SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Kasus Mercy dan rahasia Ranti


"Pak Polisi sebelum saya ikut dengan kalian, saya mau telpon adikku untuk menyiapkan pengacara untuk saya", ucap Mercy dan langsung menelpon Ranti.


"halo kak ada apa? tanya Ranti berpura-pura tak tahu masalahnya.


" Kakak ada sedikit masalah, tolong minta Rendi kirim pengacara, kakak akan di tahan di kantor polisi malam ini kayaknya, jadi tolong besok pagi pengacara sudah datang", ucap Mercy.


" Baiklah, besok juga kami semua akan kesana, ujar Ranti.


" Tidak usah, pengacara saja yang datang", balas Mercy yang tidak mau merepotkan saudaranya.


" Tidak ada penolakan, besok kami sudah ada disana, adek mau lihat sehebat apa mereka hingga melukai kakak", jawab Ranti.


"Tidak apa-apa dek, biarkan saja mereka, justru dengan cara mereka itu, lebih memantapkan kakak dan keluarga untuk tidak akan pernah membantu mereka, ucap Mercy.


" Ya sudah, besok pagi kami berangkat, Salma setelah tau kakak terluka, dia terus berteriak menangis, Armando juga, apalagi Ketty, akan adik tunjukkan seberapa kuat keluarga kita, dan ada hal penting lain yang ingin adik tunjukkan kepada keluarga kakak disana", jawab Ranti.


" Baiklah, kakak bahagia mendengarnya, kakak pergi dulu bersama bapak-bapak polisi disini", ujar Mercy.


Setelah menutup telepon, Ranti langsung membawa Salma yang masih menangis.


Darel, Vanya dan Sonia langsung berangkat dari Jakarta menuju Surabaya, begitu juga dengan si kembar, bahkan Aisyah juga langsung berangkat dari Cilegon setelah mendapat telpon dari Ranti.


Inilah kekuatan keluarga mereka, Ranti sendiri berencana akan membunuh 20 orang yang mengeroyok Mercy, sementara untuk sepupunya, Ranti akan menghukumnya tergantung apa maunya Mercy.


Pesawat milik Vanya, bertolak dari Soekarno Hatta, menuju Surabaya, sedangkan Ranti, Dewi, Tiara, Robin, Ketty, dan juga Salma dan Armando sudah bersiap berangkat ke Bandara Juanda.


" Kakak, ijinkan Salma mematahkan tangan orang yang sudah melukai kak Mercy", ucap Salma.


" Orangnya sudah di tahan polisi, sekarang kita harus mengeluarkan kak Mercy dari kantor polisi, ucap Ranti menenangkan Salma.


Saat ini Mercy sudah berada di kantor polisi dan interogasi sambil di intimidasi, Aplikasi Mata Dewa terus memantau dan merekam semuanya.


Ryu dan Ryi sudah sampai di kantor polisi, entah bagaimana caranya, mereka tidak di ijinkan untuk menemani Mercy, hingga membuat Ranti semakin marah.


"Rose, apakah saya bisa membantu kak Mercy ? Tanya Ranti.


" Di ijinkan Tuan, pejabat yang menyuruh orang untuk menyerang Nona Mercy, di ijinkan untuk menghukumnya.


Pejabat itu sangat bejat, dia memperkosa adik iparnya, dan di bunuh 3 bulan yang lalu karena hamil, dia juga pemimpin perjudian sabung ayam, judi togel serta predator gadis-gadis remaja.


Semua bukti sudah ada, kebakaran yang terjadi di rumah mertuanya yang mengakibatkan kematian adik iparnya juga sudah ada buktinya, tapi absolute Supreme Divine memerintahkan agar tuan yang menghukumnya terlebih dahulu baru kemudian di serahkan kepada pihak kepolisian.


Potong kelaminnya, tangannya dan juga kaki, serta lemparkan dia di alun-alun kota, tapi sebelumnya telanjangi terlebih dahulu, ujar Rose.


" Baiklah, dengan senang hati saya akan melaksanakannya, 20 orang yang mengeroyok kak Mercy akan saya bunuh di kantor polisi malam ini juga", ucap Ranti.


" Tuan jangan membunuh mereka, cukup potong tangan dan kaki, sedangkan polisi yang menginterogasi Nona Mercy, sudah sementara proses pemecatan, dan Tuan boleh membuat para istri mereka menggugat cerai", ujar Rose.


"Baiklah, kematian terlalu gampang buat mereka", dengan Ranti.


Kini pesawat milik Vanya sudah bertolak ke Manado, setelah seluruh saudara mercy berada di pesawat.


Dewi dan Vanya sibuk menenangkan Friska dan Rindu serta Armando, Friska dan Rindu matanya sudah bengkak karena menangis, Armando hanya diam, terlihat wajahnya murung.


Armando memikirkan orang kesayangannya di serang dengan senjata tajam.


Di pesawat tidak banyak obrolan yang keluar dari mulut mereka, hingga pramugari bingung.


Akhirnya pesawat mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado, dan dua jam kemudian mereka tiba kantor polisi tempat Mercy ditahan.


Seketika kantor polisi menjadi ramai, para anggota polisi yang berjaga tercengang dengan kehadiran saudara-saudara Mercy, apalagi mereka tidak di dampingi oleh orangtua, selain orangtuanya Mercy.


Ranti dengan Mata Semesta, dia memindai seluruh ruangan kantor polisi dan menemukan Mercy sedang di interogasi, apalagi waktu sudah jam 12 malam.


Aplikasi Mata Dewa melaporkan bahwa para polisi itu mengancam Mercy, dan mereka tetap akan melimpahkan kasus Mercy ke ranah yang lebih tinggi.


Mau tidak mau Ranti segera menelpon Kapolri, agar menyelidiki kasus ini dan di jawab dengan akan segera dia menghubungi pak Kapolres dan Kapolda.


Lebih sakit hati Ranti saat memindai ruangan kantor polisi dan laporan aplikasi Mata Dewa, bahwa para penyerang Mercy tidak di tahan, mereka hanya di kenakan wajib lapor dan saat mereka berada di RS.


Di posisi berbeda, Dewi di dekati seorang anggota kepolisian dan mengatakan, jika mercy mau bebas, maka silahkan bayar biaya pengobatan para penyerang itu, dan biaya kompensasi sebesar masing-masing 1 milyar.


" Baik pak, saya akan bicarakan dengan adik saya", ujar Dewi.


" Kak, bayar saja semuanya dan berikan juga buat anggota polisi itu, samakan saja jumlahnya, jawab Ranti.


Polisi itu merasa senang, tapi dia tidak ketahui bahwa uang tersebut akan menjerumuskan dia.


Selesai membayar buat polisi, mereka semua ke RS dan membayar biaya kompensasi itu, kemudian pulang ke rumah orangtua Mercy.


" Dek, kenapa kamu membayar kompensasi itu", ucap Vanya.


" Kakak pikir aku ikhlas memberikan uang kepada orang yang sudah melukai kakakku, jangan kan melukai, berkata tidak sopan saja, aku pasti akan menghukumnya", jawab Ranti.


" Lalu apa yang akan kamu lakukan dek, penasaran Darel.


" Akan kubuat mereka semua cacat, karena kematian terlalu gampang buat mereka, jawab Ranti dan tanpa di sadari tiba-tiba pedangnya keluar dari kedua pergelangan tangannya.


Semua orang yang berada didalam rumah itu terkejut.


"Dek, tanganmu kenapa bisa tiba-tiba ada pedang! Tanya Vanya terkejut.


Mendengar pertanyaan Vanya, membuat Ranti sadar apa yang membuat semua saudaranya terdiam.


" Maaf kak, kedua pedang ini, sudah lama berada dalam tubuhku, keduanya akan keluar saat emosiku tak terkontrol, tolong jangan kasih siapapun, ucap Ranti.


" Ia sayang, tapi kok bisa kedua pedang itu berada dalam tubuhmu, ujar Vanya masih penasaran.


* Tuan jelaskan saja, tapi jangan bicarakan soal sistem, tunjukkan saja kelebihan Tuan yang bisa terbang, juga Armor milik Tuan, nanti Rose akan hapus ingatan kedua orangtua Mercy.


"Maafkan saya Rose", ucap Ranti.


"Tidak apa-apa Tuan, jelaskan dan perlihatkan saja kepada mereka", jawab Rose.


"Kakak dan adikku semuanya, ini adalah rahasiaku, yang sudah lama aku simpan, tapi saat ini, adik akan menunjukkan semuanya kepada kalian, karena sangat percaya dengan kalian semua", ucap Ranti.


Ranti mengaktifkan Armor , dan seketika mata mereka terbelalak melihat tubuh Ranti yang sudah terbungkus Armor menyisakan wajahnya, dan bahkan pedangnya lebih terlihat mendominasi.


"Ini namanya Armor, fungsinya adalah tahan peluru, dan bisa membawaku terbang dan pasti ada program Stealth, dan langsung Ranti mengaktifkan mode Stealth hingga dia tidak terlihat, kemudian menonaktifkan kembali.


" Apa Ade bisa terbang ? Kali ini Friska yang bertanya.


" Ia kak, kecepatannya melebihi kecepatan pesawat tempur, Ade ke Jakarta dari Surabaya dengan kecepatan penuh hanya beberapa menit saja.


"Aisyah, hampir tiap malam kakak datang menengok kamu, kadang kakak temani kamu tidur walau hanya sejam", ujar Ranti.


Aisyah sangat terharu mendengar ucapan Ranti, dan langsung memeluk Ranti.


"Terimakasih kak, Aisyah beruntung bisa menjadi adik nya kakak", ucap Aisyah sambil meneteskan airmata.


" Kalian semua orang yang sangat berharga di mata kakak, jadi hiduplah dengan baik dan jangan buat kakak kecewa", ucap Ranti.


"Kakak, bisakah Salma melihat kakak terbang ? Tanya Salma.


" Apa kalian juga mau ikut adek terbang? tanya Ranti.


" Kami mau", jawab mereka serentak.


"Aunty, apa bisa Ketty melihat pemandangan sambil kakak terbang? ucap Ketty.


"Bisa, masuklah kedalam cincin ini, aku akan membawa kalian ke Beijing, hanya 1 jam dari sini", ucap Ranti dan membuka cincin semesta.


Tapi sebelum mereka masuk, Ranti terlebih dahulu sayapnya.


Seluruh saudaranya kagum melihat penampilan Ranti, mereka merasakan hawa yang begitu sejuk, walau tubuh Ranti bercahaya kemilau.


" Kakak sangat cantik dan mendominasi, Armando bangga menjadi bagian dari hidup kakak", ucap Armando.


" Kakak juga bahagia memiliki adik laki-laki seperti Armando, tolong jangan kecewakan kami sebagai kakakmu, ucap Ranti.


" Dan baiklah ayo semua masuk, di dalam cincin nanti, kalian bisa melihat dunia luar, lewat cermin kehidupan", ucap Ranti.


Setelah semua saudara-saudaranya masuk, Ranti mengaktifkan mode Stealth dan melesat melewati jendela.


Kedua orangtua Mercy, terdiam mematung, melihat apa yang terjadi di depannya.


Setelah berada di ketinggian normal, Ranti mengaktifkan cermin kehidupan dan terpampang lah, gedung-gedung dan juga bukit serta gunung terlihat jelas dari atas udara.


" Mommy nya Rory hebat, makanya Rory harus rajin belajar dan tidak boleh sombong", ucap Vanya sambil menggendong Rory.


" Ia dong, Rory tak mau mommy dan aunty serta uncle kecewa dengan Rory", jawab Rory tegas.


Ranti bahagia mendengar putrinya mengerti omongan para bibi dan pamannya, dengan kecepatan penuh Ranti terus melesat mengangkasa.


Tidak ada goncangan yang terjadi selama penerbangan mereka, dan sejam kemudian Ranti mendarat di Desa keturunan kaisar, hingga membuat para penjaga terkejut.


" Selamat datang kembali penasehat Agung", ucap penjaga gerbang yang merupakan keturunan jenderal merah.


" Terimakasih atas sambutannya, ucap Ranti dan mengeluarkan seluruh saudaranya.


" Kakak apa kita sudah sampai di China", tanya Salma polos.


" Sudah sayang, dan kita sekarang berada di desa teman-teman kakak", jawab Ranti.


Mereka berjalan memasuki alun-alun desa, dan dalam sekejap seluruh warga desa termasuk anak-anak dan pemimpin desa membungkuk.


" Selamat Datang kembali Penasehat Agung, maaf kami tidak menyambut kedatangan Penasehat Agung", ucap Pemimpin Desa sambil membungkuk.


" Tidak apa-apa, saya yang datang tiba-tiba", jawab Ranti.


" Penasehat Agung, mohon Tampilkan Burung Phoenix kepada kami, kami sangat rindu dengan leluhur kami", ucap Salah satu warga dengan tatapan memohon.


" Baiklah, ucap Ranti dan langsung terbang dengan kecepatan tinggi.


Setelah sampai di batas ketinggian, Ranti berucap, "Phoenix Abadi".


Seketika di udara terlihat Burung Phoenix terbang mengitari desa lengkap dengan api dan juga butiran es, seketika itu juga warga desa berlutut.


Dan tanpa di duga, pemimpin desa bertransformasi menjadi naga emas dan melesat ke udara.


Para warga meneteskan air mata bahagia, melihat bentuk kedua leluhur mereka.


Saudara-saudara Ranti terkejut bukan kepalang, melihat Ranti berubah menjadi seekor burung yang ada hanya dalam legenda.


Di tempat lain khususnya pemerintah China, terkejut melihat fenomena itu, banyak yang berlutut dan berdoa.


Banyak juga yang melakukan siaran langsung, dan dalam waktu singkat tayangan itu menjadi viral.


Televisi nasional China segera menayangkan kejadian itu, juga militer terlihat siaga.


Setelah selesai warga desa berlutut, Ranti dan pemimpin desa turun dan berubah kembali kebentuk semula.


" Terimakasih penasehat Agung, terimakasih pemimpin desa, kami sangat bahagia permohonan kami di kabulkan", ucap para warga


" Hiduplah dalam damai, dan jangan perpecahan di antara kalian, ucap Ranti.


" Kami mendengarkan arahan Penasehat Agung", ucap mereka.


" Mereka adalah saudara-saudaraku, mereka tidak sedarah dengan saya, tapi kami saling menyayangi dan melindungi", ucap memperkenalkan saudara-saudaranya.


Setalah 1 jam di desa itu, saudara-saudara Ranti masuk lagi ke cincin semesta milik Ranti, kemudian Ranti terbang lagi.


Dan setelah 1.5 jam mereka tiba di rumah Mercy tepat jam 4 subuh.


" Bagaimana? Apa kalian semua bahagia? tanya Ranti.


" Kami sangat bahagia dek, terimakasih karena adik tidak pernah berubah dan selalu menghargai kami", ucap Vanya.


" Kalian semua kebahagiaanku, apapun akan Ade lakukan untuk kebahagiaan keluarga kita, tapi mohon maafkan Ade karena menyimpan rahasia ini dari kalian semua", ucap Ranti sambil membungkuk kepada saudara-saudaranya.


" Tidak apa-apa sayang, kami semua bangga dengan adik, ucap Darel dan langsung memeluk Ranti.


" Ade juga saat ini, adalah manusia satu-satunya manusia abadi di dunia ini, Ade sedih karena suatu saat kalian akan pergi meninggalkan Ade sendiri mengarungi dunia ini", ucap Ranti


Seluruh saudara-saudaranya tambah terkejut mendengar ucapan Ranti.


" Tapi kalian juga akan hidup dalam waktu yang lama, lihat saja bagaimana saat ini kalian tak pernah sakit dan saat terluka kalian langsung sembuh sendiri.


Ya setelah seluruh saudaranya menelan pil semesta, di pastikan mereka bisa hidup hingga ratusan tahun.


larut dalam pembicaraan akhirnya matahari pagi terlihat, Ranti memberikan air surgawi dan buah abadi kepada saudara-saudaranya agar mereka segar.


"Dek, terimakasih atas segalanya, apapun dirimu, ingatlah, bontot adalah adik dan kakak terbaik buat kami", ucap Dewi.


" Apa kalian tidak takut dengan perubahanku, aku bahkan sudah membunuh ribuan orang, baik di Indonesia, China maupun luar negeri", ucap Ranti.


" Apapun tidak akan mengurangi kasih sayang kami kepadamu, tapi ingat baik-baik jangan sampai siapapun yang mengetahui hal ini selain kita, tegas Darel.


" Aisyah akan menjaga rahasia ini hingga maut menjemput ku, kakakku adalah segalanya untuk ku, jawab Aisyah tegas.


" Terimakasih dek, tidak sia-sia kakak sangat menyayangi mu", jawab Ranti.


Tepat jam 8 pagi mereka semua berkumpul untuk sarapan, namun handphone Mercy berbunyi dan ternyata dari kantor polisi.


Mereka meminta Mercy kembali menghadap, tapi justru Ranti yang menjawabnya.


"Jangan harap kakakku akan datang, saya adiknya yang akan datang jika kalian memaksa, dan tunggu telpon dari Kapolri yang mungkin 5 menit lagi", tegas Ranti.


Mereka lanjut sarapan, sambil berbincang dengan santai.


Betapa terkejutnya mereka saat Adrian dan Monicha telah berada di depan pintu bersama dengan pak Lukman, Suratmi dan Velove juga Vexia.


" Ayah, bunda, Dady, mommy, ucap mereka serentak.


"Oh Anak bunda, kenapa kamu nak, saat bunda sampai di Surabaya, kata bu Likha kalian semua ada disini, tapi saat bunda tanya ada apa, Bu Likha menceritakan semuanya", ucap Monicha sambil memeluk Mercy.


"Tenang saja mommy, princess sudah telpon pak Kapolri agar segera menyelesaikan masalah ini, ucap Ranti tegas.


" Ia sayang, mommy senang mendengarnya, ingat baik-baik, keluarga adalah segalanya, mommy bangga dengan kalian semua putra dan putri mommy", ucap Monicha.


" Ia dong, sehebat apapun kita, tetap keluarga kita yang nomor satu", jawab Vanya.


Mereka sama sekali tidak peduli dengan ancaman polisi, apalagi saat ini berita di TV sudah mulai memberitakan keburukan pejabat yang menjadi dalang penyerangan terhadap Mercy.


Kedua orangtua Mercy juga cuek, mereka hanya terkejut saat Mercy di serang.


" Ayo sekarang kita kantor Polisi, pihak Polda dan Polresta sudah berada di Polsek atas perintah Kapolri", ucap Ranti setelah membaca pesan dari Kapolri.


" Mommy Rory kangen Oma dan opa", ucap Rory


" Ia sayang, ajak bibi Noey dan keluar sekarang sayang", ucap Ranti.


Sesaat kemudian Rosemary keluar dari cincin semesta dan berlari ke arah Monicha dan Adriansyah.


" Oma.... Opa, Rory kangen, teriaknya.


"Oh cucu Oma sayang, mana kakakmu Ketty Angelina", tanya Monicha.


" Oma, Ketty disini, Ketty baru selesai ganti baju, abis kena kuah bubur", jawab Ketty dan langsung mendekati Monicha dan Rosemary.


" Oma sangat bahagia melihat kedua cucu Oma yang sangat cantik dan pintar", ucap Monicha.


Adriansyah sendiri lagi berbicara dengan ayahnya Mercy dan juga Darel.


"Dady dan mommy apakah akan ikut ke kantor polisi, bersama paman dan bibi? Tanya Ranti.


" Sudah pasti, Dady mau lihat seberapa hebat polisi yang menahan kakakmu, Dady sudah membawa pengacara untuk menuntut balik para polisi itu", jawab Adriansyah.


"Baiklah, biar mereka bergabung dengan Ryu dan Ryi, sambung Ranti.


Setelah berbicara panjang lebar, mereka semua berangkat ke kantor polisi.


Di kantor polisi sendiri, pihak Polda dan polres sudah hadir dengan wajah yang sangat susah di artikan.


Propam juga hadir, mereka di perintahkan agar segera menahan para polisi yang menahan mercy dan meminta uang tebusan.


Terlihat wajah para polisi itu sangat suram, mereka di ancam pemberhentian dengan tidak hormat.


Ketika Mercy dan saudara-saudaranya tiba beserta kedua orangtuanya serta Adriansyah dan Monicha, keempat anggota polisi dan Kapolsek itu, segera berlutut memohon ampun.


" Putriku sudah terluka, dan kalian justru menahannya, sekarang setelah kalian di ancam seperti itu, lantas kalian meminta ampun, teriak ayahnya Mercy.


"Kalian juga yang memproses saat kami minta perlindungan saat banyak warga kampung ingin menghakimi saya dan istri, tapi apa tanpa menyelidiki kebakaran itu, kalian membela pemilik kebun itu", sambung ibunya Mercy