami", ucap mereka.


" Baiklah, tunggu saja 3 menit, tulis saja dulu nama kalian", ucap Ranti.


Dengan semangat mereka menulis namanya, serta mereka menulis jumlah uang yang mereka terima masing-masing.


Tak lama kemudian terdengarlah notifikasi dari Bank yang melaporkan transaksi senilai 10 milyar rupiah di masing-masing rekening mereka.


" Sekarang silahkan tanda tangan surat Pernyataannya", tegas Ranti.


Tanpa membuang waktu, mereka bertiga segera menandatangani surat pernyataan itu dengan hati senang apalagi mereka sudah menerima uangnya.


" Sekarang pegang lah surat itu, saya akan mengambil dokumentasi, sebagai bukti jika kalian benar-benar sudah menerima uangnya", ucap Ranti.


Selesai berfoto bersama, ketiga orang itu tertawa melihat adik mereka.


" Hei penyakitan, sekarang kami sudah tidak butuh kamu lagi, anggaplah kami bukan lagi kakakmu, malu kami memiliki adik penyakitan dan bodoh seperti kamu, kamu urus Panti Asuhan ini sampai kamu mati, dan jangan berharap kamu akan membantu kamu", ujar mereka bertiga.


" Tidak apa-apa, kan kalian memang tidak pernah membantuku dari sejak saya kecil, dan apa pernah aku minta uang dari kalian", ujar si bungsu yang akhirnya bersuara.


" Hahahaha, rugi kami memberikan kamu sepeser pun, anggaplah kami masih berbaik hati membagikan uangnya untuk kamu dari hasil penjualan tanah ini", ejek mereka, sambil melempar uang masing-masing 1 juta.


" Tidak perlu, silahkan bawa uang kalian, saya bersumpah, mulai hari ini saya tidak memiliki kakak kandung di dunia ini", ucap Suhana anak bungsu Pak Abdurahman.


" Hei ana, tanpa kamu bersumpah pun, kami sudah tidak menganggap kamu sebagai adik kami, ingatlah saat orangtua kita sudah tidak ada, jangan berharap kami akan membantumu", ucap Anak kedua pak Abdurahman.


" Saya sudah bersumpah, dan pasti saya akan memegang sumpah saya", ucap Suhana.


" Maaf tolong jangan ribut di depan kami, saya kasih tahu kalian semuanya.


Saya 10 tahun tinggal di Panti Asuhan Charity di Surabaya, dan bertemu dengan 5 orang kakak disana, dan kami memutuskan menjadi saudara angkat, dan hingga saat ini kami tetap bersaudara, dan tinggal dalam 1 rumah, ada tambahan saudara di keluarga kami, sebanyak 5 orang lagi, jadi saat ini saya memiliki 11 orang Saudara, dan juga di tambah dengan Aisyah dan kak Robin.


Kami semuanya tetap akur dan saling mendukung, buktinya kalian lihat saja Aisyah, dia bukan adik kandung saya, tapi saya sangat menyayanginya, apapun yang dia inginkan sebisa mungkin saya akan memberikannya, dan akan menghukum siapa saja yang berani menghinanya", ucap Ranti bercerita.


" Sungguh sangat miris saya melihat kalian bertiga, yang begitu tega menghina adik kandung kalian sendiri, dan memaksanya mengambil jalan sulit dengan memutuskan hubungan persaudaraan kalian, tapi itulah jalan terbaik buat Suhana yang tak merasakan memiliki kakak", ucap Ranti.


" Itu urusan kami Nona, kami juga bersumpah mulai hari ini tidak mengakui Suhana sebagai adik kandung kami", ucap mereka bertiga.


" Saya bantu merekamnya, agar kalian masing-masing punya bukti, saya yakin kalian bertiga akan menyesal di kemudian hari.


" Menyesal !, apa yang perlu kami sesali, orangtua kami saja tak mempan menasehati kami, apalagi kamu yang datang hanya sebagai pembeli tanah kami, jadi jangan mencampuri urusan kami, tanah itu sekarang sudah menjadi milik kamu, dan uangnya juga sudah kami terima, jadi untuk apa kamu masih disini", hardik mereka.


" Baiklah, sebelum saya pergi, saya akan membantu Suhana, agar kelak dia bisa hidup tanpa ada kalian", ucap Ranti.


" Suhana, mungkin karena penyakit kulitmu kamu yang sering kumat, hingga tidak Sudi menerimamu sebagai adik, bahkan mereka dengan sengaja menjodohkan kamu dengan mantan suamimu, dan saat kamu hamil, suami kamu pergi.


" Saya kasih tahu kamu, mantan suami kamu itu adalah orang bayaran mereka bertiga, sebenarnya mantan suami kamu itu memang sudah beristri", ucap Ranti.


" Saya sudah tahu itu Nona Ranti, dari situlah saya tidak lagi mengakui mereka bertiga sebagai kakak saya lagi", jadi tidak masalah, anggaplah mereka bertiga tambah bahagia saat melihat saya menderita, tapi hari ini juga saya akan pergi dari rumah ini beserta kedua anak saya", ucap Suhana.


" Jangan pergi Nak, ibu tidak mau kamu keluar dari rumah ini", ucap ibunya Suhana.


" Saya akan pergi agar mereka bisa membantu ayah dan ibu, saya setiap hari juga akan datang ke Panti Asuhan untuk membantu ayah dan ibu", ujar Suhana.


" Kamu tetap disini, lebih baik ayah dan ibu kehilangan ketiga anak Durhaka ini daripada kehilangan kamu", ucap pak Abdurahman.


" Baiklah, jika bapak dan ibu tetap menampung si penyakitan itu, maka jangan harap kami akan membantu kalian di masa tua", ucap anak tertua pak Abdurahman.


" Tidak apa-apa, yang penting tugas kami sebagai orangtua sudah selesai, menyekolahkan kalian hingga jadi sarjana, dan sudah menikahkan kalian semua, bahkan harta kami juga, sudah kami berikan kepada kalian, sudah sepantasnya kalian tidak membutuhkan kami sebagai orangtua kalian, ayah dan ibu juga berjanji, hingga akhir hayat, kami tidak akan meminta apapun kepada kalian, pesan ayah dan ibu, hiduplah dengan baik dan senang, karena kami sudah tidak akan merepotkan kalian, Suhana juga sudah bersumpah untuk tidak lagi menganggap kalian sebagai saudaranya, ayah dan bunda minta maaf karena salah mendidik kalian semuanya dengan baik", ucap Pak Abdurahman.


" Baguslah kalau kalian tidak akan merepotkan kami lagi", ucap mereka.


" Karena sikap kalian seperti itu, sudah waktunya ibu berbicara yang sebenarnya, dan selesai ibu berbicara itu berarti kalian harus segera angkat kaki dari sini", teriak ibunya Suhana.


" Bu sudahlah, biarkan masa lalu menjadi masa lalu", ucap Pak Abdurahman.


" Tidak Pak, mereka sudah keterlaluan, apa ini balasan mereka kepada kita yang sudah membesarkan mereka, biar mereka juga tahu siapa mereka sebenarnya", teriak ibunya Suhana.


" Bu, sudahlah jangan di ungkit lagi cerita lama itu", ucap pak Abdurahman.


" Tanpa ibu bercerita, kami sudah tahu, siapa kami sebenarnya, jadi kami tidak berkewajiban mengurus kalian di masa tua, anggaplah uang 10 milyar itu sebagai biaya hari tua kalian", ucap mereka bertiga.


" Ya, kami juga sudah paham dengan karakter kalian, makanya kami tidak pernah membantah saat kalian tidak mengakui Suhana sebagai adik kalian, karena memang Suhana bukan adik kandung kalian, karena kalian anak adalah anak dari sepasang suami isteri yang di hukum penjara seumur hidup karena kasus perampokan dan pembunuhan.


" Suami saya mengambil kalian saat orangtua kalian tertangkap dan mengurus kalian, apalagi kami belum memiliki anak waktu kami tinggal di Jakarta.


Agar kalian bisa hidup, maka kami pindah kesini kekampung halaman ibu dan mengganti semua data-data kalian.


" Jika kelakuan kalian seperti ini, kami sudah tidak heran, karena kalian anak dari penjahat yang tega merampok keluarga majikan dan membunuh satu keluarga itu, dan akhirnya mereka berdua mati juga di penjara.


" Datanglah ke kuburan mereka, ibu kalian di kubur di Jakarta, sedangkan ayah kalian di Cirebon", ucap ibunya Suhana dengan emosi.


" Ambilah uang itu, dan anggaplah itu sebagai bantuan kami terakhir, kami sudah terbiasa hidup susah, dan mulai saat ini, kalian tidak saya ijinkan untuk datang ke rumah saya, sudah cukup kalian menghina anak kandung kami", emosi ibunya Suhana.


" Siapa juga yang akan datang kerumah ini lagi, kalian sudah tidak memiliki apa-apa lagi", ucap mereka.


" Siapa bilang mereka sudah tidak punya apa-apa, dan apakah kalian pikir saya tidak tahu siapa kalian, silahkan cek saldo kalian", ucap Ranti.


" Sebenarnya saya tidak akan menarik kembali uang yang sudah saya transfer, tapi melihat kalian yang memang tidak memiliki rasa terimakasih kepada orang yang sudah membesarkan kalian, dan bahkan dengan sengaja memaksa mereka menjual tanah itu, apalagi kalian bersekongkol menjebak Suhana dalam pernikahan yang bertujuan merusak nama baiknya, maka saya meminta bank untuk menarik uang itu dari kalian, dan saya masih berbesar hati, memberikan kepada kalian uang masing-masing 1 milyar, dan apakah kalian berani membantahnya, bacalah surat pernyataan yang sudah kalian tanda tangan, walaupun itu juga tidak penting.


" Rekaman video ini adalah bukti, bahwa kalian memang tidak pantas menerima warisan, dan harusnya kalian harus membayar seluruh kerugian yang keluarga ini tanggung karena membesarkan kalian manusia bejad, ucap Ranti.


Seketika ketiga orang itu terdiam, niat mereka di bongkar Ranti dengan trik yang sangat cantik, beruntung Aisyah mengajaknya ke Panti Asuhan Insan Mulia, karena bisa membantu membebaskan keluarga itu dari manusia-manusia yang tidak tahu diri.


" Silahkan kalian pergi dari rumah kami, dan jangan pernah kembali lagi, usir ibunya Suhana yang sudah di ambang batas kesabarannya.


Ketiga orang bejad itu itu beranjak pergi dari rumah tempat mereka tumbuh besar, mereka dididik, disekolahkan hingga mereka bertiga lulus sarjana, bukan sedikit harta yang di habiskan pak Abdurahman untuk menyekolahkan ketiga anak angkat itu, tapi balasan mereka justru sangat menyakitkan.


" Bapak, ibu dan Suhana, kalian harus merubah penampilan, agar tidak lagi dihina terus.


kemudian Ranti menjelaskan maksudnya dia, dan menjelaskan efek dari Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel kepada mereka.


Tanpa membuang waktu Ranti segera memberikan mereka Pill dan prosesnya di mulai.


Ketiga orang itu mulai merasakan efek dari Pill tersebut.


" Kak, terimakasih sudah menyayangi Aisyah", ucap Aisyah.


" Sama-sama sayang, kakak sangat menyayangimu, apapun akan kakak lakukan untuk kebahagiaan kamu seluruh saudara kakak, jadi jangan pernah mengecewakan kakak", ucap Ranti.


" Ia Kak, Aisyah juga gak kehilangan kasih sayang dari kakak", ucap Aisyah.


" Kakak tau itu, sekarang bantu kakak mengatur suhu airnya", perintah Ranti.


" Baik Kak", jawab Aisyah.


Sejam kemudian, semua proses telah selesai, dan ketiga orang itu sudah duduk bersama Ranti di ruang tamu.


" Suhana, mulai sekarang, penyakit kulit kamu tidak akan pernah lagi kambuh, dan kulitmu akan semakin halus", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Ranti", jawab Suhana singkat.


" Sama-sama, rawatlah dengan baik, anak-anak Panti Asuhan ini, dan ambil ini, serta teteskan darah kalian disini", ucap Ranti sambil memberikan SIM ajaibnya.


Setelah itu Ranti memberikan lagi Pill Penambah Kecerdasan dan Memperkuat Jaringan Otak, terlihat semakin sempurna perubahan dari ketiga orang itu, apalagi Suhana yang kini kulitnya sudah glow, bekas penyakit kulitnya sudah tidak ada, dan kulitnya sudah mulus dan halus, dengan perubahan tubuh semakin padat berisi dan proporsional.


" Besok kalian tunggu saja, mobil dan motor yang akan datang, kemudian pak Abdurahman segeralah mengurus pendirian Yayasan", ucap Ranti.


" Nona Ranti, kembalikan saja uang ketiga anak-anak kami, bapak sudah ikhlas, dan biarlah mereka hidup dengan baik, dengan begitu bapak yakin mereka tidak akan pernah lagi mengganggu kami", ucap pak Abdurahman.


" Baiklah, saya kembalikan, ucap Ranti.


Setelah beres dengan keluarga pak, dan Ranti juga meninggalkan uang kepada mereka bertiga, masing-masing 150 milyar, untuk Deposito dan 25 milyar untuk kebutuhan mereka sehari-hari.


" Nak Aisyah, mohon bantuannya agar dapat membicarakan masalah ini dengan ayahmu, agar beliau ikut serta dalam pendirian Yayasan ini", ucap Pak Abdurahman.


" Baik Pak, akan saya bicarakan, dan minta mereka untuk datang kesini menemui bapak dan ibu", ucap Aisyah.


" Terimakasih Nak Aisyah", ucap pak Abdurahman.


" Sama-sama", jawab singkat Aisyah.


Tak terasa sudah jam 4 Sore, Ranti dan Aisyah ke Gerai KFC Aisyah, mereka di sambut oleh Nuril dan juga karyawan yang lain.


" Nuril kamu itu jangan terlalu capek, ingat istirahat, besok juga kita akan sekolah", ucap Aisyah dengan penuh perhatian.


" Ia, selesai Maghrib saya pulang, saya hanya ingin mengecek laporan keuangan saja", ucap Nuril.


" Ia tapi kalau capek ya istirahat", ucap Aisyah.


" Terimakasih Aisyah, jangan kuatir, aku tahu batasan fisik saya", ucap Nuril, sambil memegang tangan Aisyah.


" Ya sudah kalau begitu, tolong bilang ke kak pelayan agar bawakan kami masing-masing 2 potong ayam goreng dan kentang goreng", Perintah Aisyah.


Di tempat lain, tepatnya di rumah anak pertama pak Abdurahman, ketiga kakak beradik itu terlihat kembali bahagia, karena uang mereka telah kembali.


Mereka bertiga bersama pasangannya masing-masing, sibuk merencanakan menggunakan uang mereka, dan tujuan pertama mereka adalah beli mobil dan rumah.


Sedangkan dirumah pak Abdurahman, tak henti-hentinya mereka bersyukur, apalagi besok mereka akan mendapatkan mobil dan motor.


Ranti dan Aisyah juga sedang menikmati ayam goreng mereka bersama dengan Nuril.


" Nuril, terimakasih ya, sudah membantu adik saya, dalam menjalankan usahanya, tolong jangan merasa kamu adalah pembantu", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda, tapi saya memang sangat senang bisa membantu Aisyah, apalagi dia satu-satunya teman terdekat saya, dan berkat Aisyah juga, kini keluarga saya sudah bisa hidup dengan mapan, dan ayah saya bisa menjadi pimpinan di perusahaan Nona Muda", ucap Nuril.


" Ia saya tahu itu, tapi kamu harus ingat, kamu adalah sahabat Aisyah, tugas utama kamu adalah menemaninya, ucap Ranti.


Sementara mereka makan dan berbincang santai, datanglah pengawal Aisyah, yang di panggil Paman oleh Aisyah.


" Selamat Sore Nona Muda Ranti dan Nona Muda Aisyah serta nona Nuril", sapa pengawal itu.


" Maaf Nona Muda, saya minta ijin untuk kerumah sakit sebentar, istri saya menabrak orang saat pulang dari sini tadi", ucap pengawal itu.


" Ya sudah berangkatlah, ganti rugi ke pihak korban dan bayar biaya rumah sakitnya", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda, korban hanya luka ringan saja, hanya saja istri saya keluar rumah tidak bawa uang, jadi saya mau ke sana untuk membayar biayanya", jawab pengawal itu.


" Pergilah, saya akan transfer uang ke rekening kamu, dan ambil ATM ini, berikan kepada istrimu", ucap Ranti.


" Paman, saya juga akan mentransfer uang buat bayar ganti rugi ke pihak korban", ucap Aisyah.


" Terimakasih Nona Muda, anda berdua sangat baik buat saya", ucap pengawal itu.


" Itu karena Paman juga baik sama saya dan selalu setia menjaga saya", ucap Aisyah.


" Itu sudah tugas saya, daripada jadi Preman tak berguna, mendingan jadi penjaga Nona Muda Aisyah, apalagi sekarang saya sudah di anggap Paman, berarti saya juga harus memastikan keponakan saya bahagia dan tidak ada yang mengganggu", ucap pengawal itu.


" Ini bagikan ke anak buahmu, dan mulai bulan depan gaji kalian naik, nanti saya kirimkan motor CBR 250RR", ucap Ranti dan memberikan 6 kembar cek untuk di bagikan ke anak buah pengawal itu, yang entah posisi mereka dimana, hanya pengawal dan Aisyah saja yang tahu keberadaan mereka.


Para pengawal itu di gaji 15 juta perbulan, di tambah biaya operasional 3 juta perbulan perorang, berbeda dengan pengawal yang sudah dia anggap Paman oleh Aisyah, gajinya 20 juta dan biaya operasional 5 juta perbulan.


Kehidupan mereka terbilang sudah cukup mapan, Ranti sudah membelikan mereka masing-masing 1 unit rumah tipe menengah.


Itulah sebabnya mereka dengan setia menjaga Aisyah dan keluarganya serta usaha Aisyah.


" Terimakasih Nona Muda, saya Permisi berangkat ke Rumah Sakit", ucap pengawal itu.


" Kakak, istrinya Paman itu, sangat baik dan sangat menyayangi Paman, apalagi sekarang Paman sudah tidak lagi menjadi Preman", ucap Aisyah.


" Mereka kakak temukan saat ingin di hajar oleh mafia besar di Jakarta, mereka kalah jumlah saja, kakak membantu mereka dan mempekerjakan mereka sebagai pengawal bayangan dan mencari segala informasi", ucap Ranti.


" Tapi baguslah, sekarang mereka sudah jadi orang baik, apalagi Paman ku itu, sangat baik pada semua pelayan disini, bahkan dia juga yang membantu tukang parkir di sini", ucap Aisyah.


" Syukurlah kalau begitu, kakak tenang kalau begitu, sekarang ayo kakak antar kamu ke Kios, karena kakak mau sekalian pamitan sama orangtuamu", ucap Ranti.


" Baik kak, Minggu depan pas tanggal merah hari Jumat, Aisyah ke Surabaya ya kak, soalnya kangen sama adik Salma dan Armando, apalagi sama kakak dan kak Robin serta kakak iparku", ucap Aisyah.


" Ya sudah kamu berangkat sama Nuril, nanti pesawat kakak jemput kamu di Bandara Soekarno Hatta", ucap Ranti