Perempuan Tangguh

Perempuan Tangguh
Membawa kembali sang istri dan anak-anaknya.


Roy, berpikir bagaimana cara agar mendapatkan uang yang banyak dengan cara cepat.


Tapi, ia juga tidak mau melakukan kesalahan lagi.


Ia hanya ingin hidup damai bersama keluarga barunya ini.


Tapi masalah ini juga tidak bisa diabaikan. Sampai ia menghubungi kesemua temannya, dan meminta mencarikannya pekerjaan.


Roy berharap, dapat pekerjaan lebih baik. Serta bisa memperbaiki hidupnya dan keluarga barunya, dimasa depan.


Hingga ia sekarang sibuk, bekerja sampingan apa saja, dan sesekali menjenguk sang istri serta anak sambungnya.


Dan kembali bekerja, hingga berlalu beberapa hari, menunggu sang istri sadar dari komanya.


Disisi lain, Andreas sudah bersiap menyerbu Paviliun Tuan carlos.


Semua sudah direncanakan, dan dipersiapkan dengan matang.


Mata-mata sudah masuk. Dan segala sisi sudah dijaga, agar sang lawan, tak dapat lagi kabur.


Kini saat nya tinggal menyerbu saja.


Andreas sudah memerintahkan, seluruh anak buahnya, agar segerah bersiap.


Dan kini mereka sudah bersiap untuk masuk dan Andreas berkata, "mulai.


Mereka semua, mulai bergerak maju. Dari segala sisi. Dan mereka mulai maju serta menyerbu. Dari arah, dengan dilengkapi berbagai senjata pula, kini mereka pun telah siap untuk melawan.


Saat Andreas masuk dari arah depan, para penjaga dengan mudah di tumbangkan. Serta mulai ada yang melapor kedalam.


Kini mereka mulai masuk, dan Tuan Carlos sudah berdiri dihadapan Andreas saat ini.


Andreas berucap, "Cepat....kembalikan istri dan anak-anak ku !


Kalau aku tidak mau bagaimana ! Dengan Angkuh dan sombong, Tuan Carlos berucap, karena ia memang tidak mau melepas Lusiana dan anak-anaknya.


Tuan Carlos, telah menganggap Lusiana sebagai pengganti wanitanya, yang telah meninggal itu, dan sebagai penggantinya serta menganggap anak-anaknya juga, sebagai anak-anaknya.


Andreas mengeram marah, dan berkata, "Mereka adalah istri dan anak-anak ku, kenapa kau masih menahannya.


Karena mereka, telah menjadi milik ku, sejak aku melihatnya.


Dan ini juga balasan atas kematian wanita ku dulu, yang pernah kau campakkan.


Bedebah...."Andreas marah, sambil mencengkram kerah baju Tuan Carlos, dan kembali berucap:


Bukankah, itu semua, karena ulah mu sendiri. Kau yang telah merenggut kesuciannya secara paksa.


Ia terpaksa mengakhiri hidupnya, karena malu.


Padahal, kau tidak tau kebenarannya, saat itu. Dengan geram Andreas berucap.


Tuan Carlos tertawa renyah....hahahaha.....


Kebenaran apalagi ! Dan apa yang aku tidak tau ?


Kau lelaki bodoh yang aku temui Carlos !


Bodoh....kau bilang !


Siapa yang lebih bodoh, dari pada laki-laki yang menyia-nyiakan wanita yang lembut dan sebaik serta secantik dirinya.


Kau... Andreas ! Kau sungguh bodoh !


Kau carlos ! Kau yang bodoh !


Karena kau tidak tau, siapa yang paling dicintainya. Dan aku hanya alat untuk membuatmu jauh darinya, karena saat itu, sepupunya Desi juga menyukaimu.


Dia hanya anak yang dibesarkan di keluarga sepupunya itu.


Tidak mungkin, ia berani menyukai lelaki yang disukai oleh sepupunya itu.


Tapi kau ...


Kau malah memperkosanya saat itu.


Sepupunya tau dan marah. Hingga mengusirnya dari rumah. Dan tidak di akui lagi, oleh keluarga pamannya itu.


Dan ia hanya meninggalkan surat kepada ku pada malam itu. Dan selebihnya, dia menghilang dan meninggalkan kabar itu.


Kau bohong !


Buat apa aku bohong !


Suratnya pun, masih aku simpan di Mansion.


Kenapa kau tak memberikannya kepada ku selama ini.


Karena kau selalu membenciku dan salah faham kepada ku selama ini.


Dan aku selama ini, hanya mencintai istri ku. Karena dia adalah cinta pertama ku sedari lama.


Jadi aku mohon, lepaskan istri ku.


Apa benar yang kau katakan semua itu.


Benar ! Kalau kau tak percaya. Akan ku kirimkan nanti surat itu.


Agar kau, segerah mengetahui, segala kebenarannya.


Baiklah...!


Pengawal...!


Cepat bawa kemari istri dan anak-anaknya sekarang.


Baik Tuan.


Tak lama...."Terlihatlah Lusiana dan kedua anaknya, yang sedang digendong oleh kedua pengasuhnya.


Tuan Carlos berucap, "Cepat...kalian lepaskan dan kembalikan mereka.


Baik Tuan !


Lalu Lusiana datang berhamburan ke pelukan Andreas.


Begitupun si kembar, kini mereka telah dikembalikan kepada Tuan Andreas.


Andreas dan Lusiana menggendong mereka erat.


Merasa hangat, karena keluarganya, kini bisa berkumpul.


Ia juga berterima kasih kepada Tuan Carlos. Dan berjanji, secepatnya, akan segerah mengembalikan surat itu, beserta segala penjelasan saat itu.


Tuan Carlos tersenyum. Persahabatan yang dulu putus, karena kesalahpahaman. Kini kembali dan akan terjalin seperti masa itu.


Mereka semua tersenyum bahagia. Dan mulai melambai salam perpisahan, karena sampai disini.


Mereka akan kembali, ke aktifitas mereka masing-masing.


Andreas dengan segerah mengajak istri dan kedua anaknya, untuk segerah pulang.


Begitu pun Tuan Carlos. Kini ia menuju ke kamar rahasia nya.


Yang mana, tempat tersebut. Banyak sekali menyimpan Foto serta benda. Yang bersangkutan tentang wanitanya itu.


Andreas mulai pulang dan segerah memasuki mobilnya.


Kali ini, mereka tidak jadi mengeluarkan banyak tenaga.


Karena....ini semua terjadi, cuma karena dendam, dan kesalahpahaman, yang belum, terselesaikan saja.


Kini, ia mulai memeluk dan menatap istri serta kedua anaknya.


Merasa beruntung memiliki mereka. Dan berharap, tidak akan ada lagi tragedi yang semacam ini, dimasa depan nanti.


Serta, dengan segerah menghubungi kedua mertuanya.


Meminta agar segera datang ke Mansion dan menunggunya.


Karena ia akan segerah, memberi mereka kejutan.


Karena, disaat pengintaian kemarin. Sang ibu mertua yang mendadak asmanya kambuh.


Mereka berdua, di perintah Andreas untuk segerah pulang saja. Serta semua urusan penyelamatan tersebut. Diserahkan semua kepada Andreas menantunya.


Dan tentu saja, setelah mendengar kabar ini. Kedua mertuanya menjadi tidak sabar dan penasaran.


Mereka, dengan segerah menuju ke Mansion menantunya itu.


Berharap, mendapat kabar baik, serta tak sabar bertemu kembali dengan sang putri dan kedua cucu kesayangannya.


Serta kini, mobil mereka pun memasuki Mansion menantunya.


Masuk dan dengan tidak sabar menunggu. Sampai lama, baru terdengar suara mobil memasuki gerbang Mansionnya.


Mereka semua berdiri di pintu, berharap yang dinantikan segerah datang.


Dan...benar saja. Saat melihat pintu mobil dibuka.


Turunlah pertama Andreas disertai Lusiana putrinya, dan kedua cucunya.


Mereka berhamburan mengejar. Dan segerah memeluk. Berucap syukur, dengan tak hentinya. Hingga menciuminya.


Tak menyangka, bisa kembali dengan selamat. Karena takut, sang lawan tak mau melepas, hingga menyakiti putri dan kedua cucunya.


Tak menyangka semua ini bisa terjadi. Tuan Geoff memberi saran, untuk membuat pesta syukuran serta memperkenalkan mereka kepada dunia.


Ia juga akan kembali memegang perusahaan nya, yang akan diganti sebagai nama putrinya ini.


Memperkenalkan, sebagai putri satu-satunya, kepada dunia.


Serta sebagai ahli waris satu-satunya dari Tuan Geoff dan sang istri, yang menjadi mantan artis papan atas taun lalu ini.


Kini akan memperkenal kannya kepada dunia.


Andreas tertawa, tetapi ia menyerahkan semua kepada sang istri.


Dan ia juga, akan memperkenalkan juga nanti kepada dunia.


Kalau inilah istrinya dan kedua anaknya ini. Serta akan kembali mengadakan pesta perkawinan yang megah nanti.


Karena saat itu. Ia sungguh hanya mengadakan pesta yang tak layak.


Maka kini, ia akan memperlihatkan dan memperkenalkan. Kalau Inilah istrinya.


Dan tak ada yang boleh, untuk menyakiti keluarganya.


Mereka semua pun tertawa dan segerah masuk ke dalam Mansion.


Hendak berkumpul dan kembali berencana.