
Tiara memejamkan mata dan membukanya, dan menatap Ranti dengan berusaha tenang dan berkata
" Ranti, ini berlebihan, tadi kamu suruh aku memilih , bukan tidak bisa memilih tapi aku tau jika aku pilih, pasti kami akan memberikannya padaku, Tiara menutup kembali kota cantik itu.
" Tiara, kamu sahabatku paling baik, ambilah, punyaku masih banyak, Ranti menuju walking closed dan mengambil 1 kotak lagi yang didalamnya juga sama ada 12 kotak, hanya saja ukuran dan isinya berbeda, dan memperlihatkan ke Tiara
Coba kamu lihat aku punya banyak, kotak ini khusus aku buat untuk Kakak ku dan mereka semua akan kuberikan berlian ini. Kata Ranti
Sedangkan kotak yang kamu pegang sengaja aku pesan untukmu, jadi terimalah dan simpanlah siapa tahu di kemudian hari dirimu dan kak Robin membutuhkan lebih banyak uang, kian boleh menjualnya. kata Ranti
Tapi jujur Ranti ini jika di uangkan, nilainya bisa sampai 100 milyar, dan apakah boleh aku kasih tau ayahku soal ini.
Saran saya, mendingan jangan, karena pasti ayahmu akan bertanya macam-macam dan takutnya ayahmu berpikir negatif. Ujar Ranti
Akhirnya Ranti menyimpan semua berlian itu, dia dan Tiara menuju parkiran dan mereka berangkat dengan mobil Lamborghini SIAN Roadster milik Ranti, Tiara juga kaget melihat Ranti mengendarai mobil sport.
Ranti sejak kapan kamu beli mobil ini, sudah 3 bulan, aku beli bareng keempat kakakku. Jawab Ranti dengan entengnya
Makanya kamu buat SIM jadi mobilmu di rumah gak bertelur di garasi, ledek Ranti ke Tiara
Ia juga ya, kamu kok bisa punya SIM, baru sadar aku kalau kita seumuran, Tiara kayak orang habis ilang ingatan..
Ada yang bantu dan tentunya bayar juga lumayan, dan keempat kakakku juga sudah punya, kamu tanya Rindu yang umurnya sama dengan kamu 16 tahun, dan pas dia ultah aku belikan dia 1 Ferrari dan 1 BMW tipe SUV
Tapi kak Darel dan kak Mercy kompak melarang kami bawa mobil ke Sekolah, jadi kami pake mobil Alphard milikku, kata Ranti
Astaga Ranti, ternyata kamu sangat kaya dan sangat baik, pujian tulis Tiara.
Hehehehe aku baik pada orang baik samaku, sekali dia jahat samaku pasti ku balas 100 kalo lipat
kalau soal keempat kakakku, kamu pasti tau alasannya kenapa aku baik kepada mereka, kamu tau dari aku kecil sampai sebesar ini mereka berempat selalu menyayangi aku, dulu kak Darel dan kak Mercy rela tidak makan buah pemberian teman mereka hanya demi aku.
Kebaikan dan ketulusan mereka menyayangiku, menurut mu dengan apa yang pantas aku balas buat mereka, sekarang kamu Tiara, dari aku SMP di Budi Luhur, apa kamu pernah merendahkan aku yang waktu mau jajan Es krim saja aku gak mampu.
Berlian itu tidak seharga kebaikan kamu selama ini. 1 kebaikan kita harus balas minimal 3 kebaikan itu menurut saya, gak tau yang lain, begitu sebaliknya.
Tiara hanya terdiam seolah-olah mendengar ceramah agama di Televisi.
Ranti aku mengerti sekarang, terimakasih, cara berpikir dan bertindak serta berprilaku mu sungguh menakjubkan
Mobil akhirnya tiba di Rumah Tiara, tapi ada yang aneh, biasanya mamanya langsung menyambut tapi kali ini mamanya Tiara diam saja di teras, Nanti melihat Tiara yang keluar dari mobil baru dia berdiri menyambut anaknya
Tiara kamu pulang dengan siapa, tanya mamanya bingung
Sama Ranti, soalnya Robin gak bisa jemput, kakeknya masuk RS Puri Medika, dan sekarang Tiara sama Ranti mau ke sana. jawab Tiara
Ranti keluar dari mobil dan memberi salam ke mamanya Tiara, setelah itu mereka masuk kedalam.
Tiara yang baru mau beranjak ke kamar di panggil mamanya, Tiara, kesini sebentar
Tiara mendekati mamanya dan bertanya, ada apa ma?
Kotak apa itu yang kamu bawa,? tanya mama Tiara
Tiara langsung gugup, oh ini kotak untuk ku jadikan Bungkus hadiah kalau ada undangan, kata Tiara bingung cari alasan
Coba mama lihat, pinta mama Tiara
Tiara melirik Ranti, dan pasrah memberi kotak itu ke mamanya
Bagus banget desainnya, halus dan bahannya juga sangat berkelas, dan langsung dia membuka nya, namun belum sempat kelihatan berlian- berlian itu, Tiara merecoki dengan berlian warna hijau dari Ranti
Mama, coba lihat ini, terlihat warna hijau yang sangat mewah
Mata mamanya melotot dan langsung mengambil nya, dan melihatnya dengan intens
Tiara bertanya, yang tiruan dari Tante Detty mana ma, tanya Tiara
Mama Tiara bangkit dan mengambil berlian palsu.
Diruang tamu mereka mencoba mencocokkan ukurannya, ternyata beda sedikit, lebih besar sedikit punya Ranti.
Tiara kamu dapat berlian ini darimana, dan apakah ini asli, mamanya berusaha memastikan
Kita tanya papa saja, kasih tau kalau barang pesanan mama sudah ada, pasti papa akan mengeceknya.
Tiara dengan cepat mengambil kotak berisi berlian itu dan membina mamanya dan Ranti melihat Berlian hijau itu, sementara mereka asyik melihat berlian itu
Di depan pintu Pak Pribadi melotot melihat berlian yang besar dan bersuara, " ma, berlian kamu sudah datang?
Sudah pah, coba papa lihat, sambil memberikan berlian itu, setelah melakukan tes sederhana ternyata berlian itu asli.
Ini asli ma, kamu simpan baik-baik ya, kata Pak Pribadi.
Ranti bernafas lega karena bisa membantu Tiara. Sambil menunggu Tiara mereka bertiga terus berbincang tentang sekolah yang sementara di kerjakan oleh Perusahaan pak Pribadi, walaupun pekerjaan masih sebatas membongkar perbukitan dan membuat pondasi untuk meratakan tanah
" Om berapa lagi kira-kira pondasi bangunan akan dimulai pengerjaannya, tanya Ranti
Sekitar sebulan lagi, jawab Pak Pribadi
" Oh ya om apa ada kendala soal perijinan, IMB dan lainnya, Ranti masih bertanya
" Sudah tidak masalah, mengingat nama perusahaan om juga sudah di kenal.
Syukurlah kalau begitu.
Sementara ngobrol, Tiara sudah selesai berganti pakaian dan mereka diantar sampai teras, Pak Pribadi melihat Ranti masuk ke Lamborghini Sian Roadster, Pak Pribadi hanya bisa melongo melihat Ranti.
Masih sangat muda tapi uangnya begitu banyak, batin Pak Pribadi
Ranti dan Tiara menuju RS Puri Medika, sampai di RS mereka menghubungi Robin, tak lama Robin datang menjemput mereka berdua, dengan wajah yang gembira, apalagi saat ini Robin sudah jarang ketemu dengan Ranti.
Sesampainya di ruangan tempat kakeknya dirawat, Robin melihat Kakeknya sudah duduk di kasur dengan wajah lesu.
Kenapa kek Uda bosan ya, tanya Robin
Bukan bosan tapi kakek kepikiran saja, punya anak tapi seperti tidak punya, sudah seharian disini tak ada satupun anakku yang datang, semua kamu yang urus, tampak kesedihan di wajah laki-laki lansia itu.
Sudah sabar saja, kan Masih ada Robin, Oh ia kek kenalkan Nyang itu Ranti, dia sudah Robin anggap sebagai Adik perempuan Robin, nah kalau yang itu pasti kakek sudah kenalkan itu calon cucu menantu kakek, hahahaha, Robin berusaha menghibur kakeknya
Saya Ranti Putri kek, jawab Ranti sopan
Ya mau dong cucuku, kakek Robin memanggil Ranti cucu
Sejenak ada senyum bahagia di wajah Ranti
Kalau kakek ada syaratnya, balas Ranti
Apa syaratnya, kata si kakek
Obat yang akan saya berikan akan menyembuhkan sakit kakek dan akan membuat kakek 20 tahun lebih mudah, tapi kakek harus menahan sakit 10 menit, gimana? tawar Ranti
Oke siapa takut, jawab si kakek
Kak Robin apa kamar mandi disini ada air panas gak? tanya Ranti
Ada, airnya buat apa dek
Nanti setelah aku obati kakekmu, dia harus mandi air hangat
Oh gitu, ya sudah nanti aku atur airnya.
Apa kakek sudah siap, tanya Ranti menantang di kakek
Sudah !
Kalau sudah ambil ini dan telanlah, menit waktu terasa tegang bagi Robin, dia melihat kakeknya sudah mulai bergerak dan bergetar
Ranti apa seperti itu efeknya.. tanya Robin
Ya ada yang sampai teriak-teriak, balas Ranti
Gak kuat aku melihat kakek, raut kesedihan terlihat di wajah Robin, karena dari kecil dia sudah hidup dengan kakeknya
Kak Robin tenanglah, sebentar lagi selesai, teriakan demi teriakan lumayan kencang, dan seperti biasa kejadiannya, kini setelah 25 menit berselang, kini wajah kakek sudah mulai normal, 5 menit kemudian kakek sadar.
Kak Robin segera bantu kakek mandi, sejam lagi Kakek sudah bisa pulang, kata Ranti
Si kakek yang mendengar "sudah bisa pulang ", langsung tertawa, hahahaha
Terimakasih cucuku Ranti, kakek sudah tak merasa sakit, kata kakek sumringah
15 menit berselang, si kakek sudah berpakaian rapih, mereka duduk dan ngobrolnya ngalor ngidul.
Dek terimakasih sudah mengobati kakekku, atas nama keluarga, saya Robin Junior berterima kasih kepadamu, Robin menundukkan kepala, sebagai bentuk rasa sopan dari keluarga Robin
Kakak tidak perlu menundukkan kepala, Adek tidak terima kata terimakasih dari Kakak dengan cara seperti itu, cepat angkat kepala kakak jika masih menganggap Ranti sebagai adikmu, ujar Ranti dengan nada agak tinggi
Maafkan kakak, tapi ini ajaran keluarga kakak harus melakukan seperti ini kepada siapapun yang membantu keluarga kakak, Jawab Robin.
Tapi aku tidak terima, karena kak Robin sudah ku anggap kakakku sendiri, berarti kakek kak Robin adalah kakekku juga, kak Robin adalah laki-laki yang baik, jadi hanya boleh tunduk pada orang tua kakak, tegas Ranti.
Robin angkatlah kepalamu, jangan buat Ranti jadi merasa orang lain, kata Tiara
Ia mulai hari ini aku Robin Junior tidak akan tunduk pada siapapun kecuali kepada orang yang paling berharga dalam hidupku, adik boleh kakak memelukmu, ucap Robin kepada Ranti, namun matanya melihat ke arah Tiara
Peluklah Ranti adalah adikmu dan dia juga sahabatku yang paling kusayang tidak mungkin aku cemburu atau berpikiran negatif, kata Tiara kepada Robin
Ranti menerima pelukan Robin dan berkata di dunia aku hanya punya 2 kakak laki-laki, Kak Darel dan kak Robin Junior
Terimakasih dan maafkan kakak tadi, kali Ranti memaafkan kakak. jawab Ranti
Tiara lihat calon suamimu ini, kalau di sekolah terlihat cool dan macho, sekarang kok jadi cengeng ya... ledek Ranti ke Tiara.
Hahahaha ia bener Ranti, Tampang perkasa tapi hati hello Kitty, sambung Tiara dengan tertawa, dan langsung mendekat Robin yang masih memeluk Ranti
Robin melepaskan pelukannya dan memeluk Tiara, " hanya kalian ber 3 wanita yang bisa membuatku menangis, ibuku, Tiara dan Ranti".
Sudah sekarang kita panggil dokter, kata Ranti
Robin memencet panggilan bantuan, dan tak berapa lama dokter pun sampai ke ruangan kakeknya Robin.
Disaat yang sama paman Robin datang bersama istrinya. Dengan raut wajah yang aneh langsung berkata,
" Robin, ! kamu bilang ayahku sedang kritis, lantas mana Hardi dan juga ayahmu. tanya paman Robin dengan emosi
Ayahku sedang dalam perjalanan dari Bandung, Paman Hardi dan Tante Lindsay juga saat ini lagi di jalan Dari Jakarta.
Dasar adik-adik tidak berguna, apalagi ayahmu itu, dari dulu tidak bisa di andalkan, sia-sia ayahku begitu sayang pada ayahmu, jawab paman Robin
Maafkan ayah saya paman, kata Robin
Setelah dokter selesai memeriksa kakeknya Robin, langsung berbicara, " " George ", Kalau kamu datang kesini hanya untuk memarahi ayahnya Robin mendingan kamu keluar dari ruangan ini, sudah berapa kali kamu datang melihatku ketika aku sakit ! ujar kakek Robin emosi
Sudah lah kek, ayahku memang tidak pernah di hargai Paman tidak masalah, kakek baru sembuh jangan emosi nanti sakit lagi. Kata Robin berusaha tegar ketika ayahnya di remehkan.
Kakek yang menjodohkan ayahmu dan ibumu, dan kamu bisa lihat sendiri, apa pernah ayahmu membentak ibumu, walau ayahmu dulu hanya karyawan ku, tapi ayahmu adalah orang yang jujur dan setia, makanya, kakek dan nenekmu menjodohkan mereka. Kata kakek Robin membanggakan sifat dan sikap ayahnya Robin
Terimakasih kakek yang sudah menyayangi kami, kata Robin.
Tapi ayah, aku ini anak kandungmu, kenapa ayah lebih percaya dan bangga dengan orang luar. kata George.
George ayah bukan tidak percaya dengan kamu, tapi bisa kamu pertanggung jawabkan selama kamu menggantikan ayah, berapa anak usaha kita bangkrut dan tutup, berapa kerugian yang kamu buat. tanya kakek Robin
Dan kamu harus ingat, disaat perusahaan kita lagi goncang besar, istrimu itu lagi pergi jalan-jalan ke Eropa, kata kakek Robin sambil menunjuk ke arah istrinya George
Tapi apakah ayahmu ini pernah mengatakan tidak baik terhadap istrimu? selama ini ayah diam agar kalian 3 bersaudara tetap akur, tapi kenyataannya apa, apa yang kau buat di Bandung hingga perusahaan disana hampir hancur !
Ranti dan Tiara melangkah mundur karena tidak enak mendengar masalah keluarga Robin.
Dokter yang memeriksa juga segera berbicara Tuan Wijaya, kondisi anda saat ini sungguh luar biasa, lebih sehat dari yang biasanya, tapi untuk lebih memastikan kami pihak RS ingin mengecek kembali penyakit anda Tuan.
Silahkan Dokter, apakah hari cek nya atau kapan ? dan apakah hari ini saya bisa pulang, tanya kakek Robin
Karena sudah sangat sore alangkah baiknya malam ini tuan menginap disini dan besok pagi kita akan melakukan pengecekan dan tuang bisa pulang, bagaimana Tuan ? saran dokter itu
Ia kek mendingan kakek nginap disini dulu biar tidak bolak-balik, kata Robin ke kakeknya
Ya sudah, tapi mana Tiara dan Ranti, apakah mereka sudah pulang? tanya kakek Robin
Kakek tenang saja, kami masih disini tapi di luar, jawab Ranti dengan senyum..