SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Pertemuan dengan saudara - saudara di China


Kebahagiaan Keluarga Ranti di Amerika Serikat, juga menular ke suasana hati Ranti yang saat ini masih berada di Beijing.


Saat tiba di restoran, dia menghubungi Xiao Lang bersaudara dan juga Acun bersaudara, Tan Kian, Hong Yuan, serta Helen, Lily dan juga Celine.


Restoran Tang Mei yang dalam keadaan ramai membuat Ranti bahagia.


" Tang Mei, bagiamana kondisi anakmu? tanya Ranti.


" Makin sehat dan besar Nona Muda, kini Saya tidak kesepian dan kesusahan, kakakku dan kakak ipar sangat menyayangiku dan anakku, apalagi sekarang banyak Keponakan jadi Tang Mei selalu bahagia, dan itu semua berkat kemurahan hati Nona Muda yang sudah memberikan Tang Mei segalanya", ucap Tang Mei.


" Kita semua berjodoh dan akhirnya bisa jadi keluarga, saya bangga dengan kalian semuanya, semua yang ku berikan kepada kalian, kalian gunakan dengan sangat baik, itu artinya saya tidak rugi dan juga tidak sia-sia aku memberikan kalian uang, jujur saya sangat bangga dengan pencapaian kalian, teruslah rendah hati, saya jamin kalian akan lebih maju", ucap Ranti.


" Nak Ranti, saya, Saudara Tan Kian, dan Saudara Hong Yuan juga bangga dengan dengan mereka semua, siapa yang menyangka mereka dulu hanya tukang gerobak, dan nak Ranti memberikan mereka jalan hidup yang layak, dan ternyata mereka menggunakan kesempatan itu dengan sangat baik, jujur saya sangat bangga melihat orang seperti mereka yang begitu setia dan penuh semangat", ucap Thomas.


" Itu takdir mereka, bahkan mereka mendapatkan bonus saudara perempuan yang juga sangat menyayangi mereka", ucap Ranti.


" Kak Yun Li suka marah kalau kami kerja hingga lupa makan", ucap Yuan Zhao.


" Itu karena kak Yun Li sangat menyayangi kalian", jawab istrinya Tuan Zhao.


" Hahahaha kalau kami ada adik Tang Mei yang suka marah, kalau kami lupa makan atau pulang kemalaman, katanya kasihan istriku", ucap Acun.


" Habisnya kalian bekerja sudah kayak tidak ada hari esok, kan kakak ipar dan Keponakanku jadi kesepian di rumah", ucap Tang Mei.


" Terimakasih adik, kami kakak- kakakmu bekerja kerja keras demi keluarga kita, Kakak sebagai yang tertua ingin masa depan keturunan kita, tidak merasakan penderitaan yang kita alami dulu", ucap Acun.


" Tang Mei paham kak, untunglah kakak - kakak ipar sangat pengertian, tapi ingat makan walau sibuk bekerja", ucap Tang Mei.


" Ia kami sekarang sudah ingat", ucap Acun.


" Paman Hong Yuan, lihatlah keponakanmu, yang sangat bersemangat ", ucap Ranti.


" Mereka tidak ingin mengecewakan anda Nona Muda, tapi sejak Tang Mei selalu marah kalau mereka lupa makan, kini mereka sudah bisa membagi waktu dengan lebih baik", ucap Hong Yuan.


" Saya ingin beritahukan, besok akan datang orang bernama Lu Tan, tolong bantu dia, Xiao Lang tolong berikan dia dan keluarganya Rumah dan 1 unit Ruko dan mobil, ini uangnya", ucap Ranti.


" Tidak usah Nona Muda, kalau hanya segitu kami tidak akan rugi apapun", Ucap Xiao Lang.


" Jangan di tolak, atau mau saya hukum kalian berenam", Ancam Ranti.


" Ya sudah kalau begitu", jawab Xiao Lang pasrah.


" Saya juga baru saja menolong 1 desa, mereka keturunan Kaisar, ada 10 keluarga, jadi saya sudah beli tanah 150 ribu hektare di kawasan itu, dan yang akan membangun disana adalah kalian, tanah itu saya beli untuk mereka, tapi seluruh infrastruktur nya kalian yang kerjakan, nanti mereka akan datang dengan kepada kalian, dan kamu Acun juga bersiap, saya percayakan proyek itu kepada kalian 10 orang, Penasehat kalian adalah Pak Thomas, Paman Tan Kian dan Paman Hong Yuan, mohon Kalian bertiga yang senior membantu", ucap Ranti.


" Saya pasti membantu mereka", ucap pak Thomas.


" Kami berdua sebagai Paman mereka pasti akan membantu, apalagi ini Proyek besar", ucap Tan Kian dan Hong Yuan.


" Terimakasih, jujur saja, saya di berikan amanah untuk membagikan harta warisan mereka dan sudah ku bagikan, dan sebagiannya sudah ku belikan tanah untuk mereka, jadi tanah itu bukan pakai uang saya", ucap Ranti.


" jadi tujuan nona Muda kesini karena membagikan harta warisan mereka? tanya Yun Li.


" Ya, dan juga saya memang kangen dengan kalian semua, lusa saya akan menyusul Keluargaku yang berlibur di Amerika", ucap Ranti.


" Tolong buat proyek itu dengan kualitas yang baik, agar kalian semua bisa menjadi contoh, belajarlah dari Pak Thomas, semua properti yang di buat oleh perusahaannya, semuanya pasti laku, karena kualitas yang terjamin", ucap Ranti.


" Ijinkan Perusahaan saya yang menjadi konsultan pengawas, agar customer tau kalian bekerja sama dengan perusahaan saya, nanti jika kalian sudah berhasil menyelesaikan proyek ini, dan hasilnya memuaskan, silahkan kalian jalan sendiri, bagaimana? usul Pak Thomas.


" Terimakasih Paman, ucap Xiao Lang.


" Kami merasa terhormat bisa bekerjasama dengan perusahaan properti terbesar di negara ini", Ujar Ding Fan sambil membungkuk dan diikuti saudara-saudaranya begitu juga Acun dan saudara-saudaranya.


" Saya terharu melihat semangat kalian, jadi saya memberikan kalian kesempatan untuk maju, belajarlah dengan rajin dan tekun", ucap Thomas.


" Kami tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, terimakasih Paman", ucap Xiao Lang.


" Paman tunggu pembuktian dari kalian semua", ucap Thomas.


Tak terasa waktu sudah malam, akhirnya mereka bubar, Pak Thomas, Tan Kian dan Hong Yuan langsung kembali ke rumah mereka, sementara yang lainnya termasuk Helen, Lily dan Celine ikut Ranti ke Hotel.


Sementara di desa tempat keturunan Kaisar, mereka sedang menelan Pill pemberian Ranti, dan seperti biasa efek kesakitan akan dirasakan oleh siapapun yang menelan Pill dari Ranti.


Di posisi Ranti saat ini sudah berada di hotel, Helen, Lily dan Celine sangat bahagia hari ini bisa makan bersama dengan Ranti, terutama Celine yang sangat merindukan bibinya.


" Bibi, Celine ingin tidur dengan Bibi malam ini, boleh tidak? tanya Celine.


" Sangat boleh sayang, ngomong dulu sama ibumu", jawab Ranti.


Celine dengan penuh kebahagiaan memberitahu ibunya, dan Lily juga Helen tidak keberatan, dan mereka berdua juga akhirnya menginap di hotel itu juga.


Ranti memeluk Celine dengan suasana bahagia, tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk dan setelah di buka ternyata Yun Li.


" Ada apa kak? tanya Ranti.


" Adik, boleh kita ngobrol sebentar? tanya Yun Li.


" Ada masalah apa? tanya Ranti penasaran.


" Adik, kak Xiao Lang barusan mendapatkan kabar, bahwa desa yang dimaksud adik adalah desa yang tertutup dan sangat miskin, mereka juga sangat teguh memegang prinsip, kak Xiao Lang dan lainnya berencana akan mengunjungi desa itu dan ingin berbicara dengan warga desa itu", ucap Yun Li.


" Mereka memang sangat tertutup, mereka hanya akan mau membangun jika orang yang melaksanakan itu adalah orang dari saya, 3 hari lagi suruh Xiao Lang dan Ding Fan berangkat kesana, saya besok akan kesana dan akan memastikan segalanya, kalian tenang saja", ucap Ranti.


" Maaf adik, kakak hanya kuatir para warga akan menolak kami, ucap Yun Li.


" Kakak kuatir karena kakak menyayangi mereka, tapi tidak mungkin saya juga membuat kak Yun Li sedih, warga desa itu memang sangat tidak suka dengan kemewahan, di lahan itu ada 1 wilayah yang hanya di minta untuk di perbaiki saja, karena ada makam Leluhur mereka, makanya mereka hanya mau orang saya yang bekerja disana", ucap Ranti.


" Oh begitu, sahut Yun Li.


" Ia, makanya saya menyuruh Xiao Lang untuk mengerjakan pembangunan di lahan itu, percayalah, kalian juga sudah di akui sebagai kerabat mereka jadi kapan saja bisa kesana setelah 3 hari dari sekarang.


Mereka sangat menghormatiku, karena telah menyerahkan harta warisan dari leluhur mereka, kalau sudah terbangun semuanya, keluarga kalian akan mendapatkan tanah yang luas, dan khusus untuk kalian, selebihnya mereka tidak akan memberikan kepada siapapun, itu perjanjian saya dengan mereka, dan mereka sangat bahagia karena walaupun saya tidak berada dengan mereka, tapi ada saudara - saudaraku disana, jadi kalian bantu mereka, agar warga desa itu maju", ucap Ranti.


" Syukurlah kalau kita bisa tambah saudara", ucap Yun Li.


" Nanti saya buatkan tanda pengenal khusus buat kalian, agar kalian bisa bebas masuk ke desa itu, terus terang saja desa itu tetap akan menutup diri, dan kalian semua yang menjalankan seluruh operasional lahan itu, makanya kalian di berikan lahan khusus sebagai hadiah, kekayaan mereka sangat banyak triliunan Yuan, cita-cita mereka ingin membangunkan banyak usaha, tapi mereka hanya mengontrol dari belakang layar, dan kalianlah orang yang kupilih untuk membantu mereka", ucap Ranti.


" Baiklah", jawab Yun Li dengan penuh semangat.


selesai berbicara dengan Yun Li, Ranti kembali ke kamarnya, dia melihat Celine sudah tertidur.


" Baguslah", balas Ranti.


Keesokan paginya, Ranti dan Celine bangun, selesai mandi dan berganti pakaian, mereka berdua menuju restoran hotel untuk bergabung dengan Xiao Lang dan Acun bersaudara, serta Helen dan juga Lily.


Mereka berbicara banyak hal, Ranti juga memberikan mereka Giok sebagai tanda pengenal untuk masuk ke desa itu.


" simpan Giok ini dengan baik, masukkan ke dalam cincin penyimpanan yang sudah kuberikan kepada kalian, disana akan ada tempat khusus untuk kalian masuk dan keluar, serta disana kalian akan bebas berkeliling Desa", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda, kami juga sudah memutuskan untuk mengalokasikan lahan 15 ribu hektare untuk perkembangan desa mereka, dan 5000 hektar sebagai kawasan tertutup, yaitu wilayah makam Kaisar", ucap Xiao Lang.


" Bagus nanti aku diskusikan dengan mereka, mohon kalian jadi penghubung mereka dengan dunia luar dalam hal urusan ekonomi, saya sangat berharap kalian tidak mengecewakan saya dalam tugas besar ini.


Kalian hitung saja berapa keuntungan kalian dalam mengelola lahan itu, jadi kejujuran dan kesetiaan itu yang saya harapkan dari kalian, apalagi Kaisar itu adalah salah satu orang membuat tatanan hidup di negara kalian ini, dan dia memang orang baik, hanya salah satu keturunannya yang pengkhianat", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda, kami sudah paham maksud anda, terimakasih atas kepercayaan Nona Muda kepada kami, kami benar-benar merasa menjadi manusia yang berguna", ucap Ding Fan.


" Nak Bibi akan kembali ke rumah bibi, nanti malam sore bibi, Lily dan Celine akan datang lagi kesini, bibi akan masak makanan kesukaan kamu", ucap Helen.


" Terimakasih bibiku tersayang, pantas ayah dan ibuku sangat menghormati bibi dan paman Kusuma, bahkan bibi Maurice sangat kagum dengan bibi", ucap Ranti.


" Karena bibi dan Pamanmu paling tua diantara mereka, makanya Pamanmu sangat menyayangi mereka dan menganggap Adriansyah, Haris, Antonio dan juga Marwansyah sebagai adiknya, asal semua pada ngumpul pasti bibi akan memasak untuk mereka dengan senang hati, dan Maurice dia sangat bawel tapi hatinya juga sangat baik luar biasa, tinggal sedikit lagi urusan bibi dan kakakmu Lily selesai disini, jadi kita bisa pindah ke Indonesia", ucap Helen.


" Saya senang mendengarnya, pasti bundaku, bibi Haris dan bibi Maurice serta bibi Marwansyah, akan bahagia bisa berkumpul bersama bibi Helen, dan kami anak-anak kalian pasti akan bangga melihat orangtua kita bahagia di masa tuanya", ucap Ranti.


" Bibi berterimakasih kepadamu nak, berkat kamu bibi, Helen apalagi Celine bisa menikmati hidup dengan lebih baik, bahkan kamu memberikan banyak saudara buat Bibi, lihatlah Xiao Lang dan adik-adiknya, begitu juga Acun mereka sangat menyayangi kami bertiga, hidup bibi makin terasa hidup dan tidak lagi kesepian, kalau suntuk tinggal datang ke sini ngobrol dengan nak Yun Li atau Tang Mei, jika Lily sibuk kerja", ucap Helen.


" Bibi Helen sudah kami anggap seperti orangtua kami, kami juga sangat bahagia bisa bersaudara dengan bibi dan juga kak Lily, apalagi keponakan kami yang sangat cantik dan juga pintar menambah semangat kami untuk bekerja", Ucap Ding Tian.


" Terimakasih kasih Paman, Celine takut dengan paman semua kalau kalian memaksa Celine makan terus, nanti jadi gendut kayak paman Acun", ucap Celine.


" Nak, tapi Paman mu ini masih ganteng kan", ucap Acun.


" Kalau ganteng pasti, paman Acun semakin ganteng, Apalagi jika agak kurus sedikit", ucap Celine.


Hahahaha hahahaha


" Nak, bagaimana pamanmu bisa kurus, bibi Tang Mei selalu marah jika paman lupa makan", ucap Acun membela diri.


Suasana semakin bahagia, tiba-tiba resepsionis datang memberitahu bahwa ada sekeluarga datang mencari Xiao Lang dan Yun Li.


" Siapa mereka ? tanya Ranti.


" Mereka bermarga Lu, namanya Tuan Lu Tan dan memberikan kartu Nama Nona Muda Ranti", ucap Resepsionis itu.


" Suruh masuk kesini dan tambahkan makanan di meja ini, mereka tamu penting kita", ucap Xiao Lang.


" Baik Tuan", ucap resepsionis itu.


" Sekali lagi kamu panggil saya Tuan ku usir kamu dari sini", tegas Xiao Lang.


" Baik Kak, maafkan Huang Jia, terimakasih sudah menganggap Huang Jia dan Huang Min sebagai saudara", ucap Huang Jia si resepsionis.


" Kalian berdua kakak beradik memang bekerja untuk kami, tapi kalian bukan pegawai biasa, kalian bekerja hanya untuk belajar, nanti selesai kuliah kalian berdua harus bekerja yang baik di perusahan kami, apa kamu mengerti maksud kakak Xiao Lang", ucap Yuan Shao.


" Terimakasih atas penghargaan Kakak-kakak semuanya", ucap Hunag Jia.


" Ya sudah tolong bawa mereka kesini, Perintah Yuan Shao.


Hanya 10 menit 5 orang itu masuk, Lu Tan dan istrinya beserta ke tiga anaknya, yang semuanya sudah sembuh dan terlihat segar.


" Selamat pagi, maafkan kami karena sudah mengganggu sarapan Tuan-tuan dan Nyonya serta nona Muda", ucap Lu Tan.


" Ayo silahkan duduk, dan kenalkan mereka semua adalah saudaraku dan nanti akan menjadi saudara pak Lu Tan dan keluarga, dan ini bibi saya, kakak sepupuku dan ponakanku, jadi pak Lu Tan harus ingat baik-baik dengan wajah ketiga orang ini", tegas Ranti.


" Baik Nona Muda, jawab Lu Tan.


" Xiao Lang, tolong siapkan yang sudah ku bicarakan kemarin", perintah Ranti.


" Sudah Nona Muda, nanti sore mereka sudah bisa menempatinya dan kendaraan juga akan datang besok pagi, ruko sudah sementara finishing dan dokumennya tinggal di tanda tangani oleh pak Lu Tan.


" Bagus kerja kalian sangat cepat", ucap Ranti.


" Kakak bertiga siapa nama kalian


" Saya, Lu Sian umur 24 tahun, anak tertua.


" Saya, Lu Tong, umur 22 tahun, anak kedua.


" Saya, Lu Ping, umur 20 tahun anak ketiga dan satu-satunya perempuan.


" Baiklah, mulai hari ini kalian semua tinggal di kota ini, dan kalian bertiga harus sekolah atau kursus sambil membantu orangtuanya kalian berusaha, saya tidak suka dengan orang pemalas", ucap Ranti.


" Nona Muda, saya hanya ingin buka usaha pembuatan kerajinan batu Giok, saya 4 tahun bekerja di perusahaan pembuatan perhiasan sebelum saya di celakai orang", ucap Lu Sian.


" Bagus itu, kamu buatlah contohnya dan perlihatkan kepada kakak saya, dia memiliki beberapa toko perhiasan", ucap Ranti.


" Kebetulan saya membawa 1 karya terakhir saya, ini replika dari yang saya buat untuk toko terkenal di Beijing, tapi maaf, karya yang saya buat itu, di ambil oleh hak ciptanya oleh pemilik Perusahaan", ucap Lu Sian sambil menunjukkan sebuah Cincin dan kalung yang terbuat dari kayu sederhana.


" Apa kamu yang membuat 1 set perhiasan ini? ucap Lily sambil menunjukkan gambar di handphonenya.


" Ia itu aku yang mengerjakannya, tapi secara hukum saya tidak bisa mengklaimnya karena hak dari model itu sudah jadi milik perusahaan", ucap Lu Sian.


" Saya ada pesanan satu set perhiasan terbuat dari Giok Queen Rubby, saya belum mendapatkan modelnya, jika kamu mampu membuat model yang belum pernah ada, maka tugasmu yang mengerjakan proyek itu", ucap Lily.


" Baiklah, nyonya bisa melihat berbagai model yang saya gambar ini termasuk bahan pendukung, maaf saya hanya menggambar dengan menggunakan jenis batu berharga yang lebih umum dan terkenal", ucap Lu Sian.


" Oke ini nomor saya dan silahkan buat gambar khusus Giok Queen Rubby", ucap Lily.


" Baik beri saya waktu 1 Minggu, karena saya belum memiliki Laptop untuk mendesainnya", ucap Lu Sian.


" Oke, tolong buatkan SE ekslusif mungkin dan tenang saja, hak ciptanya tetap milikmu tapi hak saya adalah memasarkan setiap produk milikmu secara eksklusif", ucap Lily.


" Baik saya setuju, bahan semua terserah nyonya mau saya yang cari atau Nyonya, saya janji tiap 3 bulan saya akan memberikan model terbaru dan setiap tahun saya juga akan membuat perhiasan dengan model terbaru tentunya", ucap Ku Sian.


" Kalau Pesanan saya, berarti bahan dari saya, tapi jika Lu Sian hanya membuat dan untuk titip jual di toko saya berarti bahan milik Lu Sian sendiri.