SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Keluarga yang bodoh


Saat sudah tiba di pekarangan rumah Tiara, Ranti disambut oleh Pak Hasan supir keluarga Tiara.


" Maaf Nona Ranti, di dalam rumah masih banyak orang, dari keluarga Jaya, mereka masih mempersalahkan Tuan Besar dan Nona Muda Tiara, mereka menuduh Tuan menggunakan ilmu hitam", ucap Pak Hasan.


" Hahahaha, zaman sekarang masih percaya yang seperti itu", ujar Ranti sambil tertawa.


" Ya sudah Pak, saya ingin lihat dukun darimana yang mereka bawa", ujar Ranti.


" Ranti, kebetulan kamu sudah datang, mereka menuduh ayahku menggunakan ilmu hitam", ujar Tiara.


" Biarkan saja, itu ekspresi orang yang serakah tapi tidak punya kemampuan", ujar Ranti.


" Apa maksud kamu bicara seperti itu, kamu itu orang luar, ini masalah keluarga kami jadi jangan mengganggu kamu", Bentak kakaknya Pak Pribadi.


" Bukannya si Restu sudah mengeluarkan Om Pribadi dari Keluarga Jaya, bahkan sekarang Om Pribadi sudah mengurus mengganti nama keluarga mereka, apa kamu sehat atau amnesia?" tegas Ranti.


" Ingat baik-baik, Perusahaan Restu itu, bukan lagi di kendalikan oleh keluarga kalian, saya punya saham 75% saham di perusahaan itu, dan selama ini perusahaan kalian tidak pernah memberikan laporan keuangan, saya diam selama ini, karena masih menghargai ikatan keluarga Om Pribadi dengan keluarga Jaya, dan saya juga masih mengerti Proyek - Proyek kalian tidak terlalu besar, tapi 2 bulan lagi saya harus mengambil hak saya", ujar Ranti.


" Hahahaha, saham 75% adalah milikmu, jangan bermimpi Nona, Kami sudah membatalkan seluruh saham milik orang lain, karena perusahaan itu sejatinya sudah setahun ini menjadi milik keluarga, bukan lagi milik pribadi dari almarhum Restu.


" Oh oke baiklah, mari kita lihat siapa yang akan menang di pengadilan, dan surat kepemilikan saham masih ada di tangan saya, dan itu bukti sah dari perusahaan kalian, 2 tahun berturut-turut kalian membukukan keuntungan bersih dengan total 400 milyar, berarti saya memiliki 75% dari keuntungan, berarti kalian harus membayar kepada saya 300 milyar 2 bulan depan", tegas Ranti.


Keluarga Jaya terdiam, mereka pikir Ranti akan takut dengan mereka.


" Hahahaha, buktikan saja, hanya anak kecil seperti kamu mengaku-ngaku punya saham 75% di perusahaan sebesar milik kami.


" Sombong sekali kalian, perusahaan kalian tidak lebih besar dari perusahaan Om Pribadi, Apalagi kalian bilang saya hanya kecil", ujar Ranti.


" Ku tanya sama kalian, berapa aset perusahaan kalian, apakah sampai 10 triliun, bila perlu gabung semua harta keluarga kalian", tak akan mampu mengalahkan harta 1 adikku saja, apalagi perusahaan", ujar Ranti.


" Anak zaman sekarang terlalu banyak mengkhayal, bocah seperti kamu memiliki Perusahaan yang lebih besar dari milik kami", ujar Kakak kedua pak Pribadi.


" Tiara, kenapa kamu dan Om sangat Pintar, sedangkan mereka sangat tolol, mereka tidak tahu sedang berhadapan siapa", Ucap Ranti.


" Kamu bilang kami tolol, kurang ajar kamu ! hardik kakak kedua Pak Pribadi.


" Buktinya ada, kalian banyak orang dan hanya memiliki 1 perusahaan, apa itu bukan orang tolol, kalau kalian pintar, pasti kalian memiliki lebih dari 1 perusahaan, apa kalian tahu siapa pemilik RPS Group Company, sebagai Pemilik Mega Proyek Kota Terpadu?" tanya Ranti.


" Pemiliknya seorang gadis Muda, temannya Tiara, tapi Tiara tidak mau memberikan nomor telpon gadis itu, tapi kalau nama kami tidak tahu, karena yang memegang kantor itu adalah Tuan Rendi", ujar mereka.


" Tiara ini handphone saya, tolong kamu telpon Rendi dan loud speaker bila perlu pakai panggilan video", perintah Ranti sambil memberikan handphone nya ke Tiara.


" Halo Nona Tiara, kok handphone Nona Muda, ada di tanganmu, ada apa dengan Nona Muda?" tanya Rendi kuatir.


" Hahahaha, Ranti ada disini bersama ku, ada orang aneh yang tidak percaya kalau Ranti adalah Pemilik Tunggal Perusahaan RPS Group Company, ujar Tiara.


" Astaga, jantungku hampir copot, pikir Nona Muda ada apa-apa, memangnya siapa yang tidak percaya, apakah bekas keluarga kalian?" tanya Rendi.


" Hahahaha siapa lagi, mereka ingin mencari Ranti untuk menggeser Ayahku", ujar Tiara.


" Katakan pada mereka bahwa Perusahaan mereka tidak layak mengerjakan proyek-proyek milik RPS Group Company, apalagi Nona Muda akan menarik semua sahamnya di perusahaan yang tidak kompatibel", tegas Rendi.


" Rendi, siapkan pengacara karena 2 bulan lagi saya akan menggugat perusahaan itu", ujar Ranti


" Baik Nona Muda, Perusahaan itu hanya akan membuat citra buruk perusahaan kita, jika Nona Muda gabungkan dengan Group Company kita", ujar Rendi.


" Makanya sebelum saya menarik atau menjual saham saya, mereka terlebih dahulu wajib menyerahkan dividen selama 2 tahun kepada saya, saya juga lagi mempertimbangkan denda keterlambatan mereka membayar nya", tegas Ranti.


" Baik Nona Muda, tapi maaf saya kedatangan tamu dari pejabat propinsi", ujar Rendi.


" Ya sudah kalau begitu, nanti laporkan kepada saya hasilnya, dan kirimkan videonya", perintah Ranti dan langsung menutup telponnya.


" Bagaimana, apa kalian sudah mendengar dan melihat siapa yang saya telpon barusan, jadi apakah perusahaan kalian lebih besar dari perusahaan saya ?" pertanyaan mengejek Ranti.


" hahahaha, kami ia kan sajalah daripada kamu nangis lagi", ujar mereka.


" Baiklah, sekarang apa sudah terbukti om Pribadi menggunakan ilmu hitam, hahahaha, giliran gak benar dipercaya sedangkan yang benar di abaikan, memang dasar orang bodoh", ejek Ranti.


" Om, ngapain juga terima orang seperti mereka, kalau saya jadi Om, sudah ku blacklist mereka dari rumah saya",ujar Ranti.


" Kayak kamu punya rumah besar saja, ejek mereka.


" Rumah kalian saja di tidak sebesar taman saya", sengit Ranti.


" Ranti sudahlah, gak usah kamu ladeni mereka, anggaplah anjing menggonggong orang hutan pada kabur", ujar Tiara.


" Mohon anda semuanya keluar dari rumah kami, dan jangan pernah menginjakkan kaki dirumah kami lagi, jika kalian datang, saya akan panggil satpam untuk mengusir kalian", ujar mamanya Tiara.


" Kalian berani mengusir kami, kalian harus bertanggung jawab dengan kematian Restu, Axel dan 2 Anggota Keluarga kami", hardik mereka.


" Lalu siapa yang bertanggung jawab atas penikaman terhadap kami?" tanya Tiara.


' Itu salah kalian membunuh Restu dan Axel", bentak mereka.


" Apa kalian punya bukti, Axel mati di depan kalian, Restu juga mati di rumah kalian, apa ada bukti saya kesana atau apakah ada orang lain yang datang membunuhnya di tempat lain, bukti Video sudah membuktikannya, saya akan lapor polisi atas fitnah kalian terhadapnya Keluarga Kami", ujar Mamanya Tiara.


" Lapor saja, kalian pikir kami takut, ingat baik-baik keluarga kalian bukan keluarga berpengaruh di Surabaya", ujar Mereka Sombong.


" Wow, seolah-olah kalian begitu hebat di Surabaya, tapi sudahlah, hanya buang - buang Energi saja meladeni kalian", ujar Tiara.


" Panggil Security saja Tante, mereka tidak berhak membuat keributan di rumah Tante dan Om, lagian mereka hanya menuduh tanpa bukti, bila Perlu lapor polisi saja", ujar Ranti.


" Diam kamu.. ! jangan campur urusan kami", bentak kakak kedua Pak Pribadi.


" Dasar tidak tau malu, membuat onar di rumah orang lain ", ujar Ranti.


* Tuan, sistem mengijinkan Tuan mengambil atau menuntut saham 75% di perusahaan mereka", ujar Rose.


" Terimakasih", ujar Ranti dan langsung menelpon Rendi.


" Rendi, datangi kantor Perusahaan keluarga Jaya dan pertanyakan soal dividennya dan ambil perusahaan itu sekarang, ganti seluruh pejabat di perusahaan itu atau tarik sekarang juga saham kita disana, saya mau 3, sebelum saya ke Singapura hari Jumat, masalah ini sudah selesai, mereka harus membayar seluruh hak saya, paling lambat hari Jumat jam 6 Sore, jika tidak ambil seluruh aset perusahaan mereka dan bekukan perusahaan itu selamanya", Perintah Ranti.


" Baik Nona Muda", jawab Rendi singkat.


" Hahahaha kayak orang berkuasa saja, dan mau menggertak kami, belajar dulu biar tambah pintar mengkhayal nya", ejek mereka.


" Tunggu saja kehancuran kalian, menangis darah pun kalian, tidak akan ku ampuni', ujar Ranti menekan mereka.


" Pergi kalian dari sini", bentak Tiara.


" Kami akan Pergi, dasar keluarga pembunuh", maki mereka.


" Hei Nona, jangan sombong kamu, kamu belum tau siapa saya", ujar dukun itu.


" Hahahaha, apa untungnya jika aku mengenal orang pengabdi setan seperti kamu, dan kamu pikir saya takut dengan kamu ! sengit Ranti.


" Jadi kamu menantang saya?" hardik dukun itu.


" Kamu pikir aku tidak berani, silahkan kakau kamu maju ", ujar Ranti.


Tak lama dukun itu mulai Komat-kamit merapal mantra.


* Tuan jangan kuatir, di Tahap Berlian, tidak ada satupun dukun yang mampu melawan Tuan", ujar Rose.


" Tato keluarga saya juga memang di buat untuk menangkal para penganut ilmu hitam seperti dukun ini", ujar Ranti.


* Justru akan lebih mantab", ujar Rose.


Si dukun masih terus merapal mantra, tapi Ranti masih terlihat tenang,


" Ternyata kalian yang menggunakan ilmu Hitam, lihatlah dukun kalian merapalkan ilmu santet nya, dan ini bukti kalau kalian hendak mencelakai orang", Ujar Ranti


" Hahahaha, apa kamu masih berani", ujar kakak kedua Pak Pribadi.


" Hahahaha takut kepada dukun ini, hahahaha suruh dia bertapa 100 tahun lagi, itupun belum tentu bisa membunuhku", ujar Ranti.


Sang dukun sudah berkeringat, tapi Ranti tidak terjadi apa-apa, dukun menusuk bonekanya dengan Jarum tapi tidak berpengaruh terhadap Ranti.


" Hei, apa belum dapat jurus yang cocok untuk membunuhku", ejek Ranti.


Dukun itu makin menambhakan kekuatannya, tapi sayang semua upayanya tidak mempan buat Ranti.


Tiba-tiba dukun itu berdiri dan mundur menyerah, tapi dia berbohong kepada keluarga Jaya.


" Tenang saja Tuan, Nona ini akan jadi orang idiot dalam waktu 3 hari", ujar dukun itu.


" hahahaha kita lihat saja nanti, kamu yang jadi idiot atau saya", ujar Ranti.


" Bagus itu Mbah, nanti kami beri hadiah yang besar", ujar kakak kedua Pak Pribadi.


" Dasar orang bodoh, di bodohi oleh orang bodoh juga, hahahaha, ejek Ranti.


Akhirnya mereka pergi, kemudian Ranti memasuki pikiran si dukun dan membuatnya menjadi menjadi idiot, yang akan berfungsi 1 Minggu setelah lewat 3 hari dari ucapan dukun bahwa Ranti akan jadi idiot 3 hari kemudian.


Sementara Ranti masih di rumah Tiara dan sedang mengobati Tiara dan Ayahnya, sementara Rendi sudah menyusun berkas untuk menarik saham Ranti di Restu Jaya Konstruksi, dan meminta tuntutan dividen atas keuntungan selama 2 Tahun, Rendi bahkan menambahkan denda keterlambatan pembayaran sebesar 50 milyar.


Ranti hanya memberikan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel, kepada Tiara dan ayahnya, efek kesakitan sudah tidak mereka rasakan karena seperti sudah terbiasa dengan obat dari Ranti.


Hanya 15 menit berselang, ayah dsn anak itu sudah pulih total, tidak adalagi bekas luka tikaman, bahkan kondisi mereka berdua terlihat sehat, bahkan Tiara makin glow saja.


" Terimakasih Ranti, ucap Tiara.


" Sama-sama, di dunia hanya kamu sahabat terbaikku, selama aku masih mampu membantumu pasti akan kulakukan", ujar Ranti.


" aku sangat beruntung bersahabat dengan kamu, maafkan aku yang selalu merepotkan kamu ucap Tiara.


" Jangan bicara kata "merepotkan", aku gak suka mendengarnya", ujar Ranti kesal.


" Ia, ia aku janji tidak akan menggunakan kata itu lagi", ujar Tiara.


" Gitu dong, kamu sahabatku, kamu juga calon kakak iparku, dan aku sangat menyayangi kakakku, jadi aku gak mau dia bersedih lihat kamu yang sakit", ujar Ranti.


" Ia maafkan aku yang salah bicara", ujar Tiara.


" Gitu dong, sekarang kamu istirahat, aku mau pamit ke Kantor dulu, mau urus surat-surat tuntutan kepada keluarga Jaya itu", ujar Ranti.


" Oh ya Om, rumah ini sudah tidak layak buat om tinggal, dukun tadi sudah menaruh sesuatu di rumah ini, mendingan tinggal dulu di apartemen Kalian dan nanti kembali lagi setelah 10 hari, atau saran saya jual saja dan beli rumah baru, atau bongkar total rumah ini dan bangun lagi, ujar Ranti.


" Kami sudah punya rumah baru, tapi sayang juga rumah ini untuk jual, tak apa-apalah, biarkan saja dulu rumah ini nanti kita bongkar dan bangun ulang dari awal, tapi agak lebih ketengah saja, ujar Pak Pribadi.


" Ya sudah, malam ini kalian jangan nginap disini itu saja pesanku", ujar Ranti dan beranjak menuju ke mobilnya.


Pak Pribadi langsung memanggil seluruh pelayannya agar berkemas, begitu juga dengan Pak Pribadi dan istrinya, juga Tiara, mereka akan pindah ke kompleks dekat Ranti, hanya saja kompleks itu tidak semahal kompleks Ranti.


Tiba di kantor RPS Group Company, Ranti disambut Pak Sumadi dan Wawan.


" Tumben Nona Muda datang tidak memberi kabar", ujar Wawan.


" Kenapa apa gak boleh aku datang jika tidak memberikan kabar", ucap Ranti pura-pura tegas.


" Hehehehe bukan begitu Nona Muda, kalau ada pemberitahuan kan, kami bisa bersiap begitu", ucap Wawan gugup.


" Hahahaha ada-ada saja kamu, aku kesini mau cari bos kalian di kantor ini", ujar Ranti sambil tertawa.


" Bos Rendi lagi rapat dengan orang bagian hukum", ujar Pak Sumadi.


" Ya sudah, Pak Sumadi tolong buatkan kopi seperti biasa dan antar ke ruang rapat", ujar Ranti dengan sopan.


Ranti hanya percaya kepada 26 Tim Keamanan Awal orang itu untuk urusan makan dan minumnya jika dia berada di perusahaan miliknya selain Sabrina dan Santina, kalau di Jakarta hanya Sasha, Rezita dan Regina, beserta Yolanda dan Maureen.


Ketika Ranti memasuki Ruang rapat, semua peserta rapat itu berdiri dan menyapa Ranti dengan sopan.


" Selamat datang Nona Muda", ucap mereka kompak.


" Lanjutkan rapatnya, saya mau dengar langkah kalian seperti apa", ujar Ranti.


Ranti menjadi pendengar yang baik, dia tidak menyela diskusi para bawahannya, itu karena mereka melakukan dengan cara yang tepat, jadi Ranti hanya menikmati kopi buatan Pak Sumadi dengan tenang.


" Senang saya mendengar diskusi kalian, saya setuju dengan langkah-langkah yang akan kalian lakukan, bangga saya mempunyai partner kerja yang hebat seperti kalian, tolong seperti ini terus dalam mendiskusikan sesuatu", ujar Ranti.


" Jika urusan ini selesai tepat waktu, maka kalian semua akan ku berikan Bonus Tiket Pesawat untuk liburan dan hotel, serta uang saku, untuk liburan akhir Tahun", ujar Ranti.


" Terimakasih sebelumnya, ujar mereka semua.


" Rendi catat hadiah mereka dan nanti suruh sekretaris perusahaan untuk mengurus hadiah mereka.


" Nona Muda, mohon maaf kalau saya lancang, jika Nona Muda dan keluarga ada waktu, mohon kehadirannya di acara resepsi pernikahan anak gadis saya, besok jam 7 malam", ujar pria paruh bayah yang menjabat sebagai Kepala bagian Hukum di perusahaan Ranti.


" Oh Oke, saya pasti datang nanti saya tanyakan ke kakak - kakakku dan kedua adikku, kalau mereka mau hadir, tapi saya pasti hadir", ujar Ranti.