
Dalam obrolan mengenai renovasi rumah, Ranti juga meminta pendapat dari mereka berdua, karena biar bagaimanapun rumah tua itu milik mereka.
Ranti hanya berpikir sederhana yaitu bagaimana membangun ulang rumah mereka agar layak huni, dan mereka tidak lagi di remehkan oleh orang - orang yang sombong.
Perihal Renovasi mereka menyambut dengan sukacita, namun mereka bertanya kepada Ranti soal dimana mereka tinggal selama rumah sementara di bangun.
Ranti menjawab, bahwa mereka tidak usah kuatir dimana mereka tinggal, karena sudah menyiapkan rumah untuk mereka.
Besok kalian pindah dari rumah itu, ke rumahku yang berada di kompleks perumahan ini, sambil Ranti memberikan kertas yang menuliskan alamat lengkap rumahnya. Besok aku antar kalian kesana sebelum aku kembali ke Surabaya.
Dan soal biaya hidup disana kalian berdua tenang saja. Tugas kalian adalah mencari Pembantu dan supir nanti tiap bulan aku sudah buatkan kalian ATM, ini peganglah dan satu ini adalah ATM untuk rumah tangga, artinya seluruh biaya itu, kalian keluarkan dari ATM ini, silahkan Renata pegang dan simpan
Apa tidak berlebihan ini Ranti, kami sudah terbiasa hidup pas pasan, bahkan kadang tidak cukup, asal ada tempat tinggal dan makan secukupnya kami sudah bersyukur. Ujar Renata terharu melihat ketulusan Ranti.
Ini tidak berlebihan untuk kalian berdua, karena hanya kalian saudara sedarah dengan aku.
Memang benar, kami adalah saudara sepupu kandungmu, tapi ini sangat berlebihan untuk ukuran seperti kami, ujar Renata yang merasa rendah diri.
Kak Renata, kak Renita, kalian fokus sekolah saja dan kejar cita-cita kalian, buktikan kalian bisa berhasil dan menjadi contoh buat adik kalian ini, bagaimana.
Semua fasilitas yang ku berikan saat ini dan nanti, tidak akan membuat aku jatuh miskin. Dan pesanku, jangan pernah berprilaku sombong dan memandang rendah orang lain. Jalani hidup seperti biasa.
Bicara soal sekolah, kalian akan mengulang dari kelas berapa ?
Menurut pak Mul, dia akan mengaturnya untuk kami mengulang di kelas 12, itupun kalau kami mendaftar akhir bulan ini. kata Renata
Sudah tau berapa biayanya ? tanya Ranti
Biaya masuknya 30 juta, termasuk seragam, buku dan SPP satu semester, jumlah itu belum termasuk uang Pembangunan sebesar 15 juta per siswa. Renita menjawab
Oke besok kita bicarakan dengan pak Mul, agar Hari Senin kalian sudah bisa di daftarkan. Untuk pembayaran Pake ATM Rumah Tangga.
Tanpa membantah omongan Ranti, mereka mengangguk setuju.
Ayo istirahat, besok kegiatan kita masih banyak. ajak Ranti
Sesampai dikamar, Ranti terus berpikir tentang si kembar, apakah mereka nantinya merasa nyaman dengan perubahan yang aku berikan ? .
Di kamar lain, si kembar juga memikirkan rencana Ranti dan kehidupan baru yang Ranti berikan untuk mereka.
Kak, apakah nanti tidak akan berjualan kacang rebus lagi atau bagaimana kak, tanya Renita ke kakaknya
Kakak juga belum tau, tapi dari omongan Ranti tersirat, bahwa kita harus merubah kehidupan kita, menurut Kakak, kita harus cari usaha yang baru. jawab Renata
Bagaimana kalau kita buka usaha kafe saja atau toko roti, kan kakak pintar buat Roti, pancing Renita
Tapi modalnya lumayan besar, karena peralatan dan sewa tempat saja mahal, balas Renata
Kalau kita pinjam modal dari Ranti untuk usaha bagaimana menurut kakak, Renita meminta pendapat Renata
Kakak tidak enak dek, Ranti sudah mau me renovasi rumah kita dan kita juga mau di biayai sekolah lagi, nanti kalau kita pinjam modal lagi, kakak sungguh tak enak hati dek.
Ia juga kak, tapi aku tak bisa hanya menunggu kiriman uang dari Ranti, dia juga banyak kebutuhan, masa hanya dia yang berusaha sendirian untuk menanggung kita. Kata Renita
Kita lihat bagaimana nanti saja, lebih baik kita jangan banyak tanya, kita ikuti saja apa yang di rencanakan oleh Ranti, dan jangan buat dia kecewa. tegas Renata
Baik kak, tapi kita juga harus bisa membantunya dalam memenuhi kebutuhan kita. kata Renita
Baiklah, sekarang kita istirahat dan ingatkan kakak, besok kita akan mengambil hasil check up tadi pagi.
Kak, sekarang badanku terasa lebih ringan, dan kakak bisa lihatkan, seharian kita jalan-jalan, tapi adek tak merasa capek seperti kemarin- kemarin yang hanya jalan dari rumah hingga ke Taman saja, aku sudah sangat capek.
Ia kakak juga bernapas nya sudah tidak ada rasa sesak di dada kakak, besok kita lihat hasilnya dan pasti dokter akan menjelaskannya pada kita, kata Renata
Kakak memang sangat sabar dan kuat, adek bangga punya kakak seperti mu, Renita memeluk dan memuji kakaknya.
Oh ya dek, apa adek tetap sama dengan kakak mau jadi dokter? tanya Renata
Ia Ade, mau jadi dokter anak, melengkapi kakak yang mau jadi dokter kandungan, biar nanti kita buka klinik ibu dan anak, dan nanti nama kliniknya adalah " KLINIK KEMBAR " hehehehe, Renita mengkhayal
Bagus juga itu dek, berarti pasien kakak bisa berlanjut menjadi pasien adek, hahahaha Renata ikutan mengkhayal
Ya sudah sini kakak peluk biar kamu bisa tidur, Renata selalu memeluk Renita sebelum tidur.
Dikamar lain, Ranti masih belum bisa terlelap, dan masih memikirkan solusi yang baik buat si kembar, Ranti melihat kalau si kembar bukan tipikal orang yang bisa diam, akhirnya dia menemukan solusinya, besok aku tawarkan ke mereka berdua saja.
Malam sudah semakin larut, Rendi yang sudah tiba di hotel tempat Ranti menginap, namun dia urung memberi tahu ke Ranti, dia hanya ke kamar yang sudah di pesan Ranti dan istirahat.
Ranti terbangun seperti biasa dan melakukan hal seperti biasa, setelah beres, dia melihat pesan dari keempat kakaknya yang minta di beliin bakpia, Ranti hanya senyum melihat pesan mereka, dan membalasnya singkat, "oke".
" Oke Rose CHECK IN "
* Selamat Tuan anda mendapatkan :
500 ekor sapi terbaik di dunia
Formula Pakan Ternak Terbaik
[ 500 ekor sapi akan dikirim setelah pembangunan peternakan di Cirebon selesai ]
Melihat hadiah yang di berikan Sistem , otomatis membuat Ranti semangat.
" terimakasih Rose"
* Sama-sama Tuan*
Suasana pagi yang indah apalagi mendapatkan hadiah yang luar biasa, menambah gairah Ranti untuk berusaha lebih meningkat. Jika proyek peternakan sapi bisa sukses, maka saya akan membuat peternakan dengan jenis hewan ternak lainnya.
Usaha yang tak akan pernah habis masanya, karena setiap manusia butuh makanan, kedepannya aku harus fokus usaha pada hal-hal primer.
Hal primer yang harus aku kembangkan, pertanian, perkebunan dan peternakan, selain itu aku harus membangun perusahaan pengolahannya, sehingga tujuan pengabdian ku bisa berjalan.
Sementara Ranti masih dalam keadaan termenung dengan rencana yang baru saja dia buat, seketika dia tersadar bahwa semalam Rendi mengatakan bahwa Dia sampai di sini sekitar jam 01.00 wib, apakah dia sudah sampai atau belum, Ranti mengambil handphone dan melihatnya, namun tidak ada pesan masuk dari Rendi.
Mendingan mandi dulu baru bangunin si kembar dan cari sarapan di luar saja.
Aktivitas mandi sudah selesai dan Ranti juga sudah rapi, dia keluar kamar dan menuju ke kamar si kembar, tapi saja mau mengetuk pintunya mereka sudah keluar duluan.
Maaf kak, tadi niatnya mau bangunin kalian untuk cari sarapan hehehehe
Ya sudah ayo kita ke alun-alun, disana banyak yang jualan makanan khas Jogja, Ranti apa kamu mau makan nasi kucing, tanya Renata menawarkan
Apa... Nasi Kucing.. makanan apa itu ? tanya Ranti penasaran
Nanti kamu lihat sendiri, ayo kita ke sana, langsung Renata menarik lengan Ranti.
Ketika tiba di lobby hotel, Ranti bertanya kepada resepsionis,
Mbak apakah malam tadi ada tamu saya atas nama Rendi sudah datang?
sudah Nona, kami sudah mengantarkan tamu anda ke kamar yang Anda pesan. jawab resepsionis itu.
terimakasih mbak, balas Ranti
Ranti membiarkan Rendi untuk istirahat, dan dia pergi bersama si kembar.
Sampailah mereka di alun-alun, dan mereka memesan 3 nasi Kucing..
Ranti yang melihatnya, hanya tertawa dan berkomentar, ternyata seperti ini yang di sebut nasi kucing, Ranti tersenyum dan mulai mencicipi makanan tersebut, " lumayan lezat".
Si Kembar hanya geleng-geleng kepala melihat Ranti yang terlihat sangat antusias menikmati sarapannya.
Selesai sarapan, namun mereka belum beranjak dari bangkunya, sambil menikmati teh, Ranti membuka pembicaraan kepada si Kembar
Kak Renata, jika keputusan kalian memang tidak ikut aku ke Surabaya, tidak apa-apa, hanya saja kalian harus mengunjungi aku setiap liburan bagaimana ?
Maafkan kami Ranti, bukan kami tidak mau, tapi kami ingin melanjutkan sekolah kami disini, dan soal liburan, pasti kami akan datang mengunjungi kamu. kata Renata
Nah.. gitu dong, tapi kalau kalian tidak bisa biar aku yang kesini. Dan satu lagi yang ingin aku tanyakan, kata Ranti
Apa cita- cita kalian berdua ? tanya Ranti
Kami ingin jadi Dokter, jawab mereka kompak. Dan lanjut Renata, aku ingin jadi dokter spesialis Kandungan dan Renita ingin jadi dokter spesialis anak.
Cita-cita yang sangat hebat, dan aku akan mendukung kalian 100%, baik biaya maupun yang lain, tugas kalian hanya selesaikan sekolah dengan baik. kata Ranti dengan penuh semangat.
Dalam hati Ranti, cita - cita si kembar akan sangat membantu pengabdian ku kepada masyarakat.
Selesai sarapan dan mengobrol, mereka kembali ke hotel, Ranti menghubungi Rendi dan mengatakan dia menunggu di lobby hotel.
Hanya dalam hitungan beberapa menit Rendi sudah berada di lobby dan bertemu Ranti.
Selamat pagi Nona, bagaimana kabarmu, tanya Rendi basa-basi
Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja.
Syukurlah Nona, tapi ngomong-ngomong siapakah kedua Nona ini, penasaran Rendi
Maaf Rendi, kenalkan mereka adalah saudara sepupuku, ibu mereka berdua adik dari ayah saya.
oh begitu... singkat Rendi
Dan maaf untuk Nona berdua, kenalkan saya Rendi, Asisten Pribadi Nona Ranti.
Kenalkan kami juga, saya Renata dan ini Renita, kami saudara kembar sepupu Ranti, Renata merespon perkenalan dari Rendi.
Sekarang sudah jam 09.00, sejam lagi tamu kita akan datang, ayo kita ke restoran dan memesan tempat untuk tamu nanti jam 10. ujar Ranti mengingatkan Renata dan Renita
Setelah memesan tempat dan makanan. Ranti mengajak Rendi untu berbicara soal perkembangan di Cirebon.
Rendi, bagaimana dengan berkas-berkas tentang lahan tersebut.
Ada di koper saya, tinggal balik nama saja, jawab Rendi.
Lalu bagaimana dengan pembangunan kolam dan pagar yang kalian rencanakan, Ranti masih bertanya
Kolam sudah mulai kemarin pagi, dan pagar akan di mulai jika anggaran sudah Nona setuju, Rendi memberikan RAB untuk pagar serta model pagar.
Silahkan Nona memilih model yang mana, sedangkan untuk pembersihan lahan untuk persiapan pembangunan hari ini mulai dan biaya sementara yang nona kirim sudah saya gunakan untuk ini semua, Rendi menunjukkan laporan keuangan, walau bentuk laporannya masih sangat sederhana.
Rendi nanti kamu saya buatkan rekening khusus untuk pembangunan yang sudah saya rencanakan.
Baik Nona, jawabnya
Berapa lama waktu mereka membersihkan lahan tersebut ?
Sekitar 2 sampai 3 Minggu, tapi Nona saran saya, kita sudah harus menyiapkan ahli konstruksi mulai dari sekarang, dan menurut saya juga, ketika kontraktor sudah ada, maka mereka sudah bisa menggambarkan tata letak dan modelnya, jadi pada saat lahan sudah siap maka kontraktor langsung bisa bekerja, bahkan tidak perlu lahan bersih semua dulu. Jika progres lahan sudah 50%, maka kontraktor sudah bisa bekerja. Jelas Rendi.
oke, sekarang cari ahli konstruksi yang terbaik dalam hal pembangunan peternakan sapi modern, perintah Ranti.
Kembali untuk pembuatan pagar, saya pilih yang ini, Dan nanti secara bertahap kita bangun pagar beton keliling, tolong kamu cari orang dan buat tim untuk bantu kamu dalam membuat anggaran, baik untuk proyek di Cirebon, juga nanti pabrik di Surabaya, perintah Ranti
Baik Nona, jawab Rendi.
Tak terasa sejam berlalu, Pak Mul dan temannya sudah datang, dan kini sudah berada di lobby.
Ranti berdiri dan menyapa Pak Mul dan temannya,
" Selamat siang, dan silahkan duduk pak. suara lembut Ranti menyapa mere berdua.
" Selamat siang juga Nona Ranti, kenalkan ini teman saya, namanya Herman Suteja.
" Senang bertemu dengan anda pak Herman, Dan saya Ranti , dan ini asisten saya Rendi, kami dari Surabaya.
Setelah mereka duduk, Ranti berbicara tentang maksud mengundang pak Herman.
Baik Nona, saya tadi pagi sudah mendatangi lokasinya, saya minta saat ini saya ingin tau rumah model seperti apa yang anda inginkan, karena lahan yang lumayan besar. kata pak Herman
Kami mau model yang seperti ini, Renata menunjukkan model rumah yang dia lihat di YouTube, namun berikan kesan sederhana, kepada pak Herman.
Pak Herman menanggapi, model ini juga boleh, beri saya waktu 2 Minggu untuk tim arsitektur menggambarnya, dan menyusun RAB nya, selesai itu semua, segera kami ajukan.
Dan untuk pembongkaran rumah akan kita mulai setelah pengajuan proposal kami di terima.
oke kami tunggu 2 Minggu mulai besok. jawab Ranti
Mereka masih membahas hal-hal tentang pembangunan rumah, dan beberapa saran untuk Taman dan model interior, hingga waktu makan siang tiba.