SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Super Speed Line dan kebahagiaan para legenda


Akhirnya Ranti memiliki 30 % saham dan ayahnya 45 %, di PT Super Speed Line, itu artinya secara tidak langsung pemilik perusahaan itu adalah Ranti.


Para utusan itu mendatangi Ranti di Kios Aisyah, mereka melihat bos mereka sedang asik bercengkrama dengan keluarga Pak Antara.


" Selamat Sore Nona Muda, urusan dengan PT Super Speed Line, sudah beres, orang yang mengganggu anda tadi pagi sudah tidak memiliki saham lagi di Perusahaan itu, ARM Investama menguasai 45 % saham, anda sendiri 30% saham, lapor mereka.


" Terimakasih sudah bekerja dengan baik, ini saya kasih kalian hadiah per tim 200 juta, bagi rata, dan cari direktur baru untuk menjalankan perusahaan itu, serta tugaskan direktur yang baru agar segera buat Anggaran untuk membeli Kapal baru, dan tekan galangan kapal yang sedang membuat kapal perusahaan kita, untuk pemesanan Kapal nanti saya suruh ayah temanku yang punya galangan di Surabaya, saat ini lagi bangun 10 unit Kapal milik saya, 6 unit akan selesai Desember, jadi sudah bisa memesan kepada mereka", Perintah Ranti.


" Maaf Nona Muda, Anak kedua dari Pak Haris Setiadi, bisa diangkat jadi direktur perusahaan ini, ucap mereka.


" Ya sudah, suruh dia segera bertugas, sudah saatnya jauh dari ayahnya", Ucap Ranti.


" Siap Nona Muda, kalau begitu kami permisi, kembali ke Jakarta", Ucap mereka dan beranjak dari kursi.


" Ya sudah, hati-hati, dan terimakasih sudah bekerja dengan baik", ucap Ranti.


" Sudah tugas kami, terimakasih hadiahnya, tapi tolong jangan sampai Tuan besar tau kami dapat uang dari Nona Muda", ucap Tim ARM Investama.


" Balik sana, kalian ini ada-ada saja, santai saja, wajar kalian dapat hadiah dari saya, karena kalian sudah membantu ku membalas emosiku pada manusia laknat itu", ucap Ranti.


Setelah seluruh Tim itu pergi, Ranti meminta di buatkan mie rebus dan ayam goreng, serta bakwan juga tahu.


" Kakak juga hobi ya makan yang seperti ini", ucap Aisyah.


" Hahaha, kenapa memangnya, disekolah saja kakak suka beli tempe goreng dan tahu, untuk nambah lauk di bekal makan Kakak", jawab Ranti.


" Haaa, kakak juga bawa bekal ke sekolah, kan uang banyak ngapain bawa bekal", heran Aisyah.


" Bawa bekal bukan karena tidak punya uang, tapi lebih nyaman dan lebih bergizi, apalagi soal kebersihan nya", begitu maksudnya.


" Kamu tahu, kenapa kakak mampir'di warung ibumu saat kakak pertama kakak datang ke sini, itu karena kakak melihat pakaian yang di pakai ibumu, walau sederhana tapi rapi dan bersih, begitu juga kakak melihat gelasnya bening, dan seluruh goreng ditata rapi dalam lemari kaca hingga tidak ada lalat, dan ibumu mengambil nya menggunakan jepitan, jadi bisa dipastikan makanan fan minuman yang di jual ibumu adalah bersih.


Selanjutnya ibumu itu sabar dan ramah, semua pertanyaan kakak di jawab dengan jujur, nah itu namanya orang baik, besoknya kakak mampir, ternyata kiosnya sudah mulai di bereskan, nah kakak tambah semangat membantu ibumu, apa kamu sudah paham prinsip kakak mu ini", tanya Ranti.


" Baru sedikit, abisnya kakak terlalu pintar, Aisyah giat belajar agar bisa cepat memahami ajaran dari kakak," ujar Aisyah.


" Ini ada Cek, buat seluruh yang bekerja di sekolah, dan nanti besok jam istirahat akan datang laptop untuk seluruh guru di sekolahmu, kakak juga menyumbang membuatkan atap untuk parkiran motor, kakak sudah minta lahan khusus untukmu, dan juga kakak bantu buat lapangan basket, dan yang bertanggung jawab adalah Ayahmu, ibu kepsek takut nanti kalau yang lain, nanti katanya uang kakak di korupsi.


" Kamu tunggu daftar anggaran dari Kepala sekolah, jika sudah mereka serahkan, nanti kamu kirim ke kakak, jangan berikan nomor telpon kakak kepada siapapun, pihak sekolah atau siapapun, tidak boleh, ini berlaku untuk kalian juga, jangan sembarang memberikan nomor saya", tegas Ranti.


" Ia Kak, tenang saja", ucap Aisyah.


Beberapa saat kemudian, datang 1 mobil pengangkut, diatasnya terdapat 1 Unit Toyota Corolla Cross, dari dealer Grace cabang Jakarta.


" Permisi Nona, kami mengantar mobil atas nama Tuan Attila Antara, dan atas pesanan Nona Ranti Putri", ujar pengantar mobil itu.


" Atilla tanda tangan itu, dan ambil semua dokumennya, apa SIM nya kamu sudah paham? tanya Ranti.


" Sudah Nona Muda, saat anda tadi kesekolah, dan sudah mengerti, ayah dan Abang Anjas sudah menjelaskan juga, jadi saya sudah siap menyetir mobil", jawab Atilla.


" Baguslah, ya sudah selesaikan dokumennya, dan pergilah isi Bensin, tapi ingat jangan yang BBM subsidi", perintah Ranti.


Setelah selesai menandatangani Dokumen Atilla mengajak istrinya ke SPBU sekalian jalan-jalan, sementara itu Anjas pamit untuk pulang ke Lampung.


" Aisyah, kakak juga mau ke Bandara sekarang dan kembali ke Surabaya, dan mungkin sebulan kakak baru kesini lagi, tapi nanti pas kamu liburan sekolah kakak ajak kamu Pergi jalan-jalan dengan pesawat Pribadi kakak, dengan catatan harus juara 1", ucap Ranti.


' Ia Kak, kakak hati-hati di jalan, maaf sudah merepotkan kakak", ucap Aisyah.


" Gak apa-apa, besok kesekolah bawa motor saja, nanti kalau hujan baru bawa mobil, kamu awasi pembangunan milikmu, ingat 20 Milyar itu di pergunakan khusus pembangunan usaha milikmu", ucap Ranti dan beranjak ke arah mobilnya dan berangkat meninggalkan kios Aisyah.


Sepeninggal Ranti, wajah Aisyah terlihat murung, hatinya sedih ditinggal Ranti, dia tak menyangka akan menjadi orang kaya, dia yang dulu tidak memiliki apa-apa, jangankan punya motor, untuk sekedar beli handphone harga 2 juta saja, dia menabung dan meminta tambahan dari abang-abangnya, tapi kini, dia memiliki uang milyaran, tanah dan rumah besar, 3 unit kendaraan.


" Aisyah, senyum lah, jangan sedih Nona Muda sudah memberikan segalanya untukmu, itu semua agar kamu bisa hidup bahagia, pasti Nona Muda akan kembali kesini, kan usahanya ada di Lampung, buktikan kalau kamu bisa sukses sesuai harapan kakakmu", ujar ibunya.


" Aisyah, berasa masih mimpi, melihat keluarga kita, abang-abang sudah punya uang dan mobil juga pekerjaan yang bagus, ayah dsn ibu juga sudah punya tabungan, terimakasih ibu, andai ibu tidak bertemu dengan kak Ranti, pasti hari ini kita masih seperti biasa", ucap Aisyah.


" Ini namanya rezeki sudah ada yang mengaturnya, sekarang bersyukurlah dan tetap jadi Aisyah yang sederhana dan rendah hati, lihatlah kakakmu Ranti, tetap sederhana walau dia kaya raya", Ucap Ibunya Aisyah.


" Ia Bu, hebat kakakku itu, mengambil perusahaan orang lain tidak butuh waktu lama, tanah Aisyah juga sudah langsung mulai di kerjakan", ujar Aisyah.


" Itulah orang hebat, makanya kamu jangan sampai mengecewakan kakak mu itu, ingat baik - baik, orang baik kalau sudah kecewa pasti sulit memaafkan", ujar ibunya Aisyah.


" Ayah pergi dulu ya nak, dan kamu panas kan kedua motor mu, ucap Ayahnya Aisyah.


Sedangkan di tempat lain, Atilla dan istrinya sedang bahagia karena bisa menyetir mobil, dan mobil milik sendiri.


" Bang, bos kita ternyata baik, padahal waktu Ade antar minuman ke ruang rapat, dia lagi marah-marah, salah satu Manajer", ucap Ayunda.


" Kalau orang salah ya wajib di tegasin, oh ya soal kita dekat dengan Nona Muda, jangan beritahu siapapun, ingat kata-kata Nona Muda", ucap Atilla.


" Ia bang, mati kita miskin lagi, tapi apa Ade bisa kasih uang buat ayah dan ibu ? tanya Ayunda.


" Berikanlah, ini Abang lagi mau kerumah orangtua Ade, kita bagi ngasihnya, kamu 500 juta, Abang 500 juta, dan Abang tambah 500 juta lagi untuk Renovasi rumah orangtuamu, bagiamana? tanya Atilla.


" Terimakasih bang, Ade bahagia punya suami seperti Abang, dengan gaji sedikit saja, Abang tetap membantu orangtua Ade", ucap Ayunda.


" Pastilah, Abang waktu susah saja Ade tetap sayang, apalagi sekarang Abang sudah kaya, dan punya jabatan, nanti kalau ad di ceraikan Abang dan menikah lagi, enak banget tu istri kedua Abang", ucap Ayunda jujur.


" Abang tidak akan memiliki istri lebih dari satu, Abang juga ingat pengorbanan kamu buat Abang, Apalagi kamu sangat menyayangi adikku Aisyah, serta memperlakukan orangtuaku dengan baik", ujar Atilla juga jujur.


" Berbakti pada orang tua dan mertua, pasti kita akan banyak rezeki bang, Restu Orangtua adalah berkah buat kita anak-anak mereka, orangtuaku juga sangat senang memiliki menantu seperti Abang, kata ayah biar Abang tidak kaya, tapi ayah percaya Ade bersama Abang akan bahagia, dan pasti mereka akan lebih bangga saat Abang membantu Renovasi rumah orangtuaku, semua karena dari awal kita pacaran hingga menikah, kedua orang tua kita memberi Restu ", ucap Ayunda.


" Besok kita kerumah ayah dan ibumu, bagaimana? tanya Atilla.


" ia bang, Ade kan istri, jadi ikut saja kata Abang", ucap Ayunda.


Ranti saat ini telah berada di udara, dia mau mencoba terbang langsung ke Surabaya, Ranti tidak ingin Salma kecewa kepadanya.


Di kediaman Indrajati Patria, terjadi kepanikan, bagiamana tidak, seluruh Rencana mereka berantakan, perusahaan di Luar Negeri sudah mulai terganggu, laporan dari orangnya disana mengatakan, bahwa SADB, sedang mengusut ulang kasus pinjaman mereka, lebih sial lagi menurut orang kepercayaan Indrajati Patria mengatakan bahwa SADB, milik satu orang saja, jadi mustahil menyuap anggota dewan Direksi, yang dijabat oleh adik-adik Pemilik Bank tersebut.


Besok hari ketiga, sesuai omongan Aplikasi Mata Dewa, pada hari ketiga PNSP akan segera hilang dari percaturan bisnis Indonesia.


Ranti kini beristirahat di peternakan miliknya di Cirebon, dia duduk di perbukitan sambil menikmati Juice Buah Abadi dan ayam goreng Kentucky, sebelumnya Ranti sudah melindungi dirinya dengan pelindung semesta dan ilusi.


Ternyata pekerja peternakan Ranti terbagi 3 shift, pengamanan juga terlihat ketat, area peternakan sangatlah terang, semua lampu di pagar keliling berasal dari tenaga Surya, Bahkan Kantor juga menggunakan tenaga Surya, artinya ada penghematan biaya listrik, sedangkan untuk air, peternakan memiliki Mata Air yang lumayan besar, hingga kolam juga tetap penuh.


Rumah - rumah para pekerja, juga menggunakan tenaga Surya dan air dari mata Air yang setiap rumah di lengkapi dengan filter.


Setelah beristirahat, Ranti melanjutkan perjalannya, dan Rencananya dia akan istirahat di Magelang, dia ingin melihat apa yang dilakukan Supomo Senin kemarin, apakah alat-alat berat sudah ada yang datang atau belum.


Lalu bagaimanakah dengan Masduki dan anak buahnya, Ranti masih berbelas kasihan kepada seluruh anak buah Masduki dengan memberikan Pill Rekonstruksi Tulang, tapi bukan berarti Ranti hanya memberi begitu saja, Serum pengikat jiwa sudah di sertakan, agar jika mereka tetap berbuat jahat, maka saat itu juga tubuh mereka hancur.


Masduki sendiri di berikan juga Pill Rekonstruksi Tulang dan regenerasi Jaringan Sel agar kakinya bisa kembali seperti semula, namun dengan syarat Keluar dari Merak, ketika dia setuju Tim Rose memberikan Pill nya fan serum pengikat jiwa.


" Jika kamu berbuat jahat lagi, maka tubuhmu akan jadi abu, Silahkan keluar dari Merak setelah anakmu naik kelas, saya sarankan anda ke Pandeglang saja, dan mulai hidup baru disana, toh uangmu masih ada", ucap Tim Rose.


" Baik Tuan, terimakasih bantuanmu, Ucap Masduki dengan penuh ketakutan.


Tim Rose melepaskan mereka di jalanan dan pergi meninggalkan mereka lalu menghilang.


Di kios Aisyah sendiri tengah berkumpul Pak Antara dan 9 temannya.


" Saudara - saudara Semua, terimakasih selama ini kalian setia mengikuti saya, tanpa mengeluh karena kita hidup tidak seperti kita menjadi seperti Masduki, tapi hati ini banyak peristiwa yang terjadi, dan kalain juga hari bisa bernapas lega, kalian akan memiliki rumah dan mobil dan mobil.


Kalian sudah mengenal Nona Muda Ranti, dia sudah menganggap kami keluarganya, dan dia senang karena kita bersepuluh telah bertobat, jadi tadi pagi dia sudah menitipkan kepada saya uang buat Kalian semuanya, dia berpesan agar kalian menyewa kios seperti kami dan kembangkan, lalu kalian wajib membeli Rumah, dan motor baru operasional, atau pickup seperti punyaku harganya Sudah dengan aksesoris 175 juta.


" Bang, apa Benar yang Abang katakan, jujur saja, kami mengikuti Abang bukan cari kekayaan, kami hanya ingin selalu dekat Abang, di perguruan Abang lah yang mendidik kami, di tempat Abang dan kakak ipar mencarikan kami tempat Bahkan kami semua menikah Abang yang urus", ucap Nuril yang termuda diantara mereka.


" Nuril, ini amanah dari Nona Muda, dan juga Abang ingin kita semua di masa tua bisa hidup layak, anak-anak kita bisa sekolah dengan baik dan siapa tahu mereka dapat pekerjaan yang Bagus, kalau Abang tinggal Aisyah, sedangkan Anjas dan Atilla sudah menikah dan punya pekerjaan dengan gaji saat ini diatas 10 juta, jadi Abang sudah tidak kuatir dengan mereka, tapi Abang memikirkan anak-anak Kalian, apalagi kamu Nuril, kamu paling muda di antara, anak-anak kamu masih SD.


Silahkan ambil Abang bagikan seorang selembar, besok pagi Segera cairkan di bank dan buat rekening, kemudian segera beli motor, dan cari rumah, kalau kalian mau bisa sekompleks dengan Abang, harganya 600 juta, tanah sisa belakang masih luas, Abang mau Renovasi agar bisa dapat 5 kamar, di cluster Abang masih banyak yang kosong, Abang juga akan membelikan mobil mobil keluarga untuk kalian, maksimal harga 350 juta,Abang sarankan Toyota Veloz.


" Bang, cek ini banyak sekali, 10 milyar bang, ujar Topa.


" Terimalah, dan gunakan dengan baik, ingat pesanku beli rumah,sewa Kios dan motor buat kamu dan istri, soal mobil Keluarga, Nona muda sudah titipkan uang kepada Abang, yang memang di peruntukan untuk beli mobil keluarga", ucap Pak Antara.


" Terimakasih bang, kami terima uang ini dengan ikhlas, tidak sia-sia kami memiliki Abang yang terus memikirkan kehidupan kami", ujar Topa.


" Kalian saudaraku, susah senang kita sama-sama, terakhir ini ada Paket untuk kalian, ini ada Pill dan SIM buat kalian, ambillah sesuai Nama Kalian dan segera teteskan darah kalian", perintah Pak Antara.


Betapa terkejutnya mereka setelah melihat keajaiban yang terjadi, Beladiri mereka kini lebih sempurna, kemampuan Mengemudi juga makin baik, bahkan mereka bisa masak dan berbisnis.


" Bang, ini sungguh ajaib, ucap mereka.


" Pill ini juga bagi buat istri dan anak-anak kalian semuanya sudah lengkap dan baca aturan pakainya, atau nanti Abang dsn kakak ipar kalian akan bantu, biar kalian tidak salah", ucap Pak Antara.


" Bang apa karena Pill ini badanmu dan penyakit mu sembuh, dan terlihat lebih muda, ucap Topa.


" Ya, kalian lihat kakak ipar kalian, keriput dan flek hitam di wajahnya kini menghilang, dan terlihat seperti umur 38 tahun, hahahaha ", Ucap pak Antara.


" Ya sangat berterima sama kamu bang", ucap mereka semua.


" Lihat istri kalian sangat akrab dengan istriku, lihat raut wajah istri kalian, buatlah mereka bahagia, kita yang dulu bejat, beruntung di cintai oleh mereka, saatnya kita bahagiakan mereka, dan yakinlah mereka tidak akan menyesal menikah dengan kita", ucap Pak Antara.


" Ia bang, kami juga bahagia lihat kakak ipar yang selalu menyayangi Abang, mendidik ketiga anak kalian dengan penuh kasih sayang, hingga mereka tumbuh dengan akhlak yang baik, apalagi anak gadismu itu, dia sangat perhatian dengan istri kami", lanjut Topa.


" Tapi bang, bukan main kekayaan Nona Muda Ranti, kalau di hitung 10 milyar kali 9 orang saja sudah 90 milyar, hampir 100 milyar di bagi-bagi begitu saja", ucap teman yang lain.


" Ketiga anak saya saja kalau di total lebih dari 100 milyar yang di berikannya, tapi paling banyak Aisyah. hari ini Aisyah di belikan rumah besar seharga 2,5 Milyar, dan 3 bidang Tanah, kalian lihat 2 alat berat itu, lahan itu milik Aisyah, harganya 7,5 Milyar, sedangkan rumah dan 2 kavling tanah kosong harganya 4,5 Milyar, untuk biaya pembangunan di tanggung Nona Muda 100%",ucap Pak Antara.


" Ya ampun, beruntung banget Aisyah", ucap Nuril.


" Mobilnya seharga 3 milyar, motor besar yang di tutup itu harganya 130 juta, Nmax 32 juta", ucap pak Antara.


Posisi Ranti kini sudah di Magelang, Ranti melihat sudah ada beberapa alat berat yang parkir dan dijaga ketat, tangki buat BBM juga sudah terparkir.


Ranti melihat juga 2 ekskavator sementara membongkar lahan, untuk mess darurat pekerja. lokasi itu juga sudah terang dengan hadir listrik dari PLN, Ranti senang dengan kecepatan Supomo mengeksekusi perintahnya.