
Sesaat keluar dari Ruang Dimensi, Ranti melihat jam bahwa masih ada waktu untuk pergi ke supermarket, setelah pesan taksi Ranti bergegas ke supermarket niatnya mau beli perlengkapan untuk berkebun..
tiba di supermarket Ranti bertanya tempat peralatan berkebun... setelah tau lokasinya Ranti mulai membeli dari ember hinga gayung untuk menyiram tanaman... setelah semua sudah di masukkan ke troly untuk ke kasir...
Semua barang sudah di kemas dan dibayar, waktunya Ranti bersantai di food court, Ranti hanya memesan siomay dan duduk santai sambil melihat kiriman pesan Axel... dan ternyata sudah pasti melakukan transaksi... sekarang sudah jam 6 sore, dan dia melihat ada pesan dari Mercy menanyakan Ranti dimana...
Ranti hanya membalas ke supermarket, sebentar lagi pulang... begitu jawabnya..
Ranti yang hendak berdiri untuk pulang, di kejauhan dia melihat, Agung bersama wanita muda... sedang berbelanja bahan makanan, setelah mendengar obrolan mereka, ternyata wanita itu adalah simpanan si agung... Ranti, Diam-diam membuat video lengkap dengan kata - kata mesra, mereka tidak, mengenal Ranti tapi Ranti mengenal mereka... dan mengambil beberapa foto dan mengirimkan ke istri agung...
Tak berapa lama telepon Agung berdering dan terjadilah 2 orang berantem tapi berjauhan, sama- sama, memaki-maki lewat handphone, sungguh menggelikan...
habis menonton drama secara live akhir Ranti pulang naik taksi... sampai di dekat gerbang perumahan Ranti turun di tempat agak sepi, dan memasukkan barang-barang untuk perkebunan.. dia hanya membawa 2 kantong berisi cemilan saja...
sampai dirumah ternyata Tiara dan Robin sudah datang... jadi ramai di dalam rumah, tapi Ranti pamit ke kamar mau mandi dulu...
sampai di kamar Ranti mengunci pintu dan memasuki ruang dimensi untuk mengambil seember air dari sungai untuk mandi, setelah sudah menampung air di bathtub, Ranti memasukkan ember ke cincin semesta, dan acara mandi dengan air surgawi ternyata sungguh membuat badan terasa lebih segar...
Dari lantai 2, Ranti melihat keempat kakaknya beserta Robin dan Tiara sudah berada di meja makan... Ranti kemudian turun dan bergabung...
Ranti bertanya ke Darel, apakah besok temannya jadi datang atau tidak...
Darel menjawab, pasti datang...!!
ya kalau jadi kasih tau Bu Likha agar mempersiapkan lebih banyak makanan agar tamu kita pulang pada gendut semua... hahahaha....
oh ia kak Darel besok pagi bantu kak Robin untuk minum serum Pembersih dan kekebalan Tubuh, nanti Tiara dengan aku, tolong ya kak Darel...
oke siap bos, jawab Darel
Robin bertanya serum apa itu dek ... tanya nya ke ranti...
Ranti dengan santai menjawab... lihat saja hasilnya nanti setelah itu aku jelaskan, lanjut Ranti kami berlima, suster Diana dan perawatnya juga sudah meminumnya... dan nanti sehari kemudian aku akan memberikan kalian berdua pil kecerdasan, pokoknya segala yang baik pasti aku akan berbagi dengan kalian semua, karena kalian adalah keluargaku...
Dikarenakan besok pagi Robin dan Tiara akan meminum serum jadi malam itu tidak ada yang bergadang...
Tepat jam pagi di dalam rumah sudah pada heboh, mengajak Ranti olah raga...
Di taman samping mereka berlima latihan Tai Chi sedangkan Tiara dan Robin bingung melihatnya, namun tetap takjub, apalagi keempat kakak Ranti boleh dikatakan sudah menghafal semua gerakan hanya pemahaman baru sekitar 80 %, tapi secara umum terlihat sangat indah dan kompak...
tak terasa sudah sejam mereka berolahraga, dengan keringat yang membasahi mereka, untuk sejenak mereka masih duduk taman sambil minum air putih, setelah segar lagi, Ranti mengajak mereka untuk melaksanakan rencananya..
ayo kak Darel ke kamar kakak, Ranti memegang 2 gelas air putih yang sudah di teteskan serum, dan memberikan Robin duluan setelah terlihat sudah mulai bereaksi nampak , wajah Robin memerah dan kulit mati mulai mengelupas agak terasa sakit tapi Robin tetap tenang... akhirnya untuk sentuhan akhir Robin memejamkan mata... 1 menit dan selesai, bau yang keluar lumayan menyengat.. Darel mengarahkan Robin ke shower yang sudah diatur airnya biar hangat...
Setelah dari kamar Darel, kini Ranti si bantu ketiga kakak perempuannya, melakukan hal yang sama ke Tiara... semua proses di lewati Tiara dengan sabar dan Tiara di antar ke kamar mandi...
Robin yang sudah selesai tampak sangat senang melihat bentuk badannya yang sempat berperut, kini terlihat ramping walau tidak sixpack, tapi minimal tidak buncit, belum nampak kulitnya makin kinclong karena memang dasarnya Robin sudah ganteng jadi tambah ganteng....
lebih lagi Tiara yang sampai meneteskan air mata bahagia melihat , kulitnya yang mulus... dan badannya lebih ramping namun kuat... terimakasih Ranti... itu saja yang keluar dari mulut Tiara...
Mereka berkumpul untuk sarapan, Tiara dan Robin langsung berpelukan karena penampilan mereka yang makin mendekati sempurna...
Ranti, pura-pura merajuk... kak Robin tidak adil... Kok hanya Tiara yang di peluk aku kok gak pernah di peluk...
Robin bingung jadinya... tapi akhirnya ya uda sini kakak peluk jangan merajuk lagi... Tiara yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Ranti, yang kadang dewasa tapi kalau sifat kekanak-kanakan muncul sudah jangan omongin lagi...
Akhirnya Darel angkat suara, Robin kamu bersyukur baru sekarang jadi korban... lah aku dari Ranti kecil sudah seperti itu, nah kalo manjanya kumat ... tanya ketiga kakak perempuannya....
Ranti jadi salah tingkah, ternyata keempat kakaknya sangat menyayanginya.. Ranti lalu mendekati Darel mencium pipinya, juga ketiga kakak perempuannya... kan baru di omongin sudah kejadian...
Mercy juga gak mau kalah, ikut bicara.. Tiara.. Robin ... kalian harus tau adek kami ini tidak pernah tertawa lebar dengan orang lain, Tiara mungkin sedikit banyak tau kalau di kelas... jujur saja pas dia bilang mau pindah dari panti kami semua kebingungan tapi akhirnya kami putuskan untuk ikut serta dan menemani Ade kami ini.. jadi biar pun dia manja atau kata orang kekanak-kanakan, tapi bagi kami berempat dia mutiara kami...
Rindu juga berkata, coba lihat kami bisa menikmati tinggal dirumah yang nyaman, kalau dulu kami berbagi kamar, tapi sekarang kami punya kamar sendiri, soal makan ya tinggal makan, jadi kami orang lain mengira kami anak orang kaya.. padahal ya tau sendirilah... tapi setidaknya kehidupan saat ini jauh lebih baik dari sebelumnya di panti yang serba terbatas...
Ranti yang jadi objek pembicaraan tanpa mereka sadari, sudah dari tadi matanya berkaca-kaca... terharu mendengar cerita dari keempat kakaknya... dalam hati dia berjanji akan membalas semua kebaikan keempat kakaknya...
suasana haru biru agak terganggu dengan suara satpam kompleks yang menelpon lewat jaringan lokal perumahan, mengatakan bahwa ada tamu perempuan remaja, dan mohon di jemput di gerbang karena kalau tamu taksi tidak boleh masuk...
akhirnya Sonia di jemput Darel dan Robin menggunakan mobil Robin, tapi apa yang terjadi...
ternyata Robin mengenal Sonia...
sontak keduanya kaget... Robin kok kamu bisa Darel...
pertanyaan Sonia belum sempat di jawab Robin, sudah dipotong Darel, sudah ayo nanti dirumah baru kalian bicara...
begitu tiba dirumah, Sonia kagum dengan rumah tempat tinggal Darel yang lebih luas dari rumah Sonia...
Sonia langsung di sambut keempat adik Darel dan dengan kompak bersuara...
Sonia kaget mendengar ungkapan dari keempat adik-adik perempuan Darel, jangan salah tampang Darel juga sudah memerah kayak udang di goreng...tapi tidak membantah omongan keempat adik-adik perempuan nya...
Kakak Ipar perkenalkan ini namanya Mercy, kakak keduaku, ini namanya Friska, kakak ketiga ku, dan ini namanya Rindu, Kakak keempat ku, sedangkan namaku Ranti yang paling kecil dan mereka memanggilku Bontot.. dan gadis manis dekat kak Robin itu adalah Tiara sekaligus kakak iparku juga dari pihak kak Robin, kalau yang ganteng itu juga kakakku namanya Robin Junior, dan sekali lagi selamat datang Kakak ipar pertama...
Darel yang mendengar ocehan Ranti tersipu malu... begitu juga Sonia yang mendengar mereka menyebutnya kakak ipar jadi tambah salah tingkah apalagi ada Robin...
Akhirnya Sonia buka suara terimakasih Ade, kak Sonia senang bertemu dengan kalian semua.. perkenalkan namaku Sonia Wijaya, tapi saya kenal dengan Robin, Kakek Robin dan Kakek ku kakak beradik jadi kami berdua bersaudara...
Darel dan Tiara malah kaget...
Tiara yang tau sopan santun langsung menyapa Sonia, perkenalkan sekali lagi namaku Tiara, saya pacarnya Robin...
Sonia menanggapi sambil mendekati Tiara, dan berkata nama kamu sudah saya dengar tapi baru sekarang kita bisa ketemu, Tiara kamu sangat cantik, Robin beruntung mendapatkan kamu....
Robin yang gantian tersipu karena mendengar pembicaraan saudaranya dan pacarnya....
setelah selesai dengan perkenalan Sonia, Ranti meminta Bu Likha untuk persiapkan makan siang
suasana canggung berganti kehangatan, apalagi Sonia ternyata supel, tidak dingin dan pendiam seperti di sekolah... kalau di perhatikan sifat Sonia dan Robin sangat mirip...
Ranti menempel terus ke Sonia seolah -olah sudah resmi pacaran dengan Darel... Darel hanya pasrah...
Ternyata mengisi hari libur tak perlu repot-repot ke mana-mana dirumah dengan suasana seperti ini juga happy...
berbagai makanan berat dan makanan serta minuman yang segar-segar di sajikan Bu Likha...
Bu Likha walau cape tapi terlihat bahagia melihat Ranti dan keempat kakaknya tersenyum bahagia, juga teman-teman mereka juga sangat sopan dan baik walau mereka anak-anak orang kaya...
menjelang malam Tiara dan Robin duluan pamitan pulang, sepeninggal Tiara dan Robin, keempat bersaudara membiarkan Darel dan Sonia berbicara ...
Darel duluan bersuara menyebut nama Sonia... dan tanpa basa-basi Darel berkata, "Sonia Wijaya maukah kamu jadi Pacarku,..."
Sonia mendengar kata-kata Darel terdiam, dan tanpa di tahan airmatanya menetes... dan berkata " Aku mau jadi pacarmu, Dan jika Tuhan mengijinkan aku mau jadi pasanganmu seumur hidupku"
Tanpa malu-malu Sonia, memeluk Darel dan berbicara lagi... " Darel dari aku pindah ke SMP bareng dengan kamu aku sudah menyukaimu, hingga kita sampai kelas 3 SMU, aku selalu berharap kata- seperti tadi dan ternyata Tuhan, mendengar doaku...
Darel membalas pelukan Sonia dan mengecup keningnya dan mengatakan maafkan aku yang terlalu lama membuatmu menderita mencintaiku dalam diam...
kemesraan mereka berdua diintip oleh keempat adik perempuan Darel, ...
dengan kompak mereka langsung memanggil Sonia dengan kakak ipar...
setelah keganjalan di hati Sonia dan Darel terselesaikan, akhirnya Sonia pamitan mau pulang... Darel memesan taksi dan mengantarkan Sonia pulang... Darel menggenggam tangan Sonia, begitu sebaliknya,. rona kebahagiaan jelas terlihat...
tak sampai 30 menit akhirnya tiba dirumah Sonia, Darel meminta sopir taksi untuk menunggu setelah Sonia masuk rumah, Darel pun menaiki taksi dan balik lagi ke rumah dengan penuh kebahagiaan....
sepeninggalan Darel, Sonia di bombardir berbagai pertanyaan dari keluarganya...
Sonia hanya menjawab bahwa adalah pacarnya, singkat Soni
orangtua, bertanya soal latarbelakang Darel
dijawab Sonia, Dia yatim-piatu dan tinggal bersama keempat adik-adik perempuan, sesama anak yatim-piatu, dan walaupun mereka yatim-piatu, mereka sudah beberapa Minggu tidak tinggal di Panti Asuhan lagi...
Salah satu adenya yang sekarang kelas 1 SMU Budi Luhur, mendapat sponsor untuk tinggal dirumah mewah itu hingga lulus kuliah, dan semua keperluan sehari-hari mereka ditanggung oleh sponsor, adenya yang namanya sekelas dengan Tiara dan Tiara pacarannya Robin...
Sonia lanjut bersuara, Darel dari SMP beasiswa prestasi dan dia juga dapat uang saku walau tidak banyak tapi minimal dia bisa bertahan hidup dengan kondisi seperti itu, makanya Sonia yakin Bu kalau Darel pasti punya masa depan...
orang tua Sonia masih mendengar cerita Sonia tentang Darel...
Ayah, ibu... Sonia dan Darel sekelas dari SMP kelas viii, dan ranking 1... juga teman-teman sekelas gak ada yang membully nya, bukan mereka tidak berani, tapi karena memandang Darel, walau kekurangan tapi tidak pernah memanfaatkan teman yang kaya, dia bergaul dengan siapa saja kecuali perempuan, Dia juga sangat menyayangi Ade -adenya... coba mama tanya sama Robin seperti apa kehidupan mereka yang saling menyayangi dan sangat terbuka... tadi Sonia, main kerumah Darel dan disana ada Robin, jadi maaf terlambat pulang...
akhirnya orang tua Sonia, berkomentar, suruh Darel dan Ade -adenya, besok sore kesini, papa sama Mama mau kenalan dengan mereka...
Tanpa disuruh, Sonia langsung menelepon video call kebetulan Darel baru turun dari taksi yang disambut Ade -adenya...
Darel menjawab telepon didepan keempat adik-adik perempuannya...
lalu Sonia, berkata Darel besok jam 5 sore kamu dan Ade-ade diminta orang tuaku ke sini...
Darel menjawab oh .. baiklah besok sore kami berlima pasti datang, dengan penuh keyakinannya...
setelah telpon mati, mereka berdiskusi dan sepakat besok mereka semua harus hadir...
mereka ke kamar masing-masing dan langsung istrihat....