
DING... DING
* Selamat Tuan anda telah menyelesaikan misi dadakan menghancurkan semua pemimpin white Tiger, tuan mendapatkan
100 milyar Poin Sistem
50 milyar Poin Pemahaman
1 Milyar Poin Pengabdian.
Bonus : Kepemilikan Permanen Mall Galaxy 1,2,3. dengan nominal saham 100 % Aktiv.
" Terimakasih Rose"
* Sama-sama Tuan*
Sesaat Ranti berada di kamarnya, aplikasi Mata Dewa mengirimkan pesan, bahwa pihak pengelola Mall Galaxy ingin berbicara langsung dengan Ranti.
" Sambungkan"
" Halo Nona Muda Ranti , saya dengan Arshad Warsito, Direktur Utama Pengelola Mall Galaxy Surabaya, apakah Nona akan menghadiri rapat direksi besok jam 2 siang, sekaligus kami akan memberikan Kartu VVIP untuk Anda, ucap Arshad
" Kalian saja yang melakukan rapat, dan kirim notulen nya ke email saya, dan besok pagi paling lambat saya minta seluruh laporan keuangan selama 1 tahun terakhir dan laporan kinerja karyawan serta daftar tenant yang rajin dan yang bermasalah, apa bisa anda melakukannya untuk saya, tanya Ranti
" Baik Nona Muda, paling lambat jam 10 pagi semua yang anda minta sudah saya kirimkan ke email pribadi Anda, apa ada yang lain Nona Muda, tanya Arshad.
" Tolong buatkan Kartu VVIP sebanyak 15 buah atas nama saya, dan , dan titipkan di Konter Handphone Galaxy, besok siang nanti ada orang yang mengambilnya, apa bisa anda melakukannya, tanya Ranti
" Maaf Nona, Kartu VVIP hanya bisa di terbitkan 1 kartu Utama, sisa nya adalah Kartu tambahan, pada dasarnya Kartu nya sama, hanya limitnya yang berbeda, dan yang bisa menggunakan tarik Tunai hanya kartu Utama, sedangkan Kartu tambahan hanya bisa di gunakan untuk belanja dan semuanya akan terpotong di saldo VVIP Kartu utama, jawab Arshad
" Berapa limit kartu utama dan kartu tambahan, tanya Ranti
" Limit Kartu Utama, 10 milyar Pertahun, per bulan limit 2 milyar minimal transaksi 100 ribu, untuk Kartu tambahan limit 5 milyar Pertahun dan 500 juta perbulan, minimum transaksi 50 ribu, Ucap Arshad.
" apa berlalu dimana saja atau hanya di Mall Galaxy, tanya Ranti
" Dimana saja di Indonesia, karena sejatinya kartu itu adalah ATM yang bekerjasama dengan Bank BCA, jawab Arshad.
" Baiklah, tolong semua pendapatan dari Mall Galaxy dan setelah di Potong operasional, transfer saja di rekening Kartu VVIP saya, apa bisa begitu, tanya Ranti
" Bisa Tuan, kami bagian keuangan akan mentransfer dividen saham yang 65%. 4 bulan kedepan, baru kami menghitung untuk 100 %, bagaimana Nona Muda
" Baik di atur saja, dan kamu, tetaplah menjadi direktur utama, dan selalu update laporan maksimal setiap hari Senin setiap Minggu jam 9 Pagi, ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, saya akan bekerja dengan baik, ucap Arshad.
" Buktikan dalam 6 bulan, ucap Ranti dan langsung menutup handphone nya.
Ranti mengirim pesan ke Drajat pemilik Konter Handphone Galaxy, bahwa dari pihak manajemen akan menitipkan barang miliknya dan nanti akan di ambil Salma besok siang.
Tak terasa waktu sudah jam 6 sore, Ranti sudah bersiap untuk mengikuti rapat, Sabrina dan Santina sudah fi minta agar menyimpan makan malam di kantor RPS GROUP COMPANY.
Tepat kurang 10 jam 7 malam, Ranti tiba dengan menggunakan mobil Toyota New C-HR Hybrid.
Terlihat di loby para petinggi Perusahaan di bawa naungan RPS Group Company, telah hadir
Mereka menikmati makan malam terlebih dahulu baru rapat di Mulai.
Rapat hanya berfokus pada persiapan undangan ke istana, semua divisi di libatkan dan di buatkan 1 file dan di masukkan ke dalam flashdisk.
Rapat berakhir sekitar jam 10 malam, semua peserta sudah membubarkan diri, termasuk Ranti, dia langsung meluncur ke arah pelabuhan Gresik, malam ini dia harus menyelesaikan rencananya yang tertunda.
Hanya membutuhkan waktu 40 menit, Ranti tiba di luar gerbang pelabuhan, dengan Armor Transparan mode Stealth, Ranti bergegas memasuki area dimana kapal bersandar.
Ranti menemukan sebuah informasi yang sangat penting, Bahwa salah satu kapal pernah mengunjungi pulau yang tidak terdeteksi, pada tahun lalu.
Ranti menyimpan buku riwayat perjalanan yang terdapat titik koordinat. dan ketika di cocokkan dengan laporan Aplikasi Mata Dewa, ternyata sama.
Setelah mendapat kan informasi yang begitu penting, dengan segera Ranti melepaskan seluruh Drone untuk merusaknya dan membocorkan seluruh kapal milik AQS Holding Company,
Ranti ingin membakar nya tapi dia melihat banyak ABK yang tidak bersalah, Ranti memerintahkan agar setelah selesai merusak semua kapal dan sebelum menenggelamkan kapal-kapal itu, terlebih dahulu buat keributan agar para ABK yang tidur bisa keluar dari kapal.
Aplikasi Mata Dewa, ambil semua data ABK yang ada, saya ingin memberikan mereka kompensasi setelah masalah ini selesai.
Drone terus bekerja, kali ini Drone bekerja ekstra karena harus membocorkannya dengan bom khusus.
Setelah semua sudah terpasang, semua Drone mulai membuat keributan dengan membunyikan alarm kebakaran, seluruh pintu akses ke kamar mesin sudah di kunci dari dalam oleh Drone.
Saat keributan dan kekacauan, bersamaan dengan di ledakkan nya bom-bom tersebut.
12 kapal mulai secara perlahan tenggelam, seluruh petugas pelabuhan datang mendekat tapi tidak bisa berbuat apa-apa.
Ranti yang asik duduk di pinggir pelabuhan, bahkan sambil ngemil, menyaksikan bagaimana kapal-kapal itu mulai tenggelam.
Lebih dari sejam kemudian, terlihat mobil-mobil dari petugas pelabuhan lainnya dan dari pihak kepolisian, melihat detik-detik kapal-kapal itu hilang dari permukaan laut.
Polisi mulai menginterogasi para ABK, dan petugas pelabuhan, Polisi segera berkoordinasi agar segera membuka CCTV, tapi sayang sekali mereka tidak melihat apa-apa di jam saat Ranti memasuki kawasan pelabuhan hingga ke dermaga.
Kembali lagi Ferdiansyah Setiawan, di sibukkan dengan panggilan telpon, saat dia baru tiba di rumahnya.
Dia hanya bisa diam dan tak melakukan apapun, pikiran nya sejenak, hilang entah kemana.
Di dermaga, Ranti melihat dari kejauhan, bagaimana reportnya para petugas.
Kapal patroli mondar-mandir menyisir pinggiran dermaga bahkan ada kapal yang bergerak melewati Ranti.
Hingga menjelang jam 2 dini hari, situasi sudah mulai sepi, tinggal beberapa Polisi yang berjaga bersama petugas pelabuhan.
Dengan santai Ranti berjalan melewati para petugas, sangking gemesnya, dia iseng mengaktifkan elemen angin dan air, ombak menghantam para petugas, hingga pada basah, walau tidak basah kuyup.
Mobil Ranti yang terparkir cantik di kompleks Ruko seberang pelabuhan, dengan langkah santai dia menyeberang jalan yang sudah sangat sepi.
Akhirnya dia kembali menyusuri jalan yang sepi, setelah memasuki wilayah Surabaya, Ranti menghilangkan ilusi di plat nomor nya.
Ranti memasuki pusat kota dan mampir di warung tenda yang baru mulai buka. Dia kemudian memesan lontong dan teh panas, dengan penuh semangat dia menikmati makanannya sambil ngobrol dengan pemilik warung, apalagi hanya di seorang pembeli, menurut ibu nanti rame saat jam 04.30 WIB, saat pusat hiburan malam tutup.
Ranti segera membayar dan langsung pulang. setelah mobil di parkir dia menunggu beberapa saat, berganti baju tidur namun tetap menggunakan Armor Transparan, lewat pintu samping Dapur buang sudah di buka para pelayan, Ranti naik ke lantai atas dan membuka perlahan- lahan pintu kamar nya dan menguncinya.
Dia masuk ke Ruang Dimensi dan berendam di sungai surgawi. Selesai Berendam, dia kembali ke kamarnya dan berganti pakaian seragam.
Sambil menunggu waktu sarapan Ranti menyalakan TV di kamarnya, dia melihat tayangan berita tentang kapal-kapal itu.
Berita lainnya, saat ini tengah heboh berita orang hilang.
* Rose buat kan ATM dari Bank BRI, dengan saldo 250 juta, ambil dari uang rampasan, sebanyak 50 Kartu dan kirim ke alamat penerima, perintah Ranti
* Baik Tuan,. ongkirnya 100 Poin Pengabdian.
" lanjutkan"
Ranti turun ke lantai bawah untuk sarapan, tidak ada yang bertanya kalau Ranti pulang jam berapa.
" Dek apa benar kamu sudah membeli Yayasan Bintang Timur, tanya Dewi yang lagi menyuapi Ketty
" Ia aku membelinya dan akan mengembangkan nya, juga aku ingin membangun universitas, lahannya masih luas yang belum terpakai, yayasan bintang timur juga menaungi sekolah almamater si kembar di Jogjakarta,katanya lahan di sana jauh lebih luas, sekitar 10 hektar yang belum di bangun, mumpung Jogjakarta kota pelajar, aku juga akan bangun universitas disana.
" Baguslah, biar para anak seperti kita dulu bisa sekolah dan kuliah.
Sampai disekolah, Ranti fokus belajar seperti biasa, dan saat jam istirahat, 3 kendaraan masuk ke kompleks sekolah, 2 mobil baru dan 1 lagi tim dari dealer Grace.
Security mengantar orang dealer tersebut, dan secara tak sengaja Ranti bertemu Aluna.
Mereka ngobrol sebentar dan Ranti meninggalkan Aluna kekantin.
" Ranti, terimakasih uangnya, ayahku hari ini, akan mengambil mesin bakso yang dia pesan kemarin setelah aku berikan ceknya, ucap Yulianti.
" Santai saja, kalian berdua teman saya, jadi bantu kawan adalah wajib, apalagi kita ada kelebihan, ucap Ranti.
Selesai dari kantin, Ranti mendatangi ruang kepala sekolah, Aluna masih berada di ruangan itu, bersama 2 orang temannya.
" Selamat siang Nona Muda, ucap Aluna
" Kenapa lama proses nya, apa internet kamu bermasalah, tanya Ranti.
" Biasa Nona Muda, tinggal tunggu konfirmasi dan selesai, ucap Aluna.
" Pak Kepala Sekolah, ibu wali kelas, tolong di rawat dengan Baik, ucap Ranti.
" Terimakasih ya, pasti kami akan merawatnya.
" Bu apakah sudah bisa menyetir, tanya Ranti, ke wali kelas nya
" Belum lancar, calon suami ibu lagi kesini, dia datang untuk membawa pulang mobilnya, karena ibu pake motor kesekolah.
" Asik ngobrol, calon suami wali kelasnya memasuki Kantor kepala sekolah, dengan masih berseragam lengkap, dan postur tubuh yang tegap, bak seorang polisi.
Pas sampai dalam ruangan, dia terkejut, wajahnya langsung pucat, dengan gugup dia menyapa, selamat siang Nona Muda, saya sudah ijin ke komandan besar, untuk membantu mengantarkan mobil hadiah calon istri saya, Ucap Pujiono, salah satu Tim Keamanan Awal, Pangkatnya Komandan Regu, bertugas di Food Excellent.
" Oh apa mengantar kan mobil calon istri itu perkara darurat, hingga kamu meninggalkan pekerjaan, tanya Ranti berpura-pura marah
" Maafkan Nona Muda, kali ini saja, saya melanggar aturan, ucap Pujiono.
" Karena kamu melanggar, tidak ada bonus gaji, selama 2 tahun, jadi kamu terima sesuai UMR, dan tidak bonus pribadi dari saya, punya kamu daya bagikan ke 25 orang teman kamu, baru tau saya, kalau kalian sudah mulai melanggar aturan. masih mode pura-pura marah
" Saya di hukum Nona Muda, Jawab Pujiono, yang semakin gugup
" Apa kamu rela, gajimu di potong demi membantu calon istri mu, tanya Ranti
Mereka yang melihat seorang laki-laki gagah, berkeringat dingin tak berkutik di hadapan seorang gadis remaja.
" Saya rela Nona Muda, ucap Pujiono
" Ranti, tolong maafkan mas Pujiono, kasihan dia, kalau gajinya dipotong, ibu yang salah, ucap wali kelasnya.
" Aturan tetap aturan, Pujiono tau siapa saya, jadi permohonan ibu tidak akan ku terima, ucap Ranti pura-pura cuek
" Kamu sudah dapat laporan, kejadian di pabrik, tanya Ranti
" Siap ! sudah Nona Muda
" Kenapa kamu tunangan, tidak memberitahu saya, apa kalian sudah tidak menghargai saya, apa kamu sudah lupa aturan yang paling penting untuk kalian 26 orang, Tanya Ranti, kali ini dia serius.
" Saya tidak enak merepotkan Nona Muda, jadi saya tidak memberitahukan acara pertunangan saya, Ucap Pujiono
" Kamu tahu hukuman orang yang tidak menghargai saya, tanya Ranti
" Sangat tahu Nona Muda, saya sudah di Hukum komandan Besar, Ucap Pujiono.
" Apa pernah saya merasa di repotkan dengan mengurus kalian yang 26 orang, rumah kalian itu aku yang datang cari sendiri dan bayar, butuh waktu 3 saya mondar-mandir ke kompleks itu, apa pernah saya merasa repot, coba sebut selama ini kalian saya anggap apa, jawab tanya Ranti
" Nona Muda, menganggap kami keluarga, bukan sekedar keluarga, oleh karena itu, sesama keluarga harus ikhlas saling membantu dan saling menjaga dan setia kepada keluarga, jawab Pujiono sambil tertunduk sedih
" kalian 26 orang itu, ku bedakan dengan yang baru masuk, kalian semua ku belikan rumah, karena kalian keluarga ku, satupun dari kalian, di lukai, atau di sepelekan, minimal orang patah tangannya, dan hancur mulutnya yang menghina kalian, apa sudah paham maksud ku, tanya Ranti
" Maafkan kecerobohan saya, Nona Muda.
Aluna baru saat ini melihat raut wajah garang Ranti, yang biasanya ramah dan murah senyum, ibu wali kelas nya baru sadar siapa sosok yang paling di takuti calon suaminya.
" Mas, apa Ranti yang pernah mematahkan tanganmu dulu, Tanya wali kelas Ranti
" Benar dek, ucap Pujiono
Wali kelas Ranti beserta dan orang - orang dalam ruangan itu, bergidik ngeri, mendengar jawaban Pujiono.
" Kecewa saya dengan kamu, padahal saya selalu berharap, kalian yang masih bujangan, mendapatkan istri dan saya orang pertama yang kalian beritahu soal berita gembira buat keluarga besar Tim Keamanan kita, sudahlah, aku juga tidak akan datang saat kamu menikah dan tidak ada hadiah dari saya, ucap Ranti dan meninggalkan ruangan itu
" Maafkan saya Nona Muda, ucap Pujiono
" Tidak perlu, saya paling tidak suka dengar kalian meminta maaf, saya selalu mengajarkan, pikirkan baik-baik sebelum bertindak, ucap Ranti dan melangkah pergi.
" Mas, maafkan adek, sudah membuat bos marah, dia juga pemilik baru sekolah ini mas, dia mengangkat Ade jadi kepsek, ucap wali kelas Ranti
" Mas hanya pasrah saja, Budi Nona Muda sangat besar buat Mas, rumah motor, hingga tabungan semua dari Nona Muda, ucap Pujiono
" Mas mobil ini, Ranti yang beli buat adek, ucap wali kelas itu
" Sifat Nona Muda memang seperti, dan kalau kita salah, masih bagus dia hanya memarahi, kalau dia ajak bertarung, 200 orang yang mengeroyoknya dia tidak akan mundur selangkah pun, Ucap Pujiono
" apa itu yang membuat mas takut kepadanya, tanya wali kelas itu
" karena mas sudah beberapa kali melihatnya bertarung, itu semua demi kami, Nona Muda lah yang melatih kami yang 26 orang, babak belur kami semua, 3 bulan latihan fisik, setiap sore 2 jam, berasa di neraka, tapi sebanding dengan yang mas dapat, gaji tunjangan, bonus gaji belum lagi kalau bos abis terima dividen seluruh perusahaan nya yang ada lebih seratus, pasti kami juga kebagian, kami di perhatikan selayaknya keluarga, karena dia dari Kecil hidup di panti asuhan Charity, cerita Pujiono.
" Lalu bagaimana mas nanti di kantor, tanya wali kelas Ranti
' Terima Hukuman keluarga, dan yang membuat hukuman itu ya kami sendiri, tapi mas ikhlas menjalankan hukum itu, karena mas memang salah, mas malu atas segala kebaikan Nona Muda, dia bilang paling malas datang ke undangan pernikahan, tapi kalau kami yang menikah dia pasti datang, dimanapun tempat nya, ucap Pujiono.
Akhirnya urusan mobil sudah selesai, Pujiono membawa mobil calon istrinya atau ibu wali kelasnya Ranti.