
Suasana panti terlihat lebih segar, sudah hampir seharian Ranti berada di Panti Asuhan Kasih Bunda, dapur yang dulu begitu kotor, kini sudah agak bersih, di tambah dengan peralatan masak yang masih baru, 3 buah kulkas besar berdiri dengan Bagus, 4 mesin cuci baju juga berdiri dengan begitu rapi.
Diruang makan kini meja sudah di ganti dengan meja lipat, agar saat selesai makan beberapa meja bisa dilipat hingga ruangan tersebut terlihat lebih luas.
Untuk kamar mandi sudah bersihkan, dan sudah di tulis aturan dan sangsi, semua harus tertib.
Untuk kamar tidur semuanya sudah di pasang AC, agar kalau malam mereka semua bisa tidur dengan nyenyak dan pastinya nyaman.
Ruang tamu kini terlihat sudah sangat bersih, sofa dan meja sudah di ganti, AC juga sudah pasang, agar tamu yang datang berkunjung merasa nyaman.
Lalu berapakah biaya listrik yang akan di keluarkan, sudah pasti akan mahal, tapi uang panti asuhan saat ini sangat banyak, Ranti sudah menyiapkan dana abadi 5 triliun, bayangkan saja jika di deposito berjangka 1 tahun dengan asumsi bunga 2,75 %, maka pendapatannya sekitar 109 milyar pertahun, itu artinya lebih dari cukup untuk operasional Panti Asuhan.
Ranti sudah memikirkannya, walaupun uang yang di gunakan hasil dari rampasan, tapi dia mengambilnya dari orang jahat.
Saat ini Ranti sedang berbicara dengan dengan kontraktor pelaksana yang akan membangun gedung Panti, mereka memberikan beberapa contoh yang sesuai dengan luas lahan, akhirnya Ranti memilih bangunan 3 lantai dengan beberapa fasilitas, termasuk kamar khusus balita.
Dan juga ada 1 bangunan untuk perpustakaan, dan ruang belajar.
Fasilitas yang lain adalah setiap kamar terdapat kamar mandi Saja dan juga tersedia water heater, dan setiap lantai terdapat banyak toilet.
Untuk outdoor, terdapat lapangan dan juga Pendopo, disana akan di letakkan TV, agar ada hiburan.
Ranti melihat design nya yang bagus dan hemat lahan, akhirnya dia memilih design itu.
Tak lama berselang, ada laporan bahwa penghuni di belakang panti sudah kosong, Ranti berbaik hati kepada mereka dengan memberikan uang masing-masing rumah 25 Juta, minimal mereka bisa ngontrak rumah setahun.
Ranti segera meminta kontraktor agar besok sudah bisa meratakan bangunan - bangunan itu, serta mendirikan pagar proyek, Ranti meminta agar bekang Panti Asuhan di buatkan pagar Tembok setinggi 5 meter, dan harus segera di buat.
Pihak kontraktor berjanji seluruh bangunan akan selesai dalam jangka 1,5 tahun, Ranti sendiri sudah menganggarkan sekitar 250 milyar untuk bangunan, belum interior dan perlengkapan lainnya.
Di seberang panti terlihat sudah sepi, Besok pagi akan di mulai pembongkaran rumah dan juga mulai meratakan Tanah, kedepannya Ranti akan membangun jembatan penyeberangan, agar terhindar dari kecelakaan.
Tanpa Ranti duga, anak tertua dari pemilik Pompa bensin datang menemui Ranti dan Bu Marta, intinya mereka tetap ingin menyewa lahan itu, dengan sistem yang baru, hanya mereka minta kelonggaran dalam membayar, yaitu per lima tahun.
Ranti dan Bu Marta melihat anak muda itu begitu sopan dan berkali- kali menunduk minta maaf, akhirnya Ranti dan Bu Marta memberikan kesempatan kedua, setelah membaca perjanjian nya, Ranti merasa cukup adil, jadi mereka berdua setuju, 10 milyar untuk jangka waktu 25 tahun dan luas bertambah 2000 meter persegi, menjadi 1 hektar, karena mereka ingin membuat beberapa kios di area SPBU.
Ranti berencana lahan di sekitar sekolah akan di bangun Kios- Kios dan Rumah kost, untuk menunjang pendapatan panti Asuhan.
Target Ranti dalam 2 tahun kedepan, dia akan melepaskan Panti Asuhan itu untuk Mandiri, jika nanti dia membantu itu jika terjadi hal-hal darurat, dan selama 2 tahun Ranti masih menanggung biaya logistik, yang di percayakan kepada Maryana, sambil mengajarkan mereka mengatur logistik.
Ranti meminta kontraktor agar membuat dapur dan gudang terpisah dari bangunan utama, dan tetap terhubung yang nantinya dia jalan khusus dan menggunakan atap.
" Nona muda ini seperti mimpi saja, baru melihat design saja kami sudah sangat bahagia, bagaimana jika sudah selesai", ujar Miranda.
" Makanya kalian berdua harus segera selesai kuliah agar bisa fokus mengurus Panti Asuhan, apalagi saat sekolah sudah beroperasi, pasti kalian berdua akan sangat sibuk, coba kalian cari bekas anak Panti yang sudah keluar dan ajak bekerja disini, dan sarankan mereka untuk kuliah, agar kedepannya mereka bisa di berdayakan disini", ujar Ranti.
" Makanya ini saya sedang mencari mereka, tapi beberapa dari mereka sudah menikah dan berada di luar Jawa dan ada juga yang sudah bekerja, Ujar Marinda.
" Baiklah, sejam lagi Handphone yang pesan kemarin akan datang, sambil menunggu barang itu datang, saya ingin memberikan kalian, masing-masing sebuah Pil Rekonstruksi Fisik dan Jaringan Sel dalam Tubuh dan setetes serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, prosesnya 30 Menit tapi sangat menyakitkan, tapi manfaatnya sangat Baik", ujar Ranti.
" Apakah ibuku akan tambah cantik atau apakah bisa kelihatan lebih muda, ucap Marinda.
" Kalau cantik saya tidak menjamin tapi kalau awet muda saya bisa jamin, segala keriput bisa hilang, segala gejala penyakit kronis akan di sembuhkan, Apa kalian bersedia?" tanya Ranti.
" Kami bersedia Nona Muda, ujar mereka bertiga.
" Baiklah siapkan air panas dan masuklah ke kamar dan buka baju kalian hingga tinggal pakaian dalam", perintah Ranti.
Setelah semua proses dijalankannya mereka, Ranti segera memberikan Pill kepada mereka bertiga.
Waktu yang terus berjalan, membuat proses itu makin terlihat menyakitkan, suara teriakan mereka bertiga bergema bersahutan di dalam kamar Bu Marta yang tersedia kamar di dalam dan pemanas Air.
Setelah menunggu 30 menit akhirnya mereka bertiga sadar, Ranti menyuruh mereka berendam di air panas selama 10 Menit, kemudian berendam lagi, kini Bath tub itu sudah dicampur dengan 3 tetes air surgawi.
Hampir 30 menit kemudian, terlihat wajah ketiga wanita beda usia itu kini tampil begitu cantik dengan tubuh begitu proporsional, Bu Marta sendiri terlihat lebih bugar dan tidak ada lagi keriput, dia terlihat seperti masih berumur 30 tahun, padahal usianya saat sudah 46 tahun.
" Bu Maryana tenang saja, nanti saya berikan 5 Pill dan 5 tetes serum serta cairan pencampur untuk mandi setelah proses.
" Terimakasih Nona Muda, Ucap Maryana.
" Pokoknya Pak Bayu akan terlihat lebih ganteng, perutnya akan rata, begitu juga dengan ibu, coba lihat Bu Marta, ucap Ranti.
" Bagaimana"?, apa yang kalian rasakan saat ini", tanya Ranti.
" Terasa seperti di lahirkan kembali", ujar Bu Marta.
" Baguslah, jaga rahasia ini dengan baik", ujar Ranti.
Tak lama kemudian terlihat sebuah mobil datang, ternyata mereka adalah orang dari toko handphone.
Mereka membuka satu persatu dan Ranti meminta pesanannya, yaitu 3 buah Tablet Samsung yang langsung di berikan kepada mereka bertiga.
Setelah semua beres, Ranti segera membayar sesuai tagihan, dan segera pamit pulang karena sudah Sore.
Ranti mengantar Bu Maryana ke rumahnya dan dia mampir sebentar.
" Bu Maryana, mana anak gadismu, tanya Ranti.
" Sebentar saya panggilan", ucap Bu Maryana
Tak lama datang seorang gadis sangat cantik tapi sayang wajahnya penuh dengan jerawat, akibat Gonta ganti makeup.
" Bu Maryana, sekarang giliran ibu fan anak ibu. yang saya bantu, nanti soal kedua putra ibu dan Suami, pasti ibu sudah bisa, ucap Ranti
" Baik Nona Muda, tapi apakah jerawat anak gadisku bisa sembuh?", tanya Maryana
" Nak ini kenalkan Nona Muda Ranti, bos tempat ayahmu bekerja, dan asal kamu tahu, ayahmu sekarang naik jabatan, menjadi Direktur Utama seluruh kompleks Mall Cempaka, ruko, apartemen dan perkantoran", ucap Maryana.
" Terimakasih Nona Muda, sudah mempercayakan ayah saya menjadi Direktur Utama, saya sangat bahagia, tapi saya malu jalan-jalan kesana karena jerawat ini", ujar gadis itu.
" Tenang saja, setelah ini kamu tidak akan adalagi masalah dengan jerawat", ujar Ranti.
" Benarkah", ujar gadis itu sumringah.
" Untuk menjadi mulus butuh 1 treatment lagi, tapi hari ini semua jerawat nya akan sembuh, nanti 7 hari kemudian, kamu gunakan krim ini, pakai sebelum jam 7 pagi, dan tepat jam 7 sudah harus di bersihkan, begitu malam, pakai sebelum 7 dan pas jam 7 malam, sudah harus, dan cuci dengan mencampurkan 1 tetes air ini pada 2 liter air, dan hanya khusu malam saja.
Setelah membicarakan soal proses dan efeknya, kedua ibu dan itu langsung berbaring dan menelan Pill dari Ranti.
Saat Lima menit kemudian, Suara teriakan bergema di dalam kamar itu, beruntung Ranti memblokir suara mereka jika tidak,pasti para pelayan berpikir yang aneh-aneh.
Setelah semua proses menyakitkan lewat dan saat mereka berdua mulai membersihkan dirinya, terlihat perubahan yang sangat besar, tubuh bi Maryana kembali menjadi langsing, kulit kembali kencang, dia terlihat seperti wanita yang masih tiga puluhan tahun, sedangkan anak gadisnya kini lebih cantik walau masih terlihat kulit wajahnya memerah, tapi seluruh jerawat di wajahnya sudah hilang, tinggal pemulihan saja, dia yang agak Chuby kini terlihat makin seksi, sungguh luar biasa efeknya.
" Terimakasih Nona Muda, kini aku semakin percaya diri saat nanti masuk kuliah, ucap gadis itu.
" Sama-sama, jangan lupa rubah pola hidup dan pola makan", ujar Ranti.
" Bu Maryana, ini saya tambahkan untuk jajan anak-anak kalian, buatkan mereka ATM, dan belikan mereka mobil agar mereka bisa lebih semangat, ujar Ranti
" Baik Nona Muda, ucap Maryana.
" Saya hanya ingin kalian orang- orang kepercayaan ku hidup dengan nyaman dan berkecukupan, tetaplah hidup sederhana meski harta kalian saat ini sangat melimpah, ajarkan ke anak-anak ibu cara memanfaatkan uang dengan Baik dan bijak, ujar Ranti
" Baik Nona Muda, saya akan buatkan mereka ATM dan akan saya isi masing-masing 10 milyar, saya juga ingin tau seberapa baik mereka menggunakan uangnya, Ucap Bu Maryana.
" Bagus itu, dan saat ini sudah sangat sore, saya pamit dulu, kasihan Salma", ujar Ranti.
" Hati-hati di jalan Nona Muda, ujar Bu Maryana.
Dalam perjalanan kembali ke apartemen, Ranti melihat di baliho bahwa di grand Indonesia ada pameran perhiasan, membuat dia ingin mendatanginya.
Dengan penuh semangat dia meluncur ke Grand Indonesia, sejam kemudian dia sampai di parkiran.
Pas turun dari mobil dia melihat ada keributan di dekat pintu masuk, mau tidak mau dia berjalan menuju ke arah pintu masuk tersebut.
Dia melihat seorang gadis sementara di tampar oleh seorang ibu-ibu, yang ternyata bosnya.
Karena kasihan Ranti mendekat dan coba membantu.
" Mohon maaf Bu, ada masalah apa hingga anda memukul Nona ini, tanya Ranti.
" Kamu jangan mencampuri urusan saya, dia karyawan di toko saya, gara-gara dia pelanggan saya tidak jadi membeli tas yang sudah di pesan, Gara- gara dia telat datang membawa barang nya", ujar si bos.
" Apa kamu sudah mendengar alasannya dia terlambat datang ?", tanya Ranti.
" Maaf Nona, kami sederetan toko dengan tempat Nona itu bekerja, masalahnya bukan semua kesalahan Nona itu, dia baru bekerja 3 Minggu, harusnya kalau barang penting, kenapa ibu itu tidak menyuruh orang dari rumahnya yang antar barang itu ke Toko, dan yang kedua adalah Nona itu tidak tahu rumah ibu itu, otomatis dia akan banyak bertanya di jalan, pasti telat, dan yang paling penting adalah, ibu itu memang pemarah, saya kerja di samping Toko itu baru 6 bulan, yang anehnya tiap bulan karyawannya berhenti karena sifat sombong ibu itu, ucap seorang pelayan Toko.
" Nona mendingan kamu berhenti saja dari toko ibu itu, saya akan bawa Nona ke rumah sakit dan visum, nanti saya bantu kamu untuk lapor ke Polisi", ujar Ranti.
" Kalau kamu berhenti, saya tidak akan membayar gajimu, ucap wanita itu.
" Sudah jangan di jawab, biar saya yang tanggung gajimu sebulan ini, yang jelas sekarang kamu harus berani lapor Polisi, ujar Ranti
" Lapor saja kalau berani, tantang wanita itu.
" Halo Pak Komandan apa punya kawan di Polsek Menteng, tanya Ranti ke Kapolres Jakarta Selatan.
" Kapolseknya kawan saya, ada apa Nona, tanya Kapolres.
" Ada seorang karyawan di grand Indonesia, di pukuli oleh bosnya hingga bengkak- bengkak wajah gadis ini, gara-gara terlambat antar barang ke toko, apa kasus ini bisa ditangani, tanya Ranti.
" Sangat bisa, itu namanya kasus penganiayaan, ancaman 2 tahun lebih penjara,ucap Kapolres itu
" Baik saya sudah minta rekaman CCTV dan video dari para saksi, bagaimana ibu itu memukul gadis ini, mohon segera bantu koordinasikan, mohon Ranti.
" Baik Nona, tolong kirim ke saya semua bukti dan foto wajah korban dan alamat toko serta nama bosnya., baik saya kirim sekarang", ujar Ranti.
" Tunggu saja Bu, saya pastikan kamu masuk penjara, Apalagi para karyawan lama kamu bersuara.
" Aplikasi Mata Dewa, tolong ambil semua tabungan ibu itu sekarang ucap Ranti.
" Baik Tuan, tunggu 10 Menit", ucap aplikasi Mata Dewa.
" Hahahaha hebat sekali akting kamu, jikalau benar kamu lapor Polisi, itu urusan kecil 10 juta juga beres, apalagi cuma karyawan rendahan seperti dia, besok juga pasti saya dapat orang baru", ujar wanita Sombong itu.
Tak sampai setengah jam Polisi dari Polsek Menteng sudah tiba.
Selamat Sore, apakah Anda Nona Ranti Putri yang melaporkan kasus penganiayaan? tanya petugas itu.
" Sore juga Pak, benar saya Ranti Putri, dan ini korbannya, dan ibu itu pelakunya, saya harap kasus ini bisa lanjut, biar pengacara saya yang akan menjadi kuasa hukumnya, mohon tunggu sebentar mereka dalam perjalanan, silahkan urus ibu jahat itu", ujar Ranti.
" Mohon maaf ibu anda kami tahan dengan kasus penganiayaan, apapun yang ingin anda katakan, Silahkan katakan di Kantor Polisi.
Tak lama kemudian Pengacara dari Bank IDB datang.
" Mohon maaf Nona Muda kami terlambat, ujar kedua pengacara itu.
" Tidak apa-apa, tolong dampingi korban itu, dan maaf merepotkan, setelah dari Polsek tolong bawa ke RS dan obati, dan antarkan dia kembali kerumahnya", ujar Ranti.