SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Kebahagiaan keluarga Pak Jumono


Saat ini Ranti sedang berbicara dengan keluarga, Zumrotin dan Zahra, Ranti merasa tidak enak hati karena baru sekarang dia datang mengunjungi keluarga para pelayan khususnya keluarga Zumrotin dan Zahrah.


Dalam pembicaraan tersebut akhirnya Ranti mengetahui penderitaan kedua keluarga itu, tapi Ranti sangat bangga dengan Pak Jumono, walau dia sendiri susah tapi dia tetap membantu keluarga adik nya, begitu juga dengan istri pak Jumono yang sangat menyayangi kedua adik iparnya.


" Kami sangat bersyukur Nona Muda, karena memiliki Kakak dan kakak ipar yang sangat peduli dengan kami, khusunya kakak ipar kami yang dengan tulus membantu kami, padahal keluarganya sendiri juga lagi banyak masalah", ucap ibunya Zahra.


" Kalian itu sudah mbak anggap sebagai adik-adik perempuan mbak, kalian tau sendiri mbak satu-satunya perempuan di keluarga mbak, dan itu juga karena mbak memang sangat sayang dengan kakak kalian", ucap Bu Jumono.


" Benar kata ibu berdua, banyak saudara yang tidak peduli dengan saudaranya, Bu Jumono sudah memberikan teladan kepada mereka dan sudah sepantasnya mereka membanggakan ketulusan ibu yang menyayangi mereka", ucap Ranti.


" Saya melihat suami saya yang terpukul memikirkan perilaku buruk yang mereka dapat dari keluarga suaminya, saya menguatkan suami saya agar kita harus membantu kedua adiknya, dan dari saya muda, saya dekat dengan keluarga ini, almarhum ayah dan ibu mertua sangat menyayangi saya", ucap Bu Jumono.


" Ternyata pak Jumono memiliki istri yang sempurna, pantas saja Julius, Leonita dan Dominikus begitu sopan dan saling menyayangi, ternyata mereka memiliki seorang ibu yang sangat baik hati", ucap Ranti memuji istrinya pak Jumono.


" Nona Muda, Bunda tidak pernah berteriak atau membentak kami, kami didik dengan lembut oleh Bunda, saat kami salah, bunda menghukum kami dengan hukuman yang mendidik, seperti cuci piring atau membersihkan halaman rumah", ucap Julius sambil memeluk lengan ibunya.


" jujur saja Nona Muda, kami tidak pacaran, hampir sama dengan Dominikus, kami berteman dari kecil, dan saat saya merasa mampu, maka saya mengatakan ingin menjadikannya sahabat seumur hidup saya, dan dia setuju, sebulan kemudian kami menikah, jadi kami menjalani rumah tangga berdasarkan cinta sebagai teman dan juga cinta sebagai suami istri, bapak kagum dengan Nona Muda yang sangat peduli dengan teman-teman Nona Muda, itulah kenapa bapak bertekad akan menghabiskan sisa hidup bapak bekerja di rumah Nona Muda walaupun harta sudah banyak.


Istri bapak selalu mengingatkan agar jangan sampai membuat Nona Muda dan Tuan Muda kecewa dengan bapak, ketulusan Nona Muda harus kami balas dengan ketulusan", ucap Pak Jumono.


" Terimakasih Pak Jumono, kalian bertiga, mang Dul dan juga pak Rahmat memang melayani kami seperti melayani anak kalian, makanya kami tidak pernah berlaku kasar atau apapun", ucap Ranti.


" Pak Dul, pak Rahmat dan saya sudah berjanji akan bekerja hingga masa kami selesai, kami mengarahkan anak-anak kami agar belajar dengan baik, kami ingin mereka menggantikan kami, walau dalam bidang berbeda, intinya kami ingin keturunan kami akan menjadi benteng kuat dari keluarga Nona Muda dan Tuan Muda", ucap Pak Jumono.


Ranti terkejut dengan cita-cita Pak Jumono, Pak Dul dan Pak Rahmat.


* Mereka bertiga sangat tulus kepada Tuan, Rose sudah melihat kehidupan mereka dan anak-anaknya yang juga setia dalam melayani anda Tuan", ucap Rose.


" Terimakasih Rose", ucap Ranti.


" Sekarang ayo kita lakukan prosesnya, saya harap kalian semua bisa bertahan", ucap Ranti.


Zumrotin memiliki 2 adik laki-laki dan perempuan, yang saat ini kelas 3 dan kelas 2 SMA.


Zahra, memiliki 2 adik laki-laki semuanya, 2 SMA dan kelas 3 SMP.


Kedua janda itu membuka warung makan bersama, setelah sama-sama diusir dari keluarga suaminya yang merupakan tetangga kampung mereka.


Mereka semua masuk kamar, dan melakukan perintah Ranti.


Beberapa saat kemudian, seperti biasa terdengar teriakan yang sangat memilukan.


" Mas, apa teriakanku juga tadi seperti itu? tanya Susanti pada Dominikus.


" Kamu lebih kencang dek, tapi mas yakin kamu pasti sembuh di tangan Nona Muda, ingat baik-baik kelak kita harus melayani Nona Muda dengan ikhlas", ucap Dominikus.


" Ia mas, Santi bisa sehat, dan juga nanti bisa kuliah, serta bisa sambil kerja di sekolahnya milik Nona Muda, apalagi sekolahnya sangat terkenal, kita melayani orang yang baik hati pasti banyak berkahnya", ucap Susanti yang sedari masuk rumah memeluk lengan Dominikus tanpa rasa malu.


" Ayah, kayaknya bisa cepat punya cucu", ledek pak Jumono pada Dominikus.


" Hehehehe, sabar ayah, Dominikus masih harus kuliah, Susanti juga harus kuliah, agar kelak nanti bisa membanggakan Nona Muda dan Ayah serta Bunda", ucap Dominikus.


" Tidak apa-apa, kalau kalian merasa tidak ingin berjauhan, maka ayah akan minta ijin ke Nona Muda agar kalian menikah saja sambil kuliah", ucap Pak Jumono.


" Benar itu dek, kakak juga setuju jika memang adik ingin menikahi Susanti, toh soal uang, kita semua sudah punya, dan beberapa tahun lagi kita sudah bisa bekerja di perusahaan Nona Muda, begitu juga Santi, saat selesai kuliah pasti mengajar di sekolah milik Nona Muda", ucap Julius.


" Lalu kakak sendiri bagiamana, apakah anaknya bibi Likha sudah mau menikah atau belum? tanya Dominikus.


" Kalau kami dari awal sudah berkomitmen, untuk menyelesaikan kuliah dan bekerja, kami juga pacaran seperti biasa walau jarang bertemu, ucap Julius yang ternyata berpacaran dengan anak tertua Bu Likha.


" Dek, apa kamu juga mau jika kita segera menikah", ucap Dominikus.


Dalam hati Susanti sangat bahagia mendengar pak Jumono dan Julius meminta mereka berdua agar segera menikah.


" Santi ikut saja, namun minta ijinlah sama ayah dan bunda Santi", ucap Susanti yang mukanya sudah merah merona.


" Pasti mas akan datang meminta kepada orangtuamu", ucap Dominikus.


" Siapa yang mau menikah? tanya Ranti yang tiba-tiba Keluar dari kamar.


" Hahahaha, ini Nona Muda, bapak melihat Dominikus dan nak Susanti sudah lengket kayak perangko, makanya bapak meminta mereka kalau sudah siap untuk menikah, ya bapak akan minta ijin kepada Nona Muda, biar mereka bisa tinggal bersama di Surabaya sambil kuliah", ucap Pak Jumono.


" Saya tidak masalah, selama kuliah kalian tidak terganggu, Susanti sudah berumur 18 tahun dan Dominikus sudah 19 tahun, tapi saya sarankan agar tunggu Dominikus berusia 20 Tahun, baru mereka menikah", ujar Ranti.


" Baik Nona Muda, Ucap pak Jumono.


" Kamu Julius, bagaimana hubungan kamu dengan Dita? tanya Ranti.


" Kami baik-baik saja, kami berkomitmen untuk menjaga hubungan kami, walau kami saling berjauhan, dan hanya seminggu sekali bertemu", jawab Julius.


" Baguslah, saya sangat setuju dengan hubungan kalian, artinya di masa depan kalian berdua sudah mengerti dengan pekerjaan kalian", ucap Ranti.


" Ia Nona Muda, Dita sangat ingin menggantikan bibi Likha, dan itu membuat saya bangga, walau saya tahu dia nantinya akan sibuk di rumah Nona Muda, tapi tidak masalah buat saya, justru saya makin senang, karena kami bisa menggantikan Orangtua kami", ucap Julius.


" Jangan dengar omongan orang lain, fokuskan pada kuliah kalian semuanya, termasuk kamu Leonita", ucap Ranti.


" Ia Nona Muda, tapi apa saya boleh minta bantuan Nona Muda, ini untuk sahabat saya, dia teman SMP hingga SMA, dan tetangga kami, dia di perkosa pacarnya, dan sekarang hamil, orangtuanya juga barusan mengusirnya", ucap Leonita.


" Bantuan seperti apa? tanya Ranti.


" Bantu berikan dia pekerjaan", ucap Leonita.


" Saat ini dia hamil berapa bulan ? tanya Ranti.


" Sudah 6 bulan Nona, dia ingin setelah melahirkan mau bekerja", ucap Leonita.


" Boleh, nanti bisa bekerja di Perusahaan saya, agar dia bisa sekalian merawat anaknya nanti, besok pagi kamu antar dia kerumah saya", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, dia teman terbaik saya, orangnya alim, itulah membuat mantan pacarnya memperkosanya", ucap Leonita.


" Ya sudah, jangan kuatir saya akan membantunya, ambil cek ini, Berikan kepadanya, itu cukup untuk biaya sehari-hari dia, dan juga biaya Rumah Sakit untuk melahirkan", ucap Ranti sambil memberikan cek senilai 15 milyar.


" Katakan kepadanya, 10 milyar nya agar dia buat rekening deposito, dan 5 Milyar untuk keperluan sehari-hari, termasuk bisa beli rumah yang harganya 300 jutaan dan mobil Toyota Agya yang paling mahal paling 200 juta, serta berikan 1 SIM ini buat dia, kamu tahu kan. cara menggunakannya, nanti setelah dia melahirkan kamu kasih tau saya lagi", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda", jawab Leonita.


Tak lama kemudian, 6 orang keluar dari kamar dan ikuti dengan Zahra dan Zumrotin serta Istrinya pak Jumono.


Kini terlihat ibunya Zumrotin dan Ibunya Zahra serta adik - adik mereka semua sudah lebih segar dan tentunya penampilan fisiknya sudah berubah.


" Terimakasih Nona Muda, ucap mereka serentak sambil membungkuk.


" Sama-sama, ini buat ibunya Zumrotin dan kedua adiknya, kalian saya berikan masing-masing 2 ATM, untuk Deposito berjangka 30 milyar, dan untuk biaya hidup kalian sehari-hari 5 milyar, serta ini tolong ibu pegang juga 10 Milyar ini untuk biaya pendidikan mereka hingga lulus kuliah.


Untuk Keluarga Zahra juga sama, tolong semuanya di gunakan dengan bijak.


Dan kalian berenam saya berikan masing-masing mobil 1 unit dan motor Honda PCX, serta SIM.


Terakhir saya berikan kalian Pill Penambah Kecerdasan dan Memperkuat Jaringan Otak, sekarang telan, dan kemudian teteskan darah kalian ke SIM ini", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda", jawab mereka dan langsung menelan Pill yang di berikan Ranti.


Setelah semuanya selesai, Ranti mengingatkan agar menjaga rahasia.


" Terimakasih arahannya Nona Muda, lebih baik kamu tabung untuk masa depan daripada foya-foya, lagian jika teman kami tau dengan uang kami, pasti nona Muda tau seperti apa", ucap mereka.


" Itu maksud saya, jadi jangan pamer, kesekolah kalau hujan baru bawa mobil, selebihnya naik motor saja, toh motor kalian juga sudah termasuk mahal", jawab Ranti.


Pak Jumono, kita pulang masing-masing, saya masih ada urusan di Gresik, kalau pak Jumono masih mau disini, berarti saya duluan", ucap Ranti.


" Baik, Nona Muda, kami pulang sebelum Magrib", Jawab Pak Jumono.


" Zumrotin dan Zahra, kalau kalian juga mau masih nginap disini silahkan tapi besok siang atau sore kalian sudah harus ada dirumah", ucap Ranti.


" Kami ikut paman Jumono, jawab mereka berdua.


" Oh ya hampir lupa, pak Jumono lebih kalian pulang besok saja, tunggu hingga mobil datang besok, toh besok baru hari Jumat, jadi malam pun kalian sampai dirumah gak apa-apa", ucap Ranti.


" Baiklah Nona Muda kalau begitu, berarti nanti malam saya ingin bertamu ke rumah calon menantu", ucap Pak Jumono.


" Baiklah, tapi nikahkan mereka saat Dominikus berumur 20 tahun saja", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda", ucap pak Jumono dengan sangat sopan.


" Zumrotin, ini 3 Milyar untuk bangun rumahmu, dan kamu Zahra ini juga 2 milyar, untuk renovasi rumah kamu ini", ucap Ranti.


" Julius, Leonita dan Dominikus, ini buat kalian jajan, ucap Ranti sambil memberikan cek senilai 2 Milyar.


" Terimakasih Nona Muda", ucap mereka.


" Bu Jumono, saya sudah transfer 10 milyar ke rekening ibu yang biasa", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda", ucap Bu Jumono.


" Sama-sama, ya sudah saya berangkat, kamu Susanti, ambil gelang giok ini, ucap Ranti kemudian menghidupkan mesin mobilnya dan berlalu dari hadapan mereka.


" Dek ayo kita rumah kamu, mas ingin bicara serius dengan orangtuamu, bagaimana kalau kita tunangan dulu", ucap Dominikus.


" Ia Mas, kita turuti omongan Nona Muda Ranti saja", jawab Susanti.


" Nak Santi pulanglah dan katakan pada orangtuamu, bahwa kami sekeluarga akan datang bertamu di rumah kalian", ucap Pak Jumono.


" Kami juga akan datang ucap Ibunya Zumrotin dan Zahrah.


" Baik Paman, tapi rumah kami kecil tak sepadan dengan rumah paman", ucap Susanti.


" Tidak apa-apa, asalkan kedatangan paman dan bibi di terima oleh keluargamu", ucap Pak Jumono.


" Nak Santi, bibi sangat senang jika kamu jadi menantu bibi, walaupun kamu buta, dan betapa sempurnanya kebahagiaan bibi, melihat kamu yang sudah bisa melihat, jadi jangan bicara soal rumah mu yang kecil, kami juga dulu lebih miskin dari kalian", ucap Bu Jumono dengan lembut.


" Terimakasih bibi sudah mau menerima Susanti, jawab Santi dengan tertunduk.


" Dek, kami sebagai kakak nya Dominikus hanya meminta, tolong bahagiakan adik kami, kamu tau sendiri sifatnya", ucap Julius.


" Santi, kak Leonita sangat bersyukur kamu mencintai adikku yang begadulan ini, jadi nanti larang dia kemana-mana", ucap Leonita.


" Kakak ini, saya tidak akan membiarkan Santi sendirian dirumah jika kami sudah menikah, aku nanti pulang kerja ya langsung pulang, sama seperti ayah", ucap Dominikus.


" Ya sudah, sekarang kamu antar pulang nak Susanti, kamu juga bilang bahwa nanti malam ayah dan bunda beserta Bibimu serta Pamanmu akan datang bertamu", ucap Jumono.


" Terimakasih ayah, terimakasih Bunda dan juga terimakasih buat kedua kakakku yang ganteng dan cantik", ucap Dominikus.


" Sama-sama Dek, kami senang jika kamu bahagia", ucap Leonita.


Dominikus langsung masuk ke mobil Suzuki Jimny dan berlalu.


" Mas terimakasih atas segalanya", ucap Susanti.


" Sama-sama, mas mungkin bukan yang terbaik untukmu, tapi mas akan berusaha menjadi suami dan sahabatmu selamanya", ucap Dominikus.


" Susanti juga mas, nanti jika ada sesuatu yang Santi lalai, tolong ingatkan Santi", ucap Susanti lembut.


" Pasti, kita harus saling mengingatkan, bukan saling menuduh atau memaki", ucap Dominikus.


" Ia Mas, buat apa ribut", ucap Susanti.


" Kita sudah sampai, jangan lupa pakai kacamata pemberian Nona Muda, agar nanti debu tidak langsung kena ke matamu yang cantik", puji Dominikus.


Sementara yang di puji sudah seperti udang kena air panas.


" Belajar gombal dari mana kamu mas", ucap Susanti.


" Kan kenyataan kamu itu sangat cantik, makanya lihat kaca, jangan lihat mas melulu", ucap Dominikus makin menambah gombalannya


" terimakasih mas ku tersayang, jujur dari kecil Susanti sudah berharap menikah dengan mas, tapi saat penyakit mata datang, Santi sedih melihat mas tetap mempertahankan Santi, Santi sudah siap jika waktu itu mas ninggalin Santi yang buta", ucap Susanti jujur.


" Ayah dan bundaku justru sangat mendukung ku menikahimu walau saat itu kamu buta, jadi jangan berharap yang seperti itu lagi di kemudian hari", ucap Dominikus.


" Kalau sekarang, Susanti tak akan rela jika ada wanita lain yang merebut mas dari aku", ucap Santi.


" Ya sudah ayo turun, nanti orang-orang pikir mas ngapain kamu lagi, dan paling mereka berpikir mas cuti kesempatan karena kamu buta, padahal mereka belum tahu kalau kamu sudah sembuh", ucap Dominikus.


" Mas, boleh gak cium jidatku, sebelum turun mobil, Santi ingin di cium mas", ucap Santi tanpa malu-malu.


" Cup cup, mas sangat sayang sama kamu", ucap Dominikus usai mencium jidat Santi.


" Santi juga sangat menyayangi mas, dan bangga di cintai oleh mas", ucap Santi dan membuka pintu mobil.


Betapa terkejutnya orang-orang yang lagi duduk di warung mereka, saat melihat Susanti jalan dengan santai dan terlihat makin cantik.


" Ayah, ibu Santi pulang, panggil Susanti kepada orangtuanya.


Saat ibunya keluar dari dapur, dia terkejut melihat putrinya yang makin cantik dan matanya terbuka lebar nan lentik.


" Darimana kamu sama Dominikus, dan sekarang matamu sudah sembuh", ucap Ibunya Susanti dan langsung berteriak memanggil suaminya.


" Ada apa Bu teriak-teriak, bapak lagi melayani pembeli, ucap ayahnya Susanti.


" Santi pak, mata Santi sudah sembuh, padahal tadi masih di pegang sama Dominikus saat mereka pergi di jemput Leonita.


Mata ayahnya Susanti terbelalak melihat mata Susanti yang bening, dia melambaikan tangan apakah benar Santi sudah sembuh.


" Terimakasih Tuhan, Putri saya sudah sembuh", ucap ayahnya Susanti dan langsung memeluknya.


" Nak Dominikus, tadi kamu dan Leonita bawa kemana Santi dan tiba-tiba pulang matanya sembuh", tanya Ayahnya Susanti.


" Ini rahasia, tadi ayahku datang bersama dengan majikannya, dan dia bertanya kepada kakak saya Julius dan Leonita dimana saya, mereka kan tau kalau saya pasti disini.


Kemudian majikan ayah saya memerintahkan kak Leonita menjemput saya dan Susanti.


Akhirnya, Susanti di berikan Pill ajaib, dan sembuh hanya dalam 45 menit", jawab Dominikus.


" Tapi apa syaratnya, tidak mungkin gratis kan? ucap ayahnya Susanti.